Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI SPESIES BEGONIA DI KAWASAN CAGAR ALAM GUNUNG NYIUT DESA PISAK KECAMATAN TUJUH BELAS KABUPATEN BENGKAYANG Yusup, Dandi; Kartikawati, Siti Masitoh; Tavita, Gusti Eva
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i3.71652

Abstract

Begonia is a herbaceous plant from the Begoniaceae family that grows in terrestrial and lithophytic habitats, i.e. lives on the banks of streams, limestone and sandstone and moist rock cliffs near airflow. Begonia plants can be found in lowland forests to hill forests. The distribution of begonias on the island of Borneo is estimated at 600 species. This study aims to identify the types of Begonias in the Gunung Nyiut Nature Reserve area, Pisak Village, Seventeen District, Bengkayang Regency by describing the morphological characteristics of the generative and vegetative organs. This study uses the exploratory method, namely exploring every corner of the research location that is in accordance with the object under study. Exploration was carried out by exploring research locations based on begonia habitats and by collecting and documenting the types of begonias found. The results of this study found 3 species of begonias, namely Begonia inobongensis Kiew., Begonia sp and Begonia congesta Ridl. Keywords: Begonia, Identification, Gunung Nyiut Nature Reserve. Abstrak Begonia merupakan tumbuhan terna dari famili Begoniaceae yang tumbuh pada habitat teresterial dan litofit, yaitu hidup pada tepian aliran sungai, batuan kapur dan batuan berpasir serta tebing-tebing batu yang lembab dekat aliran air. Cagar Alam Gunung Nyiut dengan hutan tropis dan keadaan ekosistem daerah rendah, ekosistem perbukitan serta tipe vegetasi tipe pegunungan yang berpotensi sebagai preferensi habitat begonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis Begonia pada kawasan Cagar Alam Gunung Nyiut Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang dengan mendeskripsikan ciri morfologi organ generatif dan vegetatif. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi yaitu menjelajahi setiap sudut lokasi penelitian yang sesuai dengan habitat begonia. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah ditemukannya 3 spesies begonia yaitu Begonia inobongensis Kiew., Begonia sp dan Begonia congesta Ridl. Kata kunci: Begonia, Identifikasi, Cagar Alam Gunung Nyiut.
ETNOBOTANI REMPAH OLEH MASYARAKAT DESA SELES KECAMATAN LEDO KABUPATEN BENGKAYANG Rayani, Primadita; Tavita, Gusti Eva; Sisillia, Lolyta
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i2.76907

