Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Status Pencemaran Logam Berat Timbal dan Kadmium di Sungai Tallo Menggunakan Bioindikator Ikan Nila Oreochromis Niloticus Indrawati, Erni; Musada, Zulkarnain; Tantu, Andi Gusti; Renal, Renal
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 2 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 2, Mei - Agustus Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i2.1562

Abstract

Perairan Sungai Tallo mengalami tekanan dari lingkungan di sepanjang aliran sungai berupa pemukiman, pertambakan, dan pertanian. Disamping itu, beberapa perusahaan diduga melakukan pencemaran dengan membuang limbah cair serta bahan berbahaya dan beracun di sepanjang aliran Sungai Tallo tanpa melalui proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa status pencemaran logam berat timbal dan cadmium di perairan Sungai Tallo menggunakan bioindikator ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019-Februari 2021, di perairan Sungai Tallo, Kota Makassar. Pengabilan sampel air dan ikan nila berupa organ hati dan insang dilakukan di tiga stasiun Keramba Jaring Apung, kemudian dianalisis di Laboratorium Balai Besar Industri Hasil Perkebunan Makassar. Parameter kualitas air yang diukur yakni parameter fisika meliputi suhu, kekeruhan, kecerahan, kecepatan arus dan kedalaman, sedangkan parameter kimia meliputi pH, oksigen terlarut, salinitas, Biochemical Oxygen Demand, amoniak, nitrat, timbal dan kadmium. Selanjutnya parameter biologi organ ikan nila, yaitu organ hati dan insang. Data yang dianalisis berupa indeks pencemaran lingkungan dan biokonsentrasi faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang masuk ke dalam kategori cemar ringan yaitu oksigen terlarut, logam berat timbal, dan kadmium, cemar sedang yaitu suhu dan Biochemical Oxygen Demand, serta cemar berat yaitu amoniak. Sedangkan kategori baik yaitu kedalaman, kecepatan arus, kecerahan, pH, dan salinitas. Nilai biokonsentrasi faktor tertinggi logam berat timbal pada organ insang yaitu umur pemeliharaan satu bulan dan yang terendah umur pemeliharaan empat bulan. Nilai biokonsentrasi faktor logam berat kadmium pada organ insang dan hati memiliki nilai yang sama untuk semua waktu pemeliharaan. The waters of the Tallo River experience pressure from the environment along the river in the form of settlements, aquaculture, and agriculture. In addition, several companies are suspected of polluting by disposing of liquid waste as well as hazardous and toxic materials along the Tallo River without going through a processing process. This study aims to analyze the pollution status of lead and cadmium heavy metals in the waters of the Tallo River using tilapia bioindicators. This research was conducted in November 2019-February 2021, in the waters of the Tallo River, Makassar City. Water samples and tilapia in the form of liver and gills were carried out at three floating net cages stations, then analyzed at the Makassar Plantation Product Industrial Center Laboratory. The water quality parameters measured were physical parameters including temperature, turbidity, brightness, current speed and depth, while chemical parameters included pH, dissolved oxygen, salinity, Biochemical Oxygen Demand, ammonia, nitrate, lead and cadmium. Furthermore, the biological parameters of tilapia organs, namely the liver and gills. The data analyzed in the form of environmental pollution index and bioconcentration factors. The results showed that the parameters that fall into the category of light pollutants are dissolved oxygen, heavy metals lead, and cadmium, moderate pollutants are temperature and Biochemical Oxygen Demand, and heavy pollutants are ammonia. While the good categories are depth, current velocity, brightness, pH, and salinity. The highest bioconcentration value of lead heavy metal in the gills was one month of rearing age and the lowest was four months of rearing age. The value of the heavy metal factor cadmium bioconcentration in the gills and liver had the same value for all rearing timesdecisions.
Analisa Pemberdayaan terhadap Kesejahteraan Kelompok Peternak Telur Bebek di Desa Tanra Tuo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang Idris, Muhammad; Muchlis, Ahmad; Menne, Firman; Indrawati, Erni; Jumarding, Ahmad
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.2007

