Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KANDUNGAN KARAGENAN RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTONII YANG DIBUDIDAYAKAN PADA LOKASI BERBEDA DI SELAT WOBAWAF YAPEN Maipon, Yubelina; Mulyani, Sri; Indrawati , Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan parameter lingkungan pertumbuhan dan kandungan karagenan Eucheuma cotonii yang dibudidayakan dengan metode long line pada lokasi berbeda di Selat Wobawaf Kabupaten Yapen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Parameter lingkungan dilakukan secara langsung (in-situ), sedangkan analisis kandungan karagenan di lakukan di Laboratorium Nutrisi Politeknik Negeri Pangkep.  Data yang diperoleh dianalisis dan ditampilkan dalam bentuk gambar grafik dan tabel untuk mendapatkan keeratan hubungan antara parameter lingkungan dengan pertumbuhan dan kandungan karagenan rumput laut Eucheuma cotonii. yang dibudidayakan dengan metode long line. Hasil penelitian selama 6 minggu pada 3 lokasi berbeda di dalam perairan Selat Wobawaf Distrik Angkaisera Kabupaten Kepulauan Yapen didapatkan bahwa Selat Wobawaf mempunyai parameter Suhu 29,30; salinitas 31,21; pH 8,13; kedalaman 5,45 m kecepatan arus 0,36 meter/detik, konsentrasi Nitrat 0,01 Mg/Ldan posfat 0,02 mg/L. Rerata pertumbuhan rumput laut Echeuma cotonii yang dibudidayakan di Selat Wobawaf adalah 1040,84 gram dari berat awal rerata 100 gram dengan kandungan karagenanan pada akhir penelitian rerata sebesar 31,31 %. This research aims to determine differences in growth environmental parameters and carrageenan content of Eucheuma cotonii cultivated using the long line method at different locations in the Wobawaf Strait, Yapen Regency. This research uses quantitative and qualitative approaches. Environmental parameters were carried out directly (in-situ), while the analysis of carrageenan content was carried out at the Pangkep State Polytechnic Nutrition Laboratory.  The data obtained were analyzed and displayed in the form of graphs and tables to obtain a close relationship between environmental parameters and the growth and carrageenan content of the seaweed Eucheuma cotonii, which is cultivated using the long line method. The results of 6 weeks of research at 3 different locations in the waters of the Wobawaf Strait, Angkaisera District, Yapen Islands Regency, found that the Wobawaf Strait has a temperature parameter of 29.30; salinity 31.21; pH 8.13; depth 5.45 m current speed 0.36 meters/second, nitrate concentration 0.01 Mg/L and phosphate 0.02 mg/L. The average growth of Echeuma cotonii seaweed cultivated in the Wobawaf Strait was 1040.84 grams from an average initial weight of 100 grams with an average carrageenan content at the end of the study of 31.31%.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN MORFOMETRIK THALLUS RUMPUT LAUT KAPPAPHYCUS ALVAREZII YANG DIRENDAM AIR KELAPA Wahyudi, Agus; Indrawati , Erni; Umar, Nur Asia
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5263

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan dan morfometrik thallus rumput laut (Kappaphycus alvarezii) yang direndam dalam air kelapa dengan durasi waktu perendaman yang berbeda.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2024, berlokasi di Perairan Onemelangka Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Propinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 12 unit percobaan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu kontrol (tanpa perendaman air kelapa) dan perendaman air kelapa selama 30 menit, 40 menit dan 50 menit. Pemeliharaan rumput laut dalam penelitian ini dilakukan selama 30 hari, dimana pengukuran variabel penelitian dilakukan setiap 10 hari meliputi panjang, jumlah dan diameter thallus rumput laut. Analisis data penelitian menggunakan sidik ragam dengan bantuan sofware SPSS 29. Uji beda perlakuan yang menunjukkan pengaruh yang nyata (P<0,05) menggunakan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air kelapa dengan lama perendaman yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap panjang, jumlah, dan diameter thallus rumput laut. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa laju pertumbuhan thallus rumput laut Kappaphycus alvarezii yang direndam dalam air kelapa dengan durasi waktu perendaman yang berbeda tidak berpengaruh terhadap panjang, jumlah, dan diameter thallus rumput laut. The aim of this research was to analyze the growth and morphometrics of seaweed thallus (Kappaphycus alvarezii) soaked in coconut water with different soaking time durations.  This research was conducted from February to March 2024, located in Onemelangka Waters, Wangi-Wangi Selatan District, Wakatobi Regency, Southeast Sulawesi Province. This research method used a completely randomized design with 4 treatments and 3 replications, resulting in 12 experimental units. The treatments applied in this research were control (without soaking in coconut water) and soaking in coconut water for 30 minutes, 40 minutes and 50 minutes. Seaweed maintenance in this study was carried out for 30 days, where measurements of research variables were carried out every 10 days including the length, number, and diameter of the seaweed thallus. Analysis of research data used variance analysis with the help of SPSS 29 software. The treatment difference test showed a significant effect (P<0.05) using the Tukey test. The results showed that the use of coconut water with different soaking times had no significant effect (P>0.05) on the length, number, and diameter of the seaweed thallus. The results of this study concluded that the growth rate of the Kappaphycus alvarezii seaweed thallus soaked in coconut water with different soaking durations did not affect the length, number, and diameter of the seaweed thallus.
