Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan “Soft Skill Pembuatan Krupuk Paru Daun Singkong” dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Tanjung Sanai Kabupaten Rejang Lebong Ratna Wulan Sari; Isbandiyah Isbandiyah; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): November: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v2i4.1351

Abstract

As a woman who has skills but is sometimes not empowered due to limitations, in general, women in rural areas rely on work with rubber gardening, coffee and farming, by planting coffee and planting vegetables which usually wait a long time for them to harvest, and when they harvest, they are usually sold directly without them processing it into something that has food and generates additional income. So that a lot of time is wasted in vain. The purpose of this community service activity focuses on empowering village communities, especially women through the development of soft skills in making cassava leaf lung crackers in an effort to increase the income of the Tanjung Sanai village community in Rejang Lebong district. The purpose of this activity is to empower women by providing skills to women in Rejang Lebong Regency so that they can increase family income.
Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII SMP Negeri Bangunrejo Wiji Rahayu; Isbandiyah Isbandiyah; Andriana Sofiarini
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v5i2.6303

Abstract

This study aims to determine the effect of therole-playing learning model on student achievement insocial studies for eighth-grade students at Bangunrejo Public Junior High School. This study employs a quantitative approach using an experimental method. The research design used is a pretest-posttest control group design. The population in this study consists of all eighth-grade students at Bangunrejo State Junior High School for the 2025/2026 academic year, totaling 144 students. The research sample was determined using the Simple Random Sampling technique. The samples selected for this study were classes VIII.2 and VIII.3. Data collection was conducted through a test, with the research instrument consisting of a multiple-choice test comprising 35 questions. The data analysis technique used in this study wasquantitative analysis using a t-test. The results of this study showed that the pre-test score was 71%, and the hypothesis was tested, yielding t-calculated (0.414) < t-table most students scores were still below the criteria for achieving learning objectives. Meanwhile, the post-test score was 89%, and the hypothesis was tested, yielding t-calculated (-5.650) < t-table the students scores were above the criteria for achieving learning objectives. It can be concluded that the Role-Playing learning model has a significant effect on student learning outcomes in the Social Studies subject for 8th-grade students at Bangunrejo State Junior High School, falling into the “proficient” category.
Eksistensi Tradisi Betangas Pra Pernikahan Masyarakat di Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara Latipah Oktapiyana; Isbandiyah Isbandiyah; Ratna Sari
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.32421

Abstract

Tradisi betangas merupakan ritual mandi uap tradisional yang dijalankan oleh masyarakat Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara, khususnya dalam rangkaian pra pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pelaksanaan, makna simbolik, serta eksistensi sosial-spiritual tradisi betangas dalam konteks modernitas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi partisipatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, calon pengantin, serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa betangas bukan hanya bentuk pembersihan fisik, tetapi juga ritual penyucian batin yang menandai kesiapan spiritual calon pengantin. Selain sebagai simbol transisi menuju kehidupan rumah tangga, tradisi ini memperkuat identitas budaya dan mempererat hubungan sosial dalam komunitas. Di tengah arus globalisasi, betangas tetap eksis sebagai bentuk resistensi budaya dan mekanisme transmisi nilai-nilai lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi betangas sebagai warisan budaya yang hidup, dan merekomendasikan integrasinya dalam pendidikan budaya lokal melalui kebijakan pemerintah dan peran aktif tokoh adat.Betangas is a traditional steam-bathing ritual practiced by the community of Lawang Agung Village, Rupit District, North Musi Rawas Regency, particularly as part of pre-wedding ceremonies. This study aims to describe the implementation process, symbolic meaning, and the socio-spiritual existence of the betangas tradition within the context of modern society. Employing a descriptive qualitative approach with participatory ethnographic methods, data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation with cultural elders, prospective brides/grooms, and local residents. The findings reveal that betangas is not merely a physical cleansing practice, but a sacred ritual representing inner purification and spiritual readiness for marriage. Beyond marking a transition into married life, the ritual reinforces cultural identity and strengthens community cohesion. Amidst globalization, betangas endures as a symbol of cultural resistance and a vehicle for transmitting indigenous values. This study highlights the significance of preserving betangas as a living cultural heritage and recommends its integration into local cultural education through governmental policy and the active role of traditional leaders..
INTEGRASI AKSARA DAERAH KE DALAM SISTEM INFORMASI KOMPUTER SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN AKSARA DAERAH Supriyanto; Isbandiyah; Tiara Anggra Yeni
Jurnal Binagogik Vol. 9 No. 1 (2022): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v9i1.56

