Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN USAHATANI KUBIS DATARAN TINGGI, DATARAN SEDANG, DAN DATARAN RENDAH DI KABUPATEN LOMBK TIMUR Prasetyowati, Rini Endang; Riswan, Riswan; Iskandar, Muhammad Joni; Anwar, Muhammad
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4342

Abstract

Rendahnya produksi usahatani salah satunya disebabkan belum efisiennya penggunaan faktor produksi. Selain itu, faktor eksternal seperti letak geografis, perubahan iklim yang tidak menentu menyebabkan produksi fluktuatif sepanjang musim tanam. Kombinasi penggunaan faktor produksi yang tepat menghasilkan produksi aktual pada akhirnya berpengaruh terhadap pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan pendapatan usahatani kubis pada dataran tinggi, dataran sedang dan dataran rendah. Metode dasar penelitian menggunakan deskriptif analisis. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive di Desa Sembalun Bumbung pada ketinggian 800-1180 Mdpl, Desa Bebidas pada ketinggian 200-552 Mdpl dan Desa Peneda Gandor dengan ketinggian 13-81 Mdpl. Sampel penelitian ditentukan secara multistage random sampling sebanyak 45 petani dengan sebaran 15 petani masing-masing desa. Metode analisis menggunakan konsep total penerimaan dikurangi dengan total biaya sementara perbedaan pendapatan masing-masing wilayah diestimasi menggunakan analisis sample F-Test dan least significance different. Hasil penelitian menunjukkan dataran tinggi memiliki struktur pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan dataran rendah dan sedang. Sementara jika ditinjau dari perbedaan pendapatan masing-masing dataran menunjukkan dataran tinggi memiliki perbedaan pendapatan namun dataran sedang dan rendah tidak terdapat perbedaan yang signifikan.Kata kunci : usahatani kubis, pendapatan, petani
Analisis Pendapatan Usahatani Padi (Oryza Sativa) Di Lahan Sub Optimal (Studi Kasus: Lahan Kering Di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur) Mustar, Mustar; Iskandar, Muhammad Joni; Prasetyowati, Rini Endang; Anwar, Muhammad
Jurnal Pertanian Khairun Vol 4, No 2: (Desember 2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v4i2.10928

Abstract

Suboptimal land use for food availability is unavoidable, alternative rice farming in dry land is the current choice. The fluctuating prices of agricultural production factors require an in-depth study of detailed price estimates and allocations. The purpose of this study is to analyze the income of dry land rice farming in Jerowaru District. The study is descriptive, with purposive location selection, in a dry land rice agro-ecosystem with rain-fed irrigation in Sekaroh Village, Jerowaru District, East Lombok Regency. Respondents were determined by quota sampling of 30 people and selected randomly. Data were collected using observation techniques, structured interviews, and documentation, then analyzed using cash flow analysis techniques and described using descriptive methods. The results of the study obtained the production cost components of dry land rice farming amounted to Rp12,479,222/LLG or Rp14,321,187/ha, dry grain production harvested 4,519 tons, land productivity capacity reached 1.32 ku/LLG or 1.72 ku/ha. The farm income value is Rp25,649,000/LLG or Rp29,373,500/ha. The study concluded that the income from dryland rice farming in Jerowaru District is Rp13,169,778/LLG or Rp15,052,313/ha.
Pengaruh sistem bagi waris lahan terhadap keberlanjutan usahatani padi guna menunjang ketahanan pangan model Rap-Farm Multidimensional Scaling (MDS) Amni, Fitriatul; Iskandar, Muhammad Joni; Anwar, M.
Journal of Agribusiness Science and Rural Development Vol. 5 No. 1 (2025): JASRD
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/0g942620

