Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN MELALUI MEDIA KARTU HURUF SISWA KELAS I SDN ROGO Azuani, Azuani; Pattekai, Idris; Tahir, Moh.
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 6, No 7 (2018): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan menulis siswa dapat ditingkatkan menggunakan kartu huruf di kelas I SDN Rogo?. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa menggunakan kartu huruf pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setting penelitian tindakan kelas ini adalah di SDN Rogo Kecamatan Dolo Selatan, dengan jumlah siswa 15 Orang yang terdiri dari 5 orang laki-laki dan 10 Orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) lembar observasi guru, 2) lembar observasi siswa, dan 3) penilaian tes perorangan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan siswa menulis dengan menggunakan media kartu huruf yakni dengan persentase peningkatan kemampuan siswa pada penilaian sebelum tindakan, terdapat 7 Siswa (46,66%) yang masuk dalam kategori kurang, pada penelitian siklus I menunjukkan persentase aktivitas guru sebesar 89,28% (kriteria baik), persentase aktivitas siswa sebesar 6, 92% (kriteria cukup), 8,91% dengan (kriteria sangat baik), persentase penilaian aktivitas siswa menulis permulaan melalui media kartu huruf sebesar 89,67% (kriteria sangat baik). Hasil tersebut secara keseluruhan telah mencapai kriteria yang ditetapkan yakni, daya serap individual minimal 65%, daya serap klasikal 70%, dan ketuntasa klasikal 80%, maka dianggap tuntas belajar. Dengan demikian, melalui media kartu huruf dapat meningkatkan kemampuan siswa menulis pada siswa kelas I SDN Rogo. Kata Kunci : Kemampuan Menulis Permulaan, Media Kartu Huruf.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas III SDN Doda Kecamatan Lore Tengah Mengkiso, Yurlin; Tahir, Moh.; Patekai, Idris
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 5, No 11 (2017): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang peningkatan keterampilan berbicara siswa melalui metode Tanya jawab pada siswa kelas III SDN Doda Kecamatan Lore Tengah melalui metode Tanya jawab. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan berbicara siswa melalui metode Tanya jawab. Untuk menjawab permasalahan di atas, peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 langkah yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Doda Kecamatan Lore Tengah sebanyak 18 siswa yang terdiri dari laki-laki 10 orang dan perempuan 8 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan/observasi siswa dan guru, serta evaluasi materi yang diajarkan pada setiap siklus. Kemudian data dianalisis secara kuantitatif dan kualitataif. Indikator kinerja secara klasikal adalah 80% dan secara individu 65. Jika sudah mencapai target yang direncanakan dianggap berhasil dan selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan berbicara siswa melalui metode Tanya jawab yang ditandai dengan peningkatan pada perolehan nilai daya serap klasikal pada observasi awal sebesar 61,11. Kemudian pada siklus I naik menjadi 70,37 dan pada siklus II naik lagi menjadi sebesar 81,48. Ketuntasan klasikal pada observasi awal sebanyak 8 orang (44%), pada siklus I siswa yang tuntas menjadi sebanyak 11 orang (61%), dan pada siklus II siswa yang tuntas meningkat lagi menjadi sebanyak 15 orang (83%). Berdasarkan analisis data yang dilakukan pada akhir setiap siklus, maka tindakan tidak perlu dilanjutkan lagi ke siklus berikutnya karena indikator kinerja pada siklus II sudah tercapai yakni ketuntasan klasikal melebihi 80%. Jadi, hipotesis penelitian yang diajukan dapat diterima yaitu melalui metode tanya jawab dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas III SDN Doda Kecamatan Lore Tengah. Kata Kunci: Keterampilan Berbicara, Metode Tanya Jawab.
Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Deskripsi Melalui Metode Latihan Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Mengsung Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong Walhidayat, Taufik; Tahir, Muh.; patekai, Idris
Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol 6, No 8 (2018): Jurnal Kreatif Tadulako Online
Publisher : Jurnal Kreatif Tadulako Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres 2 Mensung. Alternatif pemecahan masalah adalah pemanfaatan pembelajaran dengan menggunakan metode latihan terbimbing. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Obyek penelitian ini adalah siswa Kelas IV SD Inpres 2  Mensung  yang berjumlah 25 orang yang terdiri dari siswa laki-laki 16 dan  9  siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui lembar aktivitas siswa dan guru (observasi), tes hasil tindakan. Data pratindakan menunjukan bahwa daya serap klasikal 98% dan ketuntasan belajar klasikal 43,75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dan guru mengalami peningkatan yang cukup berarti dan siklus I ke siklus II. Tes hasil tindakan siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 68,75% dan pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan pada ketuntasan belajar sebesar 93,75%. Hal ini menunjukkan persentase peningkatan pada siklus I ke siklus II sebesar 25%. Hasil daya serap klasikal pada siklus I adalah 78,25% dan siklus II daya serap klasikal adalah 94,25%. Hal ini menunjukkan persentase peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia  dari siklus I ke siklus II sebesar 16%. Berdasarkan indikator kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode Latihan terbimbing yang dilakukan dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang materi Menulis  Karangan Deskripsi  pada  Kelas siswa IV SD Inpres 2  Mensung  Kecamatan Mepanga kabupaten Parigi Moutong. Kata kunci: Penggunaan Metode Latihan Terbimbing, tentang materi Menulis Karangan Deskripsi
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I MIS Sinoutu Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) Muslimin, Muslimin; Tahir, Muh.; Patekkai, Idris
Jurnal Kreatif Online Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.695 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan membaca permulaan  siswa kelas I MIS Sinoutu, dapat di tingkatkan melalui metode Struktural Analitik Sintetik. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I MIS Sinoutu melalui metode Struktural Analitik Sintetik. Penelitian ini, yakni penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara bersiklus. Adapun setiap siklus dilakukan empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Jenis data penelitian ini, yakni data kualitatif yang di peroleh dari guru dan siswa yang dipaparkan dengan menggunakan kata, suku kata, suku kata menjadi huruf, sedangkan data kuantitatif di peroleh dari hasil evaluasi kemampuan siswa membaca yang diolah dengan mengunakan angka-angka. Cara pengumpulan data di lakukan dengan dua cara, yakni observasi dan evaluasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh data kemampuan guru melakukan skenario pembelajaran dan observasi keaktifan siswa mengikuti proses belajar mengajar sedangkan evaluasi dilakukan untuk memperoleh hasil kemampuan siswa membaca permulaan. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengolah data yang ada dan menentukan tuntas belajar individu, tuntas belajar klasikal dan menentukan nilai rata-rata. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil kemampuan membaca siswa kelas I MIS Sinoutu pada siklus I, yakni nilai rata-rata 7,0 sedangkan pada siklus II di peroleh hasil, yakni dengan nilai rata-rata 9,0. Berdasarkan hasil perolehan nilai rata-rata pada siklus II sudah mencapai target yang ditentukan. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini di terima. Kata Kunci: Membaca Permulaan,  Metode,  Struktural   Analitik  Sintetik
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Kartu Kata Siswa Kelas I SD Inpres 1 Kamarora Tanggulungan, Viktor Lambe'; Tahir, Muh.; Ulfah, Ulfah
Jurnal Kreatif Online Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.546 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas I SD Inpres 1 Kamarora. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas I SD Inpres 1 Kamarora. Permasalahan ini diteliti dengan menggunakan media kartu kata, serta menggunakan alat pengumpul data tehnik observasi. Tehnik observasi merupakan langkah awal dalam meneliti di SD Inpres 1 Kamarora yang berpusat di Kelas I. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian yang tahap pelaksanaannya dibagi dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan tampak perubahan kemampuan membaca permulaan pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa observasi aktivitas siswa dan guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil evaluasi penilaian pada siklus I diperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 60% dan persentase daya serap klasikal 63%. Pada siklus II diperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 80% dan persentase daya serap klasikal 74%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media kartu kata dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas I SD Inpres 1 Kamarora pada materi membaca permulaan.
