Articles
Pelatihan Pengolahan Limbah Rumah Tangga Menjadi Eco Enzim
Theresyam Kabanga;
Afra Andre Pasanda;
Perdy Karuru
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.5114
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Sarira Kecamatan Makale Utara. Kegiatan pengabdian ini berdasarkan atas hasil observasi dan wawancara awal bahwa masih banyak terdapat limbah rumah tangga yang masih kurang dimanfaatkan masyarakat dengan baik, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tata cara pengolahan limbah rumah tangga yang baik. Metode yang digunakan yaitu metode partisipatif dimana masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan pelatihan dengan mengumpulkan limbah rumah tangga seperti potongan buah dan sayur yang difermentasi selama satu minggu. Tahapan kegiatan pelatihan yaitu persiapan dan pelaksanaan. Langkah-langkah pembuatan eco enzim yaitu: 1) Ukur volume wadah, 2) Masukkan air bersih sebanyak 60% dari volume wadah, 3) Masukkan gula sesuai takaran yaitu 10% dari berat air, 4) Masukkan potongan sisa buah dan sayur sebesar 30% dari berat air, lalu aduk rata, dan 5) Tutup rapat dan beri label tanggal pembuatan dan tanggal panen. Kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik atas dukungan pemerintah dan masyarakat. Adapun hasil dari kegiatan pelatihan ini yaitu dapat mengedukasi masyarakat masalah pengolahan limbah rumah tangga dan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi eco enzim. Masyarakat tidak lagi membuang limbah rumah tangga begitu saja namun diolah menjadi eco enzim dan dimanfaatkan sebagai filter udara, herbisida dan pestisida alami untuk tanaman.
Development of Listening and Speaking Textbook for General Communication Based on Laboratory Language Operating Software
Roni La'biran;
Melki Garoga;
Perdy Karuru;
Eka Apriani
Journal of English Education and Teaching Vol. 7 No. 2 (2023): Journal of English Education and Teaching
Publisher : UNIB Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33369/jeet.7.2.235-252
This study aims to produce the development of a listening and speaking textbook for general communication based on laboratory language operating software viewed from the validation result of expert materials, expert design, media expert and students’ need This study uses, ADDIE consists of analysis, design, development, implementation and evaluation. Data collection and analysis techniques used in this research and development are data generated through interviews, observation, documentation, through informant and questionaries involving respondents analyzed descriptive qualitative. Findings of the development of English language teaching materials audio – based visuals can improve students’ language skills at a very good level. This evidenced by knowing the result of preliminary pre-test students of English department at UKI Toraja before the development of the textbook of listening and speaking for general communication with score 75,04 is enough level. After teaching materials development based on language laboratory operation software, the value of language skill of English department at UKI Toraja increased with the score 88,28 was at very good level and the average percentage of the survey results on student satisfaction in using the book development shows 80.35%. Teaching listening and speaking for general and communication based on laboratory language operating software can provide convince in teaching and learning process, thus impacting the effectiveness of learning. Thus, audio-visual materials based on audio- visual can be considered for lecturers in delivery the subject metter to make it more interesting and fun.
