Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Increasing Pregnant Women's Readiness in Fulfilling The Welfare of Breastfeeding Mothers Okvitasari, Yenny; Ruslinawati, Ruslinawati; Yuniarti, Kristina; Wulandary, Ni Putu Cindy; Zinan, Rabiatul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.15337

Abstract

ABSTRAK Kesehatan ibu dan anak dalam keluarga merupakan salah satu indikator kesejahteraan ibu dan anak, keberhasilan upaya kesejahteraan dan kesehatan ibu diantaranya, dapat dilihat dari angka kematian ibu (AKI). Peran tenaga kesehatan sangat berpengaruh dan merupakan faktor dominan. Kesejahteraan ibu yang berhasil menyusui dari enam bulan dilukiskan sebagai keberhasilannya memberikan asupan yang terbaik sebagai tanda kepedulian terhadap keselamatan anak. Menyusui hal yang terbaik untuk bayi karena ASI dapat memberikan gizi yang cukup, sesuai dengan kebutuhan bayi selain ASI dan mudah di cerna pada usus bayi.Tehnik menyusui merupakan hal yang penting dalam memulai proses menyusui ibu pada bayinya, hanya karena ibu tidak mengetahui tehnik menyusui yang benar, seperti misalnya cara meletakan bayi setelah menyusui dapat mengakibatkan puting susu terasa nyeri, ibu perlu belajar berinteraksi dengan bayi.Cakupan ASI ekslusif Indonesia pada tahun 2022 tercatat hanya 67,96 % turun dari 69,7%, dan perlu dukungan intensif dari tenaga kesehatan agar cakupan bisa meningkat.Tujuan pengabdian adalah meningkatkan kesiapan ibu dalam upaya pemenuhan kesejahteraan ibu menyusui. Metode yang digunakan dengan melakukan pengajaran bagaimana meningkatkan kesejahteraan bayi seperti bagaimana tehnik menyusui yang benar, posisi menyusui benar, pengosongan payudara, tanda bayi cukup ASI dan perlekatan bayi.  Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan secara langsung di Puskesmas Berangas Banjarmasin dengan alur pemberian kuesioner sebelum pemberian materi, peragaan, diskusi dan tanya jawab. Kata Kunci: Kesiapan,ibu hamil, kesejahteraan ibu menyusui  ABSTRAK The health of mothers and children in the family is one indicator of the welfare of mothers and children. The success of maternal welfare and health efforts can be seen from the maternal mortality rate (MMR). The role of health workers is very influential and is a dominant factor. The well-being of mothers who successfully breastfeed from six months is described as their success in providing the best nutrition as a sign of concern for the child's safety. Breastfeeding is the best thing for babies because breast milk can provide adequate nutrition, according to the baby's needs apart from breast milk and is easily digested in the baby's intestines. Breastfeeding technique is an important thing in starting the mother's breastfeeding process for her baby, simply because the mother does not know the correct breastfeeding technique. It's true, for example, how to place a baby after breastfeeding can cause the nipple to feel sore, mothers need to learn to interact with the baby. Exclusive breastfeeding coverage in Indonesia in 2022 was recorded at only 67.96%, down from 69.7%, and requires intensive support from health workers. so that coverage can increase. The aim of the service is to increase the readiness of mothers in efforts to fulfill the welfare of breastfeeding mothers. The method used is teaching how to improve the baby's welfare, such as correct breastfeeding techniques, correct breastfeeding position, emptying the breast, signs that the baby is getting enough breast milk and the baby's attachment. Community service is carried out directly at the Berangas Banjarmasin Community Health Center with the flow of giving questionnaires before giving material, demonstrations, discussions and questions and answers. Keywords: Readiness, Pregnant Women, Welfare of Breastfeeding Mothers
Upaya Pencegahan Kejadian Kanker Payudara Dengan Edukasi Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada Wanita di Kabupaten Kapuas Ruslinawati Ruslinawati; Esty Yunitasari; Yenny Okvitasari; Kristina Yuniarti; Rr.Sri Nuriaty; M Rifqi; Sumiati Sumiati
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v3i2.1913

