Sonny Tilaar
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 73 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN DI PULAU TERNATE Sarihi, Yan Rezki; Tilaar, Sonny; Rengkung, Michael M
SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan wilayah di Pulau Ternate terus terjadi dari hari ke hari secara dinamis bersamaan dengan perkembangan jumlah penduduk dan aktivitas penduduk. Adanya pertumbuhan penduduk akan mengakibatkan meningkatnya permintaan lahan yang dipergunakan untuk menyelenggarakan kegiatan.Sementara lahan merupakan sesuatu yang bersifat terbatas, hal ini tentu saja akan menimbulkan persaingan dan konflik kepentingan dalam pemanfaatannya di antara penggunaan lahan kota.Oleh karena itu penelitian ini dilakukan  untuk melihat bagaimana kesesuaian antara rencana penggunaan lahan dengan penggunaaan lahan  yang terjadi  di lapangan . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan lahan di kota ternate serta menganalisis penggunaan lahan tahun 2019 terhadap rencana penggunaan lahan dalam Rencana Tata Ruang WilayahKota TernateTahun 2010-2030. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara deskriptif kualitatif dan metode spasial, Analisis penggunaan lahan dilakukan dengan teknik tumpang tindih atau overlay antara data spasial yang berupa peta – peta yang dibuat dengan data atribut sebelumnya.Dari hasil penenltian disimpulkan menjadi 2 dari hasil identifikasi eksisting terdapat klarifikasi penggunaan lahan terbesar yaitu penggunaan lahan perkebunan seluas 4829,93 Ha dan terkecil untuk lahan kawasan bakau 1.73 Ha serta dari hasil analisis overlay terdapat beberapa ketidak sesuaian pada kondisi eksisting dan RTRW Kota Ternate Tahun 2010-2030 dengan luas 148.26 Ha yang terbagi pada wilayah kecamatan Pulau Ternate dengan luas  51.31 Ha, wilayah Kecamatan Ternate Barat dengan luas 46.25 Ha, wilayah Kecamatan Ternate Selatan dengan luas 21.59 Ha, wilayah Ternate Tengah dengan luas 11.16 Ha, wilayah Ternate Utara dengan luas 7.31 Ha.Kata Kunci : Penggunaan Lahan, Perubahan Fungsi Lahan
ANALISIS KAWASAN PARIWISATA PESISIR PANTAI DI KECAMATAN KOMBI KABUPATEN MINAHASA Dapas, Gisella A; Tilaar, Sonny; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata cukup dominan sebagai penggerak pembangunan di Indonesia dan telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan pemerintah. Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara khususnya di Kecamatan Kombi memiliki kawasan objek wisata alam pantai yang indah namun belum terekspos dan terkelola dengan baik khususnya pada aspek prasarana dan sarana pariwisata. Berdasarkan hal itu maka dilakukan analisis mengenai kondisi prasarana dan sarana pada objek wisata di Kecamatan Kombi. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan kawasan pariwisata pesisir pantai menggunakan analisis SWOT untuk menentukan kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang, serta strategi pengembangan kawasan wisata pesisir pantai sesuai dengan variabel-variabel pariwisata yang ada. Metode analisis menggunakan pedoman analisis daya tarik objek wisata alam (ODTWA) sebagai pedoman dalam menetapkan skala prioritas pengembangan objek daya tarik wisata (ODTWA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi prasarana dan sarana masih perlu ditingkatkan; faktor-faktor internal dan external analisis pengembangan kawasan wisata pesisir pantai di Kecamatan Kombi dengan strategi pengembangannya yaitu mempromosikan wisata; memanfaatkan fasilitas yang sudah ada untuk menciptakan lapangan pekerjaan; dan pelatihan untuk masyarakat dalam pengelolaan objek wisata.Kata Kunci:Analisis, Kecamatan Kombi Pariwisata, Pesisir Pantai, SWOT
EVALUASI KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KAWASAN WISATA PANTAI BUNGA INDAH DESA KUHANGA Asmudrono, Rani Karenina; Tilaar, Sonny; Suryono, Suryono
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai..Bunga Indah Desa Kuhanga merupakan salah satu objek wisata alam di Sulawesi Utara tepatnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Kecamatan Bintauna yang mempunyai karakteristik wisata alam tersendiri, akan tetapi pesona keindahan wisata yang ada di Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga  masih belum cukup memaksimalkan fungsi lokasi wisata tersebut, akibat sarana dan prasarana yang belum maksimal ketersediaan dan kegunaannya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kondisi prasarana dan sarana wisata kemudian mengevaluasi tingkat ketersediaan prasarana dan sarana wisata yang ada di Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekunder seperti survey  instansional, dan data primer dibutuhkan untuk menyempurnakan data sekunder dengan observasi dan membagikan kuesioner ke pihak-pihak yang terkait, tahap berikutnya untuk