Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KAJIAN MANAJEMAN PEMELIHARAAN GEDUNG (BUILDING MAINTENANCE) DI UNIVERSITAS LAMPUNG Usman, Kristianto; Winandi, Restita
Rekayasa : Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol 13, No 2 (2009): Edisi Agustus Tahun 2009
Publisher : UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pemeliharaan komponen bangunan diperlukan untuk kelancaran dan kenyamanankegiatan perkuliahan di kampus. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemeliharaan gedung diUniversitas lampung melalui mekanisme manajemen pemeliharaan yaitu : tinjauan kondisieksisting mengenai program pemeliharaan dari pihak universitas, mengevaluasi kondisikerusakan komponen struktur, arsitektur dan utilitas dengan klasifikasi berdasarkan kerusakanringan, sedang dan berat yang dilengkapi dengan membuat program kerja pemeliharaan dalamkurun waktu lima tahun dengan alokasi biaya dan jadwal perbaikan kerusakan komponen.Penelitian ini difokuskan pada tahap pasca konstruksi yang dilakukan melalui suvey gedung diUniversitas Lampung, yaitu gedung Teknologi Hasil Pertanian dan Fisika (MIPA). Hasilpenelitian ini adalah mengetahui mekanisme kerja program pemeliharaan komponen bangunan diUniversitas Lampung, besarnya volume kerusakan komponen bangunan yang diklasifikasikandalam kerusakan ringan, sedang dan berat yang kemudian dibuat suatu Rencana Anggaran Biayapemeliharaan apabila dilakukan perbaikan. Dari anggaran pemeliharaan tersebut, didapatprosentase nilai pemeliharaan untuk kerusakan ringan sebesar 47,17%, kerusakan sedang sebesar50,54% dan kerusakan berat sebesar 2,28% pada gedung THP, sedangkan pada gedung Fisikaprosentase nilai kerusakan ringan sebesar 66,57%, kerusakan sedang sebesar 33,42% dan tidakada komponen yang mengalami kerusakan berat. Kemudian dirancang program kerjapemeliharaan komponen jangka panjang yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu lima tahunkedepan, yaitu untuk kerusakan ringan dan sedang dilakukan masing - masing selama dua tahunsedangkan kerusakan berat selama satu tahun.
Analysis Characteristics of Passenger in Election of Executive Ship Transportation Mode (Cases Study: Bakau Heni-Merak Port) Atika Ulima Zhafira; Rahayu Sulistyorini; Kristianto Usman
Journal of Engineering and Scientific Research Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Lampung Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, Indonesia 35141

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (834.738 KB) | DOI: 10.23960/jesr.v4i1.96

Abstract

Ferry is one of the strategic water transportations, but Ferry is often not considered important in its development, so research are needed to examine the effect of passenger characteristics on executive ferry transportation. Mode selection is one of the models used in transportation planning, this is due to the key role of public transportation in an effort to improve services from transportation modes. This study was conducted to determine the characteristics and factors that influence passengers in choosing modes. The analysis of the mode selection model in this study uses logistic regression analysis with the help of the SPSS program. The results in the study explain that the factors that influence the choice of mode for executive ferry passengers are Income Level Variables (X5), Transportation to Port Variables (X7) and Ship Schedule Considerations Variables (X10). Results Based on statistical tests, the following logistic regression was obtained: Y = 0.049 + 1.593 X5 + 1.017 X7 + 0.0834 X10
Selection of the Use of Formwork in the Holiday Inn Bukit Randu Hotel Project Using the Fuzzy AHP Method Sc. Elan Lida Fajarviani; Kristianto Usman; Anita Lestari Condro Winarsih
AVIA Vol. 4, No. 2 (December 2022)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47355/avia.v4i2.74

