Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Ethical Integrity and Regulatory Compliance in Sharia-Compliant Multi-Level Marketing Taufiq, Akhmad; Wibowo, Satrio
Al Urwah : Sharia Economics Journal Vol. 3 No. 1: Sharia Governance and Sustainable Finance: Ethical Transformation in the Digital and G
Publisher : Takaza Innovatix Labs Ltd.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61536/alurwah.v3i01.309

Abstract

Sharia-compliant Multi-Level Marketing (MLM) has emerged as an ethical alternative to conventional MLM models, aiming to align business practices with Islamic economic principles. However, the stigma of money game schemes continues to undermine consumer trust. This study investigates how Sharia-compliant MLM differentiates itself from exploitative schemes through ethical frameworks, structural mechanisms, and regulatory compliance. A qualitative approach was employed, combining semi-structured interviews with regulators, practitioners, and consumers (n=18) and document analysis of fatwas, regulatory frameworks, and company reports. Thematic analysis revealed four key findings: (1) Sharia-compliant MLM is product-driven and structured to eliminate riba, gharar, and maysir; (2) consumer skepticism persists despite fatwa endorsements, highlighting the need for stronger consumer education; (3) regulatory oversight varies across jurisdictions, with Malaysia and Indonesia providing benchmarks through formal fatwas and supervisory frameworks; (4) digital innovations such as blockchain and ethical e-marketing offer transparency but require ethical guidance and regulatory alignment. This study contributes by integrating Islamic business ethics, legitimacy theory, and consumer trust theory to explain how Sharia-based MLM can enhance legitimacy. Practically, it offers policy recommendations for regulators and governance frameworks for industry practitioners.
Gaya Kepengarangan Fariza Aulia Jasmine dalam Novel Hipernova dan Pemanfaatannya sebagai Alternatif Materi Pembelajaran Sastra Kamajaya, Dea Ozora; Taufiq, Akhmad; Murti, Fitri Nura
Salingka Vol 22, No 1 (2025): SALINGKA, Edisi Juli 2025
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v22i1.1118

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya kepengarangan Fariza Aulia Jasmine dalam novel Hipernova dan menganalisis potensinya sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA. Kajian difokuskan pada tiga aspek utama: pemajasan, penyiasatan struktur, dan ekspresi gagasan pengarang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis stilistika genetis dari Leech dan Short. Data diperoleh dari kutipan-kutipan dalam Hipernova yang mencerminkan ciri khas gaya bahasa Fariza Aulia Jasmine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepengarangan Jasmine bersifat dramatis-satiris, emotif-persuasif, dan religius-reflektif. Pada aspek pemajasan, ditemukan dominasi majas perbandingan dan pengontrasan untuk memperkuat nuansa dramatik serta menyampaikan kritik sosial secara halus. Dari aspek penyiasatan struktur, digunakan pola pengulangan, pertentangan, dan penegasan guna membangun intensitas dan efek retoris. Ekspresi gagasan religius disampaikan komunikatif melalui dialog dan analogi kontekstual. Temuan ini menunjukkan bahwa Hipernova berpotensi digunakan sebagai materi ajar gaya bahasa prosa di kelas XII SMA. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian stilistika dan kepengarangan, sekaligus memberi kontribusi pada pengembangan bahan ajar sastra di tingkat pendidikan menengah.This study aims to describe the authorship style of Fariza Aulia Jasmine in the novel Hipernova and to analyze its potential as alternative teaching material for literature classes at the senior high school level. The study focuses on three main aspects: figurative language, structural strategies, and the expression of the author's ideas. The method employed is qualitative-descriptive, using Leech and Short’s genetic stylistic analysis technique. The data are drawn from excerpts in Hipernova that reflect Jasmine’s distinctive language style. The findings reveal that Jasmine's authorship style is characterized by dramatic-satirical, emotive-persuasive, and religious-reflective tones. In terms of figurative language, the author predominantly employs comparisons and contrasts to enhance dramatic effect and subtly deliver social criticism. Structural strategies include repetition, opposition, and emphasis, aimed at building narrative intensity and persuasive power. The author's religious values are expressed communicatively through dialogue and contextual analogies. These findings suggest that Hipernova has strong potential to be utilized as teaching material for prose stylistics in 12th-grade literature classes. Furthermore, the study is expected to enrich stylistic and authorship research while contributing to the development of innovative literature learning materials at the secondary education level.
Psikologi Humanistik Novel “Biang Terbunuh Berkali-kali” Karya Ni Nyoman Ayu Suciartini Shufi, Sayyida Nuriyana; Taufiq, Akhmad; Murti, Fitri Nura
Widyantara Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Ikaprobsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63629/widyantara.v2i1.87

