Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIVITAS DOSIS PUPUK ORGANIK DAN EKSTRAKSI KULIT BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa) Fajri, Khairul Nur; Sunar, Sunar; Tuti, Harlina Kusuma
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i1.4595

Abstract

Pertanian organik merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dengan bahan pangan yang bebas dari bahan kimia. Kebutuhan nutrisi tersebut salah satunya dapat dipenuhi dengan sawi pakcoy (Brassica rapa). Sawi pakcoy (Brassica rapa) merupakan sayur yang kaya akan vitamin dan mineral. Budidaya pakcoy secara organik dapat dilakukan dengan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC kulit bawang merah dengan metode ekstraksi secara aerob dan anaerob terhadap kandungan hara tanah dan pertumbuhan tanaman pakcoy. Pembuatan POC pada penelitian ini menggunakan metode maserasi aerob dan anaerob. Perlakuan yang digunakan pada tanaman sawi pakcoy adalah POC aerob 250 ml dan 500ml, serta POC anaerob 250 ml dan 500 ml dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Hasil penelitian berupa pemberian POC yang paling berpengaruh untuk tinggi tanaman adalah POC anaerob 500 ml dengan tinggi 19,88 cm, jumlah daun terbanyak dengan aplikasi POC anaerob dan POC anaerob 500 ml dengan jumlah 8,2 helai, dan lebar daun tertinggi pada perlakuan POC anaerob 500 ml dengan lebar 89,6 cm2. Antar perlakuan tidak berbeda nyata, selain itu tidak terdapat perbedaan nyata dari kandungan POC hasil ekstraksi metode aerob dan anaerob.
KAJIAN LITERATUR: POTENSI ASAP CAIR SEBAGAI INSEKTISIDA ALAMI UNTUK PENGENDALIAN HAMA TANAMAN Sari, Yulia Padma; Tuti, Harlina Kusuma; Nindhiani, Faridawati Junjung
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 1 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i1.4283

Abstract

Asap cair memiliki potensi besar sebagai insektisida alami karena mengandung berbagai senyawa aktif seperti fenol, asam organik, dan senyawa karbonil yang bersifat toksik bagi serangga hama. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menyebutkan bahwa asap cair yang berasal dari beberapa bahan seperti tandan kosong kelapa sawit, tempurung kelapa, sekam padi, serta limbah kayu karet terbukti dapat menyebabkan terganggunya perkembangan hingga menyebabkan kematian serangga hama.
Potensi Insektisida Nabati untuk Pengendalian Callosobruchus chinensis L. Tuti, Harlina Kusuma; Sari, Yulia Patma; Batubara, Junianto S
JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA Vol 8 No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jptt.v8i3.3519

Abstract

Callosobruchus chinensis L. (Coleoptera: Bruchidae) is a major storage pest of legumes that reduces seed quality, germination capacity, and causes yield losses of up to 30–50% during storage. Control strategies have generally relied on synthetic chemical insecticides, which may lead to resistance, hazardous residues, and adverse impacts on health and the environment. Therefore, botanical insecticides are considered a safer and more sustainable alternative. This review article was prepared through a systematic literature study by searching scientific publications from Google Scholar and Google Books using the keywords “botanical insecticide,” “plant extract,” “essential oil,” “pulse beetle,” and Callosobruchus chinensis. The findings indicate that several plants such as Neem (Azadirachta indica), Black Pepper (Piper nigrum), Custard Apple (Annona squamosa), Sweet Flag (Acorus calamus), Tuba Root (Derris elliptica), and Mexican Sunflower (Tithonia diversifolia) show great potential as botanical insecticides. Their active compounds, including azadirachtin, piperine, annonacin, β-asarone, rotenone, as well as alkaloids and flavonoids, act through multiple mechanisms, such as contact poison, stomach poison, antifeedant, repellent, and sterilant agents, effectively suppressing pest populations. The advantages of botanical insecticides include biodegradability, environmental safety, and the availability of abundant local resources, although limitations remain in terms of residual activity and consistency of effectiveness. Thus, botanical insecticides have the potential to be developed as an important component of environmentally friendly and sustainable Integrated Pest Management (IPM) strategies to protect stored commodities from losses caused by storage pests.
Potensi Insektisida Nabati untuk Pengendalian Callosobruchus chinensis L. Tuti, Harlina Kusuma; Sari, Yulia Patma; Batubara, Junianto S
JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jptt.v8i3.3519

