Sonny Tilaar
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 73 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN TERHADAP RTRW KABUPATEN SIAU TAGULANDANG BIARO 2014-2034 (STUDI KASUS : PULAU TAGULANDANG) Gunena, Cheintya; Franklin, Papia J. C.; Tilaar, Sonny
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan lahan adalah penilaian tanah secara sistematik dan pengelompokannya kedalam beberapa kategori berdasarkan sifat-sifat yang merupakan potensi dan penghambat dalam penggunaan secara lestari. Oleh karena itu dianggap penting untuk setiap perencanaan Tata Ruang Wilayah melakukan kajian kemampuan lahan. Terkait dengan hal tersebut, maka peneliti melakukan tinjauan terhadap RTRW Kabupaten SITARO 2014 – 2034 apakah arahan Tata Ruang yang telah dibuat memenuhi kriteria kemampuan lahan.  Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasi penggunaan lahan di Pulau Tagulandang serta menganalisis dan memetakan kelas kemampuan lahan di Pulau Tagulandang menurut rencana pola ruang RTRW 2014-2034 Kabupaten Siau Tagulandang Biaro. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kemampuan lahan berdasarkan arahan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20 /PRT/m/2007 yang dilakukan menggunakan overlay pada aplikasi sisstem informasi geografis (GIS). Dari hasil analisis didapatkan bahwa sebagian besar wilayah di Pulau Tagulandang adalah perkebunan dengan luas 4.731 Ha dan persentase 90,42% sedangkan yang paling kecil adalah 51 Ha yang merupakan hutan bakau dengan persentase hanya 0,98%. Untuk permukiman sendiri memiliki luas 336 Ha dengan persentase 6,42%. Selanjutnya kemampuan lahan Pulau Tagulandang menurut rencana pola ruang RTRW 2014-2034 Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, kawasan permukiman berada pada lahan dengan kemampuan sangat tinggi, agak tinggi dan sedang. Kawasan pariwisata terdapat pada lahan dengan kemampuan agak tinggi dan rendah. Lahan pada Pulau Tagulandang lebih khusus Kecamatan Tagulandang Selatan dan Tagulandang Utara didominasi  tingkat pengembangan rendah.
ANALISIS TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN DI KAWASAN PUSAT KOTA BITUNG Tambbotto, Syalom W.; Tilaar, Sonny; Supardjo, Surijadi
MEDIA MATRASAIN Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City development has affected urban space, one of which is the Pedestrian Path, therefore the researcher aims to identify the use and condition of the pedestrian path and analyze the effect of the level of comfort on pedestrians in the Bitung City Center area. The method used in this study is a qualitative method and a quantitative method with Likert Scale Analysis to answer the Utilization and Condition of Pedestrian Paths and Multiple Linear Regression Analysis to answer the Influence of Comfort Levels on Pedestrian Users in the Bitung City Center Area. From the results of this study, the first conclusion can be drawn about the use and condition of the Pedestrian Paths in the Bitung City Center area. It was found that the Pedestrian Paths were used as a place for distributing billboards with good conditions (76%), good formal businesses (71.4%), Informal Business Fairly Good (52.4), Good Social Activities (80.8%), Green Line 76.2%, Poor Facilities (40%) with Good Cleanliness (80.8%), Good Circulation (71%) ) and Fairly Good Security (50.4%). and the second conclusion about the factors that affect the level of comfort for users of the Pedestrian Path, simultaneously the variables of the Green Line, Circulation, Security, Cleanliness and Facilities affect the Comfort Level of the Pedestrian Path in the Bitung City Center Area. Partially those that affect the level of comfort are influenced by the variables in Zone A, namely the Facilities, Cleanliness, Circulation Variables. While in Zone B the Green Line Variable, Facilities. Then in Zone C Variable Green Line, Circulation and in Zone D Variable Facilities.
ANALISIS PEMANFAATAN LAHAN PERMUKIMAN di KAWASAN BERLERENG KECAMATAN SINGKIL Manabung, Patrick I. I.; Tilaar, Sonny; Gosal, Pierre H.
MEDIA MATRASAIN Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manado City is an area that is very vulnerable to disaster aspects, one of which is landslides, due to the geographical and geological conditions of the region. Manado City has a very varied topography, one of which is in Singkil District. Based on data from the Singkil District Central Statistics Agency in 2019 Figures, there are 6 Kelurahans that have a sloping topography. While looking at the existing one in Singkil District, the sloped land has been used as a residential area. Land use in the city of Manado, especially the Singkil sub-district as a residential area, continues to increase. This can be seen from the construction of residential housing, which tends to have a negative impact on the local community because the construction is not in accordance with the existing spatial plan. The purpose of this study was to identify the distribution of settlements in the sloping area of Singkil district and to analyze the use of residential land in the sloped area of Singkil district. The data collection method in this study used Field Observation, Survey, Documentation and Mapping techniques and for the spatial analysis method consisting of digitization techniques, slope analysis techniques, Overley analysis techniques and descriptive analysis techniques. From the results of the analysis of the distribution of settlements, for the distribution of settlements in Singkil District, the direction of the distribution of settlements tends to be in the highlands. Based on the results of the analysis of land use in Singkil District, for Settlement covering an area of 91.22Ha, Cemetery covering an area of 4.25Ha, Sports Field covering an area of 0.80Ha, Services covering an area of 7.60Ha, Business covering an area of 5.55Ha, Industry covering an area of 0.40Ha, Roads covering an area of 22 ,35Ha, River area of 0.70Ha, and Others covering an area of 22.65Ha.
Ketersediaan Prasarana dan Sarana Perkotaan di Kecamatan Tumpaan, Kecamatan Amurang Timur dan Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Ali, Sadam; Mononimbar, Windy; Tilaar, Sonny
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 1 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i1.48820

