Sonny Tilaar
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 73 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS MORFOLOGI PERMUKIMAN DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN TUMPAAN Simaela, David Heryyanto; Tilaar, Sonny; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan morfologi di sebabkan karena pekembangan perumahan dan permukiman sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan intensitas pembangunan yang semakin meningkat. Perkembangan perumahan dan permukiman mempunyai fisik terbesar dalam pertumbuhan kota. Berdasarkan RTRW Kab.Minahasa Selatan 2014-2034 luas wilayah kecamatan Tumpaan 7.853 ha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan permukiman dan proses perubahan hunian di kawasan pesisir kecamatan Tumpaan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan metode distribusi frekuensi kumulatif dan metode analisis diakronik dengan pendekatan spasial. Teknik analisis yang di gunakan dalam pertumbuhan permukiman berupa peta perubahan permukiman tahun 2005-2010-2017 dari software Arcgis 10.3 untuk menggambarkan morfologi permukiman pesisir kecamatan tumpaan ke arah daratan atau sejajar dengan garis pantai dan menentukan proses perubahan hunian berupa peta time series pola hunian (ha), Aksesibilitas (Km), Kepadatan Bangunan (bangunan/ha). Dari hasil analisis yang dilakukan pertumbuhan permukiman pesisir kecamatan Tumpaan tergolong dalam klasifikasi neighborhood serta membentuk morfologi arah daratan dan morfologi selari. Proses perubahan hunian berdasarkan pola hunian tertinggi di desa Tumpaan Dua sebesar 58,66 ha. Berdasarkan Aksesibilitas tertinggi di desa Matani sebesar 14 Km. Berdasarkan Kepadatan Bangunan tertinggi di desa Matani Satu sebesar 137 bangunan/ha.Kata Kunci : Morfologi, Permukiman, Pesisir.
ANALISIS KESESUAIAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN MERAUKE Haurissa, Destela; Rondonuwu, Dwight M.; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distrik Merauke merupakan wilayah dengan tingkat perkembangan yang cukup pesat karena merupakan kawasan strategis yang disebabkan keberadaanya pada perbatasan antar negara serta kondisi kawasan yang landai sehingga peninggkatan pembangunan sangat cepat. Distrik Merauke mengalami peningkatan jumlah penduduk yang cukup pesat dari tahun ketahun, peningkatan ini menyebabkan peningkatan akan kebutuhan lahan. Dalam upaya pengendalian pemanfaatan lahan di yang terbatas perlu dilakukan monitoring dan evaluasi agar dapat diperoleh kesesuaian pemanfaatan lahan yang sesuai dengan rencana pemanfaatan lahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan lahan pada bagian wilayah perkotaan Merauke serta menganalisis kesesuaian pemanfaatan lahan tahun 2019 terhadap rencana pemanfaatan lahan dalam Rencana Detail Tata Ruang kawasan Perkotaan Merauke Tahun 2017-2037. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan menggunakan teknik analisis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS). Hasil overlay menggunakan GIS antara peta pemanfaatan lahan eksisting tahun 2019 dan peta perencanaan pemanfaatan lahan pada RDTR Kawasan Perkotaan Merauke Tahun 2017-2037, maka diperoleh peta kesesuaian pemanfaatan lahan. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh identifikasi pemanfaatan lahan pada kawasan perkotaan Merauke diperoleh pemanfaatan lahan dengan zona ruang terbuka hijau merupakan kawasan dengan luasan terbesar yaitu seluas 2878,86 ha atau 41,02% dari luas kawasan perkotaan Merauke. Sedangkan kesesuaian pemanfaatan lahan diperoleh kesesuaian pemanfatan lahan kawasan perkotaan Merauke dengan kriteria sesuai  seluas 5001,90 ha atau 73,39%, kriteria belum sesuai seluas 1553,31 ha atau 22,79%  sedangkan kriteria tidak sesuai 260,21 ha atau 3,82%  dari luas kawasan perkotaan Merauke.Kata Kunci : Lahan, Pemanfaatan Lahan, Kesesuaian Lahan, RDTR
