Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pendampingan Guru Sekolah Menengah dalam Penerapan ICT untuk Asesmen Pembelajaran Dahlan, Jarnawi Afgani; Kusumah, Yaya Sukjaya; Monariska, Erma; Jalal, Ariyanti; Maknun, Churun Lu'lu'il; Ernawati; Ikram, Fadhil Zil; Panjaitan, M. Azhari; Tupamahu, Pieter Z.; Silitonga, R. H. Yanti
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5428

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT), khususnya dalam kegiatan evaluasi dan asesmen pembelajaran oleh guru di sekolah mitra. Permasalahan ini dapat ditinjau dari dua aspek utama, yaitu keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan platform digital untuk evaluasi dan asesmen, serta belum dikenalnya potensi kecerdasan buatan (AI) dalam menunjang penilaian pembelajaran yang efektif dan efisien. Melalui kegiatan pengabdian berupa pendampingan atau pelatihan ini, diharapkan para guru di sekolah mitra tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang pentingnya integrasi teknologi dalam evaluasi dan asesmen pembelajaran, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menerapkannya secara langsung dalam konteks kelas mereka masing-masing. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara hybrid yang berpusat di SMK TIK Al-Islam Purwakarta. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025 dengan 27 guru yang mengikuti kegiatan. Adapun guru-guru yang mengikuti kegiatan ini berasal dari tiga sekolah yaitu SMA Al Jundiyah, SMA Dzakiyun 2, dan SMK TIK Al Islam. Hasil pelaksanaan serta evaluasi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa indikator keberhasilan kegiatan pengabdian, yaitu materi, narasumber, pelaksanaan kegiata, serta dampak manfaat, sudah terpenuhi sehingga kegiatan pendampingan atau pelatihan terkait pemanfaatan ICT dalam asesmen pembelajaran dapat dikatakan sukses dan berhasil. Kegiatan pendampingan atau pelatihan berhasil dalam menambah wawasan dan pengetahuan serta keterampilan terkait ICT dalam Pendidikan, utamanya mengenai pemanfaatannya dalam asesmen pembelajaran. Selain itu, para responden juga memberikan komentar yang positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan berharap kegiatannya dapat dilaksanakan secara berkala.
IDENTITAS MATEMATIS: STUDI KASUS PADA MAHASISWA AKUNTANSI Ikram, Fadhil Zil; Rosidah, Rosidah
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 15 No. 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i1.10928

Abstract

Identitas matematis merupakan salah satu aspek yang penting untuk dimiliki mahasiswa, baik itu mahasiswa di jurusan matematika maupun yang non-matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan identitas matematis yang dimiliki mahasiswa akuntansi. 59 mahasiswa terlibat sebagai partisipan dalam survei yang dilakukan untuk kategorisasi identitas matematis. Peneliti kemudian melakukan wawancara dengan dosen terkait 1 mahasiswa dengan identitas matematis positif dan 1 mahasiswa dengan identitas matematis negatif. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan tiga tahapan utama yaitu kondensasi data, tampilan data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa mahasiswa dengan identitas matematis positif dan negatif memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan tersebut mulai pengetahuan, kemampuan, serta minat dan motivasi. Mahasiswa dengan identitas matematis positif memiliki prestasi matematika yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa dengan identitas negatif. Hal ini ditandai dengan frekuensi menjawab pertanyaan atau soal, nilai, dan tingkat kesulitan soal yang dapat dijawab. Selain itu, mahasiswa dengan identitas matematis positif lebih antusias dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran matematika dibandingkan mahasiswa dengan identitas matematis negatif yang sekadar hanya ingin menggugurkan kewajiban untuk mengikuti perkuliahan. Mahasiswa dengan identitas matematis positif cenderung lebih berinisatif dan mandiri.
AI-Driven Clustering of Social Media Consumption Patterns and Daily Productivity Using K-Means and DBSCAN in Multigenerational Respondents Nurrahmah Agusnaya; Putri Nirmala; M. Miftach Fakhri; Fadhil Zil Ikram
Artificial Intelligence in Educational Decision Sciences Vol 1 No 1 (2026): Artificial Intelligence in Educational Decision Sciences
Publisher : PT. Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/aieds.v1i1.8