Abstract

Tersedianya sarana dan prasarana di suatu daerah, masyarakat dapat dengan mudah melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, bagi pemerintah, sarana dan prasarana merupakan faktor terpenting dalam roda perekonomian dan pemerintahan. Ketika infrastruktur dan fasilitas suatu daerah dalam kondisi baik, kegiatan ekonomi dan transportasi juga berjalan dengan lancar. Metode penelitian bersifat kuantitatif dan kualitatif. Kebutuhan prasarana dan sarana perkotaan di Kecematan Tumpaan, Kecamatan Amurng Timur dan Kecamatan Amurang di Kabupaten Minahasa Selatan perlu adanya rencana penambahan sarana pendidikan, kesehatan, peribadatan dan rencana penambahan lebar jalan agar sesuai dengan SNI. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan sarana Pendidikan Kecamatan Tumpaan, Amurang Timur dan Amurang perlu adanya rencana penambahan sarana pendidikan TK, SD, SLTP (Kecamatan Amuranh Timur dan Amurang) dan SMU. Kebutuhan sarana kesehatan Kecamatan Tumpaan perlu adanya rencana penambahan sarana kesehatan berupa poskesdes, Kecamatan Amurang Timur perlu adanya rencana penambahan poskesdes dan Kecamatan Amurang pada poryeksi penduduk memiliki pertambahan penduduk yang meningkat sangat besar, perlu adanya penambahan sarana rumah bersalin. Kebutuhan sarana peribadatan Kecamatan Tumpaan, Kecamatan Amurang Timur dan Amurang perlu adanya rencana penambahan sarana masjid. Kebutuhan prasarana seperti jalan pada Kecamatan Tumpaan perlu adanya penambahan lebar jalan pada jalan lokal primer dan lingkungan, Kecamatan Amurang Timur perlu adanya pelebaran jalan local dan Jalan lingkungan dan Kecamatan Amurang Pada perlu adanya pelebaran jalan lokal primer dan Jalan lingkungan. Kata Kunci : Ketersediaan, Prasarana dan Sarana, Perkotaan Kabupaten Minahasa Selatan. Abstrak With the availability of facilities and infrastructure in an area, people can easily carry out their daily activities. In addition, for the government, facilities and infrastructure are the most important factors in the wheel of the economy and government. When the infrastructure and facilities of an area are in good condition, economic and transportation activities also run smoothly. The research method is both quantitative and qualitative. The need for urban infrastructure and facilities in the Tumpaan sub-district, Amurng Timur sub-district and Amurang sub-district in the South Minahasa regency requires a plan to add education, health, worship facilities and a plan to increase the width of the road to comply with the SNI. Based on the results of the analysis of the need for educational facilities in the Tumpaan, Amurang Timur and Amurang sub-districts, there is a need for plans to add educational facilities for kindergarten, elementary, junior high school (Amurang Timur and Amurang sub-districts) and high school. The need for health facilities in Tumpaan District needs plans to add health facilities in the form of poskesdes, Amurang Timur District needs plans to add poskesdes and Amurang District in the population projection has a very large increase in population, there is a need to add maternity facilities. The need for worship facilities in the Tumpaan District, Amurang Timur and Amurang Districts requires plans to add mosque facilities. The need for infrastructure such as roads in Tumpaan District needs to increase the width of the road on primary local roads and the environment, East Amurang District needs widening of local roads and environmental roads and Amurang District In the need for widening of local primary roads and environmental roads. Keywords: Availability, Infrastructure and Facilities, Urban District of South minahasa.
Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Kerawanan Banjir Di Perkotaan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan Syahrul, Syahril; Tilaar, Sonny; Siregar, Frits
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i2.52585