Abstract

Ethnobotany of Spices by the Community of Seles Village, Ledo District, Bengkayang Regency. The research aims to compile and document the types of spice plants, identify the plant parts used, and understand the spice processing methods employed by the community of Seles Village in Ledo District, Bengkayang Regency. The study was conducted in Seles Village for 4 weeks in the field. Data collection in this research utilized a survey method with qualitative analysis conducted through interviews using questionnaires. Purposive sampling was employed to interview specific criteria-based individuals within Seles Villa. The results of the research revealed that there are 38 types of spice plants from 26 families utilized by the Dayak Bakati' ethnic group in Seles Village. The highest habitus of plants used, constituting the majority, is herbs 36.84%, while the lowest habitus is lianas 2.63%. The most common processing method is slicing 38.98%, followed by the least common methods such as splitting, fermentation, grinding, grating, squeezing, soaking, and pounding, each 1.69%. The highest plant status is cultivation 63.16%, while wild plants constitute 36.84%. The most prevalent location for spice plant growth is in yards 26.98%, whereas the lowest is in fields 1.59%. The most commonly used plant part is leaves 34.88%, and the least used part is the root 2.33%. The primary utilization of spices in Seles Village is as flavor/odor neutralizers, accounting for 22.09%, while the least common use is as a preservative 2.33). Keywords: Dayak Bekati’ Tribe, Ethnobotany, Seles Village, Spices. Abstrak Etnobotani Rempah oleh Masyarakat Desa Seles Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang. tujuan penelitian untuk mendata dan mendokumentasikan jenis-jenis tumbuhan rempah, mendapatkan bagian tumbuhan yang digunakan, dan memperoleh cara pengolahan rempah oleh masyarakat Desa Seles Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Seles selama  4 minggu di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan analisis kualitatif dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling untuk mewawancarai masyarakat umum dengan kriteria tertentu yang ada di Desa Seles Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh 38 jenis tumbuhan rempah dari 26 famili yang dimanfaatkan oleh suku Dayak Bakati’ di Desa Seles Kecamatan Ledo Kabupaten Bengkayang. Hasil penelitian yang dilakukan pada masyarakat suku Dayak Bakati’ di Desa Seles menunjukkan tingkat habitus tumbuhan tertinggi atau yang paling banyak digunakan yaitu herba 36,84% sedangkan habitus tumbuhan terendah yaitu liana 2,63%. Cara pengolahan terbanyak yaitu diiris 38,98%, kemudian cara pengolahan terendah yaitu dibelah, fermentasi, dihaluskan, diparut, diperas, direndam, dan diremas masing-masing 1,69%)\. Status tumbuhan tertinggi yaitu budidaya 63,16% sedangkan status tumbuhan liar 36,84%. Lokasi tumbuh tanaman rempah terbanyak yaitu di pekarangan 26,98% sedangkan yang paling rendah yaitu di sawah dengan persentase 1,59%. Bagian tumbuhan yang digunakan terbanyak yaitu daun 34,88%, dan yang terendah yaitu akar 2,33%. Pemanfaatan rempah di Desa Seles yang paling banyak yaitu penetral rasa/bau dengan persentase 22,09%, kemudian pemanfaatan rempah terendah yaitu sebagai pengawet 2,33%. Kata kunci: Suku Dayak Bekati’, Etnobotani, Desa Seles, Rempah
Edukasi penanganan Penyakit Infeksi Saluran Napas Atas akibat Kabut Asap di Musim Kemarau Neva Satyahadewi; Desriani Lestari; Gusti Eva Tavita; Sukal Minsas; Asri Mulya Ashari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.343

Abstract

Penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) adalah salah satu penyakit infeksi virus yang banyak terjadi saat munculnya kabut asap pada setiap musim kemarau tiba, terutama pada anak kecil. Kebakaran lahan baik disengaja ataupun tidak telah menjadi pemicu utama menebalnya kabut asap di wilayah Kalimantan Barat, termasuk hampir di seluruh wilayah Kabupaten Kubu Raya. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk mengedukasi masyarakat agar dapat mengatasi kemungkinan munculnya penyakit infeksi saluran nafas atas (ISPA) akibat asap dari kebakaran lahan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan hari Sabtu, 6 Oktober 2021 dengan metode ceramah oleh tim pelaksana, dihadiri oleh 20 warga masyarakat Desa Mekar Baru, disertai dengan pembagian masker kepada setiap peserta. Materi yang disampaikan dievaluasi dengan melakukan tanya jawab di akhir kegiatan, di mana semua pertanyaan/quiz yang disampaikan oleh tim pelaksana dapat dijawab oleh peserta.
Pelatihan pembuatan cairan Insektisida dari Ekoenzim berbahan Limbah Organik Buah-Buahan Gusti Eva Tavita; Amriani Amir; Rita Kurnia Apindiati; Lucky Hartanti; Bambang Kurniadi
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.344

Abstract

Insektisida adalah salah satu golongan pestisida, suatu substansi zat kimia yang digunakan untuk memberantas binatang serangga dan jasad-jasad renik dalam suatu rumah tangga, bangunan atau peralatan di rumah tangga seperti, kecoak, semut merah, dan rayap. Pemakaian pestisida kimia dalam jangka waktu lama akan menyebabkan efek samping yang merugkan bagi manusia. Tujuan dari kegiatian Pengabdian kepada Masyrakat (PKM) ini adalah untuk melatih ibu-bu rumah tangga di masa pandemic ini untuk membuat cairan insektisida yang dapat digunakan untuk membersihkan lantai dan menyemprot tanaman hias atau tanaman buah dalam pot. Kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi pembuatan ekoenzim yang dilanjutkan dengan pembuatan insektisida untuk skala rumah tangga. Kegiatan diikut oleh 18 peserta, yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Dari kegiatan ini, semua peserta telah mampu membuat ekoenzim dan membuat insektisida untuk digunakan dalam rumah tangga. Cairan insektisida yang dihasilkan diuji dengan penyemprotan pada batang pohon dan bunga-bunga dalam pot, serta dijadikan cairan untuk mengepel lantai.
Sosialisasi Teknik penjernihan Air untuk keperluan Rumah Tangga di Daerah Desa Kapur Amriani Amir; Gusti Eva Tavita; Asri Mulya Ashari; Andi Hairil Alimuddin; Rita Kurnia Apindiati
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.345

