Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Upaya Guru menginternalisasikan sikap nasionalisme pada siswa kelas X Melalui Pembelajaran Sejarah di SMA IT Annajiyah Lubuklinggau Aroza Oca; Yeni Asmara; Isbandiyah Isbandiyah
Daya Nasional: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1, No 2 (2023): Juni (2023)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jdn.v1i2.67899

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena banyaknya permasalahan yang terjadi pada siswa di zaman sekarang ini mengenai sikap nasionalisme sedang mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang upaya guru meninternalisasikan sikap nasionalisme pada siswa kelas X melalui pembelajaran sejarah di sma it annajiyah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru menginternalisasikan sikap nasionalisme melalui pembelajaran sejarah antara lain dengan pembiasaan, keteladanan, contoh yang konstektual, penggunaan cerita dan media. Upaya tersebut dikategorikan efekti untuk digunakan menginternalisasikan sikap nasionalisme pada siswa kelas X SMA IT Annajiyah. analisis angket guna untuk mengetahui keberhasilan yang upaya guru menginternalisasikan sikap Nasionalisme yang ada pada siswa maka diambil kesimpulan bahwa upaya guru yang telah dideskripsi diatas dikategorikan efektif dan baik dilihat dari rata-rata jawaban siswa selalu.
PENERAPAN MODEL ACTIVE DEBATE UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X IPS DI MAN 2 LUBUKLINGGAU Feni Selvita; Agus Susilo; Isbandiyah
Jurnal Binagogik Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v11i1.659

Abstract

This research aims to describe the application of the Active Debate learning model for History Learning for Class X IPS at MAN 2 Lubuklinggau. The research method used was quasi-experimental. Data collection techniques in research use tests. Data analysis techniques with normality test steps and hypothesis testing. Based on the research results, it can be concluded that the application of the Active Debate learning model for History Learning for Class X IPS at MAN 2 Lubuklinggau. This is proven by the pre-test results with an average score of 42.19. After being given treatment by applying the Active Debate model, it was discovered that the post test results increased by 36.26 to an average value of 78.45 which was greater than the pre test calculation. After analyzing the results of the data using the t test formula, a t value of 13.76 was obtained. These results are compared with ttable at the 5% significance level, namely: tcount (13.76) ˃ ttable (2.04). So the hypothesis can be concluded that the application of the Active Debate learning model can improve the history learning outcomes of class X IPS students at MAN 2 Lubuklinggau.
SOSIALISASI PERAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI KECAMATAN NIBUNG KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA Isbandiyah, Isbandiyah; Supriyanto, Supriyanto
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v3i2.1067

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran keluarga dalam pembentukan karakter anak. Metode kegiatan yang digunakan adalah dengan cara ceramah dan tanya jawab. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di Kecamatan Nibung Kabupaten Musi Rawas Utara. Hasil pelaksanan kegiatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan sosialisasi peran keluarga baik proses maupun hasil, dapat dikatakan berhasil dengan baik. Hal ini dilihat dari hasil evaluasi yang meliputi kehadiran peserta dalam mengikuti kegiatan, antusiasme peserta, serta respon masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan, dimana terdapat peserta yang meminta kepada pelaksana kegiatan untuk melaksanakan kegiatan yang lebih besar. Kegiatan pengabdian ini, difokuskan pada pendidikan masyarakat dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran keluarga dalam membentuk karakter anak dan memahami metode menanamkan nilai-nilai karakter.
PEMBERDAYAAN KADER SARISEJAYA DALAM PEMBUATAN PENCIL BOX BAMBOO DENGAN MOTIF BATIK DURIAN SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL LUBUKLINGGAU Supriyanto, Supriyanto; Isbandiyah, Isbandiyah
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 1 (2023): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i1.2608