Abstract

Purpose – The rapid development of digital technology has made social media an integral part of life across generations, yet its intensive use raises growing concerns regarding its impact on daily productivity. This study aims to analyze patterns of social media consumption behavior and their relationship with productivity across age groups using a dual clustering approach based on the K-Means and DBSCAN algorithms.Methods – The study utilizes secondary data from 3,000 multigenerational respondents, processed using Orange Data Mining through stages of data selection, normalization, and unsupervised clustering. K-Means is employed to segment respondents based on proximity to cluster centroids, while DBSCAN is applied to identify density-based behavioral patterns and detect outliers representing extreme digital usage behaviors.Findings – The results indicate that K-Means effectively maps macro-level clusters primarily differentiated by age, achieving an average Silhouette score of 0.537, which reflects stable and well-separated segmentation. In contrast, DBSCAN demonstrates superior capability in identifying micro-level behavioral patterns, particularly respondents exhibiting extreme characteristics such as excessive screen time and non-productive application usage, despite yielding a lower overall Silhouette value. The comparative analysis highlights that K-Means is more suitable for demographic-based segmentation, whereas DBSCAN provides deeper insights into localized and atypical digital behavior.Research limitations – The analysis is based on a randomly sampled subset of a publicly available dataset, which may limit the generalisability of the findings across different cultural, occupational, and socioeconomic contexts. Future studies are encouraged to incorporate longitudinal data and additional behavioral variables to capture temporal dynamics and causal relationships between social media usage and productivity.Originality – This study contributes by systematically comparing centroid-based and density-based clustering approaches within a multigenerational framework to reveal both macro-demographic and micro-behavioral patterns of digital consumption. The proposed dual clustering strategy offers a novel analytical perspective for designing more adaptive and evidence-based digital literacy and productivity enhancement policies.
Pelatihan Teknologi Digital Chatbot Interaktif Berbasis Poe AI dan Mathpix bagi Guru SMA di Kabupaten Majene Abdy, Muhammad; Anaguna, Nursyam; Musawwir, Musawwir; Rasyid, Muh. Rafli; Ikram, Fadhil Zil
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.6141

Abstract

Kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran digital untuk menciptakan efektifitas dan inovasi dalam mengevaluasi pembelajaran matematika yang sesuai dengan perkembangan zaman merupakan masalah yang dialami beberapa guru SMA Kabupaten Majene. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi guru yang bertujuan untuk: 1) meningkatkan keterampilan penggunaan teknologi digital Chatbot Interaktif berbasis Poe AI dan Mathpix dalam pembelajaran, dan 2) meningkatkan efektifitas dan inovasi guru dalam membuat soal dan rubrik penilaian melalui penggunaan teknologi digital Chatbot Interaktif berbasis Poe AI dan Mathpix. Metode pelaksanaan terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 1 hari dan kegiatan pendampingan dilakukan selama 2 bulan. Peserta yang terlibat sebanyak 16 guru, di mana lokasi pengabdian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Majene. Hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi digital Poe AI dan Mathpix. Selain itu, ada peningkatan efektifitas dan inovasi guru dalam menyusun soal yang bervariasi dan berkualitas dalam pembelajaran matematika melalui penggunaan teknologi Chatbot interaktif berbasis Poe AI dan Mathpix.
Mathematics Teachers' Competency Development: A Qualitative Study On The Transition From PMM To Ruang GTK Fadhil Zil Ikram; Yaya Sukjaya Kusumah; Mei Radia Putri
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 2, May (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i2.8168