Abstract

The Ministry of Health of the Republic of Indonesia stated that the prevalence of cancer in 2003 was only 221 cases, in 2008 it had tripled to 657 cases and there were 1,722 total cases in 2010-2011. As many as 60-70% of breast cancer patients come with advanced stages (stage III or IV), so almost half of the incidence of breast cancer ends in death. Breast self-examination (BSE) is very important as a first step to find out whether you have breast cancer or not. The existence of information about BSE and breast cancer is a motivation for women to increase knowledge about the breast area. This is the main basis for increasing knowledge about breast examination Purpose This activity increases understanding of how to check BSE with leafliat media. The Activity Method provides health education and distributes leaflets. Activity Results: how to know the incidence of cancer is to know early the abnormalities of the female body itself, especially the breast. Conclusion: Health education with leafeat can increase knowledge and understanding of early detection of abnormalities in the woman's own body parts.
Hubungan Status Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Dismenorea Primer pada Remaja Putri di SMPN 31 Banjarmasin Krisneni Sibuea; Kristina Yuniarti; Yuliani Budiyarti; Ruslinawati Ruslinawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 11 (2025): Volume 7 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i11.21520

Abstract

ABSTRACT The menstrual experience among adolescent girls varies; while some undergo menstruation without complaints, many experience primary dysmenorrhea, characterized by menstrual pain without underlying reproductive organ abnormalities. Contributing factors include undernutrition (underweight or severely underweight status) and low levels of physical activity. This study aimed to examine the relationship between nutritional status and physical activity with the incidence of primary dysmenorrhea among adolescent girls. A quantitative method with a cross-sectional approach was used. The study population consisted of 8th-grade female students (classes VIII A–E) at SMPN 31 Banjarmasin during the 2024/2025 academic year, with 67 participants selected through purposive sampling. Instruments included a body weight scale, height measuring tape, the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), and a primary dysmenorrhea questionnaire. Data were analyzed using Spearman’s rho test. Results showed a significant relationship between nutritional status and the incidence of primary dysmenorrhea (p = 0.001; r = 0.410), and a very strong relationship between physical activity and the incidence of primary dysmenorrhea (p = 0.000; r = 0.821). It can be concluded that nutritional status and physical activity are significantly associated with primary dysmenorrhea among adolescent girls. These findings are expected to serve as a basis for health education to raise awareness about the importance of balanced nutrition and regular physical activity in reducing menstrual pain symptoms. Keywords: Primary Dysmenorrhea, Adolescent Girls, Nutritional Status, Physical Activity  ABSTRAK Pengalaman menstruasi pada remaja putri berbeda-beda, sebagian mengalami tanpa keluhan, namun banyak pula yang merasakan dismenorea primer, yaitu nyeri menstruasi tanpa kelainan organ reproduksi. Faktor yang berkontribusi antara lain status gizi yang tidak ideal (kurus dan sangat kurus) dan aktivitas fisik yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea primer pada remaja putri. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah siswi kelas VIII A–E SMPN 31 Banjarmasin tahun ajaran 2024/2025, dengan jumlah sampel 67 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi timbangan berat badan, meteran tinggi badan, kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), dan kuesioner kejadian dismenorea primer. Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian dismenorea primer (p = 0,001; r = 0,410), serta hubungan yang sangat kuat antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenorea primer (p = 0,000; r = 0,821). Disimpulkan bahwa status gizi dan aktivitas fisik memiliki hubungan bermakna dengan kejadian dismenorea primer pada remaja putri. Hasil ini diharapkan menjadi landasan edukasi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan aktivitas fisik dalam mengurangi keluhan menstruasi. Kata Kunci: Dismenorea Primer, Remaja Putri, Status Gizi, Aktivitas Fisik
Pengaruh Edukasi Melalui Media Sosial Grup WhatsApp terhadap Pengetahuan Wanita Usia Subur tentang Kontrasepsi Alamiah di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Jingah Sagina Herlicka; Ruslinawati Ruslinawati; Yenny Okvitasari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 2 (2026): Volume 8 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i2.22226

