Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

REPELLENSI DAN TOKSISITAS EKSTRAK DAUN Lantana camara L. TERHADAP HAMA PASCAPANEN Hendrival Hendrival; Syahrani Khairani Marpaung; Dwi Asti Purnama; Millenia Dzikra Az Zahra; Baidhawi Baidhawi; Khaidir Khaidir; Usnawiyah Usnawiyah
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6920

Abstract

Tribolium castaneum Herbst (Coleoptera: Tenebrionidae) dan Sitophilus oryzae L. (Coleoptera: Curculionidae) merupakan hama primer serealia di penyimpanan. Penelitian ini menguji aktivitas repellensi dan toksisitas ekstrak metanol daun Lantana camaraterhadap imago S. oryzae dan T. castaneum. Pengujian repellensi menggunakan metode pilihan pada kertas saring yang dipotong menjadi dua bagian yang sama. Potongan kertas saring bagian pertama diaplikasikan ekstrak daun sebanyak 500 μl, sedangkan yang kedua tanpa aplikasi ekstrak daun. Pengujian toksisitas menggunakan metode residu pada kertas saring. Larutan ekstrak daun diteteskan pada kertas saring secara merata dengan volume 1000 µl. Hasil peneltian menunjukkan bahwa ekstrak daun L. camara memiliki aktivitas repellensi dan mortalitas terhadap imago S. oryzae dan T. castaneum bersifat terpaut konsentrasi ekstrak. Ekstrak daun menyebabkan efek repellensi dan mortalitas lebih tinggi pada imago T. castaneum dibandingkan S. oryzae. Ekstrak daun L. camara menyebabkan repellensi pada imago T. castaneum berkisar antara 60–100%, sedangkan pada imago S. oryzae mencapai 53,33–93,33%. Ekstrak daun L. camara lebih banyak menyebabkan kematian pada imago T. castaneum daripada S. oryzae. 
The Effect of Botanical Fungicides on Anthracnose Disease in Chili Fruit (Capsicum annuum L.) Syamimi, Nur Kholilah; Hendrival, Hendrival; Khaidir, Khaidir; Hafifah, Hafifah; Usnawiyah, Usnawiyah
Journal of Tropical Horticulture Vol 5, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v5i1.76

Abstract

Research on the application of billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves extracts on anthracnose disease in chili plants. This research aims to determine the fungicidal activity of billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves extracts on the growth and development of anthracnose disease in chili plants. This research method includes the extraction of billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves, Potato Dextrose Agar (PDA) media preparation, Colletotrichum capsici fungal isolates breeding, and in vitro and in vivo testing. The research was conducted in the laboratory with three types of treatments arranged in a completely randomized design (CRD). The results of in vitro testing showed that billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves extracts were able to inhibit the growth of Colletotrichum capsici colonies ranging from 0.50-1.24 cm, 80.58-92.15% inhibitory capacity, 0.16x1060.22x106 spore density at 7 days after inoculation and testing. The results of in vivo testing showed that billygoat, lantana, and cogon grass leaves extracts were able to reduce disease severity between 12.50-16.00%, disease incidence ranging from 26.00-30.00%, and chili fruit weight loss of 28.97-32.92%. Billygoat weed, lantana, and cogon grass leaves extracts have the potential as a botanical fungicide in controlling anthracnose disease in chili plants.
The Effect of Three Scion Varieties and Grafting Techniques on the Success of Durian (Durio zibethinus) Seedling Grafting Maryamah, Maryamah; Ismadi, Ismadi; Rafli, Muhammad; Hafifah, Hafifah; Khaidir, Khaidir
Journal of Tropical Horticulture Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v4i1.72