Abstract

AbstrakYang dimaksud dengan “banjir” adalah suatu peristiwa atau keadaan dimana suatu daratan atau daerah terendam oleh peningkatan volume air. Banjir bandang adalah banjir yang terjadi secara tiba-tiba dan memiliki debit air yang besar akibat tersumbatnya aliran air. Saat hujan deras setiap tahunnya, Kota Masamba sering menimbulkan banjir. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Kerentanan Banjir di Kelurahan Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan”. Studi ini mengkaji hubungan antara perubahan penggunaan lahan dengan tingkat kerentanan terhadap banjir di kawasan perkotaan Masamba antara tahun 2010 hingga 2020. Dari tahun 2010 hingga 2020 yang didominasi oleh perubahan tata guna lahan, terjadi peningkatan hutan sebesar 1,4%. luas, peningkatan luas lahan pemukiman sebesar 0,79 persen, dan penurunan luas penggunaan lahan perkebunan dan semak belukar sebesar 9,32 persen. Daerah perkotaan Masamba telah hancur akibat banjir akibat penggunaan lahan yang signifikan ini.Kata kunci: Perubahan Tata Guna Lahan, Kerawanan Banjir, Perkotaan Masamba AbstractWhat is meant by "flood" is an event or situation in which a land or area is submerged by an increase in the volume of water. Flash floods are floods that occur suddenly and have a large water discharge due to blockage of the water flow. When it rains heavily every year, Masamba City often causes flooding. Therefore, a study was conducted with the title "The Influence of Changes in Land Use on Flood Vulnerability in Masamba Village, North Luwu Regency, South Sulawesi Province". This study examines the relationship between changes in land use and the level of vulnerability to flooding in the urban area of Masamba between 2010 and 2020. From 2010 to 2020, which was dominated by changes in land use, there was an increase in forests of 1.4%. area, an increase in the area of residential land by 0.79 percent, and a decrease in the area of land use for plantations and shrubs by 9.32 percent. The urban area of Masamba has been devastated by flooding due to this significant land use.Keyword: Land Use Change, Flood Vulnerability, Masamba Town
Faktor-Faktor Penyebab Kekumuhan Kawasan Permukiman Kumuh di Kota Manado Kalimpung, Gloria J.; Tilaar, Sonny; Waani, Judy O.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i2.52598

Abstract

AbstrakSuatu perkembangan kota yang pesat dan tidak terkendali dapat menimbulkan adanya masalah perkotaan,salah satunya yaitu munculnya permukiman kumuh. Kota Manado merupakan ibu kota provinsi SulawesiUtara telah menciptakan permukiman kumuh di beberapa kawasan karena perkembangannya yang pesat.Surat Keputusan Wali kota No. 30 tahun 2021 tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh danPermukiman Kumuh di Kota Manado, terdapat 20 titik lokasi permukiman kumuh yang tersebar ke dalam20 kelurahan dengan total luas 196,85 Ha. Dengan demikian, perlu untuk melanjutkan penelitian tentangfaktor-faktor penyebab kekumuhan kawasan permukiman kumuh di Kota Manado. Adapun tujuan daripenelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi faktor-faktor signifikan penyebab kekumuhan di permukimankumuh Kota Manado dan merumuskan solusi penanganan di kawasan kumuh Kota Manado. Metodeanalisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil dari analisis ditemukan bahwapermukiman kumuh di Kota Manado dipengaruhi secara signifikan pada tiga faktor yaitu bangunan,drainase lingkungan dan persampahan yang disebabkan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yangkurang memadai dan tidak sesuai kebutuhan. Berdasarkan hasil tersebut, maka diperlukan suatu solusipenanganan yang terdiri dari pemugaran dan peremajaan yang akan dilaksanakan berdasarkan tingkatkekumuhan dan permasalahan yang terjadi di kawasan kumuh tersebut.Kata kunci: Kumuh, Permukiman Kumuh , Faktor kekumuhanAbstractA rapid and uncontrolled urban development can lead to urban problems, one of which is the emergenceof slums. Manado as the capital of North Sulawesi province with its rapid development has given rise toslum settlements in several areas due to its rapid development. Mayor's Decree No. 30 of 2021 concerningDetermining the Location of Slum Housing and Slums in Manado City, there are 20 locations of slumareas spread over 20 sub-districts with a total area of 196.85 hectares. Therefore, it is necessary tocontinue research on the factors that cause slums in Manado City. The purpose of this research is toidentify the significant factors that cause slums in the slums of Manado City and formulate solutions fordealing with slum areas in Manado City. The analytical method used is multiple linear regression analysismethod. The results of the analysis, shows that the slums of Manado City are greatly affected by threefactors: buildings, environmental drainage and soild waste, which are caused by inadequate andsubstandard infrastructue facilities was found to be the cause technical requirements. Based on theseresults, it is necessary to find solutions through rapir and renewal according to the scale of the slums andthe problemsthat occur within the area.Keyword: Slums, Setllement Area, Slum factors
Potensi Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Desa Holtekamp Kecamatan Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua Gwijangge, Lipen; Tilaar, Sonny; Supardjo, Surijadi
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2023): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v12i2.52608

