Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja dengan Fuzzy AHP pada Proyek Bantalan Beton Divre IV Tanjungkarang Putri, Wanda Noor Amalia; Usman, Kristianto; Siregar, Amril Ma’ruf
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v9i1.17563

Abstract

Economic growth in a country can be reflected by the number of construction projects. To achieve robust economic growth, effective human resource management is required to enhance productivity. One aspect that affects work productivity is the labor force. This research aims to analyze the factors and tasks that influence labor productivity in Concrete Bearing Replacement Projects. Given the many factors or criteria to consider, the Fuzzy Analytical Hierarchy Process (Fuzzy AHP) method is used for identification. The Fuzzy AHP method assists in evaluating various criteria and determining the relative weights of each factor to make informed decisions. To simplify the analysis, 4 criteria and 12 sub-criteria are used. Based on the analysis, the factor with the greatest impact on labor productivity is the work area (K2-1) with a weight of 0.1327, while the factor with the lowest weight is the accuracy of material delivery to the location (A2) with a weight of 0.0442. The tasks that relatively impact labor productivity include loading and unloading concrete bearings (A3) with a weight of 0.0029, replacing concrete bearings with a weight value of 0.0026, and the lowest impact tasks are dismantling gongsol and revising curves, with a weight value of 0.0022.
Analisis Tingkat Risiko Penyebab Rel Patah pada Jalur Kereta Api Wilayah Divre IV Tanjung Karang Nur Anggita Putri, Viola; Usman, Kristianto; Kustiani, Ika; Siregar, Amril Ma’ruf
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.2.283-292

Abstract

The increase in the volume of passengers and goods in rail transportation in Indonesia has an impact on the condition of railway infrastructure, especially railway infrastructure. The main focus of this condition is the risk of rail damage, especially broken rails. So a holistic assessment approach is needed to identify the root causes and formulate appropriate treatment and improvement strategies. The aim of the research is to identify the factors causing the rail to break and analyze the causes. This research uses a risk level value analysis method by multiplying the results of probability and impact, thus producing a risk value. Risk variables such as extreme rain events, expansion in the alignment area, and mud pumping are high level risks. This is followed by medium, low and very low risks, according to the classification of each risk variable analyzed. Therefore, the priority scale for handling broken rail repairs is grouped based on the risk level value starting from the highest risk to the lowest risk. The conclusion is that risk variables such as extreme rain produce a risk value of IDR 296,881,200 with a probability value of 0.99% and an impact of IDR 29,988,000,000, expansion in the straight area produces a risk value of IDR 376,992,000 with a probability value of 1.10% and impact IDR 34,272,000,000, and mud pumping produces a risk value of IDR 394,128,000 with a probability value of 1.15% and impact IDR 34,272,000,000, these three risk variables are classified as high risk.
ANALISIS PELAYANAN ANGKUTAN ANTAR KOTA DALAM PROVINSI (AKDP) DENGAN METODE CUSTOMER SATISFACTION INDEX (CSI) DAN FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (FUZZY AHP) (STUDI KASUS : AKDP TERMINAL RAJABASA TERMINAL PRINGSEWU) Noviarti, Triafini; Usman, Kristianto; Persada, Citra
JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 November 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jts.v13i2.38465

Abstract

Provinsi Lampung beribukota di Bandar Lampung. Ibukota ini mengalami pertumbuhan pesat dan menjadi magnet bagi masyarakat kota dan kabupaten sekitarnya. Oleh karena itu, diperlukan transportasi umum dengan kualitas pelayanan yang efektif dan efisien untuk memudahkan mobilitas masyarakat antar kota/kabupaten di Provinsi Lampung. Pelayanan transportasi umum yang berkualitas merupakan kunci untuk menarik masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan AKDP berdasarkan ketersediaan fasilitas, kepuasan pengguna dan prioritas kinerja pelayanan. Penelitian ini dilakukan pada rute AKDP Terminal Rajabasa - Terminal Pringsewu. Pengumpulan data menggunakan survey lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 50 pengguna jasa dan 6 pakar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Customer Satisfaction Index dan Fuzzy Analytic Hierarchy Process. Hasil yang diperoleh pada penelitian adalah tingkat ketersediaan fasilitas bus AKDP (62%), tingkat ketersediaan fasilitas Terminal Rajabasa (54,28%) dan tingkat ketersediaan fasilitas Terminal Pringsewu (40%). Analisis CSI menunjukkan 78,13% pengguna AKDP merasa puas terhadap pelayanan AKDP. Selanjutnya, analisis Fuzzy AHP mengidentifikasi faktor-faktor utama meliputi keselamatan, keamanan, pelayanan yang sigap dan tepat, kemudahan kendaraan untuk dijangkau serta kebersihan dan kerapihan menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam prioritas kinerja pelayanan AKDP. Kinerja pelayanan menjadi faktor terpenting dalam meningkatkan penggunaan AKDP dan dapat ditingkatkan dengan peningkatan fasilitas keselamatan dan keamanan di terminal dan bus.
Identifikasi Risiko Pada Kondisi Keselamatan dan Keamanan Stasiun Kereta Api di Bandar Lampung (Studi Kasus: Stasiun Tanjung Karang Dan Stasiun Labuhan Ratu) Florentina, Nadia; Usman, Kristianto; Siregar , Amril Ma’ruf
Journal of Sustainable Construction Vol 5 No 1 (2025): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v5i1.9244