Abstract

Durian (Durio zibethinus) is a Southeast Asian plant with a high nutritional content, delicious taste, and many good benefits. Durian has a high economic value with a wide and varied market range (traditional to modern markets). This shows that durian is a commodity with a lot of potential for development. The increase in production is inseparable from various problems in the cultivation aspect, especially in the provision of quality durian seeds. Durian plants are generally propagated vegetatively. Vegetative propagation of durian can be done by grafting. In durian grafting, various varieties are used as scion. These varieties have been known to have their respective advantages and markets. This research aims to determine the effect of three varieties of scion and grafting techniques on the success of durian grafting. The research used a factorial randomized block design (RBD) consisting of two factors, which are the scion varieties and grafting techniques. There are three varieties of scions, which are umpang duk (V1), monthong (V2) and bintan (V3). Meanwhile, the grafting technique consists of top grafting (T1) and side grafting (T2).
Effect of Scarification Position and Sulfuric Acid (H2so4) Concentration on Soursop Seed Viability (Annona muricata L.) Siregar, Eka Pratika Duri; Nazimah, Nazimah; Safrizal, Safrizal; Nilahayati, Nilahayati; Khaidir, Khaidir
Journal of Tropical Horticulture Vol 4, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33089/jthort.v4i1.69

Abstract

Soursop is an annual plant that is rich in nutrients. The problem in soursop cultivation is that soursop has a hard seed coat, which causes the seeds to be impermeable to gases and air, inhibiting germination. Soursop seed dormancy can be broken by scarification and sulfuric acid immersion. This research aims to determine the effect of scarification position and sulfuric acid concentration on the viability of soursop seeds. The research used a completely randomized factorial pattern (CRD), which consisted of two factors with three replications. The first factor was the scarification position consisting of S0 (without scarification), S1 (base scarification), S2 (tip scarification) and S3 (middle scarification). The second factor was the sulfuric acid concentration consisting of K0 (control), K1 (10%), K2 (20%), and K3 (30%). The results showed an interaction between the treatment of scarification position and the concentration of sulfuric acid (c) on germination capacity and growth speed parameters. The combination of S0K1 (without scarification and 10% sulfuric acid) increased soursop seeds' germination and growth speed.
Budidaya Hidroponik Tanaman Kangkung Dengan Sistem Nft (Nutrient Film Technique) Bagi Masyarakat Desa Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Zulkifli, Zulkifli; Rosnina, Rosnina; Khaidir, Khaidir; Martina, Martina; Riani, Riani
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2023
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v2i1.9166

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul Budidaya Hidroponik Tanaman Kangkung Dengan Sistem (Nft) Bagi Masyarakat Desa Lancang Garam Kecamatan Banda  Sakti Satu Kota Lhokseumawe bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertanian kontemporer khususnya metode hidroponik dengan sistem NFT. Metode kegiatan  yang digunakan adalah pemberdayaan masyakarat. Pengabdian dengan skema pembinaan desa lingkungan ini melalui sejumlah tahapan antara lain: survei tempat dan pengurusan perijinan kegiatan, menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan, memberikan  pengetahuan budidaya hidroponik dengan sistem (NFT), alat dan bahan budidaya hidroponik tanaman kangkung dengan sistem (NFT), cara menyemai bibit kangkung, dan cara untuk mengukur kadar kepekatan nutrisi AB-mix.  Serta melakukan praktik langsung cara kerja budidaya hidroponik dengan sistem (NFT). Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dengan sembilan indikator yaitu metode/penyampaian materi, pengetahuan sistem NFT, alat dan bahan budidaya, tahapan proses budidaya hidroponik, manfaat pengabdian, solusi yang ditawarkan, kualitas pengabdian, pelaporan akhir, dan rencana tindak lanjut dengan responden 30 orang peserta ditemukan bahwa 52% peserta sangat puas, 38% puas dan 10% cukup puas dengan pelaksanaan kegiatan. Berdasarkan hasil survei ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan berhasil dengan adanya kepuasan mitra dan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra tentang budidaya hidroponik tanaman kangkung dengan sistem (Nft). Pengabdian selanjutnya disarankan untuk lebih mengembangkan sistem hidroponik lainnya disertai pendampingan berkala untuk mengoptimalkan proses dan hasil budidaya hidroponik.
EVALUASI KETAHANAN BERAS LOKAL PROVINSI SUMATERA BARAT TERHADAP HAMA Sitophilus oryzae (L.) Annisa, Muhtia; Hendrival, Hendrival; Khaidir, Khaidir
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.4939

