Sonny Tilaar
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 80 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MANIFESTASI COMPACT CITY DI KOTA KOTAMOBAGU Kumolontang, Melita; Tilaar, Sonny; Malik, Andy A.
MEDIA MATRASAIN Vol. 20 No. 2 (2023): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v20i2.53911

Abstract

Seiring berkembangnya zaman pada saat ini menimbulkan banyak permasalahan diantaranya urban sprawl. Peningkatan penduduk yang bermukim di kota Kotamobagu setiap tahunnya tentu akan semakin menambah kebutuhan ruang untuk pemenuhan kebutuhan penduduk yang semakin meningkat dan beragam, salah satu solusi mencegah meluasnya urban sprawl adalah dengan konsep compact city karena konsep ini merupakan salah satu model konsep pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini melakukan kajian di 4 Kecamatan yang berada di Kota Kotamobagu menggunakan metode penelitian kualitatif-kuantitatif dengan cara observasi langsung, pengambilan data melalui instansi dan dokumentasi. Pengelolahan data terbagi atas 3 bentuk yaitu editing, tabulating dan mapping. Analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatif dan kemudian di uji variabel menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan metode stepwise sehingga didapat 2 variabel bebas yang mempengaruhi implemetasi compact city di Kota Kotamobagu yaitu faktor lahan terbangun dan indeks aksesibilitas perkotaan. faktor yang didapat kemudian dianalisis menggunakan analisis kategori metode sturges untuk mengukur tinggi rendahnya kekompakkan yang ada di masing-masing kecamatan, sehingga berdasarkan hasil analisis di dapat 2 wilayah Kecamatan yang sudah termasuk kategori compact yaitu Kecamamatan Kotamobagu Barat dan Kotamobagu Utara, sedangkan untuk kategori middle terdapat di Kecamatan Kotamobagu Timur dan kategori sprawl terdapat di Kecamatan Kotamobagu Selatan. Kata Kunci : kota kompak, perluasan kota, pembangunan berkelanjutan. As time goes by, it has created many problems, including Urban Sprawl. The increase in population living in the city of Kotamobagu every year will certainly increase the need for space to meet the needs of an increasingly diverse and increasing population. One solution to prevent the spread of urban sprawl is the compact city concept because this concept is one of the models of sustainable development. This research conducted a study in 4 sub-districts in Kotamobagu City using qualitative-quantitative research methods by direct observation, data collection through agencies and documentation. Data processing is divided into 3 forms editing, tabulating and mapping. Data analysis used quantitative statistical analysis and then variables were tested using multiple linear regression analysis using the stepwise method to obtain 2 independent variables that influence compact city implementation in Kotamobagu City, namely the builtup land factor and the urban accessibility index. The factors obtained were then analyzed using the Sturges method category analysis to measure the level of compactness in each sub-district, so that based on the results of the analysis it was found that 2 sub-districts were included in the compact category, namely West Kotamobagu and North Kotamobagu sub-districts, while for the middle category there were in East Kotamobagu District and the sprawl category is in South Kotamobagu District. Keywords : compact city, urban sprawl, sustainable development
Kajian Pusat Pelayanan Kesehatan Jiwa di Kota Makassar dengan Pendekatan Tema Healing Environment Jermias, Agatha Kirey; Rondonuwu, Dwight M; Tilaar, Sonny
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i1.57319