Abstract

The change from PMM (Merdeka Mengajar Platform) to Ruang GTK requires further study investigating how the Ruang GTK is utilised compared to PMM. The present qualitative study aims to describe the experiences of 15 mathematics teachers (13 teachers and two vice principals) in using Ruang GTK compared to their previous experiences using PMM. The study spanned six weeks and was conducted online and offline. The data were collected through interviews and audiovisual materials, with interview guidelines developed based on an adaptation of the Technology Acceptance Model (TAM3) constructs: perceived usefulness, perceived ease of use, job relevance, voluntariness, and use. The data underwent a three-stage analysis process, encompassing data condensation, data presentation, verification, and conclusion drawing. The results showed that more and more participants rarely use Ruang GTK due to motivational factors, changes in the curriculum, and the need to attend many offline trainings. The discrepancy in the advantages accruing from utilizing Ruang GTK compared to PMM can be attributed to the substantial diminution in teacher workload. Ruang GTK is easier to operate, especially because it eliminates features that confuse teachers. Lastly, many of the participants now access the Ruang GTK only when there is an obligation or demand from their superiors, and only a few
Pendampingan Guru Sekolah Menengah dalam Penerapan ICT untuk Asesmen Pembelajaran Jarnawi Afgani Dahlan; Yaya Sukjaya Kusumah; Erma Monariska; Ariyanti Jalal; Churun Lu'lu'il Maknun; Ernawati; Fadhil Zil Ikram; M. Azhari Panjaitan; Pieter Z. Tupamahu; R. H. Yanti Silitonga
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5428

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (ICT), khususnya dalam kegiatan evaluasi dan asesmen pembelajaran oleh guru di sekolah mitra. Permasalahan ini dapat ditinjau dari dua aspek utama, yaitu keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan platform digital untuk evaluasi dan asesmen, serta belum dikenalnya potensi kecerdasan buatan (AI) dalam menunjang penilaian pembelajaran yang efektif dan efisien. Melalui kegiatan pengabdian berupa pendampingan atau pelatihan ini, diharapkan para guru di sekolah mitra tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang pentingnya integrasi teknologi dalam evaluasi dan asesmen pembelajaran, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menerapkannya secara langsung dalam konteks kelas mereka masing-masing. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara hybrid yang berpusat di SMK TIK Al-Islam Purwakarta. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025 dengan 27 guru yang mengikuti kegiatan. Adapun guru-guru yang mengikuti kegiatan ini berasal dari tiga sekolah yaitu SMA Al Jundiyah, SMA Dzakiyun 2, dan SMK TIK Al Islam. Hasil pelaksanaan serta evaluasi terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa indikator keberhasilan kegiatan pengabdian, yaitu materi, narasumber, pelaksanaan kegiata, serta dampak manfaat, sudah terpenuhi sehingga kegiatan pendampingan atau pelatihan terkait pemanfaatan ICT dalam asesmen pembelajaran dapat dikatakan sukses dan berhasil. Kegiatan pendampingan atau pelatihan berhasil dalam menambah wawasan dan pengetahuan serta keterampilan terkait ICT dalam Pendidikan, utamanya mengenai pemanfaatannya dalam asesmen pembelajaran. Selain itu, para responden juga memberikan komentar yang positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan berharap kegiatannya dapat dilaksanakan secara berkala.
Pelatihan Teknologi Digital Chatbot Interaktif Berbasis Poe AI dan Mathpix bagi Guru SMA di Kabupaten Majene Muhammad Abdy; Nursyam Anaguna; Musawwir Musawwir; Muh. Rafli Rasyid; Fadhil Zil Ikram
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i2.6141

Abstract

Kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran digital untuk menciptakan efektifitas dan inovasi dalam mengevaluasi pembelajaran matematika yang sesuai dengan perkembangan zaman merupakan masalah yang dialami beberapa guru SMA Kabupaten Majene. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi guru yang bertujuan untuk: 1) meningkatkan keterampilan penggunaan teknologi digital Chatbot Interaktif berbasis Poe AI dan Mathpix dalam pembelajaran, dan 2) meningkatkan efektifitas dan inovasi guru dalam membuat soal dan rubrik penilaian melalui penggunaan teknologi digital Chatbot Interaktif berbasis Poe AI dan Mathpix. Metode pelaksanaan terdiri dari 4 tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 1 hari dan kegiatan pendampingan dilakukan selama 2 bulan. Peserta yang terlibat sebanyak 16 guru, di mana lokasi pengabdian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Majene. Hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan terdapat peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi digital Poe AI dan Mathpix. Selain itu, ada peningkatan efektifitas dan inovasi guru dalam menyusun soal yang bervariasi dan berkualitas dalam pembelajaran matematika melalui penggunaan teknologi Chatbot interaktif berbasis Poe AI dan Mathpix.
Utilization of Artificial Intelligence in Mathematics Education: Perspectives from Professors and Doctoral Students in Indonesia Fadhil Zil Ikram; R. H. Yanti Silitonga; Rosidah; Mei Radia Putri
Indonesian Technology and Education Journal Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/itej.v4i1.1162