Abstract

Kelompok di pedesaan memiliki tujuan untuk pemenuhan masyarakat akan bibit bebek yang dihasilkan dari kegiatan menetaskan telur bebek.  Usaha penetas telur bebek sebenarnya merupakan peluang usaha yang cukup baik dan menjanjikan, akan tetapi pada kenyataannya bahwa kemampuan masyarakat di desa Tanra Tuo untuk usaha ini masih tradisional, seperti ditetaskan dengan bantuan indukan ayam betina yang sedang mengeram. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pemberdayaan kelompok penetas telur bebek dalam rangka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak di desa Tanra Tuo, kecamatan Cempa, kabupaten Pinrang. Penelitian ini menggunakan studi lapangan (Field Research), dan data dalam penelitian yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun metode penelitiannya menggunakan metode kualitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bentuk pengelolaan pemberdayaan kelompok penetasan telur bebek di desa Tanra Tuo manisa dapat dijalankan dengan baik karena adanya sosialisasi dan sekolah lapang, jika dianalisis dari sudut ekonomi berjalan sesuai dengan prinsip tolong-menolong, Sementara itu tingkat pendapatan dan kesejahteraan peternak meningkat dengan adanya bantuan bibit telur, adanya sosialisasi, dan penyuluhan mengenai teknologi modern dalam teknik penetasan telur. Duck egg hatchery groups in rural areas have a goal of fulfilling the community's need for duck seeds produced from duck egg hatching activities. This business is actually a quite good and promising business opportunity, but in reality, the ability of the people in Tanra Tuo village to do this business is still traditional, such as being hatched with the help of brood hens that are incubating. This study aims to analyze the empowerment of duck egg hatching groups in order to increase the income and welfare of farmers in the village of Tanra Tuo, Cempa sub-district, Pinrang district. This research uses field studies (Field Research), and the data in the research are primary and secondary data. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The research method uses qualitative methods. The results obtained show that the form of empowering duck egg hatchery groups in Tanra Tuo Manisa village can be carried out well because of socialization and field schools. egg seed assistance, outreach, and counseling regarding modern technology in egg hatching techniques.
PENGARUH EKOENZIM DOSIS BERBEDA TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS AIR BUDIDAYA DALAM PEMBESARAN IKAN LELE MUTIARA CLARIAS SP Bambang, Bambang; Umar, Nur Asia; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v6i2.3047

Abstract

Ikan lele mutiara memiliki pertumbuhan yang cepat dan nilai ekonomis yang tinggi. Akan tetapi budidaya ikan lele mutiara dalam jumlah besar menimbulkan masalah lingkungan sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan efektif untuk meningkatkan kualitas air dan mempercepat pertumbuhan serta meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan. Penelitian ini memberikan ecoenzim dalam media budidaya  dengan dosis berbeda dalam rentang 5 ml/l-10 ml/l dalam perbaikan kualitas air, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan lele. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan  pengaruh dosis ekoenzim yang berbeda terhadap  perbaikan kualitas air yaitu amonia, nitrat, dan nitrit serta pertumbuhan dan kelangsungan hidup dalam budidaya ikan Lele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kisaran pH mencapai 6,20-8,00,  DO 7,13-8,93,  suhu 25,67-31,00 NH3 0,25-0,98,  nitrat 0,0083-0,05, nitrit 0,00067-0,01 dengan pertumbuhan  A(5m/l) 0,03% SR 55%, B(7,5m/l) 0,02% SR 48,33%, C(10m/l) 0,04% 23,33%, dan K(0m/L) 0,01% 1,67%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pemberian ecoenzim dengan dosis 5 m/L, 7,5 m/L dan 10 m/L tidak berpengaruh terhadap kandungan amoniak, nitrat, nitrit dalam media budidaya, serta pertumbuhan ikan lele mutiara namun berpengaruh terhadap kelangsungan hidupnya. The influence of different doses of eco enzyme on improving quality of cultivation water in rearing pearl catfish. Pearl catfish has rapid growth and high economic value. However, the culture of large numbers of pearl catfish poses an environmental problem so that a more environmentally friendly and effective is needed to improve water quality thus accelerating growth and increasing fish survival rates. This study provided eco enzyme in the cultivation with different dose in the range of 5 ml/l – 10 ml/l in improving water quality, growth and survival of catfish. The aim of this study was to compare the effect of different eco enzyme dose in improving water quality, namely Ammonia, Nitrate and Nitrite also growth and survival in catfish farming. The result showed that the range of pH values reached 6.20 – 8.00; DO 7.13 – 8.93; Temperature 25.67-31.00 NH3 0.25-0.98; Nitrate 0.0083 -0.05; Nitrile 0.00067-0.01; with growth A(5m/l) 0.03% SR 55%, B(7.5m/l) 0.02% SR 48.33%, C(10m/l) 0 .04% 23.33%, and K(0m/L) 0.01% 1.67%. So it can be concluded that the administration of eco enzyme at a dose of 5 ml, 7.5 m/L and 10 m/L has no affect the content of ammonia, nitrate, nitrite in the culture media, and it has not affect the growth of the Mutiara Catfish but it has effect on its survival.
EFEKTIFITAS PENAMBAHAN SUPLEMEN HERBAL KUNYIT CURCUMA LONGA LINN PADA PELET TERHADAP PERTUMBUHAN, KELULUSHIDUPAN, DAN EFESIENSI PAKAN IKAN NILA OREOCHROMIS NILOTICUS Nurfaidah, Andi; Hadijah, Hadijah; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v6i2.3065