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI KAWASAN RAWAN BANJIR DI AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Duwila, Nurul Mentari; Tilaar, Sonny; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Amurang berada di pesisir dan memiliki kondisi wilayah berbukit dengan kelerengan bervariasi antara 0-45%. Wilayah Amurang juga termasuk salah satu wilayah yang berkembang dengan jumlah penduduk yang setiap harinya meningkat serta memiliki berbagai macam kegiatan perkotaan yang menyebabkan kebutuhan akan ruang meningkat. Sebagai dampak dari perkembangan wilayah yang cukup pesat ini, terjadilah perubahan kondisi lahan. Di dalam RTRW Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2014-2034 kawasan rawan banjir di wilayah Kabupaten Minsahasa Selatan yang dimaksud adalah banjir yang dapat terjadi selama atau setelah hujan lebat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kerawanan banjir dan memetakan kawasan rawan banjir di Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian Ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial dengan bantuan alat analisis GIS (Geography Information system) dan analisis scoring. Dalam menganalisis tingkat kerewanan banjir di Amurang Kabupaten Minahasa Selatan menyajikan hasil overlay dimana tingkat kerawanan tinggi paling banyak tersebar di Kecamatan Amurang Barat seluas 134,71 Ha meliputi 6 Desa yaitu Rumoong Bawah, Elusan, Kapitu, Pondos, Teep dan Tewasen. Disusul Kecamatan Amurang seluas 126,96 Ha meliputi 6 Desa Yaitu Buyongon, Bitung, Lewet, Ranoyapo, Uwuran Satu, Uwuran Dua dan yang paling sedikit adalah Kecamatan Amurang Timur seluas 94,21 Ha meliputi 4 desa yaitu Kota Menara, Lopana, Pondang, Ranomea. Kata Kunci : Banjir, Tingkat Kerawanan, Amurang
REDESAIN PASAR CITA BITUNG - Arsitektur Berwawasan Perilaku Masyarakat Seredity, Christina; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 1, No 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REDESAIN PASAR CITA DI BITUNG (ARSITEKTUR BERWAWASAN PERILAKU MASYARAKAT) Christina Seridity[1] Ir.Sonny Tilaar.,M.Si[2]   ABSTRAK Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Kota Bitung merupakan wilayah kota yang pada hakekatnya sebagai pusat kegiatan ekonomi bagi kota itu sendiri maupun wilayah sekitarnya.Tepatnya berada di Kecamatan Maesa yaitu pasar Cita namun pasar tersebut kurang tertata dengan baik, Maka ada beberapa fasilitas dan infrastruktur yang harus dan ditata kembali. Sebagai pendukung kegiatan di dalamnya menggunakan Tema “Arsitektur Berwawasan Perilaku Masyarakat” karena objek perancangan berkaitan dengan kenyamanan seseorang baik dengan ruangan (tempat ia beraktifitas) maupun kenyamanan yang diberikan objek terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Kata kunci: Bitung, Redesain, Arsitektur Berwawasan Perilaku Masyarakat. [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf  Dosen  Pengajar Arsitektur UNSRAT
RUMAH SAKIT BERSALIN DI TOMOHON ( PENDEKATAN UTILITAS DALAM DESAIN ) Suot, Riza S. E.; Tilaar, Sonny; Gosal, Pierre H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomohon merupakan salah satu kota di Sulawesi Utara yang sedang berkembang dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang semakin tinggi dan belum memiliki fasilitas yang khusus melayani ibu hamil (pranatal), pada waktu melahirkan (Ante Natal) dan sesudah melahirkan (Pasca Portum). Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia harus ditingkatkan dengan membangun sebuah Rumah Sakit Bersalin yang dapat menampung semua aktivitas ibu hamil, melahirkan, dan pasca melahirkan. Rumah Sakit Bersalin di Tomohon adalah objek desain yang dapat menampung semua kegiatan yang berhubungan dengan ibu hamil dan melahirkan dengan mengacu pada tema yang dipilih yaitu Pendekatan Utilitas Dalam Desain. Utilitas yang direncanakan dalam desain bertujuan untuk mendukung rumah sakit bersalin agar dapat berfungsi dengan baik berdasarkan faktor kebutuhan ruang dan kenyamanan bagi pengguna bangunannya. Kata kunci : Pendekatan Utilitas Dalam Desain