Abstract

Artificial intelligence (AI) is increasingly integrated into higher education, yet comparative studies of how doctoral students and professors view AI in mathematics education remain scarce, particularly in Indonesia. This study explores the perspectives of both groups through a qualitative design involving focus group discussions and semi-structured interviews with eight doctoral students and two mathematics education professors at several public universities. Data were analysed through condensation, presentation, and verification, with triangulation and member-checking ensuring credibility. Five interpretative patterns emerged: (1) heterogeneous AI adoption among doctoral students, ranging from extensive to restrictive-reflective; (2) shared epistemological grounding that AI functions as a tool rather than a substitute for conceptual mastery; (3) a proposal for differential course regulation, distinguishing a 'no AI' category for conceptual courses from a 'maximum AI' category for technology-based courses; (4) asymmetric control strategies that can be bridged through a disclosure-and-verification paradigm; and (5) complementary ethical concerns across roles. Participants also showed limited awareness of AI's potential as conversational, pedagogical, and teachable agents. While the small sample limits generalisability, these findings offer preliminary insights into how AI use is negotiated within supervisor–student relationships and suggest directions for further inquiry into AI adoption in Indonesian doctoral programmes in mathematics education.
COMPETENCIES OF WEST SULAWESI MATHEMATICS TEACHERS FROM STUDENTS' PERSPECTIVES Fadhil Zil Ikram; Nursyam Anaguna; Rosidah; Muhammad Takwin Machmud
Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Vol 12 No 2 (2024): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/e.v12i2.918

Abstract

This qualitative study aims to describe the competencies of mathematics teachers from the perspective of secondary school students in West Sulawesi, especially related to which aspects need to be developed. Data collection in this study used a survey with open-ended questions that asked students to submit responses, criticisms, or suggestions regarding their teachers' performance in learning mathematics. The survey lasted for 4 weeks, in July 2024. The population of this study was all secondary school students in West Sulawesi and the sample of this study was 1012 students consisting of 559 high school students and 453 junior high school students in West Sulawesi. Data analysis techniques in this study employed three stages consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings showed that there are still numerous secondary school students (junior and senior high school) in West Sulawesi who are not satisfied with the mathematics learning they experience, particularly regarding the competence of their mathematics teachers. From the students' viewpoint, there are still numerous aspects of the four competencies of secondary school mathematics teachers (personality, pedagogic, professional, and social) in West Sulawesi that need to be further developed.
Rancangan Pembelajaran Berbantuan Google Meet dan WhatsApp serta Efektivitasnya dalam Pembelajaran Matematika Fadhil Zil Ikram; Rosidah Rosidah
Jurnal MediaTIK Volume 6 Issue 1, Januari (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v6i1.1362

Abstract

WhatsApp dan Google Meet merupakan dua aplikasi yang jika dikombinasikan dapat membantu keberhasilan pembelajaran matematika dan memaksimalkan hasil belajar siswa atau mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan pembelajaran matematika berbantuan Google Meet dan WhatsApp yang dirancang oleh dosen dan menguji efektivitas dari rancangan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian mixed methods dengan desain sequential exploratory di mana peneliti terlebih dahulu melaksanakan penelitian kualitatif (pada penelitian ini yaitu studi kasus) kemudian dilanjutkan dengan penelitian kuantitatif (pada penelitian ini yaitu eksperimen semu). Penelitian studi kasus melibatkan seorang dosen yang masih tetap menggunakan pembelajaran online sebagai salah satu alternatif sedangkan partisipan pada penelitian kuantitatif adalah kelas yang diajar oleh dosen yang bersangkutan. Kriteria keefektifan dalam penelitian ini adalah mean dari skor tes matematika mahasiswa yang lebih dari 65. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen telah merancang secara sistematis pembelajaran matematika online berbantuan WhatsApp dan Google Meet dimulai dari kegiatan pendahuluan atau pembuka, inti, dan penutup. hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa mean dari skor mahasiswa yang mengikuti pembelajaran online tersebut adalah 79,15 dengan standar deviasi 16,16. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa pembelajaran matematika berbantuan Google Meet dan WhatsApp efektif untuk diterapkan.