Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Jelly Gamat sebagai Diversifikasi Produk Olahan Baru dari Teripang di Kabupaten Bangkalan Khamdi Mubarok; Muhamad Sahrul Faizin; Rizka Rahmana Putri; Umi Purwandari
SULUH: Jurnal Abdimas Vol 6 No 2 (2025): SULUH: Jurnal Abdimas Februari
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/suluh.v6i2.8003

Abstract

Wilayah Perairan Socah berada pada laut Jawa yang terletak di Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Teripang yang ditemukan pada Perairan Socah meliputi teripang merah, teripang bola, terung gimbul, teripang coklat, dan teripang putih. Olahan teripang di Socah meliputi teripang kering, usus kering, urap-urap dan krupuk teripang. Produk olahan teripang yang terdapat di Socah masih terbatas sehingga perlunya dilakukan pengembangan produk terbaru dari teripang. Penelitian ini bertujuan agar memaksimalkan pemanfaaatan teripang. Produk jelly gamat bisa menjadi salah satu produk yang memiliki banyak keunggulan. Kegiatan pelatihan terdiri dari pengisian kuesioner awal, penyampaian materi, praktek pembuatan produk, sesi tanya jawab dan pengisian kuesioner akhir. Hasil kuesioner menunjukan bahwa pelatihan jelly gamat dapat memberikan informasi seputar jelly gamat. Produk jelly gamat memiliki keunggulan yaitu harga yang cukup tinggi, penggunaan bahan dasar yang sedikit dalam membuat produk, dan waktu pembuatan yang cukup cepat.
Peningkatan Keterampilan Pencatatan Terdigitalisasi Melalui Pendampingan Pencatatan Keuangan Berbasis Aplikasi pada Kelompok Penggerak Usaha Mikro Kecil Menengah Gymnastiar, Muhammad; Junaedi, Abdus Salam; Zainuri, Muhammad; Putri, Rizka Rahmana; Pramithasari, Febi Ayu; Rohma, Frida Fanani
KUAT : Keuangan Umum dan Akuntansi Terapan Vol 7 No 1 (2025): Edisi Maret
Publisher : Politeknik Keuangan Negara STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/kuat.v7i1.2584

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi di Indonesia. Perkembangan teknologi yang semakin massif mendorong seluruh aspek untuk menggunakan teknologi informasi. Pencatatan keuangan terdigitalisasi dinilai lebih efektif dan efisien dalam mendorong pengelolaan keuangan daripada manual. Namun, salah satu kekurangan pada pelaku UMKM yaitu lemahnya pengetahuan dan pemahaman mengenai pencatatan dan penyusunan laporan keuangan. Dengan demikian, pengabdian Masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pendampingan pencatatan keuangan pada kelompok penggerak UMKM di Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan hibah pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan KKNT (Kuliah Kerja Nyata Tematik) yang dilaksanakan selama bulan Agustus hingga November 2023. Pendampingan pencatatan keuangan menggunakan aplikasi “catatan keuangan” dilakukan secara intensif melibatkan seluruh penggerak UMKM yang ada di desa Durbuk, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Pendampingan dilaksanakan dengan melalui tahapan terintegrasi dan mandiri. Pendampingan terintegrasi dilaksanakan melalui pemberian literasi pencatatan keuangan terdigitalisasi. Pendampingan mandiri dan intensif dilakukan pada masing-masing UMKM untuk menggunakan aplikasi catatan keuangan. Selama kurun waktu 3 bulan UMKM mampu melakukan pencatatan keuangan secara mandiri. Penggerak UMKM menguasai seluruh fitur pada aplikasi dan mampu menginterpretasikan hasil pencatatan keuangan yang dihasilkan. Penggunaan aplikasi pencatatan keuangan membantu UMKM mengetahui prediksi peningkatan pengeluaran atau penerimaan yang kurang stabil sehingga dapat melakukan pengendalian lebih awal.
Pelatihan Pembuatan Dimsum Ikan Lele (Clarias Sp.) di Lingkungan Pondok Pesantren Kabupaten Bangkalan Khalifa, Elma Nor; Ningsih, Anita Wahyu; Putri, Rizka Rahmana; Abida, Indah Wahyuni; Yuhardi, Erick
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2025): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v11i2.16308

Abstract

Pengolahan hasil perikanan di Kabupaten Bangkalan masih bersifat tradisional karena dilakukan berdasarkan kebiasaan secara turun-menurun. Umumnya produk yang dihasilkan terbatas pada ikan asin atau ikan asap, belum ada pengolahan dengan menerapkan diversifikasi produk perikanan. Dimsum ikan merupakan salah satu produk perikanan dari olahan daging ikan yang digiling halus dan dicampur dengan bahan pengikat, dengan menambahkan bahan dari sayuran untuk dapat melengkapi nilai gizi dimsum serta diberi bumbu dan dikukus kemudian dibentuk menggunakan kulit dimsum menjadi bentuk tertentu selanjutnya dilakukan pengukusan. Tujuan dari pengolahan hasil perikanan yaitu dapat memberikan nilai tambah pada produk perikanan yang dihasilkan oleh para pembudidaya di Kelurahan Kemayoran serta dapat membuka bisnis baru yang dapat meraup keuntungan lebih banyak. Metode yang digunakan meliputi diskusi dengan para santri, tanya jawab serta praktik pembuatan dimsum ikan lele. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yakni para santri sangat memahami pentingnya mengkonusmsi ikan dan dapat memanfaatkan hasil perikanan yang melimpah untuk dapat diolah menjadi produk yang lebih beraneka ragam seperti dimsum ikan. Dimsum ikan secara umum dapat dibuat dari berbagai macam jenis ikan atau hasil perikanan dengan syarat dagingnya mudah didapat dan diambil.
Eksplorasi Keanekaragaman Spesies Kerang (Bivalvia) di Wilayah Pesisir Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur Putri, Rizka Rahmana; Innaya, Ainnun; Putri, Fareza Nabila Dhea Fatma; Abida, Indah Wahyuni; Pramithasari, Febi Ayu; Nurdini, Jihannuma Adibiah
Juvenil Vol 6, No 2: Mei (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i2.30147