ANALISIS PENAMBAHAN SINGKONG FERMENTASI PADA PAKAN TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA SALIN OREOCHROMIS SP Mambrasar, Abimael; Hadijah, Hadijah; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 1 (2024): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i1.5372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penambahan Singkong Fermentasi pada Pakan terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Nila Salin (Oreochromis sp) yang telah dilakukan pada bulan Februari sampai April 2024 di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) FUFE MBE Kampung Nafri Distrik Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua. Tujuan Penelitian ini yaitu menganalisis berapa nilai optimum penambahan dosis singkong fermentasi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan bobot dan panjang benih ikan nila salin. Metode penelitian ini menggunakan benih ikan nila salin ukuran +_ 7 cm dengan menggunakan model percobaan penambahan dosis singkong fermentasi 25%, 35% dan 50% dan pelet 100% sebagai pembanding yang kemudian dipelihara dalam waskom ukuran +_ 30 liter. Pengukuran pertambahan bobot dan panjang benih ikan nila salin dilakukan setiap 14 hari. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan analisis ANOVA yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penambahan dosis singkong fermentasi berpengaruh terhadap laju pertumbuhan panjang dan berat ikan nila salin, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan. Meskipun penambahan singkong fermentasi dosis 50% tidak mempengaruhi efisiensi pakan secara signifikan, dosis ini memberikan hasil yang baik untuk kelangsungan hidup ikan, dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 93%. This research aims to analyze the addition of fermented cassava to Feed on the Growth Performance of Salin Tilapia (Oreochromis sp) which was conducted from February to April 2024 at the FUFE MBE Community Seeding Unit (UPR) Nafri Village, Abepura District, Jayapura City, Papua Province. The purpose of this study was to analyze the optimum value of the addition of fermented cassava doses that affect the growth of the weight and length of salin tilapia seeds. This research method uses salin tilapia seeds measuring +_ 7 cm using an experimental model of adding fermented cassava doses of 25%, 35% and 50% and 100% pellets as a comparison which are then maintained in a basin measuring +_ 30 liters. Measurement of the increase in weight and length of salin tilapia seeds is carried out every 14 days. Based on the results of the research conducted and the ANOVA analysis that has been carried out, it can be concluded that the addition of fermented cassava doses affects the growth rate of length and weight of saline tilapia, but does not significantly affect feed efficiency and fish survival. Although the addition of fermented cassava at a dose of 50% does not significantly affect feed efficiency, this dose gives good results for fish survival, with a survival rate reaching 93%.
PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH BANDENG CABUT DURI DI KABUPATEN MAROS Abriana, Andi; Indrawati, Erni; Rahman, Rahmawati
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5428

Abstract

Komoditas ikan bandeng di Kabupaten Maros merupakan produk unggulan yang cukup dikenal dan diminati oleh masyarakat baik konsumen lokal maupun dari berbagai daerah. Ikan bandeng adalah salah satu ikan yang favorit karena mempunyai rasa yang enak sekali jika dimasak dengan bumbu yang pas. Ikan bandeng sangat melimpah namun belum dilakukan pengolahan yang maksimal untuk meningkatkan nilai jualnya. Kelemahan utama dari ikan bandeng adalah durinya yang sangat banyak dan duri-duri kecil yang terdapat diseluruh tubuh ikan bandeng cukup merepotkan apalagi pada ikan bandeng yang kecil. Selain itu, kerusakan akibat proses pembusukan pada ikan bandeng dirasakan sangat menghambat usaha pemasaran ikan bandeng dan menimbulkan kerugian besar bagi petambak ikan bandeng yang menjadi mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha untuk mengatasi kelemahan utama dari ikan bandeng yaitu dengan menghilangkan duri-duri yang sangat banyak terdapat diseluruh tubuh ikan bandeng dengan menerapkan teknologi cabut duri. Teknologi cabut duri ini menghasilkan ikan bandeng segar tanpa duri-durinya yang menganggu.Kata kunci: Maros, produk unggulan, ikan bandeng, bandeng cabut duri.
PRODUK OLAHAN IKAN BANDENG (BANDENG CABUT DURI, ABON IKAN BANDENG DAN BAKSO IKAN BANDENG) DI DESA BORIMASUNGGU KABUPATEN MAROS Abriana, Andi; Indrawati, Erni; Rahman, Rahmawati; Mahmud, Haris
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13628

Abstract

ABSTRAK Teknologi cabut duri yang telah diterapkan pada komoditas ikan bandeng yang merupakan produk unggulan dari Kabupaten Maros menghasilkan ikan bandeng segar tanpa duri. Ikan bandeng segar tanpa duri siap diolah menjadi produk abon ikan bandeng dan bakso ikan bandeng. Produk bandeng cabut duri yang dihasilkan dengan kenampakan yang sudah cukup baik dan semua duri yang banyak terdapat pada ikan bandeng jika dikonsumsi sudah tidak menganggu lagi dan jika diraba tidak terasa lagi ada durinya. Produk bandeng cabut duri memiliki tekstur daging sama dengan bandeng segar yang masih memiliki duri dan dikemas dalam kemasan vakum per ekor, sehingga tidak terdapat lagi udara dalam kemasan yang dapat merusak mutu bandeng cabut duri. Produk abon ikan bandeng yang dihasilkan sudah baik dengan cita rasa yang khas dari ikan bandeng serta warna abon yang berwarna coklat kekuningan dan dikemas dalam kemasan standing pouch per 125 gram. Produk bakso ikan bandeng yang dihasilkan juga sudah baik dengan cita rasa yang khas dari ikan bandeng serta warna bakso ikan bandeng berwarna keputihan serta dikemas dalam kemasan vakum per 250 gram. Produk bandeng cabut duri, abon ikan bandeng dan bakso ikan bandeng siap dijadikan sebagai produk unggulan dari Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Kata kunci: Produk unggulan, bandeng cabut duri, abon ikan bandeng, bakso ikan bandeng. ABSTRACT The thorn pulling technology applied to the milkfish commodity, an excellent product from Maros Regency, produces fresh thorn less milkfish. The thorn less fresh milkfish is ready to be processed into shredded milkfish products and milkfish meatballs. The resulting pulled out of thorns milkfish product with a fairly good appearance and all the thorns that are abundant in milkfish, if consumed, does not disturb anymore and no more thorns felt when touched by hand. The thorn milkfish product has the same meat texture as the fresh milkfish which still has thorns and is packaged in a vacuum per tail, so there is no more air in the package which can damage the quality of the product. The resulting shredded milkfish product is good with a distinctive taste of milkfish and yellowish brown shredded color and is packaged in a standing pouch per 125 grams. The milkfish meatball products produced are also good with the distinctive taste of the milkfish and the whitish color of the milkfish meatballs and are packed in vacuum packaging per 250 grams. The pulled out of thorns milkfish, shredded milkfish and milkfish meatballs products are ready to be used as excellent products from Maros Regency, South Sulawesi Province. Keywords: Excellent products, pulled out of thorns milkfish, shredded milkfish, milkfish   meatballs.