Abstract

Transportasi kereta api merupakan salah satu moda transportasi massal yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat. Dimana stasiun kereta api sebagai infrastruktur pendukung memiliki risiko keselamatan dan keamanan yang perlu dianalisis. Kecelakaan dan insiden di stasiun sering terjadi akibat faktor lingkungan, kurangnya pengawasan, dan minimnya sistem mitigasi risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan berdasarkan variabel yang mempengaruhi keselamatan penumpang di stasiun kereta api Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan di Stasiun Tanjung Karang (TNK) dan Stasiun Labuhan Ratu (LAR), serta penyebaran kuesioner kepada beberapa staf Dinas Perhubungan dan PT KAI Divre IV Tanjung Karang. Data yang diperoleh yaitu dari area parkir kendaraan, loket, konter cetak tiket, Ticket Checking, ruang tunggu, tangga stasiun, serta peron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 variabel penyebab risiko kecelakaan di Stasiun Kereta Api Bandar Lampung dari (X1), (X2), (X3), (X4), (X5), (X6), (X7), (X8), (X9), (X10), (X11), (X12), (X13), (X14), (X15), dan (X16).
Kajian Tekno Ekonomi pada Pembangunan Jalur Ganda Rel Kereta Api Segmen Tanjungkarang-Kotabumi di Provinsi Lampung Juwindi, Reta Mayola; Usman, Kristianto; Siregar, Amril; Junaedi, Tas'an
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 1 (2023): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i1.6630

Abstract

Provinsi Lampung merupakan daerah yang memiliki frekuensi kereta api yang cukup padat. Untuk meningkatkan pelayanan KA, pemerintah berencana meningkatkan fasilitas melalui pembangunan segmen Tanjungkarang-Kotabumi. Sebelum masuk ke tahap pembangunan tentunya harus ada analisis kelayakan terlebih dahulu baik dari aspek kelayakan ekonomi maupun finansial. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah jalur ganda ini layak atau tidak dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Penelitian ini menitikberatkan pada kajian tekno ekonomi dengan menggunakan parameter NPV, IRR dan BCR sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pengembalian modal pada pembangunan jalur ganda ini berkisar antara 7 dan 13 tahun. Kajian ini dimulai dari mengumpulkan data, kemudian menghitung estimasi biaya proyek, lalu analisis data dan dilanjutkan pada analisis kelayakan ekonomi dan finansial sehingga menghasilkan 12 skenario dengan berbagai asumsi. Dari 12 skenario didapatkan hasil terbaik pada skenario optimis 4 dengan asumsi nilai tingkat inflasi 3%, dan Track Access Charges 40% menunjukkan nilai NPV, IRR, dan BCR sebesar Rp23.572.331.832.990; 26,03%; dan 4,40. Dari 12 skenario telah menunjukkan bahwa semuanya telah mencapai syarat layak ekonomi dan finansial yaitu NPV>0, IRR>Rate of Return, dan BCR>1 dan dinyatakan bahwa proyek pembangunan jalur ganda rel kereta api Tanjungkarang-Kotabumi ini layak dilanjutkan ke tahap DED karena memberikan kontribusi besar untuk negara.
Preferensi Warga Kota Bandar Lampung Terhadap Angkutan Umum Astuti, Eka Febri; Sulistyorini, Rahayu; Usman, Kristianto
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 1 (2023): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i1.6849