Abstract

Aksara adalah sebuah sistem simbol visual yang tertoreh pada satu media, yang memiliki fungsi untuk mengungkapkan unsur-unsur yang mengekspresikan suatu bahasa. Aksara daerah merupakan kebudayaan yang menjadi alat komunikasi melalui media tulis. Sebagai salah satu identitas budaya, aksara daerah mengalami dampak dari zaman digital saat ini, yaitu penurunan penggunaan aksara daerah karena tidak tersedianya di sistem digital. Hal tersebut memerlukan solusi untuk menghindari aksara daerah hanya menjadi bagian dari sejarah. Salah satu upaya yang digunakan untuk melestarikan aksara daerah adalah dengan mengintegrasikan aksara daerah ke dalam sistem informasi komputer. Untuk mengintegrasikan aksara daerah ke dalam sistem informasi elektronik adalah dengan merancang dan membuat sebuah program font aksara daerah dan program keyboard aksara daerah. Selanjutnya, mengajukan proposal untuk mendaftarkan aksara daerah ke Unicode. Sehingga setiap orang dapat menulis aksara daerah dengan menggunakan komputer. Upaya tersebut, diharapkan aksara daerah dapat tumbuh subur dan dipergunakan dalam berkomunikasi sehari-hari, sehingga aksara latin dapat berdampingan dengan aksara-aksara daerah. Dengan demikian, aksara daerah dapat terus dilestarikan.
PENERAPAN MODEL ACTIVE DEBATE UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X IPS DI MAN 2 LUBUKLINGGAU Feni Selvita; Agus Susilo; Isbandiyah
Jurnal Binagogik Vol. 11 No. 1 (2024): JURNAL BINAGOGIK
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/pgsd.v11i1.659

Abstract

This research aims to describe the application of the Active Debate learning model for History Learning for Class X IPS at MAN 2 Lubuklinggau. The research method used was quasi-experimental. Data collection techniques in research use tests. Data analysis techniques with normality test steps and hypothesis testing. Based on the research results, it can be concluded that the application of the Active Debate learning model for History Learning for Class X IPS at MAN 2 Lubuklinggau. This is proven by the pre-test results with an average score of 42.19. After being given treatment by applying the Active Debate model, it was discovered that the post test results increased by 36.26 to an average value of 78.45 which was greater than the pre test calculation. After analyzing the results of the data using the t test formula, a t value of 13.76 was obtained. These results are compared with ttable at the 5% significance level, namely: tcount (13.76) ˃ ttable (2.04). So the hypothesis can be concluded that the application of the Active Debate learning model can improve the history learning outcomes of class X IPS students at MAN 2 Lubuklinggau.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VIII DI SMP NEGERI 9 LUBUKLINGGAU Yuni Septalia; Sarkowi; Isbandiyah
Jurnal Genta Mulia Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v13i2.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa IPS Kelas VIII di SMP Negeri 9 Lubuklinggau setelah diterapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray secara signifikan tuntas. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah Hasil Belajar Siswa IPS Kelas VIII di SMP Negeri 9 Lubuklinggau Setelah Diterapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Secara Signifikan Tuntas?”. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu yang penelitiannya berbentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 5 kelas yang berjumlah 162 siswa. Sampel diambil secara acak yaitu kelas VIII 4 sebagi kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes yang berbentuk pilihan ganda. Teknik analisis penelitian data pada penelitian ini adalah teknik kuantitatif dengan menggunakan bantuan program SPSS Versi 2020. Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas VIII 4, VIII 6, VIII 7, VIII 8, DAN VIII 9 tahun pelajaran 2021/2022 dengan jumlah siswa 162. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah kelas VIII 4 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 30. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray pada materi pembelajaran IPS Kedatangan Bangsa-Bangsa Barat Ke Indonesia. Dari hasil analisis data tes akhir di peroleh nilai sig = 0,000. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis0,000 < 0,05, maka ditolak dan diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkanbahwa Hasil belajar IPS siswa kelas VIII di SMP Negeri 9 Lubuklinggau setelah diterapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray secara signifikan tuntas.
IMPLIKASI HASIL-HASIL PENELITIAN PENDIDIKAN TERHADAP TEORI DAN PRAKTIK PENDIDIKAN Supriyanto; Isbandiyah
Jurnal Genta Mulia Vol. 13 No. 2 (2022): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61290/gm.v13i2.147

