Claim Missing Document
Check
Articles

The Implementation of the Marine Spatial Plan on the Identity and Rights of the Berakit Orang Suku Laut Community in Bintan Regency, Riau Islands Haria, Novi Gabriella; Humairah, Jasri Fanny; Iswahyudi; Arieta, Siti
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 12 No. 2 (2024): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22500/12202452966

Abstract

This study examine the efforts of the Bintan Regency government to relocate the Sea Nomad or Orang Suku Laut (OSL) community through the Marine Spatial Plan policy, focusing on the positive and negative impacts of this relocation on their rights and cultural identity. Employing a qualitative approach, the research investigates the implementation and impacts of the Marine Spatial Plan using data collected through in-depth interviews, observations and documentations. Findings reveal that the government strategies often rely on persuasive approaches, leveraging the proximity of the OSL’s traditional marine territory to Panglong village. By 2011, resettlement initiatives encompassed 60 families, accompanied by disciplinary administrative measures like record-keeping of ID registration and residence requirement of 5-10 years in Panglong village for housing eligibility. These measures, however, have significantly erroded the cultural identity of the OSL, distancing young generation from their maritime attachment. While the government policy seeks to assimilate the OSL to Malay communities, it poses a threat to the preservation of their authentic marine culture and contradict their right to self-determination as an indigenous people. The study underscores the importance of involving the OSL in Marine Spatial Planning, highlighting their traditional knowledge as a critical resource for achieving inclusive and sustainable development.
Stigma Masyarakat Terhadap Perempuan Berstatus Cerai Hidup di Kota Tanjungpinang Suryana, Agi; Arieta, Siti; Wahyuni, Sri
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Maret (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.435 KB) | DOI: 10.57248/jishum.v1i3.121

Abstract

The phenomenon of women with divorced status is common in Indonesia. The high divorce rate in Tanjungpinang City has an impact on the number of women who have divorced status. Women with divorced status are still attached to a number of stigmas. The strongest stigma is that women with divorced status are considered to be able to behave negatively and are followed by jokes that cover up this status, such as women who are weak and cannot be single parents, fail to take care of the household and have the potential to commit deviant behavior. This research was conducted to find out the stigma against women with divorced status. The theory used in this research is the stigma theory. There were twelve informants in this study, namely women with divorced status, families and the community of Tanjungpinang city. This type of research is qualitative and the selection of informants uses a purposive sampling technique with several predetermined criteria. The results of this study indicate that there is a social stigma against women with divorced status living in Tanjungpinang City. Stigma caused by actions that have the potential to deviate from the status of divorced women. Community stigma is inseparable from censorship and community interaction. The causes of the emergence of stigma are patriarchal culture in society, level of education, age and gender and social conditions
KEDAI KOPI SEBAGAI RUANG SOSIAL BUDAYA: STUDI TENTANG TRADISI MENGOPI DI KEDAI KOPI AMENG Amalia, Eva; Syafruddin Rais; Arieta, Siti
JURNAL MENATA Vol. 4 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Puslitabmas Batam Tourism Polytecnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmt.v4i1.395

Abstract

 Keunikan kopi Indonesia yang telah menyebar ke seluruh dunia secara global dan tumbuh menjadi budaya perilaku dan gaya hidup. Kajian fenomenologi ini bertujuan untuk mengelaborasi kopi secara khusus dalam budaya Melayu. Wilayah Kepulauan Riau tidak mengalami penjajahan Inggris secara historis, sehingga tidak mengenal budaya waktu minum teh. Sebaliknya, masyarakat Melayu mengenal kopi untuk dikonsumsi karena memiliki efek memberikan semangat bekerja akibat kandungan kafein di dalamnya. Kopi juga menjadi pelengkap yang enak karena mudah disajikan, hanya perlu diseduh dengan air panas dan cocok dipadukan dengan aneka cemilan. Perilaku sosial laki-laki Melayu yang suka duduk bersama sambil menunggu melaut memberikan peluang bisnis bagi para pedagang, orang Tionghoa, yang selama ini selalu hidup berdampingan dengan orang Melayu di Kepulauan Riau. Maka dari yang awalnya hanya kumpulan orang di pinggir laut, munculah kedai kopi tiam kopi. ‘Kedai Kopi Ameng” adalah salah satu kedai kopi terkenal dengan merek kopi lokalnya bernama Kopi Ameng yang kini memiliki cabang di Batam mengikuti sejarah legenda berdirinya Kopi Ameng di Belakang Padang selama bertahun-tahun. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk mempertemukan berbagai usia, latar belakang suku, agama, dan profesi, tetapi juga menjadi ikon kopi Melayu dan representasi interaksi sosial budaya masyarakat Melayu
Kontrol Sosial Pondok Pesantren Al- Hijrah Bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Tanjungpinang Apriyanto; Arieta, Siti
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Masyarakat Maritim
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v2i2.1695