Abstract

Along with the development of the construction world, formwork has also progressed from being assembled on site to being assembled first at the factory. In Indonesia, many types of formwork have been used, which each have their own advantages and disadvantages. In selecting the type of formwork used, many factors or criteria need to be considered. The purpose of this study is to determine the type of formwork that is relatively best for use in the Holiday Inn Bukit Randu Hotel Project by calculating the weight of the criteria, sub criteria, and also the alternatives used using the Fuzzy AHP Method. Based on the criteria and alternatives that have been compiled by the researcher, as well as the analysis carried out using the Fuzzy AHP method, it is known that metal (system) formwork is the relatively best formwork with the largest final weight of 43.6%, while semi-system formwork with a final weight of 24, 6% and conventional formwork by 31.8%. However, after being reviewed based on the cost aspect, the semi-system formwork is the relatively best formwork to be used in the Holiday Inn Bukit Randu Hotel Project.
The Selection of Suppliers of Ready Mix Concrete Raw Materials Using the Fuzzy AHP Method (The Case Studies: Sadawarna Dam Construction Project Package 1) Hajar Kamilah; Kristianto Usman; Dian Perwitasari
Jurnal Inovasi Teknologi Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Engineering Forum of Western Indonesian Government Universities Board (Forum Teknik, BKS-PTN Wilayah Barat) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jit.v4i1.5605

Abstract

The construction of facilities such as buildings, roads, and dams has an important part role in supporting daily life activities. One of all the facilities currently being built is the Sadawarna Dam Construction Project Package 1. Where does the project function to supply the needs of water resources and irrigation in West Java. However, in the construction process the project has encountered obstacles such as delays in the delivery of raw materials by the suppliers which caused the casting time to be delayed. The solution to these problems can be found by the improvement the supplier selection method. One of the methods that can be used is the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy-AHP). Where in the process will expand measuring tools in the selection decisions that involve expert respondent. As The variables in determining suppliers use 4 criteria such as price, delivery, quality, and location as well as 7 sub-criteria such as payment methods, bid prices, delivery times, delivery of flexibility, delivery of capacity, consistency of quality, and specification conformance. From these variables, a comparison value with the AHP scale will be obtained which will be converted into a Triangular Fuzzy Number (TFN) scale. The results of this research obtained the best criteria is quality and sub-criteria is the bid price, as well as the best alternative from the selection of suppliers of concrete raw materials suppliers of fine aggregate materials is CV BTP Cimalaka at 51.3% and suppliers of coarse aggregate materials are PT Fajar Mandiri at 63.7%.
Kajian Tekno Ekonomi pada Pembangunan Jalur Ganda Rel Kereta Api Segmen Tanjungkarang-Kotabumi di Provinsi Lampung Juwindi, Reta Mayola; Usman, Kristianto; Siregar, Amril; Junaedi, Tas'an
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 1 (2023): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i1.6630

Abstract

Provinsi Lampung merupakan daerah yang memiliki frekuensi kereta api yang cukup padat. Untuk meningkatkan pelayanan KA, pemerintah berencana meningkatkan fasilitas melalui pembangunan segmen Tanjungkarang-Kotabumi. Sebelum masuk ke tahap pembangunan tentunya harus ada analisis kelayakan terlebih dahulu baik dari aspek kelayakan ekonomi maupun finansial. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah jalur ganda ini layak atau tidak dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Penelitian ini menitikberatkan pada kajian tekno ekonomi dengan menggunakan parameter NPV, IRR dan BCR sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pengembalian modal pada pembangunan jalur ganda ini berkisar antara 7 dan 13 tahun. Kajian ini dimulai dari mengumpulkan data, kemudian menghitung estimasi biaya proyek, lalu analisis data dan dilanjutkan pada analisis kelayakan ekonomi dan finansial sehingga menghasilkan 12 skenario dengan berbagai asumsi. Dari 12 skenario didapatkan hasil terbaik pada skenario optimis 4 dengan asumsi nilai tingkat inflasi 3%, dan Track Access Charges 40% menunjukkan nilai NPV, IRR, dan BCR sebesar Rp23.572.331.832.990; 26,03%; dan 4,40. Dari 12 skenario telah menunjukkan bahwa semuanya telah mencapai syarat layak ekonomi dan finansial yaitu NPV>0, IRR>Rate of Return, dan BCR>1 dan dinyatakan bahwa proyek pembangunan jalur ganda rel kereta api Tanjungkarang-Kotabumi ini layak dilanjutkan ke tahap DED karena memberikan kontribusi besar untuk negara.
Preferensi Warga Kota Bandar Lampung Terhadap Angkutan Umum Astuti, Eka Febri; Sulistyorini, Rahayu; Usman, Kristianto
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 1 (2023): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i1.6849