Abstract

Callosobruchus chinensis L. (Coleoptera: Bruchidae) is a major storage pest of legumes that reduces seed quality, germination capacity, and causes yield losses of up to 30–50% during storage. Control strategies have generally relied on synthetic chemical insecticides, which may lead to resistance, hazardous residues, and adverse impacts on health and the environment. Therefore, botanical insecticides are considered a safer and more sustainable alternative. This review article was prepared through a systematic literature study by searching scientific publications from Google Scholar and Google Books using the keywords “botanical insecticide,” “plant extract,” “essential oil,” “pulse beetle,” and Callosobruchus chinensis. The findings indicate that several plants such as Neem (Azadirachta indica), Black Pepper (Piper nigrum), Custard Apple (Annona squamosa), Sweet Flag (Acorus calamus), Tuba Root (Derris elliptica), and Mexican Sunflower (Tithonia diversifolia) show great potential as botanical insecticides. Their active compounds, including azadirachtin, piperine, annonacin, β-asarone, rotenone, as well as alkaloids and flavonoids, act through multiple mechanisms, such as contact poison, stomach poison, antifeedant, repellent, and sterilant agents, effectively suppressing pest populations. The advantages of botanical insecticides include biodegradability, environmental safety, and the availability of abundant local resources, although limitations remain in terms of residual activity and consistency of effectiveness. Thus, botanical insecticides have the potential to be developed as an important component of environmentally friendly and sustainable Integrated Pest Management (IPM) strategies to protect stored commodities from losses caused by storage pests.
The Activity of Averrhoa bilimbi, Annona squamosa, and Tithonia diversifolia Extracts on Mortality and Growth Inhibition of Crocidolomia pavonana (Lepidoptera: Crambidae) Larvae Kusuma Tuti, Harlina; Sri Ratna, Endang; Dadang
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.773 KB) | DOI: 10.29244/jhi.10.1.46-54

Abstract

Crocidolomia pavonana (F.) (Lepidoptera: Crambidae) merupakan salah satu hama penting yang dapat menurunkan produksi tanaman kubis-kubisan. Petani umumnya mengendalikan serangan hama ini dengan menggunakan insektisida sintetik. Namun, penggunaan insektisida sintetik yang terus-menerus dan berlebihan dapat menyebabkan dampak negatif pada serangga dan lingkungan seperti terjadinya resistensi dan resurjensi hama serta residu pada produk pertanian. Salah satu strategi alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan insektisida sintetik adalah dengan memanfaatkan insektisida nabati. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun Averrhoa bilimbi, biji Annona squamosa, dan bunga Tithonia diversifolia terhadap mortalitas dan penghambatan pertumbuhan larva C. pavonana. Aktivitas mortalitas diuji dengan ekstrak tunggal dan campuran menggunakan metode residu pada daun. Aktivitas penghambatan pertumbuhan larva C. pavonana juga diuji dengan metode residu pada daun. Ekstrak A. squamosa pada konsentrasi 0.015% dapat mematikan larva C. pavonana sebesar 100% pada pengamatan 72 jam setelah perlakuan (JSP). Sementara itu, ekstrak T. diversifolia pada konsentrasi 5% mampu mematikan 88% larva pada pengamatan 144 JSP. Ekstrak campuran T. diversifolia dan A. squamosa pada rasio 1:1, 1:2, dan 2:1 (w/w) memberikan aktivitas mortalitas rendah. Ketiga ekstrak ini menunjukkan aktivitas penghambatan pertumbuhan terhadap larva C. pavonana. Kata kunci: Ekstrak campuran, hama kubis, insektisida nabati, toksisitas
PERBEDAAN KERAPATAN MANGSA TERHADAP PERILAKU DAN KEMAMPUAN PEMANGSAAN Sycanus annulicornis Dohrn. (Hemiptera: Reduviidae) Batubara, Junianto S.; Nasution, Riska Romaito; Pani, Mario; Tuti, Harlina Kusuma
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6843