Abstract

This activity aims to ensure that Sarisejaya cadres acquire (1) a comprehensive understanding of Lubuklinggau's local culture preservation efforts and potential, and (2) proficiency in crafting bamboo pencil boxes adorned with durian batik motifs. Employing socialization and demonstration methods, the outreach activities imparted diverse insights on Lubuklinggau City's cultural tourism potential and local culture preservation. Subsequently, partners engaged in hands-on demonstration activities, crafting bamboo pencil boxes featuring durian batik motifs. Results revealed a commendable 76% understanding level and an impressive overall participant score of 78.6. Sarisjaya cadres demonstrated highly proficient skills, achieving an average score of 85.02, categorizing them in the "very good" range. The output of this service activity manifests in the publication of articles in the Community Service Journal.
Teknis Pelaksanaan dan Penyusunan Laporan Sebagai Bekal Mahasiswa Dalam Melaksanakan Program Praktik Pengalaman Lapangan Universitas PGRI Silampari Supriyanto, Supriyanto; Isbandiyah, Isbandiyah
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v6i2.2855

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah mahasiswa memiliki pemahaman tentang teknis pelaksanaan dan penyusunan laporan melaksanakan praktik pengalaman lapangan di sekolah agar mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan pendidikan di masyarakat. Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab. Ceramah merupakan metode pembelajaran yang dilakukan dengan penyajian materi melalui penjelasan lisan oleh pemateri kepada peserta. Metode ini sangat efektif digunakan untuk menghadapi peserta dalam jumlah banyak. Sementara Tanya jawab dalam hal ini adalah peserta dipersilahkan menanyakan hal-hal yang belum dimengerti terkait dengan materi pendidikan karakter. Hasil dari kegiatan ini adalah tingkat pemahaman mahasiswa peserta praktik pengalaman lapangan sangat baik, dilihat dari perolehan nilai tes sebanyak 397 mahasiswa yang mendapat nilai 91-100 sebanyak 176 mahasiswa dengan nilai rata-rata 93,47, nilai 81-90 sebanyak 202 mahasiswa dengan nilai rata-rata 86,86, nilai 71-80 sebanyak 18 mahasiswa dengan nilai rata-rata 78,55, dan nilai 61-70 sebanyak 1 mahasiswa dengan nilai rata-rata 66,15. Selain itu, dari pengamatan terlihat mahasiswa sangat antusias, berperan aktif menyimak dan aktif bertanya.
Analisis Kepekaan Sosial Mahasiswa Pendidikan Sejarah dalam Menghadapi VUCA Supriyanto, Supriyanto; Isbandiyah, Isbandiyah
Media Komunikasi FPIPS Vol. 23 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v23i1.74865

Abstract

Penelitiaan ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena yang muncul dewasa ini, diantaranya kompleksnya permasalahan, banyaknya tantangan, bergejolak, kondisi yang tidak pasti, dan terjadi perubahan cepat, yang dikenal dengan istilah VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity). Oleh karena itu, perlu melakukan penelitian dengan tujuan menganalisis kepekaan sosial mahasiswa Pendidikan Sejarah dalam menghadapi VUCA di bidang pendidikan. Metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun prosedur penelitian ini mencakup tiga tahap, yaitu: tahap persiapan lapangan; tahap penelitian lapangan, meliputi: teknik pengumpulan data, reduksi data, dan keabsahan data; dan tahap analisis data dan pelaporan penelitian. Hasil penelitian ini diuraikan bahwa kecenderungan kepekaan sosial yang diperlukan dalam mengahapi VUCA adalah kesadaran diri. Untuk kepekaan sosial mahasiswa pendidikan sejarah dalam menghadapi VUCA, lebih dominan pada kepekaan sosial dalam menghadapi berbagai perubahan yang cepat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepekaan sosial sangat diperlukan dalam menghadapi VUCA, khususnya di bidang pendidikan.
PERAN GURU DALAM MENANAMKAN SIKAP NASIONALISME PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS VII di SMP NEGERI SELANGIT Setiyah, Tari; Asmara, Yeni; ., Isbandiyah
Linggau Journal of Elementary School Education Vol. 3 No. 2 (2023): Linggau Journal of Elementary School Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/ljese.v3i2.530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peran guru dalam menanamkan sikap nasionalisme pada mata pelajaran IPS, (2) sikap nasionlisme siswa kelas VII SMP Negeri Selangit pada mata pelajaran IPS. Metode Penelitian kualitatif sampel atau subyek, sampel penelitian seluruh siswa-siswi kelas VII dan subyek Guru IPS kelas VII. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data digunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian peran guru dalam menanamkan sikap nasionalisme pada mata pelajaran IPS siswa kelas VII di SMP Negeri Selangit sudah baik dan bagaimana sikap nasionalisme siswa kelas VII SMP Negeri Selangit pada mata pelajaran IPS sudah baik sekali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa guru IPS dan siswa kelas VII di SMP Negeri Selangit sudah baik.
APPLICATION OF RESITATION LEARNING METHOD IN IPS SUBJECT IN CLASS VIII SMP O. MANGUNHARJO Ningrum, Fitriyan Della Widya; Sustianingsih, Ira Miyarni; Isbandiyah, Isbandiyah
JURNAL EDUSCIENCE Vol 11, No 2 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria, Korea, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v11i2.5792