Abstract

Pemilihan beras yang tahan terhadap hama Sitophilus oryzae dapat dilakukan melalui pemanfaatan padi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan beras lokal Provinsi Sumatera Barat terhadap serangan hama S. oryzae. Percobaan dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Jenis beras dari padi lokal Provinsi Sumatera Barat antara lain Batang Piaman, Kuriak, Kuku Balam, Ampek Duo Pilihan, Banang Pulau, Batu Sangka, Gandah Kuniang, Geha, dan Bareh Solok. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga didapatkan 27 satuan percobaan. Evaluasi ketahanan beras menggunakan metode tanpa pilihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras dari padi lokal Provinsi Sumatera Barat memiliki tingkat kerentanan resisten dan moderat terhadap serangan hama S. oryzae. Beras Gandah Kuniang tergolong dalam kategori resisten, sedangkan Batu Sangka, Kuku Balam, Bareh Solok, Batang Piaman, Banang Pulau, Kuriak, Geha, dan Ampek Duo Pilihan tergolong dalam kategori moderat. Kerentanan beras dipengaruhi oleh jumlah F1 (r = 0,975**, P < 0,01) dan median waktu perkembangan S. oryzae (r = -0,969**, P < 0,01).
Sosialisasi Cemilan Biskuit Talas Dan Kacang Merah Untuk Pencegahan Stunting Di Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara Khaidir, Khaidir; N, Muhammad Yusuf; Sari, Dewi Kumalasari; Yusuf, Muhamad; Mayani, Nanda; Nura, Nura
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/83df0q41

Abstract

Cemilan adalah makanan dan minuman yang dipersiapkan atau dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempat-tempat umum yang langsung dikonsumsi tanpa pengolahan atau persiapan lebih lanjut (WHO, 2006). Jajanan sehat dan bergizi sangat penting dalam berperan memberikan asupan energi dan gizi bagi anak khususnya usia sekolah. Namun seiring perkembangan zaman semakin banyak bahan kimia yang dikembangkan dan digunakan sebagai bahan tambahan dalam jajanan dan makanan. Kasus keracunan Indonesia yang paling sering dilaporkan dari tahun 2004-2014 adalah keracunan akibat pangan jajanan dan keracunan akibat pangan olahan. Pada Tahun 2014, Badan Pengawas Obat dan Makanan melakukan pengujian terhadap pangan jajanan dan hasilnya adalah dari 13.536 sampel terdapat 11.871 (87,69%) sampel yang memenuhi syarat dan 1.665 (12,31%) sampel tidak memenuhi syarat (Rahayu, 2014). Pengabdian ini dilaksanakan pada hari Rabu 12 Juni 2024 di Kecamatan Sawang. Pengabdian ini dilaksanakan secara mandiri dan terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh pelaksana.
Kerentanan Relatif Beras terhadap Hama Kumbang Bubuk Gabah (Rhyzopertha dominica (F.)) : Susceptibility Relative of Rice to Lesser Grain Borer (Rhyzopertha dominica (F.)) Hendrival; Khaidir; Hafifah; Nazimah
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v11i1.1453