Abstract

The system of agricultural land inheritance plays a significant role in the sustainability of rice farming and local food security. However, this practice often leads to land fragmentation, where agricultural land is divided into increasingly smaller units over time. The land inheritance system affects not only the technical aspects of farming but also has social, economic, and environmental consequences. In the context of Sakra Subdistrict, East Lombok Regency, this inheritance system has implications for the sustainability of rice farming. The objective of this study is to analyze the influence of land inheritance distribution on the sustainability of rice farming as a means to support food security in East Lombok Regency. The research location was purposively selected in Sakra Subdistrict, with a sample consisting of 35 farmers who had already passed down their land to the next generation. Data analysis was conducted using the Rap-Farm approach by applying Multidimensional Scaling (MDS), a modification of the Rapfish (Rapid Assessment Techniques for Fisheries) method. The analysis revealed that the land inheritance mechanism is still carried out within family structures based on deliberation and mutual consensus. The regression results from Rap-Farm show that the economic sustainability dimension had an average score of 36.14, the social dimension 110.71, and the ecological dimension 35.07. These findings suggest that while social aspects remain relatively strong, the economic and ecological dimensions of sustainability require further attention and intervention.
Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan di Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur Ditya, Muzammi; Iskandar, Muhammad Joni; Ahmadi, Rizal
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 6 No 1 (2026): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v6i1.1502

Abstract

Sektor pertanian, khususnya usahatani padi sawah, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendapatan usahatani padi sawah berdasarkan status kepemilikan lahan (milik sendiri, sewa, dan sakap) di Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Penelitian dilakukan di tiga desa dengan produksi padi tertinggi menggunakan metode Snowball Sampling terhadap 45 petani. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif, termasuk analisis biaya dan pendapatan, serta uji beda ANOVA dan post hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi per hektar relatif serupa pada ketiga sistem, yaitu berkisar antara Rp 28 juta–Rp 29 juta, dengan biaya tenaga kerja sebagai komponen terbesar. Pendapatan usahatani padi sawah tertinggi diperoleh petani pemilik lahan (Rp 8.992.416/ha), diikuti petani sewa (Rp 8.509.205/ha), dan terendah pada petani sakap (Rp 5.776.509/ha). Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan (F = 9,350; p < 0,001), dan uji post hoc mengungkapkan bahwa perbedaan signifikan terdapat antara kelompok milik sendiri dengan sakap, serta sewa dengan sakap, sedangkan perbedaan antara milik sendiri dan sewa tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa status kepemilikan lahan berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani, di mana sistem sakap cenderung menurunkan keuntungan penggarap. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan dalam meningkatkan kesejahteraan petani padi sawah di daerah penelitian.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN BAKU SUMBEDAYA LOKAL GUNA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN LOKAL DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Ahmadi, Rizal; Iskandar, Muhammad Joni; Hernawati, Hernawati
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3013

Abstract

The agricultural sector faces significant challenges related to production sustainability and environmental preservation due to the excessive use of chemical fertilizers, which degrades soil quality and increases production costs. The utilization of organic fertilizers derived from local resources offers a strategic solution to support sustainable agriculture. This program aimed to provide training and assistance to the Tundak Karya 2 Farmer Group in producing organic fertilizer using locally available materials such as livestock manure, rice straw, rice bran, molasses, and dolomite. The training was conducted on 6 August 2025 in Batu Putik Village, Keruak District, East Lombok Regency, using a Participatory Action Program (PAP) approach through stages of socialization, demonstration, hands-on practice (learning by doing), and evaluation using pre-tests and post-tests. The results showed a significant improvement in the group members’ technical skills, with more than 85% mastery of material mixing procedures, fermentation processes, storage techniques, and final fertilizer production. Participants also demonstrated high enthusiasm and increased awareness of reducing dependence on chemical fertilizers by independently utilizing agricultural and livestock waste. Overall, this program effectively strengthened farmer group self-reliance and holds potential as a model for sustainable agriculture based on local resource utilization.
Pelatihan digital marketing pupuk organik dekomposer microbacter alfaafa-11 pada kube pemuda gubuk timuk kecamatan Terara Rini Endang Prasetyowati; Muhammad Joni Iskandar; Muhammad Anwar; Elwani Hidayati; Riswan Riswan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21489