Abstract

ABSTRAK Pengendalian hayati merupakan alternatif yang efektif untuk mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida sintetis, seperti resistensi hama, resurgensi, munculnya hama sekunder, pencemaran lingkungan, residu pada produk pertanian, dan risiko terhadap kesehatan manusia. Salah satu agen pengendalian hayati yang potensial adalah Sycanus annulicornis (Hemiptera: Reduviidae), predator polifagus yang mampu memangsa berbagai jenis hama defoliator. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari lama pencarian dan penanganan mangsa oleh S. annulicornis terhadap Spodoptera frugiperda, serta menganalisis kemampuan pemangsaan predator ini pada kerapatan mangsa yang berbeda. Metode yang digunakan melibatkan pengamatan terhadap perilaku pemangsaan S. annulicornis pada kerapatan mangsa 5, 10, dan 15 ekor S. frugiperda. Parameter yang diamati meliputi waktu pencarian mangsa pertama dan kedua, waktu penanganan mangsa, serta jumlah mangsa yang dimangsa setelah 1, 3, dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan mangsa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan predasi S. annulicornis. Semakin tinggi kerapatan mangsa, semakin cepat waktu pencarian dan semakin tinggi jumlah mangsa yang dimangsa. Pada kerapatan 5 dan 15 ekor, waktu pencarian mangsa pertama masing-masing adalah 7 dan 3 menit, fenomena serupa juga terjadi pada pencarian mangsa kedua.
Article Review: Pemanfaatan Insektisida Nabati untuk Pengendalian Wereng Batang Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) Tuti, Harlina Kusuma; Sari, Yulia Padma; Batubara, Junianto S
JURNAL PROTEKSI TANAMAN TROPIKA Vol. 7 No. 3 (2024): Oktober2024
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jptt.v7i3.2911

Abstract

Botanical pesticides are pesticides derived from natural plant products that contain bioactive compounds such as secondary compounds. This compound can function as an inhibitor of development, reduces fertility, inhibits appetite (anti-feedant), repellent, attractant, has a direct effect as a poison and prevent and reduce put down the egg. Botanical insecticides are insecticides produced from plant extracts, which are obtained from various parts of plants such as flowers, fruit, seeds, leaves, stems and roots, which contain secondary metabolite compounds. Secondary metabolite compounds produced by plants include essential oils, alkaloids, phenols, flavonoids, tannins, triterpenoids, steroids and saponins. Several lying plants that produce secondary metabolite compounds are good alternatives as a source of raw materials for vegetable insecticides because they are easy to obtain and do not require fertile soil to grow, including: Tinospora crispa (L.) Miers., Azadirachta indica (A.) Juss., Swietenia mahagoni and Annona squamosa.
EDUKASI PARTISIPATIF PENGENDALIAN HAMA TIKUS DI LAHAN PERSAWAHAN KECAMATAN TAMBAN CATUR KABUPATEN KAPUAS KALIMANTAN TENGAH Tuti, Harlina Kusuma; Sepe, Muslimin; Romadhan, Panji; Rido, Muhammad; Putripertiwi, Dwija; Regina, Nur inayah Alfi
BAKIRA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): BAKIRA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/bakira.2025.6.2.204-213