Abstract

AbstrakKecamatan Muara Tami tepatnya Desa Holtekamp merupakan destinasi wisata yang pengembangannya diprakarsai oleh Peraturan Daerah Kota Jayapura No. 9 Tahun 2002 tentang Kepariwisataan dan Rencana Wilayah Kota Jayapura (RTRW) 2013-2033. maka dari itu perlu penelitian bagaimana mengembangkan potensi wisata yang ada di Kecamtan Muara Tami ini. Tujuan penelitian ini yaitu Mengindentifikasi Potensi Kawasan Wisata Pantai Desa Holtekamp di Kecamatan Muara Tami Kota Jayapura dan Menganalisis Pengembangan Potensi Kawasan Wisata Pantai Desa Holtekamp di Kecamatan Muara Tami Kota Jayapura.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kualitatif, dengan menggunakan teknik analisis SWOT. Dari hasil kajian bermakna bahwa potensi wisata yang dikembangkan di kawasan ini adalah Pantai Pasir Putih, Panorama Alam dan Batuan Unik. Selain itu, proyek pengembangan yang layak dilakukan antara lain pengembangan wisata yang menarik khususnya pariwisata dan wisata pariwisata, membuat website khusus untuk destinasi pariwisata di sub wilayah Muara Tami, serta peningkatan kerjasama promosi pariwisata, kemudahan akses. antara berbagai tujuan dan meningkatkan kesadaran tentang tujuan wisata. manajemen tujuan yang berkelanjutan.Kata Kunci: Potensi Pengembangan, Kawasan Wisata, Holtekamp.Abstract (10 pt)Muara Tami District, precisely Holtekamp Village, is a tourist destination whose development was initiated by Jayapura City Regional Regulation No. 9 of 2002 concerning Tourism and the Jayapura City Regional Plan (RTRW) 2013-2033. therefore it is necessary to research how to develop the existing tourism potential in Muara Tami District. The purpose of this study is to identify the potential for beach tourism in Holtekamp village in Muara Tami sub-district, Jayapura city and to analyze the development of potential for beach tourism in Holtekamp village in Muara Tami sub-district, Jayapura city. The method used in this research is descriptive and qualitative, using SWOT analysis techniques. From the results of the study it means that the tourism potential developed in this area is White Sand Beach, Natural Panorama and Unique Rocks. In addition, development projects that are feasible include developing attractive tourism, especially tourism and tourism, creating a special website for tourism destinations in the Muara Tami sub-region, as well as increasing cooperation in tourism promotion, ease of access. between various destinations and raise awareness about tourist destinations. sustainable goal management.Keyword: Development Potential, Tourism Area, Holtekamp
Prediksi potensi deviasi pola ruang kawasan permukiman berbasis cellular automata di Kecamatan Mapanget, Kota Manado Sela, Rieneke Lusia Evani; Malik, Andy Anton Mangopa; Tilaar, Sonny; Lestari, Nadira Astuti
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 9 No 1 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2024 ~ April 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v9i1.2655