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan suplemen herbal kunyit (curcuma longa linn) terhadap kelangsungan hidup dan performa pertumbuhan ikan nila (oreochromis niloticus) dengan menggunakan tiga konsentrasi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan pada laju pertumbuhan bobot spesifik yakni 2,27%, 2,50%, 2,72%, dan 1,53%, laju pertumbuhan bobot mutlak yakni 48,23%, 55,4%, 64,62%, dan 27,28%, SR = 80,55%, 91,67, 97,22, dan 69,45%, serta EF = 0,43%, 0,38%, 0,37%, dan 0,45%. Pada penelitian ini penggunaan suplemen herbal kunyit dengan konsetrasi 75% memberikan pengaruh optimal pada kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan nila. This study aimed to determine the influence of adding turmeric herbal supplement on tilapia survival and growth performance using three different concentrations. The result showed that the specific weight growth rate = 2,27%, 2.50%, 2,72% and 1.53% the absolute weight growth rate = 48,23%, 55,4%, 64,62% and 27,28%. SR= 80,55%, 91,67%, 97,22%, and 69,45% and feed efficiency = 0,43%, 0,38%, 0,37% anf 0,45%. In this study, the use of turmeric herbal supplement with a concentration of 75% provides an optimal influence on the survival and growth of tilapia.
ANALISIS EKSTRAK ABALON TROPIS HALIOTIS ASININA TERHADAP GAMBARAN REGENERASI LUKA SIRIP KAUDAL IKAN NILA OREOCHROMIS SP Mu'minun, Nona; Budi, Sutia; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v6i2.3135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ekstrak visceral abalon tropis haliotis asinine dalam percepatan regenerasi luka sirip kaudal ikan nila (Oreochromis) dan menganalisis efektivitas simplisia mucus abalon tropis haliotis asinine dalam percepatan regenerasi luka sirip kaudal ikan nila (Oreochromis). Penelitian ini dilaksananakan di bulan Juli tahun 2023 bertempat di bertempat di Lembaga Pengkajian dan Penerapan Teknologi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan (LP2T-SPK) Konawe Sulawesi Tenggara.  Rancangan penelitian ini adalah eksperimen pre post test only control group design dengan uji analisis data menggunakan uji nonparametrik yaitu Uji Kruskal Wallis. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa ekstrak visceral abalon tropis Haliotis asinina terbukti paling efektif dalam mempercepat regenerasi histologi luka sirip kaudal pada ikan nila (Nila oreochromis) dibandingkan dengan kelompok perlakuan mucus dan kelompok kontrol dengan tingkat kemaknaan (U = 0,000 p = 0,000). This study aimed to analyze the effectiveness of the visceral extract of tropical abalone Haliotis asinina in accelerating the regeneration of caudal fin wound of tilapia (Oreochromis). This research was carried out in July 2023 at the Institute for the Assessment and Application of Fisheries and Marine Resources Technology (LP2T-SPK) Konawe, Southeast Sulawesi.  The design of this study was an experimental pre post test only control group design with data analysis using a nonparametric test, namely the Kruskal Wallis Test. The resulth of the study showed that the visceral extract of tropical abalone Haliotis asinina proved to be the most effective in accelerating the histological regeneration of caudal fin wounds of tilapia (Nila oreochromis) compared to the mucus treatment group and the control group with a significance level (U = 0.000 p = 0.000).
ANALISIS PENAMBAHAN SINGKONG FERMENTASI PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA SALIN OREOCHROMIS SP Mambrasar, Abimael; Hadijah, Hadijah; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penambahan Singkong Fermentasi pada Pakan terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Nila Salin (Oreochromis sp) yang telah dilakukan pada bulan Februari sampai April 2024 di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) FUFE MBE Kampung Nafri Distrik Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua. Tujuan Penelitian ini yaitu menganalisis berapa nilai optimum penambahan dosis singkong fermentasi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot dan panjang benih ikan nila salin. Metode penelitian ini menggunakan benih ikan nila salin ukuran +_ 7 cm dengan menggunakan model percobaan penambahan dosis singkong fermentasi 25%, 35% dan 50% dan pelet 100% sebagai pembanding yang kemudian dipelihara dalam waskom ukuran +_ 30 liter. Pengukuran pertambahan bobot dan panjang benih ikan nila salin dilakukan setiap 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan analisis ANOVA yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penambahan dosis singkong fermentasi berpengaruh terhadap laju pertumbuhan panjang dan berat ikan nila salin, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan. Meskipun penambahan singkong fermentasi dosis 50% tidak mempengaruhi efisiensi pakan secara signifikan, dosis ini memberikan hasil yang baik untuk kelangsungan hidup ikan, dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 93%. This research aims to analyze the addition of fermented cassava to Feed on the Growth Performance of Salin Tilapia (Oreochromis sp) which was conducted from February to April 2024 at the FUFE MBE Community Seeding Unit (UPR) Nafri Village, Abepura District, Jayapura City, Papua Province. The purpose of this study was to analyze the optimum value of the addition of fermented cassava doses that affect the growth of the weight and length of salin tilapia seeds. This research method uses salin tilapia seeds measuring +_ 7 cm using an experimental model of adding fermented cassava doses of 25%, 35% and 50% and 100% pellets as a comparison which are then maintained in a basin measuring +_ 30 liters. Measurement of the increase in weight and length of salin tilapia seeds is carried out every 14 days. Based on the results of the research conducted and the ANOVA analysis that has been carried out, it can be concluded that the addition of fermented cassava doses affects the growth rate of length and weight of saline tilapia, but does not significantly affect feed efficiency and fish survival. Although the addition of fermented cassava at a dose of 50% does not significantly affect feed efficiency, this dose gives good results for fish survival, with a survival rate reaching 93%.
PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH BANDENG CABUT DURI DI KABUPATEN MAROS Abriana, Andi; Indrawati, Erni; Rahman, Rahmawati
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5428