PKM DIGITALISASI BAHAN AJAR BAGI BKR DI KAMPUNG KB BALA BATU
Rigel Sampelolo;
Perdy Karuru;
Theresyam Kabanga
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35906/resona.v7i1.1430
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diusulkan berikut ini bermitra dengan Kampung KB Balabatu, Kecamatan Buntao, Rantepao, Toraja Utara sebagai Mitra sasaran masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi. Tujuan Pelaksanaan  program PKM ini yaitu untuk menyelesaikan rangkaian permasalahan pedagogis dan teknologi pada Mitra Sasaran terkait penyediaan bahan atau Materi ajar berbasis Website. Permasalahan yang menjadi fokus pada PKM ini berangkat dari temuan pada studi pendahuluan yang dilakukan pada awal tahun 2021. Adapun permasalahan yang dimaksud antara lain: (a) belum tersedianya materi ajar Digital yang berorientasi pada Mitra Sasaran. Solusi yang akan ditawarkan dalam rangka pemecahan permasalahan mitra melalui PKM ini antara lain: (a) Pelatihan digitalisasi Bahan ajar bagi Kelompok BKR. Metode Pelaksanaan dari program PKM ini antara lain: (a) sosialisasi pengenalan gaya belajar dan desain materi Ajar berbasis websie (b) pelatihan yang meliputi kegiatan: (1) Pelatihan digitalisasi bahan ajar (c) Pendampingan meliputi (1) desain materi ajar berbasis Digital, serta (d) Evaluasi Keterlaksanan Program. Adapun hasil dari PKM ini yaitu Tersedianya Bahan ajar bagi BKR di Kampung KB Bala Batu  Abstract. The following proposed Pengabdian Kepada Masyrakat (PKM) will partner with Balabatu KB Village, Buntao District, Rantepao, North Toraja as Partners targeting economically unproductive communities. The purpose of implementing this PKM program is to solve a series of pedagogical and technological problems in Target Partners related to the provision of Website-based teaching materials or materials. The focus issues of this PKM depart from the findings in a preliminary study conducted in early 2021. The issues include (a) the unavailability of Digital teaching materials oriented toward Target Partners. The solutions to solve partners' problems through this PKM include: (a) Training on digitizing teaching materials for the BKR Group. The implementation method of this PKM program includes: (a) socialization of the introduction of learning styles and the design of web-based teaching materials that are oriented towards student learning styles; (b) training which includes the following activities: (1) Training on digitizing teaching materials (c) Assistance includes (1) Digital-based material design, and (d) Program Implementation Evaluation. The result of this PKM is the provision of teaching materials for BKR in Kampung KB Bala Batu.
PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA SMP DI DAERAH TERPENCIL KABUPATEN TORAJA UTARA
Silka Silka;
Perdy Karuru
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/.v5i2.4119
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengelolaan laboratorium IPA SMP daerah terpencil yang terdiri dari empat indikator yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakandi SMPN 1 Baruppu, SMP Negeri 2 Baruppu Satap,SMPN 1 Rantebua, SMPN 2 Rantebua, SMP Negeri 1 Buntu Pepasan dan SMP Negeri 2 Buntu Pepasan. Hasil penelitian menunjukkan 1) Perencanaan pengelolaan laboratorium IPA SMP belum dilakukan secara efektif hal ini ditandai dengan tidak adanya penyusunan pengadaan dan perbaikan alat atau bahan praktikum, dan penyusunan jadwal pratikum 2) Pengorganisasian pengelolaan Laboratorium IPA SMP juga belum dilakukan secara efektif yang meliputi struktur pengelola laboratorium IPA belum ada secara lengkap 3) Pelaksanaan pengelolaan laboratorium IPA SMP belum dilakukan secara efektif hal ini dikarenakan sekolah tidak memiliki laboran IPA sehingga penyedian dan pengembalian alat dan bahan praktikum dilakukan oleh siswa dan guru 4) Pengawasan pengelolaan Laboratorium IPA SMP masih belum dilakukan secara teratur hanya pada waktu tertentu oleh penanggung jawab utama melalui kunjungan apabila ada kesempatan tertentu. Grafik pengelolaan laboratorium IPA SMP diperoleh persentase rata-rata untuk perencanaan, pengorganisasian,pelaksanaan dan pengawasan yaitu 42,75 %, hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan laboratorium IPA secara keseluruhan belum dilaksanakan secara efektif.
Pendampingan Belajar IPA Fisika Berbasis Game Edukatif Melalui Kegiatan Kampung Belajar Lembang Rantedada
Bergita Gela M Saka;
Alexander Pakiding;
Perdy Karuru;
Enos Lolang;
Silka Silka;
Jumiarti Andi Lolo
Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 2 (2023): Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan
Publisher : Universitas PGRI Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kegiatan ini merupakan kegiatan desa binaan berupa pendampingan belajar IPA Fisika berbasis game edukatif melalui kegiatan kampung belajar di Lembang Rantedada. Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Lembang Rantedada ini dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa Sekolah Dasar terhadap IPA Fisika serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan praktis siswa. Hasil Pengabdian masyarakat ini yang berupa pendampingan belajar siswa terdapat peningkatan minat dan motivasi siswa yang dapat dilihat dari hasil belajar melalui game edukatif. Pengembangan keterampilan berpikir kritis dan praktids siswa dapat dilihat dari kegiatan eksperimen sederhana yang dilakukan.