Abstract

Pemberlakuan tarif sangat murah belum mampu menarik minat masyarakat untuk memanfaatkannya. Hal ini menunjukkan bahwa tarif bukan merupakan faktor penentu minat masyarakat terhadap angkutan umum. Faktor pendorong minat masyarakat Bandar Lampung terhadap angkutan umum diteliti dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Instrument penelitian berupa kuesioner dengan pertanyaan-pertanyaan yang disusun berdasarkan pendekatan teoritis dan disajikan dalam Google Form. Pendekatan yang digunakan adalah bahwa variabel minat adalah variabel laten yang dapat diukur melalui faktor-faktor yang menimbulkan minat itu sendiri. Penelitian dilakukan di Kota Bandar Lampung terhadap masyarakat pada rentang umur 15-60 tahun. Sampel diambil secara accidental random sampling. Kuisioner disebarkan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Jumlah sampel sebanyak 348 responden untuk mewakili populasi 785.450 jiwa dengan taraf kesalahan sebesar 5%. Hasil kuisioner diestimasi dengan alat bantu AMOS 23 (trial version). Hasil estimasi menunjukkan bahwa faktor penarik berupa perbaikan dalam kemudahan menjangkau layanan, memperbaiki pelayanan angkutan umum, dan menyediakan sistem pembayaran yang terintegrasi adalah faktor yang paling dominan dalam menentukan minat masyarakat untuk beralih ke angkutan umum. Dari hasil tersebut diajukan rekomendasi untuk memperbaiki faktor-faktor penarik untuk menarik minat masyarakat beralih ke angkutan umum yaitu dengan memperbaiki keterjangkauan, memperbaiki pelayanan angkutan umum, dan menyediakan sistem pembayaran yang terintegrasi.
Analisis Pengendalian Mutu Beton pada Proyek Rumah Susun PIK Pulo Gadung dengan Metode Statistical Quality Control Setiadi, Moch Sofyan; Usman, Kristianto; Sebayang, Surya; Kustiani, Ika
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 2 (2024): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i2.7218

Abstract

Pertumbuhan penduduk terjadi begitu pesat sehingga menyebabkan permasalahan lahan perumahan. Rumah susun menjadi solusi hunian vertikal dengan memanfaatkan lahan secara efektif dan efisien, sesuai dengan SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 11 yaitu menjadikan kota dan pemukiman inklusif, aman, berketahanan dan berkelanjutan. Sehingga diperlukan pengawasan agar kualitasnya terjaga. Tujuan penelitian adalah mengetahui kesesuaian mutu beton dari pelat, balok, kolom menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) serta faktor yang menyebabkan mutu beton sesuai/tidak dengan rencana. Pengendalian mutu dilakukan dengan pengujian kuat tekan. Hasil pengujian dianalisis dengan SQC. Dari analisis diperoleh hasil mutu beton dari pelat, balok, kolom memenuhi mutu rencana. Berdasarkan X-chart untuk pelat dan balok sesuai target 43,75%, dibawah target 25%%, keluar UCL 18,75%, keluar LCL 12,5%. Kolom fc’ 40 MPa sesuai target 63,64%, dibawah target 9,09%, keluar UCL 9,09%, keluar LCL 18,18%. Kolom Fc’ 30 MPa sesuai target 40%, dibawah target 20%, keluar UCL 20%, keluar LCL 20%. Berdasarkan R-chart untuk pelat dan balok sesuai target 43,75%, dibawah target 56,25%. Kolom fc’ 40 MPa sesuai target 45,45%, dibawah target 54,55%. Kesimpulannya berdasarkan X-chart memenuhi rencana, tetapi prosesnya tidak stabil. Berdasarkan R-chart prosesnya stabil dan terkendali. Besarnya variabilitas beton diindikasikan karena faktor air semen, curing dan kualitas pelaksanaan kurang sempurna.
Kajian Penerapan Kerja Sama Pemanfaatan Bandara Radin Inten II Lampung Dengan Pendekatan Manajemen Aset Dadang Noor Fithri; Fithri, Dadang Noor; Usman, Kristianto; Kustini, Ika
Journal of Sustainable Construction Vol 3 No 2 (2024): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v3i2.7312