Abstract

ABSTRACT Natural contraception is a family planning method that does not involve the use of devices or medications but requires a high level of understanding and discipline in its application. A preliminary study showed that most women of reproductive age (WRA) in the working area of Sungai Jingah Public Health Center were not familiar with this method. This study aimed to determine the effect of education delivered via the WhatsApp Group social media platform on WRA’s knowledge about natural contraception. This research employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. A total of 99 participants were selected using purposive sampling. The educational intervention was conducted through WhatsApp groups using illustrated visual media and interactive explanations. The instrument used was a self-developed questionnaire that had undergone validity and reliability testing. Data were analyzed using the paired t-test, which showed a significant increase in the mean knowledge score before and after the education, from 32.53 to 48.08, with a significance value of p = 0.000 0.05. These findings indicate that education through WhatsApp Group social media is effective in improving WRA’s knowledge regarding types of natural contraception such as the calendar method, basal body temperature, cervical mucus, and coitus interruptus. WhatsApp Group–based education proved to be easily accessible, flexible, and capable of reaching participants widely. Therefore, it is recommended that health workers utilize social media as a sustainable educational tool in reproductive health promotion. Keywords: Education, Social Media, Whatsapp, Natural Contraception, Women of Reproductive Age.  ABSTRAK Kontrasepsi alamiah merupakan metode keluarga berencana yang tidak menggunakan alat atau obat-obatan, tetapi membutuhkan pemahaman dan kedisiplinan tinggi dalam penggunaannya. Studi pendahuluan menunjukkan sebagian besar wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Sungai Jingah belum mengetahui metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media sosial Grup WhatsApp terhadap pengetahuan WUS tentang kontrasepsi alamiah. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 99 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi edukasi dilakukan melalui grup WhatsApp menggunakan media visual bergambar dan penjelasan interaktif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang merupakan buatan peneliti sendiri dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test yang menunjukkan hasil adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, yaitu dari 32,53 menjadi 48,08 dengan nilai signifikansi p-value = 0,000 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi melalui media sosial Grup WhatsApp efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS mengenai jenis-jenis kontrasepsi alamiah seperti metode kalender, suhu basal tubuh, lendir serviks, dan coitus interruptus. Edukasi berbasis Grup WhatsApp terbukti mudah diakses, fleksibel, dan menjangkau peserta secara luas. Oleh karena itu, disarankan agar tenaga kesehatan memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukatif yang berkelanjutan dalam promosi kesehatan reproduksi. Kata Kunci:  Edukasi, Media Sosial, Whatsapp, Kontrasepsi Alamiah, Wanita Usia Subur.
Pengaruh Edukasi melalui Metode Demonstrasi Terhadap Keterampilan Sadari Remaja Putri dalam Deteksi Dini Kanker Payudara Siti Maisaroh; Kristina Yuniarti; Ruslinawati Ruslinawati; Yenny Okvitasari
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.25030