KEANEKARAGAMAN BIVALVIA DI PESISIR PANTAI KURI KABUPATEN MAROS Alam, Syamsul; Mahyuddin, Hadijah; Indrawati, Erni
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.4348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat keanekaragaman bivalvia di perairan Pantai Kuri, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengambil sampel bivalvia di sepanjang pesisir Pantai Kuri pada Oktober hingga November 2023. Pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik hand collecting dan analisis data dilakukan dengan mengukur jumlah spesies dan kelimpahan bivalvia serta membandingkannya dengan parameter fisika-kimia perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman bivalvia di Pantai Kuri sebesar 0,518, menandakan tingkat keanekaragaman yang tidak mencapai maksimal namun juga tidak rendah. Meskipun beberapa spesies, terutama Isognomon, mendominasi lebih dari Perna, variasi dalam kelompok bivalvia tercatat. Analisis kelimpahan bivalvia di setiap stasiun menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai yang signifikan di antara ketiga stasiun, meskipun stasiun B memiliki kelimpahan yang sedikit lebih tinggi. Variasi lingkungan seperti suhu, pH, oksigen terlarut, dan salinitas juga memengaruhi preferensi hidup bivalvia di setiap stasiun, dengan stasiun B cenderung memiliki kelimpahan yang sedikit lebih tinggi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang keanekaragaman bivalvia di Pantai Kuri dan pentingnya memperhatikan kondisi lingkungan dalam pengelolaan habitat bivalvia. This study aims to explore the diversity of bivalves in the waters of Pantai Kuri, Maros Regency, South Sulawesi. The research method employed is descriptive analysis involving the collection of bivalve samples along the coastline of Pantai Kuri from October to November 2023. Sample collection utilizes the hand collecting technique, while data analysis entails measuring the species richness and abundance of bivalves and comparing them with physicochemical parameters of the water. The findings reveal a bivalve diversity index of 0.518 at Pantai Kuri, indicating a moderate level of diversity. Although certain species, particularly Isognomon, exhibit dominance over Perna, variations within the bivalve community are evident. Analysis of bivalve abundance across different stations indicates no significant differences among them, albeit station B displaying slightly higher abundance. Environmental variations such as temperature, pH, dissolved oxygen, and salinity also influence the habitat preferences of bivalves across stations, with station B showing a slightly higher abundance. This research provides deeper insights into bivalve diversity at Pantai Kuri and underscores the importance of considering environmental conditions in bivalve habitat management.
PENGARUH PERENDAMAN EKSTRAK DAUN NIPAH NYPA FRUTICANS TERHADAP HEMATOLOGI IKAN NILA OREOCHROMIS NILOTICUS YANG DI INFEKSI BAKTERI AEROMONAS HYDROPHYLLA Mariana, Ika; Indrawati, Erni; Aqmal, Amal
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5941

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun nipah (nypa fruticans) terhadap hematologi ikan nila yang di infeksi bakteri Aeromonas hydrophylla. Penelitian ini bertempat di Hatchery Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Instalasi Tambak Marana, Kabupaten maros. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Sedangkan perlakuan yang akan diterapkan pada penelitian ini yaitu Perlakuan A: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 200 ppm, Perlakuan B: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 400 ppm, Perlakuan C: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 600 ppm dan Perlakuan D: Perendaman ekstrak daun nipah dengan dosis 800 ppm. Parameter uji pada penelitian ini yakni jumlah eritrosit dan leukosit. Adapun parameter kualitas air yang diamati yaitu suhu dan pH. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pada perlakuan B dengan Dosis 400 ppm menunjukkan hasil yang optimal, meningkatkan jumlah eritrosit dalam kisaran normal, sedangkan leukosit menunjukkan respons imun yang baik dalam melawan infeksi. The purpose of this study was to determine the effect of soaking in nipah leaf extract (nypa fruticans) on the hematology of tilapia infected with Aeromonas hydrophylla bacteria. This study took place at the Hatchery of the Faculty of Marine Sciences and Fisheries, Hasanuddin University. Marana Pond Installation, Maros Regency. The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD), consisting of 4 treatments with 3 replications. While the treatments that will be applied in this study are Treatment A: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 200 ppm, Treatment B: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 400 ppm, Treatment C: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 600 ppm and Treatment D: Soaking in nipah leaf extract with a dose of 800 ppm. The test parameters in this study were the number of erythrocytes and leukocytes. The water quality parameters observed were temperature and pH. The results of the study concluded that treatment B with a dose of 400 ppm showed optimal results, increasing the number of erythrocytes in the normal range, while leukocytes showed a good immune response in fighting infection.