Abstract

Penelitian ini membahas tentang psikologi humanistik novel Biang Terbunuh Berkali-kali karya Ni Nyoman Ayu Suciartini dan pemanfaatannya sebagai alternatif materi pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hierarki kebutuhan Abraham Maslow yang dipenuhi oleh tokoh utama dalam novel Biang Terbunuh Berkali-kali. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian psikologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa kutipan kalimat, paragraf dan dialog tokoh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan lima kebutuhan bertingkat yang dimiliki oleh tokoh utama dalam novel Biang Terbunuh Berkali-kali karya Ni Nyoman Ayu Suciartini, yang meliputi kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan cinta dan kepemilikan, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri. Hasil penelitian ini dapat dijadikan alternatif materi pembelajaran sastra di SMA untuk membentuk dan memperkuat karakter siswa.   Humanistic Psychology of the Novel "Biang Terbunuh Berkali-kali" By Ni Nyoman Ayu Suciartini This research discusses the humanistic psychology of the novel Biang Terbunuh Berkali-kali by Ni Nyoman Ayu Suciartini and its use as an alternative literature learning material in high school. The research aims to describe Abraham Maslow's hierarchy of needs which is fulfilled by the main character in the novel Biang Killed Many Times. This research uses qualitative research with a literary psychology research design. The data in this research is in the form of quotations from sentences, paragraphs, and character dialogue. Data collection techniques use documentation techniques. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research found five multilevel needs possessed by the main character in the novel Biang Terbunuh Berkali-kali by Ni Nyoman Ayu Suciartini, which include physiological needs, security needs, love and belonging needs, self-esteem needs, and self-actualization needs. The results of this research can be used as an alternative literature learning material in high school to shape and strengthen student character.
MITOLOGI DAN EKSPRESI SIMBOLIK KEPEMIMPINAN: CASE PADA MOTIF BATIK JOYOBINANGUN BANYUWANGEN Siswanto, Siswanto; Sukatman, Sukatman; Taufiq, Akhmad; Husniah, Furoidatul; Murti, Fitri Nura
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol. 42 No. 1 (2025): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v42i1.8561

Abstract

Beberapa dekade terakhir penelitian-penelitian tentang batik mewarnai narasi kebudayaan Indonesia. Motif-motif batik kian berkembang dengan tetap membawa kekhasan motif kawinya. Banyaknya motif ternyata tidak menggeser kuatnya filosofis motif-motif yang berkembang di Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki local genius yang berdasar pada memori kolektifnya. Di antara melimpahnya penelitian tentang batik, salah satu motif yang jarang sekali dibicarakan ialah motif Joyobinangun. Pada ranas batik Banyuwangen, Joyobinangun merupakan salah satu motif tertua. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan mitologi dan ekspresi simbolik kepemimpinan yang hadir dalam batik motif Joyobinangun. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif-etnografi dengan pendekatan multiinterdisipliner mencakup mitologi, semiotika, dan politik. Metode pengumpulan data penelitian mencakup (a) metode observasi (b) metode wawancara etnografis, (c) metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis etnografi Spradley. Memori kolektif hadir melalui mitos dan simbol-simbol tradisi, salah satunya motif batik. Motif batik Joyobinangun memiliki simbol yang mencitrakan mitologis raja-raja Blambangan. Nilai-nilai dan citra diwariskan kepada rakyat sebagai simbol kekuasaan dan melanggengkan kepemimpinan. Motif Joyobinangun melalui citra Gatot Kaca, Ontorejo, dan Gajah Oling secara simbolik terkait dengan mitologi kepemimpinan raja-raja Dinasti Blambangan.
Structure, Function, and Benefits of Chloroplast DNA: Review Article Akhmad Taufiq; Faustine Rahma Amelia; Zaskya Anjung Fortuna; Aulia Nyndita Wardani; Indraswari Ayu Camelia
Indonesian Journal of Bioscience (IJOBI) Vol. 3 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Bioscience (IJOBI)
Publisher : Department of Biology Education FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Perhimpunan Biologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ijobi.v3i1.1061

Abstract

Chloroplasts are double-membrane organelles that contain extranuclear DNA. The existence of this chloroplast genome (cpDNA) has an essential value for plant survival. This article will guide readers to comprehensively explore and answer questions about cpDNA, including the structure, function, mechanism expression, and inheritance, as well as the benefits of cpDNA. The method and analysis used are articles reviewed by searching, collecting, and analyzing related research articles. The main results obtained are the chloroplast genome in the form of a single quadripartite circular, its primary function for the synthesis of photosynthetic enzymes, and other functions as the biosynthesis of macromolecular compounds and secondary chloroplast metabolites, and plays a role in response to environmental stress, while the replication mechanism follows the maternal pattern in most Angiosperms and paternal in most Gymnosperms. The benefits of the chloroplast genome itself include the manufacture of recombinant pharmaceutical proteins, DNA barcoding, and Transplastomic. These results indicate that cpDNA has a crucial role in the survival of plants and humans. Further research and review regarding the relationship between environmental variables and the chloroplast genome are needed to complete the discussion on cpDNA.
Ethnomulticultural dimensions in Osing literature of Banyuwangi: An analysis of Samar Wulu and Lintrik Akhmad Taufiq; Sukatman Sukatman; Budi Setyono
Studies in English Language and Education Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i3.35033

