Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Nonformal

Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pelaku UMKM Di Masa Pandemi Covid-19 Indah Andayani; Maria Veronika Roesminingsih; Wiwin Yulianingsih
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um041v16i1p12-20

Abstract

Pelaku UMKM mengalami penurunan pendapatan dengan adanya pandemi Covid-19. Penurunan daya beli konsumen dari sektor pemasaran tradisional dengan penutupan sektor pariwisata merupakan tantangan pelaku UMKM dalam menjalankan produksi usaha. Peluang pelaku UMKM untuk bertahan di masa pandemi adalah dengan memaksimalkan penjualan di pasar Online. Pemberdayaan masyarakat pelaku UMKM dalam mencoba pasar Online perlu dilakukan atau pilihan lain dengan memberdayakan pelaku UMKM pada produk yang paling dibutuhkan di masa pandemi seperti, masker dan hand sanitizer. Tujuan penelitian untuk mendapatkan model pemberdayaan yang paling dibutuhkan pelaku UMKM di masa pandemi covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi. 18 Sampel pelaku UMKM berasal dari kabupaten Kediri dengan stratified random sampling. Tahap analisis data dimulai dari koleksi, reduksi, display, verifikasi, dan simpulan. Keabsahan data menggunakan kredibilitas, member check, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menggambarkan bahwa beberapa kendala yang dialami pelaku UMKM kabupaten Kediri terletak pada proses pemasaran produk, sehingga strategi pemberdayaan yang paling dibutuhkan para pelaku UMKM adalah pemberdayaan pemasaran produk secara online melalui platform market digital dan dapat melalui strategi pemberdayaan inovasi produk UMKM untuk beralih pada produk yang paling dibutuhkan (masker, hand sanitizer).
Gambaran Kebutuhan Pembelajaran Daring PKBM Budi Utama Surabaya Pada Masa Pandemi Covid-19 Novia Nur Kharisma; Maria Veronika Roesminingsih; Suhanadji Suhanadji
Jurnal Pendidikan Nonformal Vol 15, No 1 (2020): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan-Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.553 KB) | DOI: 10.17977/um041v15i1p38-45

Abstract

AbstrakPandemi Covid-19 menimbulkan dampak pada perubahan model pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran daring. Pelaksanaan pembelajaran daring di PKBM Budi Utama berlangsung spontan tanpa persiapan. Tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran  kebutuhan pelaksanaan pembelajaran daring. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. 167 peserta didik kesetaraan dan 18 tutor menjadi responden dengan mengisi survei kebutuhan pembelajaran daring melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88,17% responden menginginkan adanya sosialisasi pembelajaran daring; 69,89% responden memilih pembelajaran daring melalui google classroom; 45,16% memilih model pembelajaran video tutorial; 94,08% membutuhkan sumber internet dari wifi dan paket data dan 82,25% responden khawatir kesulitan memahami pelajaran matematika pembelajaran daring. Simpulan penelitian ini adalah kebutuhan pembelajaran daring di PKBM Budi Utama meliputi media, aplikasi, dan model pembelajaran.Abstract  Covid-19 pandemic has an impact on changing face-to-face learning models to online learning. Online learning in Budi Utama's PKBM took place spontaneously without preparation. The research objective is to provide an overview of the needs of implementing online learning. The study uses a quantitative descriptive approach with survey methods. 167 equality students and 18 tutors became respondents by filling out a survey of online learning needs through Google Form. The results showed that 88.17% of respondents wanted online learning socialization; 69.89% of respondents chose online learning through google classroom; 45.16% chose the video tutorial learning model; 94.08% need internet sources from wifi and data packages and 82.25% of respondents are worried about having difficulty understanding online mathematics learning. The conclusion of this research is the need for online learning in Budi Utama PKBM covering media, applications, and learning models