Abstract

Artikel ini menganalisis dan mendeskripsikan hasil-hasil penelitian pendidikan terhadap teori dan praktik pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan pendekatan studi literasi. Hasil kajian ini dapat dikemukakan bahwa penelitian pendidikan merupakan suatu cara untuk menyelesaikan masalah-masalah yang muncul dalam bidang pendidikan, yang berperan memberikan gambaran dan uraian secara lebih detail tentang suatu objek atau benda, keadaan atau peristiwa; membuktikan suatu pernyataan hipotesis yang diajukan; dan menghasilkan pengetahuan baru dalam bidang pendidikan dan dalam proses pembelajaran di kelas. Implikasi hasil penelitian pendidikan terhadap teori dan praktik pendidikan dapat dilihat dari hasil-hasil penemuan penelitian pendidik terutama yang ditujukan untuk digunakan dan diaplikasikan didalam konteks dimana kajian itu dilakukan, yang dapat berbentuk peningkatan kerangka kerja secara konseptual, praktik mengajar yang inovatif, atau bahkan bisa berbentuk rekonstruksi kurikulum. Penelitian yang baik harus mempunyai kontribusi atau manfaat kepada pemakai hasil riset. Kontribusi riset juga harus berhubungan dengan isu yang diteliti. Kontribusi riset dapat didefinisikan sebagai manfaat dari isu yang diteliti kepada pemakai riset.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS X SMA NEGERI 1 LUBUK LINGGAU Yoga Alvin Almada; Sutianingsih Sutianingsih; Isbandiyah Isbandiyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.63243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Wordwall terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lubuklinggau. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Lubuklinggau, sedangkan sampel penelitian yaitu kelas X.2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.7 sebagai kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berupa soal pilihan ganda sebanyak 25 butir. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (Independent Sample test) dengan bantuan program SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pretest dan posttest pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol berdistribusi normal dan memiliki varians yang homogen. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 3,958 lebih besar daripada t-tabel sebesar 1,944 (3,958 > 1,944), serta diperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 54,89 pada pretest menjadi 79,2 pada posttest, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 55,1 menjadi 71. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Wordwall berpengaruh terhadap hasil belajar sejarah siswa kelas X SMA Negeri 1 Lubuklinggau.
Penguatan Kesadaran Sosial Dan Budaya Masyarakat Melalui Pelatihan Pelestarian Warisan Lokal di Kota Lubuklinggau Supriyanto; Isbandiyah; Euis Nur Af’idah
Serunting Sakti: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal Vol. 1 No. 3 (2026): SERUNTING SAKTI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal
Publisher : Susilo Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67200/serunting.v1i3.42

Abstract

This community service activity aims to increase social and cultural awareness through training on local heritage preservation in Lubuklinggau City. The activity was motivated by the decreasing public attention, especially the younger generation, to local cultural heritage due to the influence of globalization and modernization. The activity implementation method used a participatory and educational approach that included the stages of needs identification, material delivery, interactive discussions, local cultural heritage identification practices, and activity evaluation. The activity targets community leaders, youth, cultural communities, artists, and the general public who are concerned about regional cultural preservation. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the concept of local cultural heritage, the importance of cultural preservation as a community identity, and the role of the community in maintaining the sustainability of regional culture. In addition, participants demonstrated an increase in social awareness marked by a growing sense of shared responsibility for local cultural preservation. This activity also succeeded in improving participants' abilities to identify, document, and promote cultural heritage through the use of digital media. The high level of participation and enthusiasm of participants during the activity demonstrated that local heritage preservation training is an effective strategy in strengthening community social and cultural awareness.