Abstract

Dari sekian banyak masalah yang di hadapi salah satunya adalah mereka narapidana yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Tanjungpinang .Dari beberapa pembinaan yang diberikan kepada warga binaan pemasyarakatan, salah satu program pembinaan tersebut adalah pembelajaran dibidang agama islam. Fokus penelitian ini adalahbagaimana upaya pondok Pesantren Al-Hijrah sebagai agen kontrol sosial bagi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Tanjungpinang. Untuk mengetahui upaya pondok pesantren Al-hijrah sebagai agen kontrol sosial bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Tanjungpinang dapat dianalisis dengan konsep teori Roucek yang meliputi konsep pengendalian secara institusional, pengendalian secara lisan dan simbolis, serta pemberian reward dan punishment. Adapun hasil adalah upaya kontrol sosial yang dilakukan pondok pesantren Al-Hijrah melalui pengendalian secara institusional terhadap narapidana. Selanjutnya kita dapat melihat upaya kontrol sosial secara lisan dan simbolis. Dan yang terakhir adalah upaya kontrol sosial melalui upaya pemberian reward and punishment kepada para anggota santri. Tujuan diberikan reward adalah agar dapat memotivasi para santri untuk melakukan kegiatan belajar
Potensi Pengembangan Ekowisata Mangrove Di Tanjung Siambang Humairah, Jasri Fanny; Arieta, Siti; Syahdila, Darama
Jurnal Empirika Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Master Program in Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sriwijay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/je.v7i2.129

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melihat seberapa besar potensi ekowisata mengrove yang dapat di impelementasikan di Tanjung Siambang, Kelurahan Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, serta transfer knowledge kepada masayarakat sekitar tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan potensi ekosistem mangrove dikawasan Tanjung Siambang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik social mapping dan wawancara. Pengumpulan data primer dilakukan dalam proses wawancara dengan mengajukan pertanyaan berupa indikator yang dapat menjawab pertanyaan dari topik penelitian. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah potensi ekowisata mangrove di Tanjung Siambang sangat besar. Namun, perlu peningkatan dari fasilitas wisata, kemampuan komunikasi asing masyarakat sekitar dan pengalokasian kegiatan yang dilaksanakan di Kota Tanjungpinang ke Kawasan Pantai Tanjung Siambang.
Peran POKMASWAS dalam Menjaga Habitat Penyu di Pulau Pinang, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan Fera Mardiani; Nur Asri; Siti Arieta
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 4 No. 3 (2025): September: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jhpis.v4i3.5583