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini menjadi poin utama yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya jual suatu produk. Khususnya dibidang teknologi masyarakat sudah menggunakan dan merasakan manfaat dari inovasi teknologi-teknologi yang diciptakan seperti websites, facebook, instagram, whatshapp dan lain sebagainya. Dalam pelatihan digital marketing yang dilaksanakan pada kelompok KUBE Gubuk Timuk Desa Sukadana Kecamatan Terara menitik beratkan pada dua jenis media bisnis online yaitu digital marketing dan media sosial. Pelaksanaan pelatihan ini dimulai dengan pemberian materi tentang digital marketing, kemudian diskusi yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan akun bisnis. Berdasarkan hasil pelatihan ada 3 media sosial yang digunakan oleh kelompok KUBE dalam mempromosikan dan menjual barangnya yaitu twitter, whatsapp dan instagram. Hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu pertama pembuatan akun bisnis di media sosial lebih mudah dibandingkan dengan di market place, kedua lebih mudah di gunakan atau diatur dibandingkan dengan market place. Pada dasarnya market place maupun medsos memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mempermudah di dalam berusaha atau bisnis, akan tetapi semua itu akan berjalan dengan baik apabila dijalann dengan penuh ketekutan dan pokok utama dalam berbisnis adalah kejujuran.Kata kunci: digital marketing; pupuk organik; microbacter alfaafa-11 Abstract The rapid development of technology is now the main point that can be used to increase the selling power of a product. Especially in the field of technology, people have used and benefited from innovative technologies created such as websites, Facebook, Instagram, WhatsApp, and so on. In the digital marketing training that was held at the Kube Timuk Kube group, Sukadana Village, Terara District, the focus was on two types of online business media, namely Digital Marketing and Social Media. The implementation of this training begins with the provision of material on digital marketing, and then the discussion is followed by the practice of creating a business account. Based on the results of the training, there are 3 social media that the Kube group wants to use in promoting and selling their goods, namely Twitter, WhatsApp, and Instagram. Use or regulated compared to the marketplace. Marketplaces and social media have the same goal, namely to make it easier to do business or business, but all of that will work well if it is carried out with full dedication and the main point in doing business is honesty. Keywords: digital marketing; organic fertilizer; microbacter alfaafa-11
Peningkatan Produksi Kelompok Tani Ternak Melalui Teknologi Open Telur Asin (TOTA) Di Kecamatan Terara Iskandar, Muhammad Joni; Anwar, Muhammad; Wirasandi, Wirasandi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7438

Abstract

Kegiatan pelatihan dan pendampingan peningkatan produksi melalui Teknologi Open Telur Asin (TOTA) bertujuan meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta kapasitas produksi Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian Desa Sukadana, Kecamatan Terara. Tujuan akhirnya adalah memperbaiki nilai jual telur bebek, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat manajemen usaha kelompok melalui penerapan pencatatan berbasis digital. Lokasi kegiatan berada di Dusun Gundem, Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan dilaksanakan pada dua tahap utama: pelatihan dan pendampingan produksi telur asin melalui teknologi TOTA pada tanggal 16 September 2025 sementara pelatihan manajemen usaha berbasis aplikasi Buku Kas Digital pada tanggal 2 Agustus 2025. Metode kegiatan dilakukan melalui partisipatory action program pendekatan learning by doing, Transfer Knowledge, Technology Transfer (TT), dan Entrepreneurship Capacity Building. Tahapannya meliputi sosialisasi, perancangan teknologi, pelatihan teknis penggunaan TOTA, fermentasi telur, serta praktik pencatatan keuangan digital. Evaluasi dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pemahaman anggota. Pada aspek produksi, anggota kelompok yang sebelumnya hanya memahami teknik konvensional kini mampu menguasai penggunaan TOTA hingga 95%, dengan kapasitas produksi mencapai 150 butir (±9 kg) per sekali proses. Pemahaman terhadap teknik fermentasi juga meningkat, sehingga kualitas telur asin lebih terjaga. Pada aspek manajemen penerapan aplikasi Buku Kas Digital membantu anggota mencatat transaksi keuangan secara sistematis, transparan, dan lebih dari 80% anggota telah mampu menggunakannya secara mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan mitra setelah pelatihan dan pendampingan. Sebelum pelaksanaan, keterampilan anggota dalam memproduksi telur asin baru berada pada kisaran 40% dan meningkat menjadi 85% setelah pendampingan. Produksi telur asin yang sebelumnya hanya sekitar 45% dengan metode manual naik menjadi 80% dengan teknologi TOTA. Selain itu, pemahaman anggota terhadap manajemen usaha berbasis digital juga meningkat, dengan lebih dari 80% anggota mampu menggunakan aplikasi Buku Kas Digital untuk mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, hingga memantau arus kas usaha mereka.