Abstract

AbstrakPusat pelayanan kesehatan jiwa adalah sebuah fasilitas yang melayani dan membantu untuk memulihkan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok untuk menjadi baik dan normal perasaan dan pemikirannya sehingga memungkinkan seorang individu untuk hidup harmonis dan produktif sebagai bagian dari masyarakat. Pentingnya kesehatan jiwa sudah mulai disadari oleh masyarakat Kota Makassar. Oleh karena itu, tujuan dari kajian Pusat Pelayanan Kesehatan Jiwa di Kota Makassar ini adalah untuk mendapatkan konsep yang tepat dalam merancang Pusat Pelayanan Kesehatan Jiwa yang mampu menerapkan prinsip-prinsip perancangan berbasis lingkungan penyembuhan di mana dalam implementasi desain terdapat interaksi antara indera manusia dengan alam sehingga membuat penggunanya merasa nyaman, diharapkan paradigma masyarakat mengenai gangguan jiwa dapat berubah dan masyarakat tidak segan lagi untuk memeriksakan kejiwaannya. Dalam proses perancangan objek ini menggunakan metode rasional atau metode perancangan yang melakukan analisis desain berdasarkan proses logis dan konsekuensi keputusannya dan dalam kajiannya melakukan studi komparasi yang dalam prosesnya melakukan pembandingan objek rancangan yang sudah ada dengan tipologi yang sama untuk mendapatkan data-data pendukung perancangan. Konsep yang diterapkan melalui pendekatan tema healing environment menghasilkan perancangan desain bangunan yang beradaptasi dengan alam, taman penyembuh, dan kebun untuk keperluan terapi dan rehabilitasi.Kata kunci: Pusat Pelayanan Kesehatan Jiwa; Kota Makassar; Healing Environment.AbstractA mental health service center is a facility that serves the mental health examination, treatment and counseling needs of a person or group to be able to live harmoniously and productively as part of society. The importance of mental health has begun to be realized by the people of Makassar City. Therefore, the aim of this study of the Mental Health Service Center in Makassar City is to obtain the right concept in designing a Mental Health Service Center which is able to apply design principles based on environmental healing where in the implementation of the design there is interaction between the human senses and nature so that making users feel comfortable, it is hoped that society's paradigm regarding mental disorders can change and people will no longer hesitate to have their mental health checked. In the process of designing this object, a rational method or design method is used which carries out design analysis based on the logistics process and the consequences of decisions and in the study carries out a comparative study which in the process compares existing design objects with the same typology to obtain design supporting data. The concept applied through the healing environment theme approach produces building designs that adapt to nature, healing gardens and gardens for therapy and rehabilitation purposes.Keyword: Mental Health; Makassar City; Healing Environment
PENGARUH KEGIATAN INDUSTRI TERHADAP KUALITAS PERMUKIMAN KOTA BITUNG Sakul, Fianna G.; Tilaar, Sonny; Rondonuwu, Dwight M.
MEDIA MATRASAIN Vol. 18 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v18i2.37069

Abstract

The development of an area can provide various kinds of influence on people's lives. Basically, the development of settlements in both urban and rural areas is to realize livable, safe, comfortable, peaceful and prosperous urban and rural conditions, but if the settlements are not properly facilitated or the settlement facilities are not functioning properly or if the settlements are located around industrial areas as well as economic and service centers, it can affect the quality of a settlement.. However, from the various positive influences obtained from industry, there are also negative influences such as the effect on the quality of settlements because in addition to producing various products and various manufactured objects, industrial activities can also produce air and noise pollution caused by industrial production equipment and tools. -Industrial transportation means entering and leaving the industry. Bitung City is one of the industrial cities in North Sulawesi Province which is divided into various types of industries, but most of them are located very close to residential areas which allow the residential area to receive various influences from all activities in the surrounding industry. The purpose of this study is to identify the condition of settlements in urban villages that are close to industry, and to analyze the influence of industrial activities on the quality of settlements in areas close to industry in Bitung City. The analytical method used is the path analysis method by taking data from a questionnaire. Then the results of the correlation test show that there is a relationship between industrial activities on the quality of settlements and the results of the regression test show that if there is an increase in the quality of industrial activities, it will affect the value of the quality of settlements positively.
SEKOLAH TINGGI MUSIK DI MANADO. Arsitektur Ekspresionis Aling, Faleri M.; Sangkertadi, Prof.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17286