Abstract

Mapanget District is one of the administrative parts of Manado City which has service functions, namely housing and new settlements, tourism, and trade and services. The Mapanget District is part of the new city planning in the 2015–2019 RPJMN to account for unequal development in the city core. Predicting the development of residential land use is crucial to avoid uncontrollably detrimental effects on suburban communities. To forecast land development over 20 years, from 2022 to 2042, this study will employ spatial analysis based on the Geography Information System-Cellular Automata and weighting analysis using the Analytic Hierarchy Process (AHP) technique to analyze potential deviations in the spatial pattern development of Manado City settlements, particularly Mapanget District. The software used for this research's simulation procedure is LanduseSim 2.3.1, QGIS, and Archmap 10.8. According to the projection results, residential land use will vary during the following 20 years, starting in 1956.75 Ha, or a 201% increase, resulting from the most important driving factor, which is closeness to existing towns. 1106.79 Ha is the possible deviation depending on the direction of the spatial pattern plan for residential structures. It is advised to plan tall buildings, particularly for settlements, as the current residential land in Mapanget District exceeds both the carrying capacity and the land capacity as of 2042, according to the prediction results.
MANIFESTASI COMPACT CITY DI KOTA KOTAMOBAGU Kumolontang, Melita; Tilaar, Sonny; Malik, Andy A.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.53911