mengetahui karakteristik prasarana dan sarana yang ada di lokasi wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif  kemudian dilanjutkan dengan analisis skala likert untuk melihat tingkat ketersediaan prasarana dan sarana wisata. Setelah dilakukan analisis dan diketahui hasil untuk  ketersediaan jaringan Internet adalah 94,4%, jalan yaitu 84%, listrik 78,8% , air bersih 30,8% , pos keamanan 89,2%, dermaga 20% pusat informasi wisata 20%, penunjuk arah 20%, papan selamat datang 75,40%, transportasi umum 71,20%, penginapan 67,20%, masjid/mushola 89,60%, restaurant/rumah makan 59,20%, toko souvenir 20%, toilet umum 47,20%, tempat duduk 72%, tempat sampah 57,69%. Untuk itu dalam meningkatkan kualitas kawasan wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga, sangat perlu dioptimalkan penyediaan  prasarana dan sarana wisata demi menunjang keberlangsungan kegiatan wisatawan ketika berada di kawasan wisata Pantai Bunga Indah Desa Kuhanga ini.Kata Kunci : Prasarana dan sarana wisata; Pantai Bunga Indah
ANALISIS KETERJANGKAUAN MASYARAKAT TERHADAP PASAR TRADISIONAL DI KOTA MANADO Fanataf, Patrisius A; Tilaar, Sonny; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pasar tradisional masih sangat penting bagi masyarakat, karena pasar tradisional merupakan salah satu tempat untuk manusia berbelanja dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya yaitu kebutuhan pangan dan sandang. Berdasarkan data dari PD Pasar Kota Manado, diketahui bahwa terdapat 6 pasar tradisional yang dikelola oleh pemerintah daerah yaitu Pasar Bersehati, Pasar Pinasungkulan, Pasar Orde Baru, Pasar Tuminting, Pasar Bahu dan Pasar Bobo. Dari 11 kecamatan yang ada, hanya terdapat 6 kecamatan yang memiliki pasar tradisional tersebut dengan rata-rata lebih dari 30.000 penduduk. Berarti bahwa persebaran pasar di Kota Manado tidak proporsional dan lokasi pasar yang jaraknya saling berdekatan serta radius pelayanannya yang saling tumpang tindih dan adanya kondisi fisik pasar serta kelengkapan fasilitas pasar yang bebeda-beda menyebabkan terjadinya preferensi konsumen juga berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan pasar tradisional dan menganalisis keterjangkauan masyarakat terhadap pasar tradisional. Metode yang digunakan adalah metode campuran yaitu kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yaitu data primer dengan observasi lapangan dan kuesioner kepada masyarakat dibeberapa kecamatan penelitian dan data sekunder dari tinjauan pustaka dan survei lembaga terkait. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling namun tetap menggunakan stratified random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan alat bantu SPSS 21, analisis deskriptif kualitatif dan analisis spasial dengan alat bantu software arcgis 10.3 (Buffering). Dari tahapan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ke Enam pasar tradisional yang ada di Kota Manado tidak hanya melayani daerah dimana pasar tradisional tersebut berada melainkan dapat juga melayani daerah lain di sekitarnya. Berdasarkan radius standar pelayanan pasar tradisional terdapat 4 pasar berskala kelurahan yang memiliki jangkauan pelayanan lebih luas dari radius jangkauan pelayanan standar 2000 M. Hasil analisis pada beberapa aspek sperti rata-rata waktu tempuh konsumen menuju pasar didominasi oleh 10-30 menit (cukup sesuai). Rata-rata Transportasi yang digunakan di dominasi oleh kendaran pribadi. Adanya daya beli masyarakat yang meningkat, tersedianya kebutuhan yang beragam, harga yang terjangkau, produk yang berkualitas. Kemudian lokasi yang strategis, jarak yang dekat dan akses yang memadai, kondisi jalan sangat baik, bersih dan luas, tersedia angkutan umum dengan rute pasar tradisional, efektifitas dan efisiensi berbelanja dan sangat minimnya ketersediaan tempat parker (luas, aman dan tertata). Kondisi fisik pasar yang bersih, tertata, aman dan nyaman serta rata-rata memiliki sarana fasilitas pendukung. Rata-rata tempat tinggal konsumen jauh dari rute pelayanan angkutan umum, sebagian menggunakan transportasi umum dan tidak mengganti rute pelayanan serta tidak mengganti kendaraan di terminal, selalu terjadi kemacetan lalulintas dan keberadan terminal di lokasi pasar tradisional. Rata-rata pasar tradisonal melayani sebagian besar daerah permukiman dan melayani daerah kepadatan penduduk tinggi, sedang dan rendah.Kata Kunci : Pasar Tradisional, Keterjangkauan Masyarakat, Kota Manado