Abstract

The role of Pokmaswas in protecting turtle habitats on Pinang Island, Tambelan District, Bintan Regency, is the subject of this study. Indonesia has many marine species, one of which is the turtle habitat. In Indonesia, turtle habitats must be protected in accordance with applicable regulations. There is a sea turtle habitat that must be protected, located in Pulau Pinang Village in Tambelan District, Bintan Regency, which is an area rich in natural resources, including the presence of sea turtle habitats that are one of its ecological attractions. This research was conducted using a qualitative approach involving observation and interviews. The research shows that Pokmaswas ensures the preservation of sea turtle habitats through conservation, education, and monitoring. The success of Pokmaswas is influenced by public awareness, government support, and collaboration among stakeholders. To preserve the sea turtle habitat on Pulau Pinang, this study recommends increasing conservation efforts and public awareness. Community Monitoring Groups (Pokmaswas). plays an important role in protecting turtle habitats on Pinang Island, Tambelan District, Bintan Regency. Through monitoring, which plays a role in protecting turtle habitats on Pinang Island, it is very important in preserving the sea and marine habitats, including turtle habitats that are threatened with extinction. Endangered species face various threats from both natural factors and human intervention. Pokmaswas plays an active role in monitoring and conservation by involving local communities in turtle egg and habitat protection activities. Through environmental education and awareness programs, communities are encouraged to participate in efforts to mitigate threats, such as hunting and habitat destruction.
Studi Deskriptif Destinasi Wisata Berkelanjutan (Manajemen Rekayasa Panel Surya di Resort Pulau Bawah , Kabupaten Kepulauan Anambas) Amalia, Eva; Putera, Dimas Akmarul; Lawi, Ansarullah; Arieta, Siti
Jurnal Manajemen Rekayasa dan Inovasi Bisnis Vol. 2 No. 2 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62375/jmrib.v2i2.289

Abstract

Bawah Reserve berhasil memperkenalkan energi terbarukan ke pulau terpencil ini dengan menginstal panel surya di hotel. Dengan komitmen terhadap keberlanjutan, hotel ini dirancang secara cermat dengan pendekatan 'dampak minimal'. Selain itu, Bawah Reserve berdedikasi untuk pelestarian dan konservasi kedua ekosistem daratan dan laut, sambil aktif memberdayakan komunitas pulau setempat.Struktur panel surya terapung adalah cara brilian untuk mengeksploitasi kekuatan matahari di tempat-tempat yang langka tanahnya seperti pulau dan kota pesisir yang padat, memungkinkan energi surya yang hampir tak terbatas diproduksi. Dengan menyediakan akses ke energi bersih dan terbarukan ini, panel surya fotovoltaik mengurangi ketergantungan mereka pada sumber energi konvensional yang mencemari dan seringkali mahal. Bawah Reserve bangga menjadi perintis integrasi teknologi mutakhir dengan pelestarian ekologis dalam industri perhotelan. Panel energi surya mengapung dengan anggun di laguna, memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik ramah lingkungan. Dengan mengurangi jejak karbon resor dan melindungi lingkungan alam, panel-panel ini tidak hanya memberikan naungan tetapi juga berkontribusi dalam mengatur suhu air dan melindungi kehidupan akuatik.
Analisis Tindakan Sosial Max Weber Dalam Menentukan Partisipasi Pokmaswas Pada Masyarakat Pesisir Di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan Rambe, Rukiyah Yunita; Christina Rotua Silitonga; Siti Arieta
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7053

Abstract

POKMASWAS adalah singkatan dari Kelompok Masyarakat Pengawas yang terbentuk atas inisiatif masyarakat sendiri yang mayoritas anggotanya adalah berprofesi sebagai nelayan di Desa Pulau Pinang. Masyarakat di desa ini termasuk ke dalam masyarakat pesisir karena wilayah mereka dekat sekali dengan laut, luas lahan Desa Pulau Pinang lebih kecil dibandingkan luas lautnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi yang dikumpulkan oleh peneliti selama magang bersama POKMASWAS pada bulan Juli – Agustus 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja sebab-sebab yang mendasari tindakan individu untuk berpatisipasi dan yang enggan berpatisipasi di Kelompok Masyarakat Pengawas dengan menggunakan teori tindakan sosial yang dikembangkan oleh Max Weber
PROSES PEMBENTUKAN KONFORMITAS DALAM PENDAMPINGAN ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM DI KOTA TANJUNGPINANG Herdany, Venny; Arieta, Siti; Suryaningsih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Conformity is the behavior or actions of individuals in adjusting the positive norms and values applied in society. One of the crimes committed by children is theft. Children involved in criminal activity basically lack self-control. Children in conflict with the law are children aged 12 to 18 years who are in conflict with the law. Children who are paroled are returned to their parents and reintegrated into society. The Tanjung Unggat area is one of the places where children who commit crimes live. Children who receive prison sentences and have received parole will be returned to their parents and return to the community. So that the return of children dealing with the law experiences readjustment to the environment. Robert K. Merton defines conformity as the adjustment of individuals in heeding to society, with conformity through normative, agreement, obedience, cohesiveness and informational means.This research uses a descriptive type qualitative approach. The results of the research on the process of obedience of children accustomed to doing 5-time prayers because when they are in prison if they do not pray they will get a witness through this pressure the child becomes obedient. Children also make agreements by obeying the rules of limiting night out. Through the process of choosing to.
Exploring Class Struggles in Marine Conservation: The Live Reef Fish Trade in Natuna and the Anambas Islands Indonesia Arieta, Siti
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 002 (2024): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.5415