Abstract

Pemberlakuan tarif sangat murah belum mampu menarik minat masyarakat untuk memanfaatkannya. Hal ini menunjukkan bahwa tarif bukan merupakan faktor penentu minat masyarakat terhadap angkutan umum. Faktor pendorong minat masyarakat Bandar Lampung terhadap angkutan umum diteliti dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Instrument penelitian berupa kuesioner dengan pertanyaan-pertanyaan yang disusun berdasarkan pendekatan teoritis dan disajikan dalam Google Form. Pendekatan yang digunakan adalah bahwa variabel minat adalah variabel laten yang dapat diukur melalui faktor-faktor yang menimbulkan minat itu sendiri. Penelitian dilakukan di Kota Bandar Lampung terhadap masyarakat pada rentang umur 15-60 tahun. Sampel diambil secara accidental random sampling. Kuisioner disebarkan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Jumlah sampel sebanyak 348 responden untuk mewakili populasi 785.450 jiwa dengan taraf kesalahan sebesar 5%. Hasil kuisioner diestimasi dengan alat bantu AMOS 23 (trial version). Hasil estimasi menunjukkan bahwa faktor penarik berupa perbaikan dalam kemudahan menjangkau layanan, memperbaiki pelayanan angkutan umum, dan menyediakan sistem pembayaran yang terintegrasi adalah faktor yang paling dominan dalam menentukan minat masyarakat untuk beralih ke angkutan umum. Dari hasil tersebut diajukan rekomendasi untuk memperbaiki faktor-faktor penarik untuk menarik minat masyarakat beralih ke angkutan umum yaitu dengan memperbaiki keterjangkauan, memperbaiki pelayanan angkutan umum, dan menyediakan sistem pembayaran yang terintegrasi.
Analisis Pengendalian Mutu Beton pada Proyek Rumah Susun PIK Pulo Gadung dengan Metode Statistical Quality Control Setiadi, Moch Sofyan; Usman, Kristianto; Sebayang, Surya; Kustiani, Ika
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 2 (2024): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i2.7218

Abstract

Pertumbuhan penduduk terjadi begitu pesat sehingga menyebabkan permasalahan lahan perumahan. Rumah susun menjadi solusi hunian vertikal dengan memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien, sesuai dengan SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 11 yaitu menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, berketahanan dan berkelanjutan. Sehingga diperlukan pengawasan agar kualitasnya terjaga. Tujuan penelitian adalah mengetahui kesesuaian mutu beton dari pelat, balok, kolom menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) serta faktor yang menyebabkan mutu beton sesuai/tidak dengan rencana. Pengendalian mutu dilakukan dengan pengujian kuat tekan. Hasil pengujian dianalisis dengan SQC. Dari analisis diperoleh hasil mutu beton dari pelat, balok, kolom memenuhi mutu rencana. Berdasarkan X-chart untuk pelat dan balok sesuai target 43,75%, dibawah target 25%%, keluar UCL 18,75%, keluar LCL 12,5%. Kolom fc’ 40 MPa sesuai target 63,64%, dibawah target 9,09%, keluar UCL 9,09%, keluar LCL 18,18%. Kolom Fc’ 30 MPa sesuai target 40%, dibawah target 20%, keluar UCL 20%, keluar LCL 20%. Berdasarkan R-chart untuk pelat dan balok sesuai target 43,75%, dibawah target 56,25%. Kolom fc’ 40 MPa sesuai target 45,45%, dibawah target 54,55%. Kesimpulannya berdasarkan X-chart memenuhi rencana, tetapi prosesnya tidak stabil. Berdasarkan R-chart prosesnya stabil dan terkendali. Besarnya variabilitas beton diindikasikan karena faktor air semen, curing dan kualitas pelaksanaan kurang sempurna.
Kajian Penerapan Kerja Sama Pemanfaatan Bandara Radin Inten II Lampung Dengan Pendekatan Manajemen Aset Dadang Noor Fithri; Usman, Kristianto; Kustini, Ika
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 2 (2024): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i2.7312