Abstract

ABSTRACT Breast cancer often develops without being noticed by women. This cancer has become a serious global health concern, affecting both developed and developing countries, with increasing incidence and impact, particularly in countries with limited resources. In Indonesia, new cases of breast cancer reached 68,858 cases (16.6%) out of a total of 396,914 cancer cases, with approximately 65,000 new cases added each year. Data from the South Kalimantan Provincial Health Office reported 121 cases of breast cancer in 2023, increasing to 140 cases in 2024, and 35 cases recorded from January to September 2025.This study aimed to determine the effect of education using the demonstration method on breast self-examination (BSE/SADARI) skills among adolescent girls in early detection of breast cancer between the intervention and control groups. This study employed a quasi-experimental design with a two-group post-test only control group design. The research was conducted at SMA Negeri 1 Banjarmasin. The population consisted of 380 female students, with a sample of 80 respondents selected using proportional stratified random sampling. Data were collected using a SADARI observation checklist as the research instrument. The results of the Mann–Whitney test showed a significant difference in SADARI skills between the intervention and control groups, with a p-value of 0.000 (p 0.05). The mean rank of the intervention group (53.95) was higher than that of the control group (27.05), indicating that the demonstration-based education was more effective. These findings indicate that education using the demonstration method has a significant effect on improving SADARI skills among adolescent girls in the early detection of breast cancer. The conclusion of this study is that education through the demonstration method significantly influences the improvement of SADARI skills among adolescent girls in the early detection of breast cancer. Keywords : Demonstration, Breast cancer, SADARI.  ABSTRAK Kanker payudara sering kali muncul tanpa disadari oleh para wanita. Masalah kanker ini menjadi perhatian serius di seluruh dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang, dengan tingkat kejadian dan dampak yang semakin meningkat terutama di negara-negara dengan sumber daya terbatas. Di Indonesia, kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6%) dari total 396.914 dan bertambah sekitar 65.000 kasus baru setiap tahunnya. Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat kasus kanker payudara pada tahun 2023 sebanyak 121 kasus, meningkat pada tahun 2024 menjadi 140 kasus, dan tercatat 35 kasus pada periode Januari hingga September 2025. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui metode demonstrasi terhadap keterampilan SADARI remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian menggunakan Quasi Experiment Two Group Post-Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi SMA Negeri 1 Banjarmasin sebanyak 380 siswi, Sampel sebanyak 80 responden, pemilihan sampel menggunakan Proportional Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian yaitu lembar observasi SADARI. Hasil analisa dengan Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan SADARI antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai p = 0,000 (p 0,05) dengan didapatkan dengan kelompok intervensi (53,95) efektif daripada kelompok kontrol (27,05). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi melalui metode demonstrasi berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan SADARI remaja putri dalan deteksi dini kanker payudara. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi melalui metode demonstrasi terhadap   keterampilan SADARI remaja putri dalam deteksi dini kanker payudara. Kata Kunci: Demonstrasi, Kanker payudara, SADARI.
Hubungan Mean Arterial Pressure dan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Preeklamsia: The Relationship Between Mean Arterial Pressure and Body Mass Index and the Incidence of Preeclampsia Siti Nor Maisyarah; Ruslinawati Ruslinawati; Sri Nuriaty Masdiputri; Yenny Okvitasari
Journal of Intan Nursing Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Deteksi dini diperlukan karena preeklamsia sering tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Mean Arterial Pressure (MAP) dapat digunakan sebagai skrining untuk mendeteksi risiko preeklamsia, sedangkan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklamsia karena berkaitan dengan status gizi ibu selama kehamilan. Tujuan: menganalisis hubungan Mean Arterial Pressure (MAP) dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Variabel independen adalah MAP dan IMT, sedangkan variabel dependen adalah kejadian preeklamsia. Sampel penelitian berjumlah 286 ibu hamil menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi meliputi tekanan darah, berat badan, tinggi badan, serta diagnosis preeklamsia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar ibu hamil memiliki nilai MAP kategori berisiko (60,5%) dan IMT kategori normal (71,3%). Kejadian preeklamsia ditemukan pada 50,3% responden. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan antara MAP dengan kejadian preeklamsia (ρ=0,001) dan antara IMT dengan kejadian preeklamsia (ρ=0,011). Kesimpulan: MAP dan IMT berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil.
UPAYA PENCEGAHAN DINI PREEKLAMPSIA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Yenny Okvitasari; Rizki Amalia; Rabiatul Adawiyah; Ruslinawati Ruslinawati; Sulistya Rahmawati; Fitri Yuliana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36630

Abstract

Abstrak: Preeklamsia merupakan kondisi kegawatdaruratan yang jika tidak ditangani, dapat membahayakan ibu dan janin, serta berlangsung hingga masa nifas. Tujuan pengabdaian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan dini. Metode kegiatan ini yaitu edukasi melalui keiatan penyuluhan dengan media powerpoint dan leafet. Peserta pada kegiatan ini 10 ibu Hamil. Evaluasi keberhasilan menggunakan soal pre-posttest degan jumlah soal 20. Hasil Pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan rata-rata nilai post-test ibu hamil berdasarkan tabel 1 yaitu 92%. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil dengan rata-rata peningkatan nilai yaitu 8%. Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang preeklamsia dapat selalu dilaksanakan pada setiap kelas ibu hamil minimal 1x pertemuan dalam kegiatan tersebut.Abstract: Preeclampsia is a medical emergency that, if left untreated, can endanger the mother and fetus and can persist into the postpartum period. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about early prevention of preeclampsia. This activity method is carried out in three stages: the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. This activity participated in 10 pregnant women. The results of this community service show an increase in the knowledge of pregnant women with an average post-test score of 92% according to Table 1. This indicates an increase in the average knowledge score of pregnant women with an average increase of 8%. Optimizing community knowledge, especially pregnant women, about preeclampsia can always be carried out in every class for pregnant women at least once in the activity.
EDUKASI TENTANG PUBERTAS DAN IMPLEMENTASI TATACARA BERSUCI MENURUT ISLAM PADA ANAK SEKOLAH DASAR Mirawati Mirawati; Ruslinawati Ruslinawati; Habib Sholeh; Maimunah Maimunah; Ernawati Ernawati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26301

