Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Journal Of Agritech Science (JASc)

KANDUNGAN PH, TOTAL ASAM TERTITRASI, PADATAN TERLARUT DAN VITAMIN C PADA BEBERAPA KOMODITAS HORTIKULTURA (pH Content, Total Acidified Acid, Dissolved Solids and Vitamin C in Some Horticultural Commodities) Ika Okhtora Angelia
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 1 No 2 (2017): Journal of Agritech Science (JASc) - November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v1i2.133

Abstract

Buah dan sayuran merupakan sumber komoditas hortikultura yang potensial dan banyakmengandung nutrisi terutama vitamin sehingga sangat baik jika dikonsumsi setiap haridan mudah didapat, murah dan murah serta sumber vitamin dan mineral. Selain menjadisumber vitamin, buah-buahan juga mengandung mineral, serat dan pada jenis buahtertentu juga menghasilkan cukup banyak energi. Berdasarkan hasil penelitian diperolehrata-rata pH dari masing-masing sampel adalah pepaya 6.1247, wortel 8.0715, tomat4.6425, nanas 4.7557. Berdasarkan hasil penelitian, masing-masing sampelmenunjukkan total padatan terlarut terlarut, padatan terlarut dalam pepaya 2223, wortel2.9325, tomat 3.125 dan nanas 9.52. Berdasarkan hasil penelitian nilai kandunganvitamin C pada setiap sampel adalah pepaya 9.0728, wortel 23.4915, tomat 17.8015,dan nanas 14.379. Perbedaan hasil untuk masing-masing sampel dapat dipengaruhi oleh:perbedaan jumlah asam organik pada setiap sayuran dan buah
UJI KARAKTERISTIK KOPI NON KAFEIN DARI BIJI PEPAYA DENGAN VARIASI LAMA PENYINARAN Ika Okhtora Angelia
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 2 No 1 (2018): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v2i1.174

Abstract

Minuman kopi biasanya berasal dari biji kopi pilihan yang memiliki kandungan antioksidan lebih besar dibandingkan teh hitam. Selain kandungan antioksidan, minuman dari biji kopi mengandung sumber kafein yang sangat tinggi. Pembuatan kopi dari bahan dasar biji pepaya diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat tentang kandungan kafein pada biji kopi, sehingga masyarakat bisa mengetahui yang mana proses penyangraian kopi biji pepaya yang berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi lama penyangraian terbaik terhadap karakteristik mutu kopi biji pepaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang paling disukai antara semua perlakuan adalah perlakuan A3 (lama penyangraian 80 menit). Adapun hasil analisa sifat kimia kopi bubuk biji pepaya pada perlakuan A1 yaitu; kadar air 4,11%, kadar abu 8,75%, total mikroba 135,33 koloni/gram, dan total padatan tidak larut air 35,39%. Untuk perlakuan A2 yaitu; kadar air 2,86%, kadar abu 8,15%, total mikroba 94 koloni/gram, dan total padatan tidak larut air 17,96%. Perlakuan A3 yaitu; kadar air 2,39%, kadar abu 7,41%, total mikroba 1,33 koloni/gram, dan total padatan tidak larut air 8,25%. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, rata-rata kandungan gizi kopi bubuk biji pepaya pada perlakuan yang disukai adalah kadar air 2,39%, kadar abu 7,41%, kadar total padatan tidak larut air 8,25%, dan total mikroba 1,33 koloni/gram. Kadar air, abu dan total mikroba sudah memenuhi syarat mutu kopi sangrai berdasarkan SNI tetapi kadar total padatan tidak larut air tidak memenuhi syarat mutu kopi sangrai berdasarkan SNI.
Karakteristik Dangke Kombinasi Susu Jagung Dan Susu UHT (Ultra High Temperature) Arif Murtaqi Akhmad Mutsyahidan; Ika Okhtora Angelia; Febrianti E. Kadir
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 2 No 1 (2018): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v2i1.176