Abstract

Dalam optimalisasi pengelolaan infrastruktur transportasi udara di Indonesia, pemerintah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) berupa Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara pada Unit Penyelenggara Bandar Udara Radin Inten II Lampung. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan pelayanan Bandara Radin Inten II dalam mendukung tumbuhnya sektor perekonomian, industri, dan pariwisata, serta menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara. Penelitian ini bertujuan mengetahui mekanisme penerapan kebijakan Pemerintah atas KSP pengelolaan bandara dan manajemen pengelolaan aset atas KSP ditinjau dari aspek manajemen investasi aset. Desain penelitian secara deskriptif dengan menggunakan teknik kualitatif berupa kajian literatur atas administrasi dan mekanisme penerapan kebijakan pemerintah atas KSP, serta teknik kuantitatif berupa kajian manajemen investasi aset/tekno ekonomi dilihat dari indikator kelayakan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Dari hasil penelitian diketahui bentuk kerja sama atas pengelolaan Bandara adalah berupa KSP selama 30 tahun. Dari KSP ini pemerintah mendapatkan penerimaan negara berupa kontribusi tetap per tahun selama masa KSP dan pembagian keuntungan dari hasil pendapatan. Hasil analisis kelayakan indikator keuangan menghasilkan NPV positif sebesar 177,8 miliar, BCR sebesar 1,284(≥1), dan IRR sebesar 14,97% (di atas discount rate 10,97%), serta PP selama 15 tahun.
Selection of the Use of Formwork in the Holiday Inn Bukit Randu Hotel Project Using the Fuzzy AHP Method Fajarviani, Sc. Elan Lida; Usman, Kristianto; Winarsih, Anita Lestari Condro
International Journal of Aviation Science and Engineering - AVIA Vol. 4, No. 2 (December 2022)
Publisher : FTMD Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47355/avia.v4i2.74

Abstract

Along with the development of the construction world, formwork has also progressed from being assembled on site to being assembled first at the factory. In Indonesia, many types of formwork have been used, which each have their own advantages and disadvantages. In selecting the type of formwork used, many factors or criteria need to be considered. The purpose of this study is to determine the type of formwork that is relatively best for use in the Holiday Inn Bukit Randu Hotel Project by calculating the weight of the criteria, sub criteria, and also the alternatives used using the Fuzzy AHP Method. Based on the criteria and alternatives that have been compiled by the researcher, as well as the analysis carried out using the Fuzzy AHP method, it is known that metal (system) formwork is the relatively best formwork with the largest final weight of 43.6%, while semi-system formwork with a final weight of 24, 6% and conventional formwork by 31.8%. However, after being reviewed based on the cost aspect, the semi-system formwork is the relatively best formwork to be used in the Holiday Inn Bukit Randu Hotel Project.
Komparasi Kemampuan dan Kemauan Membayar Angkutan Umum Terhadap Biaya Operasional Kendaraan di Bandar Lampung Astuti, Eka Febri; Sulistyorini, Rahayu; Usman, Kristianto
Jurnal Informasi, Sains dan Teknologi Vol. 7 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Informasi Sains dan Teknologi
Publisher : Politeknik Negeri FakFak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/isaintek.v7i2.261

Abstract

Public transportation has many benefits. However, currently public transportation has not been able to survive in providing its services. Prices and financing are at the heart of the problem of developing public transport. The initial effort to revive public transportation is to find out the ability and willingness of the community to pay for public transportation and compare it to the operational costs incurred by service providers in running their business. The ability to pay is known as Ability to Pay (ATP) and Willingness to Pay (WTP) is explored through analysis of questionnaire data collected using Accidental Simple Random Sampling from the people of Bandar Lampung City aged between 15 and 65 years. The results of the analysis show that the ATP (Rp. 2,824.27/km) and WTP (1,970.92/km) of the people of Bandar Lampung City are still above the applicable tariff (Rp. 300.00/km). Vehicle Operational Costs (BOK) for public transportation cannot yet be covered by fare revenues obtained with an average loading factor (16.45%). For a loading factor of 70%, according to World Bank standards, a tariff of IDR is required Rp 710.23/km to cover vehicle operating costs.