ANALYSIS OF SCHOOL PRINCIPALS' STRATEGIC LEADERSHIP STRATEGIES IN THE ERA OF EDUCATIONAL DIGITAL TRANSFORMATION
Evi Gusliana;
Perdy Karuru;
Hendrajaya Hendrajaya;
Bashori Bashori;
Made Ayu Anggreni
Jurnal Scientia Vol. 12 No. 04 (2023): Education, Sosial science and Planning technique, 2023, Edition September-Nov
Publisher : Sean Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58471/scientia.v12i04.1953
The purpose of this study is to learn more about school principals' transformational leadership approaches to the digitization of education. Which aims to provide an overview of the principal's transformational leadership strategy as well as his role in empowering and utilizing digital technology in the learning process so that later students will have competencies developed through digitalization. Research is conducted using a descriptive-qualitative approach. Data sources included people, locations, and field-gathered documents. The study's findings indicate that in order for school principals to exercise transformational leadership in the field of education, they must possess the following abilities: The principal's transformational leadership strategy in influencing digitalization involves providing opportunities to develop teacher professionalism in digitalization and encouraging school change in general. Leadership plays a significant part in promoting and enhancing school quality, and it is the duty of school principals to grow their institutions through coaching and school digitalization to foster positive teamwork. School principals who increase their competence in the field of digitalization are able to make schools receive awards for their achievements in digital form, make children happier learners because it can make the learning process easier, and have positive values in the work environment, get work motivation, and have positive interpersonal relationships with digitalization. other schools, as well as having digitalization skills to develop their talents and having support from the leadership at the school.
The Heritage of Toraja Cultural Values in the Academic Context of a Higher Education in Toraja
Oktavianus Pasoloran;
Markus Deli Girik Allo;
Perdy Karuru;
Theresyam Kabanga';
Daud Kaluring
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5009
The purpose of this study is to investigate how the implementation of the inheritance of Tongkonan Values in the academic context of UKI Toraja. This research uses a qualitative approach using a case study method that focuses on a university, namely the Indonesian Christian University of Toraja. The informants in this study were elements of the Toraja Church Synod Workers Board, Makale Christian College Foundation Board, University Management and UKI Toraja academic community, and Toraja community leaders. This research data was obtained through observation instruments and interviews. The data analysis technique used is thematic analysis through coding of interview transcripts or observation note. This study confirms that as a vibrant centre for social and intellectual activities, UKI Toraja is a vital hub for fostering community bonds, and as a community development centre, it plays a crucial role in driving positive change and contributing to the overall advancement of the Torajan community, exemplifying a holistic approach to societal well-being that preserves traditions while embracing progressive change.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA KELAS IV SD DI KABUPATEN TANA TORAJA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATEMATIKA
Perdy Karuru
AgroSainT Vol 1 No 4 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v1i4.367
Soal cerita matematika merupakan bentuk soal yang permasalahannya dijabarkan dalam bentuk soal cerita dan dalam penyelesaiannya diperlukan suatu keterampilan untuk memahami masalah yang terdapat di dalamnya. Permasalahan yang diangkat dalam suatu soal cerita pada umunya adalah permasalahan yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menyelidiki kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika yang meliputi menuliskan aspek yang diketahui dan ditanyakan, menuliskan model matematika, menyelesaikan model matematika, dan menarik kesimpulan dari hasil penyelesaian model matematika. Dengan menggunakan tes sebanyak 25 butir soal yang diberikan kepada 100 orang siswa kelas IV SD di Kabupaten Tana Toraja, diketahui bahwa kemampuan siswa menuliskan aspek yang diketahui dan titanyakan tergolong