Abstract

Pada musim kemarau, wilayah Kalimantan Barat sangat rawan mengalami kekurangan air bersih baik untuk keperluan memasak maupun untuk mandi, mencuci piring atau mencuci pakaian. Keadaan ini mendorong perlunya dilakukan penjernihan air dari sumber air yang ada. Sumber air utama adalah PDAM dan air sungai, berwarna kuning kecoklatan dan tidak lancer mengalir ke rumah warga. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan teknik penjernihan air dengan cara penyaringan yang sederhana, untuk mendapatkan air bersih yang layak untuk keperluan rumah tangga. Metode pelaksanaan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah dengan ceramah materi terkait topik disertai dengan demosntrasi pembuatan intalasi penjernihan air. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta di mana antusiasmenya sangat tinggi yang ditandain dengan kemampuan setiap kelompok dalam membuat instalasi mini pengolahan air dengan sumber air PDAM yang sangat kotor, berbau kuning kecoklatan dan sedikit berbau.
Co-Authors . Deni . Megawati Abdul Malik Iskandar Abdurrani Muin Addrian Advinda Afra, Akwilina Ahmad Muslim Alex, . Amriani Amir Amriani Amir Amriani Amir Andi Denisa Fadliah Nur Andi Hairil Alimuddin Anthoni B. Aritonang Anwari, Sofwan Ardhiansyah, Afthony Ardiana, Nisa Arif Data Kusuma Aritonang, Anthoni B. Ashari, Asri Mulya Asri Mulya Ashari Ayu Wandira Azwad, Rifaldi Bambang Kurniadi Bambang Kurniadi Desriani Lestari Desriani Lestari Dina Setyawati Doni saputra Dwi Cahyo Nugroho EKO WAHYUDI Ellen Putri Yumita Evy Wardenaar Evy Wardenaar Fadillah H. Usman Fadillah H. Usman Fadliah Nur, Andi Denisa Farah Diba Fathul Yusro Fitri Wulandari Gunawan, Andri . Gusti Hardiansyah Hari Prayogo Hasan Ashari Oramahi Helena, Shifa Issan, Kurniawan Pratama Jaidan, Jaidan Jong, Yeriko Junisa, Junisa Lita Lita Lolyta Sisillia Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti Lucky Hartanti, Lucky Lusiana Lusiana M, Iskandar A M. Dirhamsyah Muflihati, . Neva Satyahadewi Nur Haida Prayogo, Harri Putri, Ayu Rasinta Rafdinal Rafdinal Ratna Herawatiningsih Rayani, Primadita Riko Tampati Rini Sulistri Selvi Rita Kurnia Apindiati Rita Kurnia Apindiati Rita Kurnia Apindiati Rita Kurnia Apindiati Rita Kurnia Apindiaty Riza Linda Rusmiati, . sabtiani, Rita Saroh, Zummais Septria, Devie Siti Latifah Siti Masitoh Kartikawati Sitti Fauziah Noer Sofia Aliza Maharani Sondang M. Sirait Sri Zha Zha Dilla Sriastuti, Widia Sukal Minsas Syam, Waridat Ilahiyat Togar F Manurung Tuah, Ignasius Vinsensia, Miranda Viviana, Maya Wanira, Ayu Warsidah Warsidah Warsidah, Warsidah Wirando, Wirando Yanti Hikma Yeni Mariani Yudas, . Yusup, Dandi Yuyun Kurniawan