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA SALAK DI PULAU TAGULANDANG KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO Raule, Reveena Djaenny; Sela, Rieneke; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten kepulauan Siau Tagulandang Biaro merupakan daerah yang memiliki komoditas unggul buah salak dan merupakan satu hal penting dalam sektor pertanian. Pengembangan agrowisata kebun salak yang menjadi lokasi penelitian di kecamatan Tagulandang Utara di 5 desa yaitu desa Bawo, Bawoleu, Lumbo, Minanga, dan Wo. Perkebunan salak dikelola oleh masyarakat lokal, hasil produksinya dipasarkan berupa panen mentah dan belum ada pengelolaan pasca panen serta pengembangan partisipatif untuk kegiatan wisata, hal ini sangat diharapkan oleh masyarakat sebagai pendorong kelestarian budidaya salak dan promosi potensi pariwisata. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk partisipasi dan prinsip-prinsip agrowisata dalam pengembangan agrowisata salak dan menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan agrowisata salak. Metode penelitian adalah analisis deskriptif dan kuantitatif dengan melakukan analisis Skala likert. Hasil penelitian mengidentifikasi bentuk partisipasi hasilnya adalah berpartisipasi memberikan pikiran, dan terdapat di desa Minanga, untuk hasil mengidentifikasi prinsip-prinsip agrowisata adalah berpartisipasi menekan serendah-rendahnya dampak negatif terhadap alam dan kebudayaan, dan terdapat di desa Bawoleu. Hasil analisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan agrowisata salak berada pada tingkat kedua yaitu cukup berpartisipasi. Kata Kunci : Agrowisata Salak, Partisipasi Masyarakat, Skala Likert
STUDI PENENTUAN TINGKAT KEKUMUHAN DAN SKALA PRIORITAS PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Tangkudung, Theogive Hosea; Tilaar, Sonny; Sela, Rieneke L.E.
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

South Bolaang Mongondow is one of the regencies located in North Selawesi Province which is one of the regencies that is growing rapidly. Along with the increase in population, inadequate infrastructure, facilities and public utilities have resulted in many people in this district living in places that do not meet the standards, which are slums. Slum areas in South Bolaang Mongondow Regency according to the 2016 South Bolaang Mongondow Regency slum decree, there are 23 villages that are included in slum areas, these slums have three classifications, namely, heavy slums, medium slums and light slums. Based on this classification, it is combined with land status and other considerations so that a priority scale for handling slum settlements can be drawn up and how the pattern of handling slum settlements in Bolaang Mongondow Selatan Regency can be. The method used is a multi-criteria analysis method with 9 indicators, namely building conditions, environmental road conditions, environmental drainage conditions, drinking water supply conditions, wastewater management conditions, waste management conditions, fire protection conditions and land status and other considerations. Based on the results of the study, it was found that 16 villages would be treated with a rejuvenation pattern, 1 village would be resettled and 6 villages would be treated with a restoration pattern.Keyword  : Slums, Slum Level, Priority Scale, slum settlement pattern
ANALISIS KERENTANAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Pontoh, Muh Reza Novian; -, Sangkertadi; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The natural disasters in Indonesia have tended to increase over the years, flood disasters will occurthroug hout the country. The increasing level off lood disasters in Indonesia does not only affect thearea,but the amount of damage that is caused is also increasing. The research location in Bolaang Mongondow Regency for floodv ulnerability.TheobjectivesofthisresearchareidentifyingFloodTeachingCallsinBolaangMongondow Utara Regency and recommending flood disaster mitigation strategies to reduce flooddisaster lottery drawings. The methodsconducted by quantitative descriptive analysis method and overlay, in which too obtain vulnerability data that combine son aflood vulnerability vulnerability to social vulnerability, physical vulnerability, economic vulnerability, and environmental vulnerability. The resultsof this study are the level of flood vulnerability in Bolaang Mongondow Utara Regency isclassified into three, namely high, medium and low, Further, the results of the analysis of the flood disastervulnerability index for 2 sub-districts with high levels of vulnerability need to be carried out by an institution or recommendation for the North Bolaang Mongondow Regency government related to disaster mitigation planning and development based on physical, social, economicand environmental aspects. keyword:Disaster,Flow,vulnerability,disastermitigation,mapping
ANALISIS KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP ANGKUTAN UMUM PEDESAAN DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN Gobel, Ananda Van; Tilaar, Sonny; Lefrandt, Lucie I. R.