Abstract

Komoditas ikan bandeng di Kabupaten Maros merupakan produk unggulan yang cukup dikenal dan diminati oleh masyarakat baik konsumen lokal maupun dari berbagai daerah. Ikan bandeng adalah salah satu ikan yang favorit karena mempunyai rasa yang enak sekali jika dimasak dengan bumbu yang pas. Ikan bandeng sangat melimpah namun belum dilakukan pengolahan yang maksimal untuk meningkatkan nilai jualnya. Kelemahan utama dari ikan bandeng adalah durinya yang sangat banyak dan duri-duri kecil yang terdapat diseluruh tubuh ikan bandeng cukup merepotkan apalagi pada ikan bandeng yang kecil. Selain itu, kerusakan akibat proses pembusukan pada ikan bandeng dirasakan sangat menghambat usaha pemasaran ikan bandeng dan menimbulkan kerugian besar bagi petambak ikan bandeng yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha untuk mengatasi kelemahan utama dari ikan bandeng yaitu dengan menghilangkan duri-duri yang sangat banyak terdapat diseluruh tubuh ikan bandeng dengan menerapkan teknologi cabut duri. Teknologi cabut duri ini menghasilkan ikan bandeng segar tanpa duri-durinya yang menganggu.Kata kunci: Maros, produk unggulan, ikan bandeng, bandeng cabut duri.
PRODUK OLAHAN IKAN BANDENG (BANDENG CABUT DURI, ABON IKAN BANDENG DAN BAKSO IKAN BANDENG) DI DESA BORIMASUNGGU KABUPATEN MAROS Abriana, Andi; Indrawati, Erni; Rahman, Rahmawati; Mahmud, Haris
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13628

Abstract

ABSTRAK Teknologi cabut duri yang telah diterapkan pada komoditas ikan bandeng yang merupakan produk unggulan dari Kabupaten Maros menghasilkan ikan bandeng segar tanpa duri. Ikan bandeng segar tanpa duri siap diolah menjadi produk abon ikan bandeng dan bakso ikan bandeng. Produk bandeng cabut duri yang dihasilkan dengan kenampakan yang sudah cukup baik dan semua duri yang banyak terdapat pada ikan bandeng jika dikonsumsi sudah tidak menganggu lagi dan jika diraba tidak terasa lagi ada durinya. Produk bandeng cabut duri memiliki tekstur daging sama dengan bandeng segar yang masih memiliki duri dan dikemas dalam kemasan vakum per ekor, sehingga tidak terdapat lagi udara dalam kemasan yang dapat merusak mutu bandeng cabut duri. Produk abon ikan bandeng yang dihasilkan sudah baik dengan cita rasa yang khas dari ikan bandeng serta warna abon yang berwarna coklat kekuningan dan dikemas dalam kemasan standing pouch per 125 gram. Produk bakso ikan bandeng yang dihasilkan juga sudah baik dengan cita rasa yang khas dari ikan bandeng serta warna bakso ikan bandeng berwarna keputihan serta dikemas dalam kemasan vakum per 250 gram. Produk bandeng cabut duri, abon ikan bandeng dan bakso ikan bandeng siap dijadikan sebagai produk unggulan dari Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Kata kunci: Produk unggulan, bandeng cabut duri, abon ikan bandeng, bakso ikan bandeng. ABSTRACT The thorn pulling technology applied to the milkfish commodity, an excellent product from Maros Regency, produces fresh thorn less milkfish. The thorn less fresh milkfish is ready to be processed into shredded milkfish products and milkfish meatballs. The resulting pulled out of thorns milkfish product with a fairly good appearance and all the thorns that are abundant in milkfish, if consumed, does not disturb anymore and no more thorns felt when touched by hand. The thorn milkfish product has the same meat texture as the fresh milkfish which still has thorns and is packaged in a vacuum per tail, so there is no more air in the package which can damage the quality of the product. The resulting shredded milkfish product is good with a distinctive taste of milkfish and yellowish brown shredded color and is packaged in a standing pouch per 125 grams. The milkfish meatball products produced are also good with the distinctive taste of the milkfish and the whitish color of the milkfish meatballs and are packed in vacuum packaging per 250 grams. The pulled out of thorns milkfish, shredded milkfish and milkfish meatballs products are ready to be used as excellent products from Maros Regency, South Sulawesi Province. Keywords: Excellent products, pulled out of thorns milkfish, shredded milkfish, milkfish   meatballs.
KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DI PESISIR PANTAI KURI KABUPATEN MAROS Alam, Syamsul; Mahyuddin, Hadijah; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.4348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat keanekaragaman bivalvia di perairan Pantai Kuri, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengambil sampel bivalvia di sepanjang pesisir Pantai Kuri pada Oktober hingga November 2023. Pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik hand collecting dan analisis data dilakukan dengan mengukur jumlah spesies dan kelimpahan bivalvia serta membandingkannya dengan parameter fisika-kimia perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman bivalvia di Pantai Kuri sebesar 0,518, menandakan tingkat keanekaragaman yang tidak mencapai maksimal namun juga tidak rendah. Meskipun beberapa spesies, terutama Isognomon, mendominasi lebih dari Perna, variasi dalam kelompok bivalvia tercatat. Analisis kelimpahan bivalvia di setiap stasiun menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai yang signifikan di antara ketiga stasiun, meskipun stasiun B memiliki kelimpahan yang sedikit lebih tinggi. Variasi lingkungan seperti suhu, pH, oksigen terlarut, dan salinitas juga memengaruhi preferensi hidup bivalvia di setiap stasiun, dengan stasiun B cenderung memiliki kelimpahan yang sedikit lebih tinggi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang keanekaragaman bivalvia di Pantai Kuri dan pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan dalam pengelolaan habitat bivalvia. This study aims to explore the diversity of bivalves in the waters of Pantai Kuri, Maros Regency, South Sulawesi. The research method employed is descriptive analysis involving the collection of bivalve samples along the coastline of Pantai Kuri from October to November 2023. Sample collection utilizes the hand collecting technique, while data analysis entails measuring the species richness and abundance of bivalves and comparing them with physicochemical parameters of the water. The findings reveal a bivalve diversity index of 0.518 at Pantai Kuri, indicating a moderate level of diversity. Although certain species, particularly Isognomon, exhibit dominance over Perna, variations within the bivalve community are evident. Analysis of bivalve abundance across different stations indicates no significant differences among them, albeit station B displaying slightly higher abundance. Environmental variations such as temperature, pH, dissolved oxygen, and salinity also influence the habitat preferences of bivalves across stations, with station B showing a slightly higher abundance. This research provides deeper insights into bivalve diversity at Pantai Kuri and underscores the importance of considering environmental conditions in bivalve habitat management.
PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN NIPAH NYPA FRUTICANS TERHADAP HEMATOLOGI IKAN NILA OREOCHROMIS NILOTICUS YANG DI INFEKSI BAKTERI AEROMONAS HYDROPHYLLA Mariana, Ika; Indrawati, Erni; Aqmal, Amal
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5941