Peningkatan Kemampuan Siswa Kelas V SDN Amalalang Dalam Menggunakan Kata Bersinonim Melalui Metode Inquiri Tasbiha, Tasbiha; Tahir, Moh.; Syamsudddin, Syamsudddin
Jurnal Kreatif Online Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.062 KB)

Abstract

Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas V SDN Amalalang, Kecamatan Kasimbar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70% yang telah ditentukan. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Amalalang Kecamatan Kasimbar, maka peneliti menggunakan metode Inquiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk meningkatkan kemampuan menggunakan kata bersinonim siswa kelas V SDN Amalalang melalui metode inquiri. Desain penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang mengacu pada modifikasi spiral yang dikemukakan Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan dalam dua siklus, dalam setiap siklus melalui 4 (empat) tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Amalalang Kecamatan Kasimbar dengan jumlah siswa 16 orang, 10 orang siswa laki-laki dan 6 orang siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I nilai rata-rata daya serap klasikal siswa mencapai 64,3% serta ketuntasan belajar klasikal 56,2%. Pada tindakan siklus II nilai rata-rata daya serap klasikal siswa 78,7% serta ketuntasan belajar klasikal 81,2%. Hal ini berarti pembelajaran pada siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan dengan rata-rata daya serap individu minimal 65 dan ketuntasan belajar klasikal memperoleh nilai minimal 70%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode inquiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN Amalalang Kecamatan Kasimbar. Kata kunci: Metode Inquiri, Kata Bersinonim
Peningkatan Kemampuan Siswa Menulis Paragraf Melalui Metode Latihan di Kelas IV SD Inpres 1 Kamarora Kecamatan Nokilalaki Liwan, Marni; Tahir, Moh.; Ulfah, Ulfah
Jurnal Kreatif Online Vol 7, No 4 (2019): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan siswa kelas IV SD Inpres 1 Kamarora dalam menulis paragraf. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil belajar yang rendah pada aspek penggunaan huruf besar dan huruf kecil, penggunaan tanda baca, dan kerapian tulisan siswa yang masih sulit dibaca. Untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SD Inpres dalam menulis paragraf, maka peneliti lakukan penelitian yang terdiri atas dua siklus dengan menerapkan metode latihan sehingga diperoleh ketuntasan belajar klasikal siklus I sebesar 66.6% dan pada siklus II diperoleh ketuntasan klasikal sebesar 88.8% sehingga diperoleh peningkatan sebesar 22.2%. Selain hasil belajar, dilakukan pula penilaian aktivitas untuk mengetahui kemampuan guru dan siswa dalam pembelajaran. Melalui observasi maka diperoleh nilai aktivitas guru pada siklus I sebesar 62.85% termasuk pada kategori cukup dan pada siklus II diperoleh nilai sebesar 78.5% termasuk pada kategori baik sehingga diperoleh peningkatan sebesar 15.65%. Hasil aktivitas siswa siklus I diperoleh nilai sebesar 60% termasuk pada kategori cukup dan pada siklus II diperoleh nilai sebesar 83.3% termasuk pada kategori baik sehingga diperoleh peningkatan sebesar 23.3%. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode latihan dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf siswa kelas IV SD Inpres 1 Kamarora Kecamatan Nokilalaki.
Klitika Bahasa Saluan Bakri, Taqyuddin
BAHASA DAN SASTRA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah “Klitika Bahasa Saluan”. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah klitika apa saja yang terdapat dalam bahasa Saluan, serta apa fungsi dan makna klitika bahasa Saluan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam proses mendapatkan data penelitian, dan dideskripsikan dengan kata-kata tertulis. Di dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode simak dan metode cakap dalam pengumpulan data, disertai dengan teknik lanjutannya. Selanjutnya, dianalisis menggunakan metode kajian padan dan metode kajian distribusional, dan disajikan dengan menggunakan metode formal dan metode informal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan klitika yang terdapat dalam bahasa Saluan, serta fungsi dan makna klitika bahasa Saluan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada kesamaan antara klitika bahasa Indonesia dengan klitika bahasa Saluan, yaitu tidak terlalu banyak jenis klitikanya. Baik proklitik maupun enklitik, tidak bisa berfungsi sebagai subjek maupun objek, namun peranannya bisa disejajarkan dengan subjek dan objek. Klitika dalam bahasa Saluan terbagi atas dua bentuk, yaitu proklitik {ku-}, dan enklitik {-ku}, {-um}, {-nyo}, dan {-nto}. Fungsi klitika, yaitu menyatakan pelaku untuk proklitik, dan pada enklitik terbagi atas dua, yaitu menyatakan keposesifan saat melekat pada bentuk dasar nomina, dan menyatakan sasaran dari perbuatan saat melekat pada bentuk dasar verba. Makna klitika bahasa Saluan, yaitu persona pertama tunggal {ku}, persona kedua tunggal {-um}, persona pertama jamak eksklusif         {-nto}, dan persona ketiga tunggal {-nyo}.