Abstract

Musik merupakan salah satu hal yang banyak digemari atau disukai oleh masyarakat, baik dari anak-anak hingga yang sudah lanjut usia. Dari zaman dahulu hingga zaman sekarang yang semakin modern ini kebutuhan masyarakat dalam bermusik semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan musik yang ada di dunia terlebih di Indonesia. Selain menjadi hoby, musik juga sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat buktinya musik dapat membantu psikologi seseorang dan sekarang sudah digunakan dalam terapi-terapi kesehatan. Oleh karena itu zaman sekarang banyak masyarakat yang ingin mempelajari musik itu secara lebih dalam seperti pendidikan yang mengkhususkan pada musik. Namun pendidikan musik yang terdapat di Indonesia paling banyak hanya berupa tempat-tempat kursus dan untuk pendidikan tinggi musik masih sangatlah kurang.Manado merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yang menjadi salah satu kota tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk merantau dan menuntut ilmu. Masyarakat Manado juga banyak yang menyukai musik dan ingin melanjutkan pendidikan S1 musik. Namun di Manado sendiri pendidikan musik hanyalah berupa tempat-tempat kursus dan sekolah-sekolah formal seperti SD, SMP, SMA/SMK yang hanya mata pelajaran tambahan dalam pelajaran kesenian. Hal ini mengakibatkan banyak masyarakat yang gemar bermusik tidak melanjutkan pendidikanya atau memilih melanjutkan pendidikan musik di luar daerah. Melihat antusias masyarakat akan pendidikan musik maka perlu adanya perancangan Sekolah Tinggi Musik di Manado  yang mampu mewadahi,dan dapat melahirkan sarjana-sarjana musik yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia luar.Kehadiran Sekolah Tinggi Musik di Manado ini diharapkan bisa mewadahi sarana pendidikan tingkat tinggi bagi masyarakat kota manado maupun masyarakat yang berasal dari daerah lain. Perancangan Sekolah Tinggi Musik di Manado ini menggunakan penerapan tema “Arsitektur Ekspresionis”. Konsep utama perancangan ini adalah diterapkannya ekspresi yang dapat mencerminkan fungsi objek sebagai sekolah tinggi musik.Kata Kunci           : Sekolah Tinggi, Musik, Arsitektur Ekspresionis
PASAR AGRO DI MANADO. Arsitektur Organik Ndari, Putriana A.; Rondonuwu, Dwight M.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17471

Abstract

Ketersediaan fasilitas pasar di kota Manado baik dari segi fasilitas maupun arsitekturalnya  masih sangat kurang memenuhi standar.  Selain itu, wilayah di sekitar kota Manado memiliki hasil pertanian/perkebunan yang melimpah sehingga berbagai macam inovasi produk hasil olahan organik seperti makanan ringan/khas, kerajinan, bibit, pupuk, dsb. dipasarkan secara banyak sehingga dibutuhkan “Pasar Agro” yang berfungsi menyediakan hasil-hasil agro para petani serta olahan organiknya.  Tujuan dari perancangan ini ialah merancang Pasar Agro yang bersifat tradisional namun modern yang khusus menampung dan menyediakan hasil komoditas pertanian/perkebunan (agro) dengan pendekatan konsep “Arsitektur Organik”.  Metode  perancangan mengacu pada proses desain John Zeisel yang terdiri dari 2 fase yaitu fase 1 (menguraikan tahapan wawasan komprehensif) kemudian fase 2 (mengolah kumpulan-kumpulan data dari fase 1).  Berdasarkan analisis dihasilkan usulan-usulan konsep perancangan dengan menerapkan konsep “Arsitektur Organik” yang berupa gambar-gambar yaitu layout plan, site plan, denah, tampak massa, tampak tapak, potongan massa, potongan tapak, perspektif, dan detail struktur serta utilitas.Kata kunci : Pasar, agro, organik
RELOKASI KANTOR BUPATI KABUPATEN MINAHASA: Arsitektur Perilaku Kumaseh, Martalita M.; Tilaar, Sonny; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 14 No. 1 (2025): Daseng Volume 14 Nomor 1, Februari 2025
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v14i1.66164