Abstract

Seiring berkembangnya zaman pada saat ini menimbulkan banyak permasalahan diantaranya urban sprawl. Peningkatan penduduk yang bermukim di kota Kotamobagu setiap tahunnya tentu akan semakin menambah kebutuhan ruang untuk pemenuhan kebutuhan penduduk yang semakin meningkat dan beragam, salah satu solusi mencegah meluasnya urban sprawl adalah dengan konsep compact city karena konsep ini merupakan salah satu model konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini melakukan kajian di 4 Kecamatan yang berada di Kota Kotamobagu menggunakan metode penelitian kualitatif-kuantitatif dengan cara observasi langsung, pengambilan data melalui instansi dan dokumentasi. Pengelolahan data terbagi atas 3 bentuk yaitu editing, tabulating dan mapping. Analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatif dan kemudian di uji variabel menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan metode stepwise sehingga didapat 2 variabel bebas yang mempengaruhi implemetasi compact city di Kota Kotamobagu yaitu faktor lahan terbangun dan indeks aksesibilitas perkotaan. faktor yang didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis kategori metode sturges untuk mengukur tinggi rendahnya kekompakkan yang ada di masing-masing kecamatan, sehingga berdasarkan hasil analisis di dapat 2 wilayah Kecamatan yang sudah termasuk kategori compact yaitu Kecamamatan Kotamobagu Barat dan Kotamobagu Utara, sedangkan untuk kategori middle terdapat di Kecamatan Kotamobagu Timur dan kategori sprawl terdapat di Kecamatan Kotamobagu Selatan. Kata Kunci : kota kompak, perluasan kota, pembangunan berkelanjutan. As time goes by, it has created many problems, including Urban Sprawl. The increase in population living in the city of Kotamobagu every year will certainly increase the need for space to meet the needs of an increasingly diverse and increasing population. One solution to prevent the spread of urban sprawl is the compact city concept because this concept is one of the models of sustainable development. This research conducted a study in 4 sub-districts in Kotamobagu City using qualitative-quantitative research methods by direct observation, data collection through agencies and documentation. Data processing is divided into 3 forms editing, tabulating and mapping. Data analysis used quantitative statistical analysis and then variables were tested using multiple linear regression analysis using the stepwise method to obtain 2 independent variables that influence compact city implementation in Kotamobagu City, namely the builtup land factor and the urban accessibility index. The factors obtained were then analyzed using the Sturges method category analysis to measure the level of compactness in each sub-district, so that based on the results of the analysis it was found that 2 sub-districts were included in the compact category, namely West Kotamobagu and North Kotamobagu sub-districts, while for the middle category there were in East Kotamobagu District and the sprawl category is in South Kotamobagu District. Keywords : compact city, urban sprawl, sustainable development
PUSAT KERAJINAN TANGAN PAPUA DI KOTA JAYAPURA: Arsitektur Neo Vernakular Rungkat, Cindy F.; Prijadi, Rachmat; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papua memiliki budaya yang unik, salah satunya yaitu kerajinan tangan. Kerajinan tangan seperti noken, batik Papua, ukiran kayu, dan koteka bukan hanya memiliki nilai estetika dan nilai fungsi, tetapi juga terkandung makna simbolis didalamnya. Pada zaman modern ini, akses informasi semakin pesat dan perkembangan teknologi semakin maju. Hal tersebut sangat mempengaruhi gaya hidup manusia, dimana kehidupan semakin modern dan perlahan meninggalkan budaya bangsa sendiri. Karena itu, perlu untuk melestarikan warisan budaya agar nilainya tetap terjaga dan tidak tergerus oleh budaya asing. Khususnya terhadap identitas masyarakat Papua tetap dipertahankan ditengah perkembangan zaman. Pusat Kerajinan Tangan Papua di Kota Jayapura hadir sebagai respon dari kekhawatiran tersebut dan permasalahan minimnya fasilitas di Kota Jayapura yang dapat mengakomodasi berbagai aktivitas terkait pembuatan, pelatihan, dan pemasaran produk kerajinan tangan. Pengadaan Pusat Kerajinan Tangan Papua memberi peluang pekerjaan dan pendapatan pada pelaku ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam upaya mengembangkan pendapatan ekonomi daerah. Penggunaan tema pada objek rancangan ini adalah Arsitektur Neo Vernakular. Dengan mengimplementasikan Arsitektur Neo Vernakular pada objek rancangan, desain yang dihasilkan mencerminkan budaya lokal namun tetap memiliki sentuhan modern. Kata kunci : Kerajinan Tangan, Arsitektur Neo Vernakular, Papua
Co-Authors Alexander M. P. Dalawir Alfath S.N. Syaban Alfonsa Londar, Alfonsa Ali, Sadam Alvin J. Tinangon Amanda Sembel Andi A. M. Malik Andy A. Malik Apriska G Djalil, Apriska G Asmudrono, Rani Karenina Astrid Iske R. R. Rawung Christina Seredity Cyntha Tendean Dapas, Gisella A Djati, Theresia Silvana Samba Duwila, Nurul Mentari Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D Takumansang Fanataf, Patrisius A Fela Warouw Fella Warouw Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gobel, Ananda Van Gunawan Tamboeo, Gunawan Gunena, Andrey Roland Gunena, Cheintya Gwijangge, Lipen Hanny Poli Haurissa, Destela Hendriek H Karongkong Hendriek Karongkong, Hendriek Husin, Pratiwi Indriani, Reggi Ingerid L Moniaga, Ingerid L Ingerid Moniaga Jefrey I. Kindangen Jermias, Agatha Kirey Jikwa, Natalia Rossalia Johansz, Devid Abraham Josie Geraldy Meray, Josie Geraldy Judistia S. Makarau, Judistia S. Judy O Waani Judy O. Waani Kalimpung, Gloria J. Kartika R. Basarang, Kartika R. Katuuk, Rionald Jourdan Kumolontang, Melita Lefrandt, Lucie I. R. Lestari, Nadira Astuti Linda Tondobala Lomban, Gracella Patricia Lucky Ridel Aruperes, Lucky Ridel Malik, Andy Anton Mangopa Manabung, Patrick I. I. Mareike Runtu Maychard M Pelambi, Maychard M Mentari Ngodu, Mentari Michael M Rengkung, Michael M Mirah, Edbert M Moh Yushar Fadhly, Moh Yushar Mokolensang, Falentino Muhammad Syahri Paputungan Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pangau, Christania M. Pangauw, Kindly Anugerah Imanuel Pangkey, Oksilina Papia J. C. Franklin Papia J.C. Franklin Peggy Egam Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pinangkaan, Karfel Pontoh, Muh Reza Novian Rachmat Prijadi Rachmatullah, Michael Raule, Reveena Djaenny Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Raymond Ch. Tarore Rieneke L Sela, Rieneke L Rieneke L. E. Sela Rieneke L.E. Sela Rieneke Sela Riza S. E. Suot Romel R. Pandei Roosje J. Poluan Rumagit, Eliska S.G. Rungkat, Cindy F. Sakul, Fianna G. Sammy Piris Sangkertadi -, Sangkertadi Sarihi, Yan Rezki Satolom, Andre P. Sela, Rieneke Lusia Evani Sembel, Amanda S Sibula, Devid Silangen, Marcelino Gerry Sillia, Iskandar - Simaela, David Heryyanto Siregar, Frits Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryadi Supardjo, Suryadi Suryono Suryono Susanto, Wahyu N. Syahrul, Syahril Tambajong, Gifly Jeremy Tambbotto, Syalom W. Tangkudung, Theogive Hosea Tarore, Raymond Tiara Putri Ananta Poli, Tiara Putri Ananta Tilaar, Natalia Tujuwale, David Hizkia Vicky H. Makarau Walandouw, Daniel Walandouw, Daniel Windy Mononimbar