PENGARUH PEMBERIAN ARANG AKTIF BUAH NIPAH DALAM MENGABSORPSI LOGAM BERAT TIMBAL PADA AIR TAMBAK WILAYAH KANTISANG, MAKASSAR Suriyani, Suriyani; Indrawati, Erni; Umar, Nur Asia
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Aquaculture and Enviroment Juni 2025
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v7i2.5946

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pemberian Arang Aktif Kulit Buah Nipah Dalam Mengabsorpsi Logam Berat Timbal pada Air Tambak. Penelitian ini bertempat di Tambak Rakyat Wilayah Kantisang Kelurahan Tamalanrea Jaya Kecamatan Tamalanrea Kota makassar dan Anaisis Sampel Air di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Makassar. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Sedangkan perlakuan yang akan diterapkan pada penelitian ini yaitu perlakuan A: 200g pemberian Arang Aktif, Perlakuan B: 400g pemberian Arang Aktif, Perlakuan C: 600g pemberian Arang Aktif, perlakuan D: Kontrol. Parameter uji pada penelitian ini yakni laju absorpsi. Adapun parameter kualitas air yang diamati yaitu suhu, salinitas, pH, DO. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perlakuan dengan Dosis 600g memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan dosis 200g, dosis 400g, dan kontrol dalam mengabsorpsi logam berat timbal pada air tambak. The aim of this research is to determine the use of activated charcoal from nipah fruit peels in absorbing the heavy metal lead in pond water. This research took place at the People's Pond in the Kantisang Region, Tamalanrea Jaya Village, Tamalanrea District, Makassar City and water sample analysis at the Makassar Public Health Laboratory (BBLK) Center. The design used in this research was a Completely Randomized (CRD) design, which consisted of 4 treatments with 3 replications. Meanwhile, the treatments that will be applied in this research are treatment A: 200g of Activated Charcoal, Treatment B: 400g of Activated Charcoal, Treatment C: 600g of Activated Charcoal, treatment D: Control. The test parameter in this study is the absorption rate. The water quality parameters observed were temperature, salinity, pH, DO. The results of the study concluded that treatment with a dose of 600g gave higher results compared to a dose of 200g, a dose of 400g, and the control in absorbing the heavy metal lead in pond water.
KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN CRABLET RAJUNGAN Portunus Pelagicus PADA PENDEDERAN YANG DIBERI PAKAN ALAMI Phronima sp. dan Artemia salina DENGAN RASIO BERBEDA Bahri, Syamsul; Indrawati, Erni; Mulyani, Sri
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v6i1.3101

Abstract

Tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih rajungan saat pendederan masih rendah. Penggunaan pakan alami untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan belum banyak dilakukan. Pemberian pakan buatan dan pakan segar sering dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas air. Hasil penelitian tentang pemanfaatan pakan alami pada pendederan masih sangat kurang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio pemberian Phronima Sp dan Artemia salina pada pendederan crablet rajungan yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan di unit pembenihan rajungan Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar pada bulan Maret-Mei 2023. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), diuji dengan menggunakan wadah 30 liter sebanyak 15 buah di mana setiap wadah yang diisi dengan 20 liter air laut steril bersalinitas 31- 32 ppt dan ditebar crablet rajungan (C5) sebanyak 20 ekor setiap wadah. Ada 5 perlakukan dan 3 ulangan yaitu A: Phronima sp 100%, B: Artemia salina 100%, C: Phronima sp 50%+Artemia salina 50%, D: Phronima sp 25%+Artemia salina 75% dan E: Phronima 75%+Artemia salina 25%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Phronima sp 25%+Artemia 75% merupakan rasio yang terbaik. The survival rate and growth of crab rajungan in nursery was still low. The use of natural feed to improve survival and growth has not been widely carried out, artificial feeding and fresh feeding can often lead to a deterioration in water quality. The resullt of research on the use of natural feed in nursery is still lackin. This study aimed to determine the ratio of Phronima Sp and Artemia salina in crablet nursery which can increase survival and growth. This research was conducted at the mackerel hatchery unit of the Takalar Brackish Water Aquaculture Fishery Center in March-May 2023. The research design used a Completely Randomized Design (CRD), tested using 15 unit 30-liter containers, each container filled with 20 liters of sterile seawater with a salinity of 31-32 ppt and 20 crablets (C5) were stocked in each container. There were 5 treatments and 3 repetitions, namely A: Phronima Sp. 100%, B: Artemia salina100%, C: Phronima sp 50% + Artemia salina 50%, D: Phronima Sp. 25% + Artemia salina 75% and E: Phronima 75% + Artemia salina 25%. The research result showed that the ratio of Phronima Sp 25%+Artemia salina 75% is the best ratio.