tinggi dengan skor rata-rata 83, kemampuan siswa menuliskan model matematika dikategorikan sedang dengan skor rata-rata 76,5, kemampuan siswa menyelesaikan model matematika dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata 84,3, dan kemampuan siswa dalam menarik kesimpulan dari hasil penyelesaian model matematika tergolong sangat rendah dengan skor rata-rata 52. Secara umum kemampuan siswa kelas IV SD di Kabupaten Tana Toraja dalam menyelesaikan soal cerita matematika dapat dikategorikan sedang dengan skor rata-rata 77,67. Hal ini terlihat dari 100 siswa yang mengikuti tes hanya 40 orang atau 40% siswa yang kemampuannya tergolong tinggi dan sangat tinggi dalam menyelesaikan soal cerita matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP KATOLIK RANTEPAO DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL OPERASI BILANGAN BULAT
Perdy Karuru
AgroSainT Vol 5 No 3 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Kristen Indonesia Toraja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47178/agro.v5i3.677
Matematika merupakan salah satu bidang studi yang ditakuti oleh siswa pada setiap jenjang pendidikan termasuk materi bilangan bulat di SMP. Atas dasar itu peneliti terdorong melakukan penyelidikan di SMP Katolik Rantepao (SMP Swasta pavorit di Kabupaten Toraja Utara) untuk mengetahui tentang tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal operasi bilangan bulat. Bilangan bulat sangat penting dikuasai oleh siapapun khususnya para siswa karena bilangan bulat memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari misalnya untuk mengukur suhu, dalam dunia keuangan, pada saat uang ditransfer kedalam rekening bank pastilah dalam bentuk bilangan positif dan negatif, bukan berupa lembaran atau koin, dan masih banyak lagi masalah-masalah sehari-hari yang dapat dinyatakan dengan menggunakan konsep bilangan bulat khususnya operasi bilangan bulat. Atas dasar tersebut, maka yang menjadi fokus permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana tingkat kemampuan siswa kelas VII SMP Katolik Rantepao dalam menyelesaikan soal-soal operasi bilangan bulat. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP Katolik Rantepao sebanyak 109 orang, sedangkan sampel sebanyak 30 orang yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data hasil penelitian yaitu tes hasil belajar berbentuk essey atau uraian dengan jumlah 5 butir soal dimana setiap butir soal terdiri atas dua bagian. Tes diberikan kepada siswa untuk dikerjakan dan selanjutnya hasil pekerjaan siswa diperiksa, diberi skor dan dianalisis cara kerja siswa terhadap soal-soal operasi bilangan bulat. Skor atau nilai yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif berupa skor rata-rata, skor terendah, skor tertinggi, dan persentase. Skor yang diperoleh kemudian dikonversikan kedalam nilai pengkategorian untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal operasi bilangan bulat. Hasil analisis data ditemukan bahwa; (1) siswa kelas VII SMP Katolik Rantepao masih kesulitan dalam menjawab soal-soal operasi bilangan bulat. Kesulitan ini terlihat dari ketidakmampuan siswa mengoperasikan perkalian dan pembagian tanda suatu bilangan, dan (2) kemampuan siswa kelas VII SMP Katolik Rantepao dalam menyelesaikan soal-soal operasi bilangan bulat tergolong sangat rendah dengan skor rata 45,00.
Budaya Ma’kombong Solusi Mendobrak Kesejahteraan Rumah Tangga
Perdy Karuru;
Yulianti Para’pak;
Theresyam Kabanga’;
David Ananta Somba;
Mega Ba’ka
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jb.v4i2.4883
Kegiatan PKM ini dilakukan di Lembang Rantedada, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, pada bulan Juli sampai bulan September 2022. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga melalui budaya ma’kombongan. Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan penanaman holtikultura (sawi, kangkung dan cabe rawit). Kegiatan diawali dengan pelatihan budiaya holtikultura kepada beberapa rumah tangga melalui bimbingan langsung oleh tenaga penyuluh pertanian. Rumah tangga ini dibentuk ke dalam kelompok yang disebut dengan ma’kombong. Kemudian dilanjutkan dengan bimbingan dan pendampingan penanaman holtikultura. Dalam kegiatan penanaman ini menggunakan pupuk kandang yang ada di sekitar masyarakat seperti kotoran ternak yang layak digunakan. Melalui kegiatan ini masyarakat khususnya setiap rumah tangga dapat meningkatkan kesejahteraannya dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan budidaya holtikultura.