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan umum pedesaan adalah kebutuhan pokok masyarakat untuk menunjang keberhasilan dalam pembangunan, namun pada beberapa daerah di Negara Indonesia yang telah mengoperasikan angkutan umum pedesaan mengalami berbagai kendala seperti buruknya infrastruktur, pelayanan tidak memadai, jangkauan angkutan umum yang kurang menyeluruh. Permasalahan ini juga terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, meningkatnya pertumbuhan penduduk serta migrasi karena pekerjaan menyebabkan banyak terjadi aktivitas masyarakat dan peningkatan kebutuhan mobilisasi. Dalam memenuhi kebutuhan perjalanan ini tersedia transportasi antar kota dalam provinsi dan antar kota antar provinsi yaitu atau damri dan mikrolet. Sedangkan untuk kebutuhan perjalanan antar desa dalam kabupaten masyarakat yang tidak memiliki kendaraan pribadi menggunakan jasa ojek konvensional dan bentor untuk perjalanan setiap harinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi pelayanan ojek dan bentor sebagai angkutan umum pedesaan berdasarkan preferensi masyarakat sebagai pengguna dan menganalisis jenis moda dan kriteria pelayanan angkutan umum yang dibutuhkan masyarakat berdasarkan preferensi masyarakat dan kondisi eksisting. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pembagian kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan deskriptif kualitatif. Sedangkan uji validitas data kuesioner menggunakan program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa ojek dan bentor belum beroperasi secara sistematis serta tidak menyeluruh ke semua desa bahkan terdapat 3 kecamatan yang sama sekali tidak terlayani angkutan umumKata Kunci : Angkutan Umum Pedesaan, Kriteria Pelayanan, Kebutuhan Mobilisasi
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN LUWUK DAN LUWUK UTARA KABUPATEN BANGGAI Satolom, Andre P.; Tilaar, Sonny; Poluan, Roosje J.
MEDIA MATRASAIN Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of settlements in Luwuk and North Luwuk Subdistricts has an impact on the physical condition of the land so that the demand for residential land needs increases. The purpose of this study is to analyze the carrying capacity of residential areas using the concept of building coverage and to analyze the direction of settlements based on the carrying capacity of residential areas in Luwuk and North Luwuk Districts. The research method used is descriptive quantitative, using a spatial analysis approach with the help of a Geographic Information System (GIS). In data analysis using technical guidelines for analysis of physical and environmental, economic and socio-cultural aspects in the preparation of spatial plans (Minister of Public Works Regulation No.20/PRT/M/2007). The analytical technique used is overlay and scoring analysis for assigning values to each parameter. The results of the analysis of the carrying capacity of residential areas in Luwuk and North Luwuk sub-districts are by establishing a protected area based on the physical condition of the environment. The direction of settlement development in Luwuk District for Class 1 is 20.16 Ha/48% land cover ratio, North Luwuk District 176.60 Ha/42% cover ratio. Class 2 in Luwuk District is 92.13 Ha/19% land cover ratio, North Luwuk District is 3588.01 Ha/50% cover ratio. Class 3 is 168.10 Ha/20% cover ratio, North Luwuk District 1866.62 Ha/20% cover ratio. and Class 4 Luwuk District 5080.15 Ha/0% cover ratio, North Luwuk District 23355.84 Ha/0% cover ratio.
