Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : BHAKTI JIVANA

SHARING SESSION : PENGETAHUAN SERTA PEMANFAATAN BIOSAKA SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI DI DESA WAIMITAL, KECAMATAN KAIRATU, KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT, MALUKU Mainassy, Meillisa Carlen; Maulida Isna Latifah; Shabrina Shalsabiela Azhar; Febriyanti1; Putu Ayu Sri Astuti Suka; Olivia Fresley Rumyaan2; Syaila Rizky Amanda; Apricilda Olivia Latusallo2; Nurani Hasanela2
Komunikasi Vol 2 No 1 (2025): Volume 2 No 1 April 2025
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v2i1.31

Abstract

Pemanfaatan biosaka sebagai insektisida alami di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Dengan latar belakang ketergantungan petani pada pestisida sintetik yang berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan, biosaka muncul sebagai alternatif yang ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan pada tanggal 5 November 2024 ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang pembuatan dan penggunaan biosaka. Melalui sesi berbagi pengetahuan atau sharing seasson, petani diberikan informasi tentang cara membuat biosaka dari bahan alami, serta manfaatnya dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa petani, seperti Pak Sukirman dan Pak Bashori, telah memperkenalkan dan menerapkan biosaka dalam usaha pertanian mereka. Mereka melaporkan bahwa penggunaan biosaka tidak hanya efektif -=dalam mengatasi hama tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan petani dan mahasiswa, tetapi juga mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Diharapkan, sosialisasi lebih lanjut mengenai biosaka dapat menjangkau lebih banyak petani, memperluas manfaatnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara ramah lingkungan.
Aplikasi Kultur Jaringan dalam Pemeliharaan Bibit Rumput Laut Kappaphycus alvarezii di Laboratorium BPBL Ambon Mainassy, Meillisa Carlen; Asinado Hutabalian1; Madellayne Glosallya Ririmasse; Meylany Songjanan
Komunikasi Vol 2 No 2 (2025): Volume 2 No 2 Agustus 2025
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v2i2.40

Abstract

This community service activity aimed to apply tissue culture techniques for developing high-quality seedlings of Kappaphycus alvarezii (Cotoni seaweed) at the Marine Aquaculture Center (BPBL) Laboratory in Ambon. The methods involved the preparation of solid and liquid PES-based media, sterilization of tools and materials, and maintenance of micropropagules and plantlets under aseptic conditions. Observations focused on media quality, plantlet growth, and subculture frequency. Results showed that P2.5NW1PW1T and SM FITO media supported optimal plantlet development with low mortality rates, while media with high hormone concentrations induced plantlet death. The findings emphasize the importance of media formulation and water quality monitoring in tissue culture success. This program demonstrated a practical contribution to the sustainable cultivation technology of seaweed aquaculture.