Abstract

Rice is a major staple food in Indonesia that often faces serious challenges from rice field rats (Rattus argentiventer), which can cause yield losses of up to 20–25%, and in severe cases, lead to crop failure. This community service program aimed to enhance farmers’ capacity in controlling rice field rats through a participatory education approach in Sido Mulyo Village, Tamban Catur Subdistrict, Kapuas Regency, Central Kalimantan. The program was conducted on August 19–20, 2024, using training, mentoring, and counseling methods involving farmers actively from planning to evaluation stages. The materials covered identification of rat species, symptoms of infestation at various rice growth stages, and environmentally friendly control techniques such as mass hunting, Trap Barrier System (TBS) installation, utilization of natural predators, and habitat sanitation. The results showed improved farmers’ knowledge and skills in mapping rat burrows, recognizing infestation symptoms, and implementing integrated and simultaneous control measures. The participatory approach also fostered awareness of the importance of collective action among farmers to ensure sustainable rice production. This program is expected to serve as a model for sustainable rat control in other rice-producing areas.
Pemberdayaan Petani melalui Pelatihan Pembuatan Trichoderma sp. sebagai Solusi Pengendalian Penyakit Tanaman di Kecamatan Astambul Aidawati, Noor; Liestiany, Elly; Aphrodyanti, Lyswiana; Sepe, Muslimin; Abbas, Saipul; Tuti, Harlina Kusuma; Safitri, Gizza Anellia; Thahir, Nurhikmah Khairiyah
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1ykz6h82

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan petani di Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, melalui pelatihan pembuatan Trichoderma sp. sebagai agen hayati pengendali penyakit tanaman. Ketergantungan petani terhadap pestisida kimia masih tinggi akibat terbatasnya pemahaman tentang alternatif pengendalian hayati. Pelatihan yang dilaksanakan pada 9 Oktober 2025 di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Astambul melibatkan 20 petani padi dengan pendekatan partisipatif dan metode praktik langsung. Kegiatan mencakup penyuluhan tentang hama dan penyakit tanaman padi serta demonstrasi pembuatan inokulum Trichoderma sp. menggunakan bahan lokal yang mudah diperoleh.Pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman petani mengenai mekanisme kerja Trichoderma sp. dan keterampilan teknis dalam memproduksi inokulum secara mandiri. Meskipun penerapan langsung di lahan belum dilakukan, hasil diskusi menunjukkan bahwa petani mulai memahami potensi penggunaan Trichoderma sp. untuk mengurangi frekuensi penyemprotan pestisida kimia sebanyak 1–2 kali per musim tanam. Selain itu, berdasarkan referensi ilmiah, penggunaan Trichoderma sp. secara konsisten berpeluang meningkatkan kesehatan perakaran dan produktivitas tanaman padi hingga 10–20%. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, Balai Penyuluhan Pertanian, dan kelompok tani sebagai langkah awal menuju penerapan biokontrol yang berkelanjutan. Untuk menjaga keberlanjutan program, diperlukan pendampingan teknis lanjutan, ketersediaan isolat berkualitas, serta pengembangan unit produksi inokulum di tingkat kelompok tani. Kegiatan ini menunjukkan potensi besar sebagai model pemberdayaan petani menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Empowering Farmers through Training on the Production of Trichoderma sp. as a Solution for Plant Disease Control in Astambul District Abstract This community service program aimed to empower farmers in Astambul District, Banjar Regency, through training on the production of Trichoderma sp. as a biological agent for plant disease control. Farmers in the region remain highly dependent on chemical pesticides due to limited knowledge of alternative biological control methods. The training, conducted on 9 October 2025 at the Agricultural Extension Center of Astambul District, involved 20 rice farmers using a participatory approach and hands-on learning methods. The activities included a lecture on major pests and diseases of rice plants and a demonstration of Trichoderma sp. inoculum production using easily accessible local materials.The program successfully improved farmers’ understanding of the mode of action of Trichoderma sp. and enhanced their technical skills in producing inoculum independently. Although field application has not yet been carried out, discussions with participants indicated that farmers now recognize the potential of Trichoderma sp. to reduce the frequency of chemical pesticide applications by 1–2 times per planting season. In addition, scientific references indicate that the consistent use of Trichoderma sp. may improve root health and increase rice crop productivity by 10–20%. The program also strengthened collaboration among universities, the Agricultural Extension Center, and farmer groups as an initial step toward sustainable biocontrol implementation. To ensure long-term sustainability, continued technical assistance, access to high-quality isolates, and the development of inoculum production units at the farmer-group level are required. Overall, this program demonstrates strong potential as a model for empowering farmers and promoting environmentally friendly and sustainable agriculture.