Abstract

Kabupaten Minahasa merupakan salah satu Kabupaten yang terdapat di Provinsi Sulawesi Utara dengan Ibu Kota Kabupaten yaitu Kota Tondano dan memiliki luas wilayah kabupaten 1.025,85 km². Pada pertengahan 2024, jumlah penduduk Minahasa sebanyak 329.391 jiwa. Dengan Kantor Bupati yang terletak pada pusat kota Tondano yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Minahasa ini sehingga mengharuskan Kabupaten Minahasa memiliki Kantor Bupati yang menunjang serta sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku di Kabupaten tersebut. Dengan menunjang beberapa perturan dan standar yang berlaku diantaranya RTRW Kabupaten Minahasa dan Perbup Minahasa didapati bahwa letak Kantor Bupati Minahasa saat ini sudah tidak sesuai dengan RTRW Kabupaten Minahasa dimana menurut RTRW Kabupaten Minahasa kompleks perkantoran berlokasi di Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, sedangkan Lokasi Kantor Bupati Minahasa saat ini berada di Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, yang merupakan kompleks pertokoan menurut RTRW yang berlaku sehingga perlu dilakukan relokasi untuk Kantor Bupati Minahasa ini untuk membangun Kantor Bupati yang mewadahi dan menunjang aktivitas pemerintahan serta pelayanan masyarakat yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku dengan penggunaan tema Arsitektur Perilaku yang mengutamakan kenyamanan pengguna gedung untuk menunjang aktivitas yang akan dilakukan di dalamnya. Kata Kunci: Relokasi Kantor, Kabupaten Minahasa, Arsitektur Perilaku.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kota Tomohon Tahun 2003-2024 Masloman, Kayla; Tilaar, Sonny; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan sejak pemekarannya dari Kabupaten Minahasa pada tahun 2003 (UU No. 10 Tahun 2003). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Kota Tomohon dalam kurun waktu dua dekade, yaitu tahun 2003, 2013, dan 2024. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi secara masif menunjukkan adanya dinamika pembangunan wilayah yang cukup intens, khususnya pergeseran penggunaan lahan dari lahan perkebunan dan lahan hutan menjadi lahan terbangun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui analisis citra landsat menggunakan metode klasifikasi terbimbing dan teknik overlay peta penggunaan lahan, serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel-variabel seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, topografi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kebijakan pemerintah terhadap perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada lahan terbangun dan penurunan luas lahan perkebunan selama periode analisis. Faktor dominan yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah pertumbuhan penduduk dan kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan permukiman. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi perencana wilayah dan pengambil kebijakan untuk mengarahkan perubahan penggunaan lahan secara terencana dan berkelanjutan di Kota Tomohon.
Pola Persebaran Dan Keterjangkauan Fasilitas Kesehatan Di Kota Bitung Menggunakan Konsep Neighborhood unit Maukar, Amanda; Tilaar, Sonny; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan penduduk di Kota Bitung mengalami perubahan, peningkatan serta penurunan, sehingga penting untuk menjamin bahwa layanan kesehatan di yang tersedia Kota Bitung mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Hal ini mencakup aspek ketersediaan, kapasitas dan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spasial dan deskriptif kuantitatif. Metode spasial mencakup teknik analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) dan buffering dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pola sebaran dari fasilitas kesehatan serta jangkauan pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Bitung. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung kebutuhan fasilitas kesehatan yang ada hingga tahun 2044 dan untuk metode spasial digunakan untuk menjelaskan hasil dari analisis spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola persebaran fasilitas kesehatan di Kota Bitung adalah cenderung mengelompok (clustered). Untuk setiap kecamatan sudah memiliki layanan kesehatan walaupun tidak tersebar secara merata. Dalam hal keterjangkauan, Kecamatan Ranowulu, Lembeh Selatan dan Lembeh Utara adalah Kecamatn yang paling tidak terlayani oleh fasilitas kesehatan, sebaliknya Kecamatan Matuari, Girian, Maesa, Madidir dan Aertembaga adalah Kecamatan yang paling terlayani oleh fasilitas kesehatan.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kota Tomohon Tahun 2003-2024 Masloman, Kayla; Tilaar, Sonny; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan sejak pemekarannya dari Kabupaten Minahasa pada tahun 2003 (UU No. 10 Tahun 2003). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Kota Tomohon dalam kurun waktu dua dekade, yaitu tahun 2003, 2013, dan 2024. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi secara masif menunjukkan adanya dinamika pembangunan wilayah yang cukup intens, khususnya pergeseran penggunaan lahan dari lahan perkebunan dan lahan hutan menjadi lahan terbangun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui analisis citra landsat menggunakan metode klasifikasi terbimbing dan teknik overlay peta penggunaan lahan, serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel-variabel seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, topografi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kebijakan pemerintah terhadap perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada lahan terbangun dan penurunan luas lahan perkebunan selama periode analisis. Faktor dominan yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah pertumbuhan penduduk dan kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan permukiman. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi perencana wilayah dan pengambil kebijakan untuk mengarahkan perubahan penggunaan lahan secara terencana dan berkelanjutan di Kota Tomohon.
Pola Persebaran Dan Keterjangkauan Fasilitas Kesehatan Di Kota Bitung Menggunakan Konsep Neighborhood unit Maukar, Amanda; Tilaar, Sonny; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan penduduk di Kota Bitung mengalami perubahan, peningkatan serta penurunan, sehingga penting untuk menjamin bahwa layanan kesehatan di yang tersedia Kota Bitung mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Hal ini mencakup aspek ketersediaan, kapasitas dan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spasial dan deskriptif kuantitatif. Metode spasial mencakup teknik analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) dan buffering dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pola sebaran dari fasilitas kesehatan serta jangkauan pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Bitung. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung kebutuhan fasilitas kesehatan yang ada hingga tahun 2044 dan untuk metode spasial digunakan untuk menjelaskan hasil dari analisis spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola persebaran fasilitas kesehatan di Kota Bitung adalah cenderung mengelompok (clustered). Untuk setiap kecamatan sudah memiliki layanan kesehatan walaupun tidak tersebar secara merata. Dalam hal keterjangkauan, Kecamatan Ranowulu, Lembeh Selatan dan Lembeh Utara adalah Kecamatn yang paling tidak terlayani oleh fasilitas kesehatan, sebaliknya Kecamatan Matuari, Girian, Maesa, Madidir dan Aertembaga adalah Kecamatan yang paling terlayani oleh fasilitas kesehatan.
Co-Authors Alexander M. P. Dalawir Alfath S.N. Syaban Alfonsa Londar, Alfonsa Ali, Sadam Aling, Faleri M. Alvin J. Tinangon Amanda Sembel Andi A. M. Malik Andy A. Malik Apriska G Djalil, Apriska G Asmudrono, Rani Karenina Astrid Iske R. R. Rawung Christina Seredity Cyntha Tendean Dapas, Gisella A Djati, Theresia Silvana Samba Duwila, Nurul Mentari Dwight M Rondonuwu, Dwight M Dwight M. Rondonuwu Esli D Takumansang Fanataf, Patrisius A Fela Warouw Fella Warouw Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gobel, Ananda Van Gunawan Tamboeo, Gunawan Gunena, Andrey Roland Gunena, Cheintya Gwijangge, Lipen Hanny Poli Haurissa, Destela Hendriek H Karongkong Hendriek H. Karongkong Hendriek Karongkong, Hendriek Husin, Pratiwi Indriani, Reggi Ingerid L Moniaga, Ingerid L Ingerid Moniaga Jefrey I. Kindangen Jermias, Agatha Kirey Jikwa, Natalia Rossalia Johansz, Devid Abraham Josie Geraldy Meray, Josie Geraldy Judistia S. Makarau, Judistia S. Judy O Waani Judy O. Waani Kalimpung, Gloria J. Kartika R. Basarang, Kartika R. Katuuk, Rionald Jourdan Kumaseh, Martalita M. Kumolontang, Melita Lefrandt, Lucie I. R. Lestari, Nadira Astuti Linda Tondobala Lomban, Gracella Patricia Lucky Ridel Aruperes, Lucky Ridel Malik, Andy Anton Mangopa Manabung, Patrick I. I. Mareike Runtu Masloman, Kayla Maukar, Amanda Maychard M Pelambi, Maychard M Mentari Ngodu, Mentari Michael M Rengkung, Michael M Mirah, Edbert M Moh Yushar Fadhly, Moh Yushar Mokolensang, Falentino Muhammad Syahri Paputungan Ndari, Putriana A. Octavianus Hendrik Alexander Rogi Pangau, Christania M. Pangauw, Kindly Anugerah Imanuel Pangkey, Oksilina Papia J. C. Franklin Papia J.C. Franklin Peggy Egam Peter N. Y. P. Sumual, Peter N. Y. P. Pierre H Gosal, Pierre H Pierre H. Gosal Pinangkaan, Karfel Pontoh, Muh Reza Novian Prof. Sangkertadi Rachmat Prijadi Rachmatullah, Michael Raule, Reveena Djaenny Raymond Ch Tarore, Raymond Ch Raymond Ch. Tarore Rieneke L Sela, Rieneke L Rieneke L. E. Sela Rieneke L.E. Sela Rieneke Sela Riza S. E. Suot Romel R. Pandei Roosje J. Poluan Rumagit, Eliska S.G. Rungkat, Cindy F. Sakul, Fianna G. Sammy Piris Sangkertadi -, Sangkertadi Sarihi, Yan Rezki Satolom, Andre P. Sela, Rieneke Lusia Evani Sembel, Amanda S Sibula, Devid Silangen, Marcelino Gerry Sillia, Iskandar - Simaela, David Heryyanto Siregar, Frits Steven Lintong Surijadi Supardjo Surjadi Supardjo Suryadi Supardjo, Suryadi Suryono Suryono Susanto, Wahyu N. Syahrul, Syahril Tambajong, Gifly Jeremy Tambbotto, Syalom W. Tangkudung, Theogive Hosea Tarore, Raymond Tiara Putri Ananta Poli, Tiara Putri Ananta Tilaar, Natalia Tujuwale, David Hizkia Vicky H. Makarau Walandouw, Daniel Walandouw, Daniel Windy Mononimbar