Abstract

Susu jagung manis memiliki kelebihan sebagai susuyang rendah kolesterol, serta cocok untuk penderita diabetes. Susu jagung dapat pula diolah menjadi dangke dengan penambahan susu UHT (Ultra High Temperature). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik susu jagung manis dan susu UHT dalam pembuatan dangke. Pengujian yang digunakan meliputi uji hedonik, uji kadar air, uji kadar abu, kadar lemak, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan penerimaan panelis untuk perlakuan terbaik adalah S2 (susu jagung 500 mL dan susu UHT 500 mL) dengan nilai rata-rata tingkat kesukaan yaitu 3,8. Adapun hasil analisis kimia pada dangke pada beberapa kombinasi susu jagung dan susu UHT perlakuan S1 yaitu kadar air 72,98%, kadar abu 3,20%, kadar lemak 0,57%, pH 6,82%. Untuk perlakuan S2 yaitu kadar air 69,32%, kadar abu 1,67%, kadar lemak 0,17%, pH 6,99. Untuk perlakuan S3 yaitu kadar air 73,45%, kadar abu 2,16%, kadar lemak 1,23%, pH 7,25%.
Variasi Konsentrasi Solven pada Proses Ekstraksi Antosianin dari Ubi Jalar Ungu Ika Okhtora Angelia
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 3 No 1 (2019): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v3i1.331

Abstract

Ubi jalar ungu merupakan salah satu komoditas yang harganya murah dan mudah ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. Selain sebagai sumber makanan pokok, ubi jalar ungu juga merupakan salah satu sumber zat warna merah (antosianin) yang bisa dijadikan sebagai bahan pewarna alami makanan. Antosianin merupakan zat pewarna alami yang tergolong ke dalam benzopiran yang tidak menimbulkan kerusakan pada bahan makanan dan bukan merupakan zat yang beracun bagi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi solven terbaik pada proses ekstraksi antosianin pada ubi jalar ungu sebagai pewarna alami makanan dan sebagai salah satu upaya memperkenalkan kepada masyarakat khususnya masyarakat Gorontalo tentang penggunaan bahan pewarna alami makanan agar layak dikonsumsi. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode rancangan acak lengkap (RAL). Tahap-tahap dalam penelitian ini diantaranya dengan melakukan studi pustaka, pengumpulan data, dan analisis. Teknik pengujian yang digunakan adalah uji kadar antosianin, uji pH dan uji warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis kimia pada ekstraksi antosianin ubi jalar ungu dengan beberapa konsentrasi solven pada perlakuan A1 yaitu kadar antosianin 126.69 mg/100 g, pH 4.59, uji warna 353.88o. Untuk perlakuan A2 yaitu kadar antosianin 78.71 mg/100 g, pH 4.72, uji warna 330.25o. Untuk perlakuan A3 yaitu kadar antosianin 68.80 mg/100 g, pH 4.86, uji warna 315.87o.
PENGGUNAAN METODE CAWAN TUANG TERHADAP UJI MIKROBA PADA TEPUNG KELAPA Ika Okhtora Angelia
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 4 No 1 (2020): Journal of Agritech Science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.51 KB) | DOI: 10.30869/jasc.v4i1.571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari metode terbaik dalam menguji kandungan mikroba yang terdapat pada tepung kelapa. Metode Cawan Tuang (Pour Plate) merupakan teknik lain yang dapat digunakan untuk mendapatkan koloni murni mikrooganisme. Kelemahan metode ini adalah membutuhkan waktu dan bahan yang lama dan banyak, akan tetapi tidak memerlukan keterampilan tinggi. Biarkan campuran diencerkan dengan menggunakan medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan. Adapun prinsip pengujian deteksi yaitu: Pembuatan media serta Isolasi dan identifikasi hasil. Dalam metode ini bakteri yang di uji adalah bakteri TPC (Total Plate Count) dengan menggunakan Obat PCA (Plate Count Agar) yang memberikan hasil berwarna kuning jika sudah terbentuk menjadi media agar sedangkan Enterobacteriaceae dan Coliform menggunakan Obat VRBA (Violet Red Bile Agar) dengan hasil akhir berwarna merah jika sudah terbentuk menjadi media agar.
Karakteristik Mutu Abon Ikan Cakalang Dengan Variasi Penambahan Santan Kelapa Dali, Melanti; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Angelia, Ika Okhtora
Journal Of Agritech Science (JASc) Vol 7 No 01 (2023): Jurnal of agritech science (JASc) - Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jasc.v7i01.1183

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variasi santan kelapa pada pembuatan abon ikan cakalang. Penelitian ini menggunakan pengujian organoleptik, kadar air, dan kadar abu. Hasil pengujian organoleptik dan kadar air yang terbaik ditunjukkan pada sampel A3. Hasil pengujian kadar abu yang tertinggi ditunjukkan pada sampel A2