Abstract

Abstrak: Pubertas merupakan suatu tahapan yang sangat penting bagi semua remaja baik laki-laki maupun perempuan. Periode pubertas akan terjadi perubahan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Perubahan tersebut meliputi perubahan hormon, perubahan fisik, perubahan psikologi dan sosial. Anak yang telah mengalami haid dan mimpi basah, dalam Islam wajib melakukan thaharah, yaitu berupa mandi wajib. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak dalam menjalani masa pubertas yang dilakukan di SD Muhammadiyah 9 Banjarmasin pada kelas 5 SD sebanyak 92 peserta. Metode yang dilakukan dengan cermah, demonstrasi, dan diskusi serta penggunaan media komik. Komik dinilai sebagai bacaan yang dapat meningkatkan antusias anak. Evaluasi dilakukan melalui post test dengan indikator panilaian apabila terdapat peningkatan pegetahuan peserta lebih dari 80%, maka kegiatan dianggap berhasil. Adapun hasil yang didapatkan adanya peningkatan pengetahuan pada peserta. Terlihat dari peningkatan nilai rerata dari 74,46 saat pre test menjadi 88,48 saat post test. Peserta yang mempunyai pengetahuan baik meningkat sebesar 31% yaitu yang sebelumnya 60% menjadi 91%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini semoga dapat membantu mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas dalam menjalani masa pubertas dan sesuai ajaran Islam.Abstract: Puberty is a very important stage for all adolescents, both male and female. The puberty period will change from childhood to adulthood. These changes include hormonal changes, physical changes, psychological and social changes. Children who have experienced menstruation and wet dreams, in Islam are required to perform thaharah, which is a mandatory bath. This community service aims to increase children's knowledge in going through puberty which was carried out at Muhammadiyah 9 Elementary School, Banjarmasin in grade 5 of elementary school with 92 participants. The method used was lectures, demonstrations, and discussions as well as the use of comic media. Comics are considered as reading material that can increase children's enthusiasm. The results obtained were an increase in knowledge in participants. This can be seen from the increase in the average value from 74.46 to 88.48. Participants who had good knowledge increased by 31%, from 60% to 91%. Hopefully, this community service activity can help create a healthy and intelligent generation in going through puberty and in accordance with Islamic teachings.
Implementasi Massage Effleurage Berbasis Evidence-Based Practice sebagai Intervensi Keperawatan Mandiri pada Nyeri Persalinan Kala I Sasmita Dewi; Ruslinawati Ruslinawati; Yenny Okvitasari
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.15702

Abstract

Proses persalinan umumnya disertai dengan sensasi nyeri yang dirasakan pada area perut. Nyeri ini mulai muncul sejak terjadinya pembukaan serviks, yaitu pada fase kala I persalinan. Apabila nyeri tidak dikelola dengan baik dan melebihi ambang toleransi ibu, kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi ibu maupun bayi. Salah satu intervensi yang diterapkan oleh penulis untuk membantu mengurangi nyeri persalinan adalah massage effleurage. Massage effleurage merupakan teknik pijat dengan gerakan usapan yang lembut, perlahan, berkesinambungan, dan dilakukan secara melingkar pada daerah abdomen. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan hasil optimalisasi penerapan massage effleurage dalam mengendalikan nyeri persalinan. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada Ny. N yang menjalani persalinan di RS Ansari Saleh Banjarmasin. Berdasarkan hasil pengkajian, Ny. N mengalami nyeri dengan skala 8 yang muncul setiap tiga menit akibat dilatasi serviks, sehingga ditegakkan diagnosis keperawatan berupa nyeri persalinan berhubungan dengan pembukaan serviks. Intervensi massage effleurage dilakukan dengan memberikan penjelasan terkait teknik dan waktu pelaksanaannya. Evaluasi pertama menunjukkan penurunan skala nyeri dari 8 menjadi 7, meskipun pasien masih sesekali menunjukkan respons nyeri. Pada evaluasi kedua, nyeri semakin berkurang dan lebih terkontrol, yaitu dari skala 7 menjadi 6, serta pasien mulai mampu beradaptasi dengan nyeri persalinan. Perawat diharapkan dapat mengembangkan intervensi keperawatan nonfarmakologis lainnya dalam manajemen nyeri persalinan guna meningkatkan kesehatan dan kenyamanan pasien.