Abstract

This study explores the ethnomulticultural content in Osing literature, highlighting how it expresses the Osing ethnic identity through its unique characteristics and traditions. Through a qualitative-interpretative-anthropological method, this study examined data in the form of words, sentences, and paragraphs extracted from two short stories. The short stories under investigation included a short story entitled Samar Wulu (Dusk; the time when the Sun is about to set) by Andika Fitriyah and Lintrik (Love Spell) by Dyah Agustin Wulandari. In this literary anthropology research, the data in the two short stories were analyzed based on their ethnomulticultural content. The ethnomulticultural analysis explored cultural phenomena and traditions, which included worldviews and local wisdom. The researchers conducted a three-stage reading process of the short stories for the representation of Osing cultural content: receptive reading, repeated readings to gather data on ethno-multicultural elements, and interpretive reading using a literary anthropology approach to analyze the worldview and local wisdom of the Osing community. The results revealed the significant role rituals play in expressing Osing cultural identity. Rituals like Kebo-Keboan, for overcoming plagues, and Lintrik, for warding off misfortune, are deeply rooted in Osing society and reflect themes of magic and tragedy. These rituals embody the Osing worldview, where harmony between the micro and macro cosmos is essential. The presence of magical realism in these rituals affirms the local identity of the Osing people in postcolonial society. The findings suggest potential avenues for integrating cultural insights into pedagogical approaches at the junior high school level.
FESTIVAL TEMBANG DOLANAN ANAK BAHARI: MODEL PENGEMBANGAN EDUWISATA BERBASIS LITERASI BAHARI DI MUNCAR BANYUWANGI Akhmad Taufiq; Sukatman Sukatman; Furoidatul Husniah; Siswanto Siswanto; Fitri Nura Murti
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v4i1.5517

Abstract

Program pengabdian ini merupakan program tahun ketiga, yang dirancang sebagai skema pengabdian desa binaan yang difokuskan pada pengembangan eduwisata berbasis literasi bahari. Program ini dilaksanakan atas dasar saran dari reviewer pada saat kolokium untuk dilanjutkan pada tahun ketiga. Dengan tetap mengambil lokus di desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, pengabdian pada tahun ketiga ini difokuskan pada pengembangan desa melalui festival tembang dolanan anak bahari, sebagai bentuk implementasi dan pengembangan konsep literasi bahari. Desa Kedungrejo merupakan desa nelayan yang penduduknya sebagian besar aktivitas kehidupannya bersentuhan dengan bahari. Dengan bermitra bersama Rumah Baca Ikan (RBI) dan Putra Nelayan (PuNel) Muncar, program ini dikembangkan untuk skema eduwisata melalui festival tembang dolanan anak bahari. Program ini dilaksanakan dengan pola identifikasi, kompilasi, dokumentasi pada agenda festival tembang dolanan anak bahari di Muncar. Adapun metode pelaksanaan program Hibah Pengabdian Desa Binaan 2024 ini dengan metode partisipatori rural apprasial (PRA) melalui kegiatan survei potensi dan identifikasi masalah, focus Group Discussion (FGD), workshop dan pendampingan, dan festival tembang dolanan anak bahari. Hasil kegiatan ini mampu dilaksanakan festival tembang dolanan anak bahari yang melibatkan sembilan belas kelompok atau komunitas anak. Lebih lanjut, hasil ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan festival tembang dolanan anak bahari dalam skala yang lebih luas, yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan berbasis tradisi, maupun berkontribusi bagi pengembangan ekonomi masyarakat lokal di Muncar.
EFEK ESTETIK DAN MAKNA DALAM PUISI YANG BERNAFASKAN ISLAM Akhmad Taufiq
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 21 No. 2 (2013): ISLAM, BUDAYA DAN BAHASA
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v21i2.523

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan bunyi bahasa ditinjau dari aspek efek estetikdan makna. Ditinjau dari aspek estetik dan makna, kajian terhadap bunyibahasa menarik dilakukan. Dalam kajian ini digunakan metode analisisfonem; yakni pada fonem vokal dan konsonan. Terdapat lima jenis vokal,yakni /a/,/i/,/u/,/e/,/o/, dan enam fonem konsonan/p/,/b/,/m/,/h/,/?/,/ng/ yang dianalisis. Hasil analisis dari kajian inimenyatakan bahwa bunyi bahasa, secara khusus berupa fonem vokal dankonsonan dapat menimbulkan efek estetik dan efek makna. Efek estetiktersebut dapat muncul dengan bertolak dari daya imajinatif yangditimbulkan. Efek makna dalam konteks tersebut dapat ditimbulkan darinilai rasa tertentu, baik hal itu pengaruh dari fonem vokal maupunkonsonan. Dalam puisi yang bernafaskan Islam juga tidak luput dalampenggunaan kekuatan bunyi bahasa itu dalam rangka memperkuat dayaimpresinya kepada pembaca. Lebih lanjut, hasil kajian ini dapatdikembangkan lebih luas, misalnya terhadap efek estetik dan maknavarian-varian fonem vokal dan fonem konsonan yang lain, yang belumdibahas dalam tulisan ini.