Abstract

This study aims to determine whether the application of the Resitation learning method in social studies subjects of class VIII students of SMP Negeri O. Mangunharjo significantly completed. The method used in this research is quantitative by using a pseudo-experimental approach. The population of this study is the entire class VIII SMP Negeri O. Mangunharjo which amounted to 109 students and the sample taken in this study is class VIII D which amounted to 26 students. The sample was taken by Simple Random Sampling. The conclusion of this study is whether the social studies learning outcomes of students in grade VIII SMP Negeri O. Mangunharjo after the application of the Resitation learning method is significantly complete. This can be seen from the results of the analysis with the t-test obtained tcount> ttable (6.20) > (1.708) this means Ho is rejected and Ha is accepted.
MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK UNTUK MENGATASI BULLYING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD Isbandiyah, Isbandiyah; Supriyanto, Supriyanto; Lestari, Tri Diyah
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 9, No 3 (2024): VOLUME 9 NUMBER 3 SEPTEMBER 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v9i3.5047

Abstract

Artikel ini merupakan hasil kajian dari berbagai literatur, dengan tujuan mengkonstruk model pembelajaran resolusi konflik untuk mengatasi bullying dalam pembelajaran IPS di SD. Hasil kajian ini dapat dikemukakan bahwa model resolusi konflik merupakan suatu model pembelajaran yang bisa digunakan sesuai kebutuhan melalui penanganan konflik yang konstruktif, seperti perilaku bullying di SD. Proses penerapan model resolusi konflik ini adalah melalui pengajuan masalah dalam bentuk simulasi dan kesempatan untuk belajar sambil bermain, siswa akan memiliki kesempatan belajar yang luas dan mendalam di bawah arahan dan fasilitas guru. Model pembelajaran resolusi konflik lebih melibatkan siswa secara aktif dalam belajar IPS dan siswa menjadi tahu bagaimana mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi ketika berinteraksi dengan teman-teman yang lain. Dalam hal ini siswa tahu bagaimana menyelesaikan masalah bullying yang dihadapinya. Selain itu, dalam pelaksanaan model pembelajaran resolusi konflik, guru harus menanamkan dalam diri siswa bahwa tidak boleh mengejek teman, tidak boleh mengancam teman, tidak boleh membeda-bedakan teman, tidak boleh menyiksa teman, tidak boleh memalak te­man, jangan membeda-bedakan teman lagi, tidak mau berbuat kasar lagi dan tidak boleh membully teman lagi. Hal ini menggambar­kan bahwa program resolusi konflik ini mengajarkan siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan, berempati kepada orang lain. Dengan demikian, model pembelajaran resolusi konflik dalam pembelajaran IPS di SD, efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah sosial pada siswa.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan “Soft Skill Pembuatan Krupuk Paru Daun Singkong” dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Tanjung Sanai Kabupaten Rejang Lebong Ratna Wulan Sari; Isbandiyah Isbandiyah; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): November: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v2i4.1351

Abstract

As a woman who has skills but is sometimes not empowered due to limitations, in general, women in rural areas rely on work with rubber gardening, coffee and farming, by planting coffee and planting vegetables which usually wait a long time for them to harvest, and when they harvest, they are usually sold directly without them processing it into something that has food and generates additional income. So that a lot of time is wasted in vain. The purpose of this community service activity focuses on empowering village communities, especially women through the development of soft skills in making cassava leaf lung crackers in an effort to increase the income of the Tanjung Sanai village community in Rejang Lebong district. The purpose of this activity is to empower women by providing skills to women in Rejang Lebong Regency so that they can increase family income.