GRAHA WISATA ADAT PELA GANDONG di MALUKU (Simbiosis Mutualisme) Piris, Sammy; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan Kota Ambon kini membaik karena pembangunana terjadi dimana-mana khususnya di Kota Ambon, pembangunanan Kota mulai terhenti karena beberapa tahun lalu terjadi konflik sosisal sehingga perkembangan kota semakin memburuk. Dengan adanya pembangunan maka mempermudah masyarakat Kota Ambon dengan kehadiran berbagai fasilitas baru. Namun selain manfaat yang dihadirkan, perkembangan ini juga membawa dampak positif terhadap masyarakat pusat kota yaitu karna adanya fasilitas penunjang bagi mereka. Fasilitas yang tersedia dalam kota tidak menjamin untuk mempererat tali persaudaraan (Pela Gandong), yang akan memgembalikan hidup rukun dan damai di Kota Ambon sehingga masyarakat masih cenderung dan gengsi hidup berdampingan. Kota Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku, memiliki komoditas wisata yang mencukupi namun hanya berperioritas pada ciri khas modern yang di tampilkan dan budaya tradisioanal daerah jarang di tonjolkan pada tempat wisata tersebut, padahal banyak budaya adat Maluku yang bisa menjual bagi para wisatawan dan bisa membawa kerukunan bagi masyarakat Pela Gandong di Kota Ambon, Propinsi Maluku. Komoditas ini sudah cukup dikembangkan masyarakat kota Ambon sebagai tempat berkunjungnya para wisatwan namun belum secara berciri adanya unsur atau Budaya Adat Pela Gandong yang di tampilkan Sebagai tanggapan terhadap hal ini dan juga untuk memenuhi kebutuhan wisata masyarakat Kota Ambon, maka direncanakan perancangan objek Graha Wisata Adat Pela Gandong di Maluku. Perancangan Graha Wisata Adat Pela Gandong di Maluku khusunya Kota Ambon  dengan dasar tema Arsitektur Simbiosis Mutualisme. Arsitektur Simbiosis Mutualisme dalam desain berupa pemaknaan yakni saling mengguntungkan atau saling megikat dalam rancangan arsitektural. Lewat pemaknaan tema serta berbagai analisa aspek perancangan diharapkan dapat mengoptimalkan fungsi Graha Wisatada Adat Pela Gandong bagi pengguna objek serta dapat mempromosikan budaya adat Maluku. Kata kunci : Graha Wisata, Pela Gandong, Simbiosis Mutualisme
SHOPPING MALL DI MANADO “UNDERGROUND ARCHITECTURE” Sibula, Devid; Siregar, Frits O. P.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai kota yang sedang berkembang pesat serta ditunjang oleh keberadaannya sebagai pusat perdagangan di Indonesia Timur, serta pintu masuk ke kawasan ekonomi global, khususnya di Asia Pasific, maka Kota Manado adalah pasar potensial yang sangat menjanjikan bagi investor pusat perbelanjaan. Ini terlihat dari daya beli masyarakat yang sangat kritis terhadap suatu produk terbaru. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen sangat diharapkan untuk pembangunan pusat perbelanjaan yang merata untuk setiap wilayah pengembangan wilayah Kota Manado. Pembangunan bangunan komersial seperti Shopping Mall adalah salah satu cara untuk memenuhi tingkat kebutuhan masyarakat dalam belanja. Pendekatan Underground Architecture akan membuat berbeda dengan pusat perbelanjaan pada umumnya di Manado. Keberadaan konsep Underground Architecture akan membuat bangunan Shopping Mall di Manado ini terlihat lebih ramah lingkungan dan unik serta sebagai salah satu jalan keluar untuk penyediaan KDH ketika semua lahan telah dipakai untuk diinvestasikan. Kata kunci : Shopping Mall, Manado, Underground Architecture.