Abstract

This study discusses the important context related to class struggle in the context of Live Reef Fish Food Trade (LRFFT) in Natuna Regency and Anambas Islands. This area, known as a supplier of live reef fish, faces a dilemma between marine conservation policies and local economic sustainability. With the global backdrop of marine conservation targets, such as the '30 × 30' set by UNEP-WCMC in 2021, it is important to understand the dynamics of class struggle in achieving these goals. Although marine conservation is considered a solution to overcome overfishing and reduce endangered species, resistance from local communities indicates the complexity of implementing conservation policies. This study aims to fill the gap in knowledge related to the dimensions of class struggle in the context of marine conservation, focusing on LRFFT in Natuna and Anambas. Through a sociological theoretical framework, this study seeks to understand the dialectical relationship between agents (local communities and fishermen groups) and structures (conservation policies) and their impacts on the success or failure of policies. By detailing the geographical context, existing conservation policies, and challenges faced by local communities, this study hopes to provide further insights to help design more inclusive and sustainable marine conservation policies in the future. 
Co-Authors Abdul Roni Aditya Surya Dinata Agastia Dianfortuna Ayudya Ali Azid Aneta Annisa Valentina Annissa Valentina Apriyanto Atika Rokhim Audina, Dea Bambang Suhito Bonita Silalahi Casiavera Christina Rotua Silitonga Delsy Arya Putri Delsy Arya Putri Desi Kristiani manurung Dimas Akmarul Putera Diof Hafiz Eka Putri Lestari Emmy Solina Endang Simanjuntak Eva Amalia Eva Amalia Evan Augustin Fera Mardiani Ferik Juanda Fitri, Nurisa Habib Syahputra Haria, Novi Gabriella Herdany, Venny Heri Syahputra Lingga Humairah, Jasri Fanny Irma Dela Larasita Iswahyudi Kurmalasari, Tety Lawi, Ansarullah Lela Nur Shahida, Lela Nur Shahida Manurung Maria Stefany Glorya Marisa Elsera Maulani, Santi Maya Rifqi Nasution Meilanny Budiarti Muhammad Apriansyah Daulay Muhammad Fadli Nabila Zhikri Ramadanti Nanik Rahmawati niko, Nikodemos Nikodemus Niko, Nikodemus Nur Asri Nurapitasari Nurapitasari Pangestoeti, Wahyu Pransisca, Shelvia Putri Agustina Rafles Simanjuntak Rahma Syafitri Rahma Syafitri Rahmawati, Nanik Rambe, Rukiyah Yunita Ranti Miranda Uliarta Manalu Riana Septiani Hairi Rupita, Rupita Sachi Emelin Carissa Sadam, Sadam Said Muhammad Khairul Nizam Sapitri, Asti Agus Shania Desvianty Silviani, Try Sofiyan Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suryana, Agi Suryaninggsih suryaningsih Suryaningsih Suryaningsih Syafitri, Rahma Syafruddin Rais, Syafruddin Syahdila, Darama Syarifah Ema Rahmaniah Tambunan, Friska Flisilia Taufik Hidayat Taufiqqurrachman Taufiqqurrachman Taufiqurrachman Taufiqurrachman Teguh Setiandika Igiasi Tri Samnuzulsari Vistin Gulo Yusnidar Agusti