Abstract

ABSTRAKPerairan pesisir Socah, Kabupaten Bangkalan, merupakan wilayah yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi, khususnya kelompok kerang (Bivalvia). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi jenis-jenis kerang yang ditemukan di wilayah tersebut sebagai dasar pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode random sampling, kemudian spesimen diidentifikasi berdasarkan morfologi, morfometrik, serta pencocokan data dengan sumber ilmiah dan database biodiversitas seperti World Register of Marine Species (WoRMS) dan Global Biodiversity Information Facility (GBIF). Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 12 jenis kerang berdasarkan nomenklatur lokal, di antaranya kerang kampak (Atrina pectinata), kerang hijau (Perna viridis), kerang kepah/kerang putih/kerang tahu (Meretrix meretrix), kerang darah (Anadara granosa), kerang kipas (Mimachlamys varia), kerang batik (Paratapes undulatus), kerang cokelat (Meretrix lusoria), kerang kor-kor (genus Anadara), kerang tiram/tiram Pasifik (Crassostrea gigas), kerang putih tipis dan kerang licin yang sama-sama termasuk dalam genus Dosinia, kerang iris (Pharus legumen). Beberapa spesies yang memiliki kemiripan morfologi (cryptic species) disarankan untuk dianalisis lebih lanjut secara molekuler. Hasil pengukuran kualitas air menunjukkan suhu 29,5°C, pH 7,7, DO 5,5 mg/l, dan salinitas 28 ppt, semuanya berada dalam kisaran optimal untuk kehidupan kerang. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya dokumentasi dan identifikasi awal keanekaragaman kerang secara ilmiah sebagai langkah awal konservasi dan pemanfaatan sumber daya pesisir yang berkelanjutan, serta kami menekankan perlunya revisi taksonomi dan praktik taksonomi yang menggabungkan data molekuler dan morfologi.Kata kunci: biodiversitas, cryptic species, identifikasi morfologi, inventarisasi, kerangABSTRACTThe coastal waters of Socah, Bangkalan Regency, are an area with high biodiversity potential, particularly among bivalve mollusks (Bivalvia). This study aims to inventory the bivalve species found in the area as a foundation for sustainable marine resource management. Sampling was conducted using a random sampling method, and specimens were subsequently identified based on morphological and morphometric characteristics, as well as by cross-referencing scientific literature and biodiversity databases such as World Register of Marine Species (WoRMS) and Global Biodiversity Information Facility (GBIF). The identification results revealed 12 species of bivalves based on local nomenclature, including Atrina pectinata (commonly known as kampak clam), Perna viridis (green mussel), Anadara granosa (blood cockle), among others. Some species with similar morphological features (cryptic species) are recommended for further molecular analysis. Water quality measurements showed a temperature of 29.5°C, pH of 7.7, dissolved oxygen (DO) of 5.5 mg/l, and salinity of 28 ppt, all within the optimal range for bivalve life. This study underscores the importance of scientific documentation and initial identification of shellfish biodiversity as a foundational step toward conservation and the sustainable use of coastal resources. Furthermore, we emphasize the need for taxonomic revision and practices that integrate both molecular and morphological data.Keywords: biodiversity, bivalves, cryptic species, inventory, morphological identification
Effectiveness of Ketapang Leaf (Terminalia catappa), Banana Leaf (Musa sp.), and Teak Leaf (Tectona grandis) Extracts on Enhancing the Color of Channa Maru Fish (Channa marulioides) Putri, Rizka Rahmana; Qurtuby, Ahmad
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v7i2.687

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of Ketapang (Terminalia catappa), Banana (Musa sp.), and Teak (Tectona grandis) leaf extracts on enhancing the coloration of Channa maru (Channa marulioides). Body coloration in ornamental fish is an important aesthetic trait that significantly influences market value and consumer preference in the ornamental aquaculture industry. The experiment was conducted using a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments (control, Ketapang extract, Banana leaf extract, and Teak leaf extract) with three replications. Parameters observed included color intensity using the Toca Colour Finder (TCF), carotenoid content in fish tissues, survival rate, absolute growth in length and weight, and water quality. The results showed that Ketapang leaf extract significantly improved fish coloration, yielding the highest TCF scores and carotenoid content (0.32 µg/g), followed by Teak leaf extract (0.22 µg/g), Banana leaf extract (0.07 µg/g), and the control (0.06 µg/g). Leaf extracts had no significant effect on survival rate or absolute growth in length and weight. Water quality remained within the optimal range throughout the experiment and did not act as a limiting factor. In conclusion, Ketapang leaf extract is recommended as the most effective natural additive to enhance the coloration and carotenoid content of Channa maru, followed by Teak leaf extract, while Banana leaf extract showed less effectiveness.