Abstract

The lesser grain borer, Rhyzopertha dominica (F.) (Coleoptera: Bostrichidae) is a primary pest that causes damage to stored cereals such as corn, grain, rice, wheat, sorghum, tubers, and starch-containing substrates and packaging made from wood. R. dominica not only cause losses in terms of quantity but also affect quality during the storage period through their feeding activities. The study aimed to determine the level of susceptibility to rice during storage to R. dominica. The research was conducted at the Laboratory of Plant Pest and Disease, Faculty of Agriculture, Malikussaleh University, Aceh which began from November 2019 to February 2020. The study was done in the form of laboratory experiments using a Completely Randomized Design (CRD) nonfactorial with a total treatment of 10 rice varieties. The results of variance analysis using the Duncan Multiple Range test showed that the susceptibility level of rice to R. dominica infestation was classified into moderate category. The highest percentage of weight loss was found in Mekongga varieties (1,95%) while the lowest in Inpari 30 (0,73%)
Analisis Data Spasial Berbasis Sistem Informasi Geografis untuk Optimalisasi Produktivitas Padi dan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Lahan Usnawiyah Usnawiyah; Khaidir Khaidir; Mira Humaira; Tengku Dhean
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 9 No. 2 (2025): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Oktober 2025
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/.v9i2.26014

Abstract

Produktivitas padi di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat. Kabupaten Aceh Utara, sebagai salah satu sentra produksi padi di Provinsi Aceh, menunjukkan variasi produktivitas antar wilayah yang mengindikasikan adanya ketidakefisienan dalam pemanfaatan sumber daya lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial produktivitas padi dan efisiensi penggunaan lahan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Aceh Utara. Analisis dilakukan menggunakan data sekunder yang mencakup produktivitas padi tingkat kecamatan, karakteristik lahan, topografi, curah hujan, serta citra satelit untuk analisis kondisi vegetasi, yang diolah melalui pemetaan tematik dan overlay spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi produktivitas padi dipengaruhi terutama oleh kondisi biofisik lahan, khususnya jenis tanah dan topografi, dimana wilayah dengan tanah aluvial dan topografi datar cenderung memiliki produktivitas dan efisiensi penggunaan lahan yang lebih tinggi. Pendekatan SIG memungkinkan identifikasi zona prioritas optimalisasi produktivitas padi secara spasial dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor lingkungan tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat produktivitas padi, dan analisis spasial melalui SIG dapat memberikan informasi yang lebih akurat untuk perencanaan pertanian yang lebih efisien.
Model Prediksi Produksi Pertanian Berbasis Machine Learning dan Data Lapangan Khaidir Khaidir; Fadhliani Fadhliani; Zurrahmi Wirda; Almuna Ramadhani
Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Vol. 9 No. 2 (2025): Sisfo: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi, Oktober 2025
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/.v9i2.26015

Abstract

Ketidakpastian produksi pertanian merupakan tantangan krusial yang memengaruhi ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi produksi pertanian berbasis machine learning menggunakan data lapangan yang komprehensif. Data dikumpulkan dari lahan pertanian di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara selama tiga musim tanam, mencakup parameter tanah, iklim mikro, praktik budidaya, dan hasil panen aktual, dengan total 432 observasi. Empat algoritma machine learning dibandingkan, yaitu Random Forest, Support Vector Regression, XGBoost, dan Artificial Neural Network. Hasil penelitian menunjukkan bahwa XGBoost memberikan performa terbaik dengan nilai R² sebesar 0,89 dan RMSE 0,52 ton/ha pada dataset pengujian. Validasi lapangan pada musim tanam berikutnya mengonfirmasi kemampuan generalisasi model dengan RMSE 0,61 ton/ha. Analisis interpretabilitas model mengidentifikasi dosis pupuk nitrogen, kandungan C-organik tanah, dan curah hujan sebagai faktor paling berpengaruh terhadap produksi, dengan hubungan non-linear yang menunjukkan ambang optimal curah hujan pada kisaran 1.800–2.200 mm per musim tanam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi machine learning dan data lapangan mampu menghasilkan prediksi produksi yang akurat dan relevan untuk mendukung pengambilan keputusan dalam sistem pertanian Indonesia.