ANALISIS KUALITAS AIR MEDIA PEMELIHARAAN BENIH IKAN NILA Oreochromis niloticus YANG DIBERI PAKAN BERBAHAN DASAR TEPUNG KEONG MAS Pomacea canaliculata Fadila, Nur; Indrawati, Erni; Aqmal, Amal
Journal of Aquaculture and Environment Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Aquaculture and Enviroment Desember 2023
Publisher : Postgraduate Bosowa University Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/jae.v6i1.3125

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis parameter kualitas air media pemeliharaan benih ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang diberi pakan berbahan baku tepung keong mas (Pomacea canaliculata) diantaranya suhu, pH, DO, NH3, NO2, dan H2S. Penelitian ini bertempat di Laboratorium Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa yang dilaksanakan selama 5 minggu yaitu pada bulan April sampai Juni 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diberikan keong mas dengan dosis perlakuan A (70%), perlakuan B (65%), perlakuan C (60%), dan perlakuan D (0%). Frekuensi pemberikan pakan dilakukan sebanyak dua kali sehari dengan dosis 5% dari bobot tubuh hewan uji. Parameter uji yang diamati yaitu suhu, pH, DO, amonia (NH3), nitrit (NO2), dan hidrogen sulfida (H2S). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsentrasi pakan tepung keong mas dengan berbagai dosis berbeda memberikan pengaruh (p<0.05) terhadap kadar amonia (NH3) diawal dan diakhir penelitian. Kadar amonia (NH3) pada perlakuan D (0%) diakhir penelitian telah melebihi baku mutu air untuk kegiatan perikanan kelas III (0,02 mg/L). Sedangkan konsentrasi pakan tepung keong mas dengan berbagai dosis berbeda tidak memberikan pengaruh (p<0.05) terhadap kadar nitrit (NO2) dan kadar H2S diawal dan diakhir penelitian. Kadar nitrit pada semua perlakuan telah melebihi baku mutu air untuk kegiatan perikanan kelas III (0,06 mg/L) dan kadar H2S pada semua perlakuan masih berada dibawah batas ambang baku mutu air (0,05 mg/L). The purpose of this study was to analyze the water quality parameters of the rearing medium for Tilapia (Oreochromis niloticus) seeds which were fed feed made from golden snail flour (Pomacea canaliculata) including temperature, pH, DO, NH3, NO2, and H2S. This research took place at the Laboratory of the Aquaculture Study Program, Faculty of Agriculture, Bosowa University, which was carried out for 5 weeks, from April to June 2023. This research was an experimental study using four treatments and three replications. The treatment given by golden snail was with treatment dose A (70%), treatment B (65%), treatment C (60%), and treatment D (0%). The frequency of feeding was carried out twice a day at a dose of 5% of the body weight of the test animals. The test parameters observed were temperature, pH, DO, ammonia (NH3), nitrite (NO2), and hydrogen sulfide (H2S). The results of the study concluded that the concentration of golden snail flour feed at various different doses had an effect (p<0.05) on ammonia (NH3) levels at the beginning and at the end of the study. The level of ammonia (NH3) in treatment D (0%) at the end of the study exceeded the water quality standard for class III fishing activities (0.02 mg/L). Meanwhile, the concentration of golden snail flour feed with various different doses had no effect (p<0.05) on nitrite (NO2) and H2S levels at the beginning and end of the study. Nitrite levels in all treatments exceeded the water quality standard for class III fishing activities (0.06 mg/L) and H2S levels in all treatments were still below the water quality standard threshold (0.05 mg/L).