PENGARUH KEGIATAN INDUSTRI TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN KOTA BITUNG Sakul, Fianna G.; Tilaar, Sonny; Rondonuwu, Dwight M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37069

Abstract

The development of an area can provide various kinds of influence on people's lives. Basically, the development of settlements in both urban and rural areas is to realize livable, safe, comfortable, peaceful and prosperous urban and rural conditions, but if the settlements are not properly facilitated or the settlement facilities are not functioning properly or if the settlements are located around industrial areas as well as economic and service centers, it can affect the quality of a settlement.. However, from the various positive influences obtained from industry, there are also negative influences such as the effect on the quality of settlements because in addition to producing various products and various manufactured objects, industrial activities can also produce air and noise pollution caused by industrial production equipment and tools. -Industrial transportation means entering and leaving the industry. Bitung City is one of the industrial cities in North Sulawesi Province which is divided into various types of industries, but most of them are located very close to residential areas which allow the residential area to receive various influences from all activities in the surrounding industry. The purpose of this study is to identify the condition of settlements in urban villages that are close to industry, and to analyze the influence of industrial activities on the quality of settlements in areas close to industry in Bitung City. The analytical method used is the path analysis method by taking data from a questionnaire. Then the results of the correlation test show that there is a relationship between industrial activities on the quality of settlements and the results of the regression test show that if there is an increase in the quality of industrial activities, it will affect the value of the quality of settlements positively.
Co-Authors Alexander M. P. Dalawir Alfath S.N. Syaban Alfonsa Londar, Alfonsa Ali, Sadam Alvin J. Tinangon Amanda Sembel Andi A. M. Malik Andy A. Malik Apriska G Djalil, Apriska G Asmudrono, Rani Karenina Astrid Iske R. R. Rawung Christina Seredity Cyntha Tendean Dapas, Gisella A Djati, Theresia Silvana Samba Duwila, Nurul Mentari Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D Takumansang Fanataf, Patrisius A Fela Warouw Fella Warouw Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gobel, Ananda Van Gunawan Tamboeo, Gunawan Gunena, Andrey Roland Gunena, Cheintya Gwijangge, Lipen Hanny Poli Haurissa, Destela Hendriek H Karongkong Hendriek Karongkong, Hendriek Husin, Pratiwi Indriani, Reggi Ingerid L Moniaga, Ingerid L Ingerid Moniaga Jefrey I. Kindangen Jermias, Agatha Kirey Jikwa, Natalia Rossalia Johansz, Devid Abraham Josie Geraldy Meray, Josie Geraldy Judistia S. Makarau, Judistia S. Judy O Waani Judy O. Waani Kalimpung, Gloria J. Kartika R. Basarang, Kartika R. Katuuk, Rionald Jourdan Kumolontang, Melita Lefrandt, Lucie I. R. Lestari, Nadira Astuti Linda Tondobala Lomban, Gracella Patricia Lucky Ridel Aruperes, Lucky Ridel Malik, Andy Anton Mangopa Manabung, Patrick I. I. Mareike Runtu Maychard M Pelambi, Maychard M Mentari Ngodu, Mentari Michael M Rengkung, Michael M Mirah, Edbert M Moh Yushar Fadhly, Moh Yushar Mokolensang, Falentino Muhammad Syahri Paputungan Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pangau, Christania M. Pangauw, Kindly Anugerah Imanuel Pangkey, Oksilina Papia J. C. Franklin Papia J.C. Franklin Peggy Egam Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pinangkaan, Karfel Pontoh, Muh Reza Novian Rachmat Prijadi Rachmatullah, Michael Raule, Reveena Djaenny Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Raymond Ch. Tarore Rieneke L Sela, Rieneke L Rieneke L. E. Sela Rieneke L.E. Sela Rieneke Sela Riza S. E. Suot Romel R. Pandei Roosje J. Poluan Rumagit, Eliska S.G. Rungkat, Cindy F. Sakul, Fianna G. Sammy Piris Sangkertadi -, Sangkertadi Sarihi, Yan Rezki Satolom, Andre P. Sela, Rieneke Lusia Evani Sembel, Amanda S Sibula, Devid Silangen, Marcelino Gerry Sillia, Iskandar - Simaela, David Heryyanto Siregar, Frits Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryadi Supardjo, Suryadi Suryono Suryono Susanto, Wahyu N. Syahrul, Syahril Tambajong, Gifly Jeremy Tambbotto, Syalom W. Tangkudung, Theogive Hosea Tarore, Raymond Tiara Putri Ananta Poli, Tiara Putri Ananta Tilaar, Natalia Tujuwale, David Hizkia Vicky H. Makarau Walandouw, Daniel Walandouw, Daniel Windy Mononimbar