Abstract

Dalam optimalisasi pengelolaan infrastruktur transportasi udara di Indonesia, pemerintah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero) berupa Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik Negara pada Unit Penyelenggara Bandar Udara Radin Inten II Lampung. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan pelayanan Bandara Radin Inten II dalam mendukung tumbuhnya sektor perekonomian, industri, dan pariwisata, serta menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara. Penelitian ini bertujuan mengetahui mekanisme penerapan kebijakan Pemerintah atas KSP pengelolaan bandara dan manajemen pengelolaan aset atas KSP ditinjau dari aspek manajemen investasi aset. Desain penelitian secara deskriptif dengan menggunakan teknik kualitatif berupa kajian literatur atas administrasi dan mekanisme penerapan kebijakan pemerintah atas KSP, serta teknik kuantitatif berupa kajian manajemen investasi aset/tekno ekonomi dilihat dari indikator kelayakan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Dari hasil penelitian diketahui bentuk kerja sama atas pengelolaan Bandara adalah berupa KSP selama 30 tahun. Dari KSP ini pemerintah mendapatkan penerimaan negara berupa kontribusi tetap per tahun selama masa KSP dan pembagian keuntungan dari hasil pendapatan. Hasil analisis kelayakan indikator keuangan menghasilkan NPV positif sebesar 177,8 miliar, BCR sebesar 1,284(≥1), dan IRR sebesar 14,97% (di atas discount rate 10,97%), serta PP selama 15 tahun.
Estimasi Dampak Konsumsi Bahan Bakar Kendaraan pada Perlintasan Sebidang Kereta Api Kota Bandar Lampung Indrawati, Titi; Usman, Kristianto; Sulistyorini, Rahayu
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 10 No 2 (2025): Volume 10 Nomor 2, Mei 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v10i2.2151

Abstract

Delays and vehicle queues are often observed during the closure of railway crossing gates, causing an increase in the time required to pass through a road section. Delays at level crossings lead to traffic congestion and fuel wastage for vehicles. Therefore, a case study on traffic volume is necessary to understand traffic conditions and analyze fuel consumption at railway level crossings. This research was carried out at level crossings on Urip Sumoharjo and Kamboja roads. The survey was carried out over three days on Tuesday and Thursday to represent weekdays, Sunday to represent weekends. Vehicle fuel consumption analysis used the ATIS India and IJIRT methods. The analysis results showed that fuel consumption using the ATIS India and IJIRT methods indicated that the level crossing on Urip Sumoharjo Street had the highest loss value, with an average fuel consumption during the study of 101,08 liters/hour for the ATIS India method and 108,91 liters/hour for the IJIRT method.
Manajemen Penjadwalan Menggunakan Microsoft Project dan Analisis Risiko pada Proyek Pembangunan RSPTN Universitas Lampung Alviani, Enggar; Putra, Andius Dasa; Siregar, Amril Maruf; Usman, Kristianto
Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain (JRSDD) Vol. 11 No. 2 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrsdd.v11i2.3130

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi melibatkan serangkaian kegiatan atau pekerjaan yang kompleks dan saling berketerkaitan satu sama lain. Proyek RSPTN Universitas Lampung memiliki potensi risiko yang cukup tinggi dan akan memakan waktu pelaksanaan yang cukup lama mengingat besarnya bobot pekerjaan sehingga dapat menyebabkan keterlambatan, pembengkakkan biaya dan berbagai macam risiko.. Untuk mengantasi hal tersebut diperlukan analisis mengenai penjadwalan guna mencapai efektivitas dan efisiensi yang cukup tinggi serta analisis mengenai faktor risiko terhadap biaya dan waktu agar dapat diidentifikasi dan dikelola dengan baik pada kemungkinan risiko yang akan terjadi. Analisis penjadwalan dilakukan dengan menggunakan Precedence Diagram Method (PDM) dan bantuan perangkat lunak Microsoft Project, sedangkan untuk metode analisis risiko yang digunakan adalah analisis semi kuantitatif, dimana skala-skala deskriptif yang digunakan dalam analisa kuantitatif diberi nilai. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan bahwa durasi kegiatan normal proyek, yaitu 176 hari, dan pekerjaan yang berada pada lintasan kritis sebanyak 60 pekerjaan dimana sebagian besar berada pada pekerjaan struktur kolom dan dari analisis faktor risiko didapatkan beberapa faktor risiko dominan yakni cuaca tidak menentu, kerusakan atau kehilangan material, kecelakaan tenaga kerja, kesalahan estimasi biaya dan waktu, serta timbulnya kemacetan di sekitar proyek. Kemudian setelah dianalisis kembali penjadwalan setelah terpengaruh oleh faktor risiko didapatkan durasi proyek menjadi 240 hari dengan 50 pekerjaan kritis. Kata kunci : Precedence Diagram Method, Microsoft Project, Risiko, Jadwal.