GRAHA WISATA SENI DAN BUDAYA TUMATENDEN DI MINAHASA UTARA - Konsep Linguistik dalam Rancangan Arsitektur Rawung, Astrid Iske R. R.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 1, No 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

GRAHA WISATA SENI DAN BUDAYA “TUMATENDEN” DI MINAHASA UTARA (KONSEP LINGUISTIK DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR) Astrid Iske Rosita Rawung[1] Ir. Sonny Tilaar, M.Si[2]   ABSTRAK Seni dan budaya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, karena seni dan budaya merupakan salah satu identitas yang membedakan antara suku satu dengan suku yang lainnya. Pembinaan dan pengembangan seni dan budaya merupakan suatu upaya yang sangat penting dalam mengangkat citra suatu bangsa. Kita akui seni dan budaya itu sendiri merupakan salah satu citra bangsa. Bertolak dari itu maka pengadaan fasilitas-fasilitas untuk mengakomodasi unsur-unsur seni dan budaya, baik manusia sebagai subjek ataupun alam, benda sebagai objek merupakan suatu yang perlu diupayakan dan dikembangkan. Tak dapat untuk kita pungkiri, bahwa semua bangsa yang ada di belahan dunia ini, baik bangsa yang maju maupun bangsa yang masih berkembang, semuanya berlomba untuk menghadirkan wadah seni dan budaya, baik itu untuk tujuan promosi, wisata, ekonomi, prestise ataupun rasa tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai seni dan budaya jangan sampai hilang dari peradaban manusia. Graha Wisata Seni dan Budaya merupakan salah satu wadah kebudayaan yang kehadirannya perlu diperhitungkan, karena cukup memberikan andil yang besar antara lain : Sebagai wadah yang dapat melestarikan nilai-nilai seni dan budaya yang terkandung  makna di dalamnya, sebagai wadah kebanggaan dan prestise bangsa yang juga merupakan promosi dalam perkembangan dunia pariwisata serta dunia pendidikan, dan juga merupakan wadah anjang sana pertumbuhan minat dan bakat di bidang seni budaya setiap daerah. Kata Kunci : Linguistik, Seni dan Budaya Minahasa [1] Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Teknik Arsitektur UNSRAT
TINJAUAN SEBARAN LOKASI AGLOMERASI INDUSTRI DI INDONESIA Tilaar, Sonny
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor Industri memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian suatu negara. Di Indonesia,sektor Industri tersebut merupakan sektor utama dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini sebagaipenyumbang terbesar dalam pembentukan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia selama sepuluh tahunterakhir. Daerah-daerah dimana konsentrasi kegiatan industri terjadi memperoleh manfaat yang disebutdengan ekonomi aglomerasi (agglomeration economies). Jadi dengan adanya ekonomi aglomerasi dapatmemberikan pengaruh yang positif terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Sehubungan dengan itu adalahpenting agar kegiatan industri dapat tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia agar terjadinyapemerataan pembangunan secara menyeluruh. Oleh karena itu adalah penting untuk mengkaji tentangsebaran lokasi industri tersebut di Indonesia.Dari studi literatur ditemukan bahwa lokasi aglomerasi industri, khususnya industri manufakturyang ada sebagian besar terkonsentrasi di pulau Jawa dengan konsentrasi yang membentuk pola dua kutub(bipolar pattern), yaitu di ujung barat pulau Jawa yang meliputi Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang,Bekasi) dan Bandung. Sedangkan di ujung timur pulau Jawa berpusat di kawasan Surabaya.Kata Kunci : Lokasi, Aglomerasi, Industri
KAJIAN TIPOMORFOLOGI KAWASAN PERMUKIMAN TERENCANA DI KOTA MANADO Tilaar, Sonny; Rogi, Octavianus H.A.; Tinangon, Alvin J.