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun nipah (nypa fruticans) terhadap hematologi ikan nila yang di infeksi bakteri Aeromonas hydrophylla. Penelitian ini bertempat di Hatchery Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Instalasi Tambak Marana, Kabupaten maros. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Sedangkan perlakuan yang akan diterapkan pada penelitian ini yaitu Perlakuan A: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 200 ppm, Perlakuan B: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 400 ppm, Perlakuan C: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 600 ppm dan Perlakuan D: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 800 ppm. Parameter uji pada penelitian ini yakni jumlah eritrosit dan leukosit. Adapun parameter kualitas air yang diamati yaitu suhu dan pH. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada perlakuan B dengan Dosis 400 ppm menunjukkan hasil yang optimal, meningkatkan jumlah eritrosit dalam kisaran normal, sedangkan leukosit menunjukkan respons imun yang baik dalam melawan infeksi. The purpose of this study was to determine the effect of soaking in nipah leaf extract (nypa fruticans) on the hematology of tilapia infected with Aeromonas hydrophylla bacteria. This study took place at the Hatchery of the Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Hasanuddin University. Marana Pond Installation, Maros Regency. The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD), consisting of 4 treatments with 3 replications. While the treatments that will be applied in this study are Treatment A: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 200 ppm, Treatment B: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 400 ppm, Treatment C: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 600 ppm and Treatment D: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 800 ppm. The test parameters in this study were the number of erythrocytes and leukocytes. The water quality parameters observed were temperature and pH. The results of the study concluded that treatment B with a dose of 400 ppm showed optimal results, increasing the number of erythrocytes in the normal range, while leukocytes showed a good immune response in fighting infection.