AFIKS PEMBENTUK VERBA BAHASA PENDAU Wulandari, Octorine; Tahir, Moh.; Pattekai, Idris
BAHASA DAN SASTRA Vol 3, No 3 (2018): Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : BAHASA DAN SASTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.131 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk,fungsi, dan makna afiks pembentuk verba bahasa Pendau. Penelitian ini  merupakan penelitian kualitatif, maka metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik sadap, teknik simak libat cakap, dan teknik rekam sedangkan metode cakap menggunakan teknik pancing dan teknik cakap semuka. Adapun metode yang dipakai dalam menganalisis data adalah metode padan dan metode distribusional. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka data yang diperoleh adalah Bentuk afiks pembentuk verba bahasa Pendau yaitu : Prefiks {me-} berfungsi sebagai pembentuk verba transitif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {mo-} berfungsi sebagai pembentuk verba transitif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan,prefiks {mong-} berfungsi sebagai pembentuk verba transitif dan memiliki makna melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {ni-} berfungsi sebagai pembentuk verba pasif dan memiliki makna melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {no-} berfungsi sebagai pembentuk verba intransitif dan memiliki makna melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {pe-} berfungsi sebagai pembentuk verba verba transitif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan, prefiks {ro-} berfungsi sebagai pembentuk verba pasif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan, Sufiks {-a} dan {-i} berfungsi sebagai pembentuk verba imperatif dan memiliki makna menyuruh melakukan perbuatan atau tindakan, sufiks {-mo} berfungsi sebagai pembentuk verba intransitif dan memiliki makna telah melakukan perbuatan atau tindakan, sufiks {-ong} berfungsi sebagai pembentuk verba resiprok dan memiliki makna saling berbuat atau berbalasan dan Konfiks  {mo-a} berfungsi sebagai pembentuk verba transitif dan memiliki makna sedang melakukan perbuatan atau tindakan. Kata kunci: Afiks,Verba,Bahasa Pendau
EUFEMISME DALAM TALK SHOW MATA NAJWA DI TRANS 7 EUPHEMISM IN TALK SHOW NAJWA’ EYES ON TRANS 7 Tantriani, Endang; Tahir, Moh.; Karim, Ali
BAHASANTODEA Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : BAHASANTODEA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.681 KB)

Abstract

This research was a qualitative descriptive. The formulations this research problem were (1) how is the form  of the euphemism in Mata Najwa talk show on Trans 7, and (2) what euphemism references in Mata Najwa talk show on Trans 7. The data were collected through referring method, tapping and taking note techniques. Data analysis of this research was conducted in three stages, namely: data reduction, data presentation and verification or conclusion. The results of this research are 6 forms of the euphemism in Mata Najwa talk show on Trans 7, namely: a) the form of absorption word: disability, b) foreign language forms: human trafficking, c) word forms: apolitical, d) abbreviated form: DS, e) a form of metaphor: the bottom board, and f) the form of periphrasis:having deficiencies. In addition there are also 6 references to euphemisms in the Mata Najwa talk show on Trans 7, they are: a) reference of character or condition: intolerant, b) reference of object: HIM, c) reference of professional: alya, d) reference of activity: amputation, e) reference of body parts: breasts, and f) reference of events: died.