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 3 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejumlah premis teoritik menunjukkan bahwa lepas dari tipe struktur ruang kota dan  pertumbuhannya, tipomorfologi suatu kota sangat ditentukan oleh pola pertumbuhan kawasan permukiman, baik yang terencana atau tidak. Problem yang lazim terjadi adalah degradasi kualitas ruang kota akibat perkembangan kawasan permukiman yang tidak terencana. Namun demikian, praktik pengembangan kawasan permukiman terencana tidak jarang juga bermuara pada hadirnya klaster-klaster permukiman yang berkualitas rendah bahkan cenderung kumuh. Penelitian ini mencoba untuk menelusuri lebih lanjut karakteristik tipomorfologi kawasan permukiman terencana di wilayah kota Manado, dalam kaitannya dengan indikasi permasalahan perkotaan yang disinyalir di atas. Secara khusus, penelitian ini berupaya mengidentifisir faktor apa saja yang menentukan perubahan tipomorfologi permukiman terencana di Manado. Penelitian ini dilakukan dalam waktu 6 (enam) bulan. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data sekunder adalah data kondisi permukiman di kota Manado secara keseluruhan, khususnya statistik pertumbuhan kawasan permukiman terencana sejak tahun 1975 hingga tahun 2010. Data primer adalah data hasil observasi lapangan dan wawancara, serta citra satelit tentang kondisi salah satu kawasan permukiman terencana di Manado, yaitu Perumahan Alandrew di kecamatan Malalayang, yang dijadikan objek studi kasus, mewakili kategori permukiman dengan target konsumen masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Teknik analisis adalah analisis deskriptif, yaitu menganalisis langsung keadaan obyek studi melalui uraian, pengertian, ataupun eksplanasi terhadap variabel yang terukur maupun tidak. Sebagai kesimpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pertumbuhan jumlah lokasi dan luas lahan permukiman terencana di Manado menunjukkan trend positif; (2) Secara periodik rasio okupansi lahan per unit rumah trendnya meningkat; (3) Delineasi kawasan permukiman terencana cenderung tidak beraturan dan ditentukan oleh batas legal penguasaan lahan pihak pengembang, serta batas fisik alamiah lahan efektif; (4) Aksesibilitas kawasan umumnya berupa akses tunggal, dengan sirkulasi keluar masuk kawasan yang berciri kuldesak; (5) Rencana tapak kawasan lazim dikembangkan dengan konsep dasar optimasi daya dukung lahan melalui upaya grading, dengan tatanan grid yang sumbu-sumbu orientasinya bersesuaian dengan arah kelandaian lahan serta delineasi kawasan; (6) Blok perkavlingan lazim dibedakan atas tipe unit hunian dan kavlingnya. Blok dengan kualitas terbaik biasanya ditempatkan dekat dengan akses kawasan atau di jalur jalan utama, sementara blok kavling dengan kualitas terendah menempati zona-zona “terdalam”; (7) Ragam tipologi unit hunian biasanya terdiri dari minimal 3 varian tipe, mulai dari tipe terkecil hingga yang terbesar; (8) Tipologi infrastruktur standar yang disediakan meliputi prasarana jalan, drainase, listrik dan air bersih. Sarana publik standar yang disediakan adalah ruang terbuka publik dan lahan untuk pengembangan sarana peribadatan; (9) Morfologi kawasan terutama teridentifikasi melalui perubahan fisik unit hunian, figure ground kawasan dan kondisi lingkungan terbangun sekitar kawasan; (10) Morfologi unit hunian adalah dalam hal perubahan luas lantai, pola denah, kualitas konstruksi dan fasade juga per-pagar-an; (11) Dari aspek figure ground, perubahan yang lazim adalah peralihan dominasi void ke solid secara gradual, yang menyiratkan peningkatan rasio penutupan lahan oleh bangunan; (12) Perubahan kondisi lingkungan sekitar terlihat melalui figure ground yang meningkat kuantitas elemen solidnya pada beberapa lokasi di luar delineasi kawasan. Key words : permukiman terencana, tipologi, morfologi
Co-Authors Alexander M. P. Dalawir Alfath S.N. Syaban Alfonsa Londar, Alfonsa Ali, Sadam Alvin J. Tinangon Amanda Sembel Andi A. M. Malik Andy A. Malik Apriska G Djalil, Apriska G Asmudrono, Rani Karenina Astrid Iske R. R. Rawung Christina Seredity Cyntha Tendean Dapas, Gisella A Djati, Theresia Silvana Samba Duwila, Nurul Mentari Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D Takumansang Fanataf, Patrisius A Fela Warouw Fella Warouw Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gobel, Ananda Van Gunawan Tamboeo, Gunawan Gunena, Andrey Roland Gunena, Cheintya Gwijangge, Lipen Hanny Poli Haurissa, Destela Hendriek H Karongkong Hendriek Karongkong, Hendriek Husin, Pratiwi Indriani, Reggi Ingerid L Moniaga, Ingerid L Ingerid Moniaga Jefrey I. Kindangen Jermias, Agatha Kirey Jikwa, Natalia Rossalia Johansz, Devid Abraham Josie Geraldy Meray, Josie Geraldy Judistia S. Makarau, Judistia S. Judy O Waani Judy O. Waani Kalimpung, Gloria J. Kartika R. Basarang, Kartika R. Katuuk, Rionald Jourdan Kumolontang, Melita Lefrandt, Lucie I. R. Lestari, Nadira Astuti Linda Tondobala Lomban, Gracella Patricia Lucky Ridel Aruperes, Lucky Ridel Malik, Andy Anton Mangopa Manabung, Patrick I. I. Mareike Runtu Maychard M Pelambi, Maychard M Mentari Ngodu, Mentari Michael M Rengkung, Michael M Mirah, Edbert M Moh Yushar Fadhly, Moh Yushar Mokolensang, Falentino Muhammad Syahri Paputungan Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pangau, Christania M. Pangauw, Kindly Anugerah Imanuel Pangkey, Oksilina Papia J. C. Franklin Papia J.C. Franklin Peggy Egam Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pinangkaan, Karfel Pontoh, Muh Reza Novian Rachmat Prijadi Rachmatullah, Michael Raule, Reveena Djaenny Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Raymond Ch. Tarore Rieneke L Sela, Rieneke L Rieneke L. E. Sela Rieneke L.E. Sela Rieneke Sela Riza S. E. Suot Romel R. Pandei Roosje J. Poluan Rumagit, Eliska S.G. Rungkat, Cindy F. Sakul, Fianna G. Sammy Piris Sangkertadi -, Sangkertadi Sarihi, Yan Rezki Satolom, Andre P. Sela, Rieneke Lusia Evani Sembel, Amanda S Sibula, Devid Silangen, Marcelino Gerry Sillia, Iskandar - Simaela, David Heryyanto Siregar, Frits Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryadi Supardjo, Suryadi Suryono Suryono Susanto, Wahyu N. Syahrul, Syahril Tambajong, Gifly Jeremy Tambbotto, Syalom W. Tangkudung, Theogive Hosea Tarore, Raymond Tiara Putri Ananta Poli, Tiara Putri Ananta Tilaar, Natalia Tujuwale, David Hizkia Vicky H. Makarau Walandouw, Daniel Walandouw, Daniel Windy Mononimbar