Claim Missing Document
Check
Articles

The Utilization of Android-Based Application as a Stunting Prevention E-Counseling Program Innovation during Covid-19 Pandemic Friska, Erlin; Andriani, Helen
Journal of Maternal and Child Health Vol. 6 No. 5 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.791 KB) | DOI: 10.26911/thejmch.2021.06.05.02

Abstract

Background: Stunting in children is one of the most significant barriers to human development, globally affecting approximately 162 million children under 5 years of age. During the Covid-19 pandemic, the development of communication and information media such as smartphones has encouraged the creation of various kinds of application-based health innovations known as mobile health. The purpose of this study was to analyze the utilization of android-based applications as a stunting prevention e-counseling program innovation in the Covid-19 pandemic era. Subjects and Method: This research was a systematic review. The articles were selected from Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and Elsevier. The keywords for this review are: preven­tion, education, stunting counseling, Covid-19, android-based stunting prevention appli­cation, stunting counseling application during the Covid-19 pandemic, application for stunting, android application for stunting. The search process to exclude the articles used for this literature review using the PRISMA method. Results: The results showed that the existence of an Android-based stunting prevention application innovation can make it easier for the public to monitor health, obtain the education, and provide counseling to health workers. This is in line with government policies during the Covid-19 pandemic which urges the public to limit activities. Conclusion: The conclusion of this study is android-based applications are very friendly if used by the wider community because they can access information anytime and anywhere, are more flexible, and affordable.
Determinan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah (Ttd) Pada Ibu Hamil: Literature Review Nasrin Nabila; Helen Andriani
Journals of Ners Community Vol 13 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2810

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global serius yang terutama dialami oleh anak-anak, remaja dan ibu hamil. Persentase ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar 48.9%. Program Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil dimulai sejak tahun 1990 yang bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi anemia gizi besi serta menjadi salah satu intervensi spesifik dalam upaya percepatan penurunan stunting. Data Riskesdas 2018 menunjukkan jumlah TTD yang diminum oleh ibu hamil di Indonesia adalah sebesar 62,3 % (< 90 tablet) dan 37,7% (³ 90 tablet). Tujuan dari studi literatur review ini untuk mengetahui determinan dari kepatuhan minum TTD pada ibu hamil sehingga dapat mencegah dan menanggulangi anemia gizi besi pada ibu hamil sekaligus sebagai intervensi spesifik dalam upaya percepatan penurunan stunting. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan mencari jurnal dan artikel pada database seperti Google Scholar, Pubmed, Science Direct, serta data profil kesehatan yang dipublikasikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2018-2022). Hasil 854 artikel awal yang ditemukan menggunakan istilah pencarian yang telah ditentukan, 18 artikel memenuhi kriteria inklusi dan kemudian dianalisis determinan dari kepatuhan minum TTD pada ibu hamil yaitu pengetahuan, pekerjaan & pendidikan, wilayah tempat tinggal, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, kunjungan ANC, dan perilaku (niat) ibu hamil tersebut. Dari ketujuh determinan tersebut dapat disimpulkan bahwa determinan yang paling dominan adalah frekuensi kunjungan ANC, dikarenakan hampir seluruh artikel yang dianalisis menyebutkan bahwa frekuensi kunjungan ANC sangat memengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD. Perbaikan kualitas dan kuantitas serta perluasan cakupan pelayanan ANC diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi TTD dan menurukan kasus anemia pada ibu hamil.
Kepatuhan Penggunaan Masker pada Kegiatan Shalat Tarawih di Masjid Al Hikmah Jakarta Pasca Pencabutan Kebijakan PPKM Acintya Wika Sitakusuma; Helen Andriani
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 03 April (2023): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Managing the spread of COVID-19 in Indonesia has been carried out massively since 2021-2022. Implementation of policies such as 3M, 3T, vaccination, discipline, compact, and consistent were taken to maintain this control. In fact, cases of the spread of COVID-19 were under controlled until the Government of Indonesia finally began to loosen policies by revoking one of the policies in the form of PPKM in December 2022. Following that time of the community's free time activities, also welcomed by the arrival of the month of Ramadan in which the majority of people can perform the usual tarawih prayer activities freely in congregation with due observance of health protocols, including the use of masks. Therefore, this paper aims to look at compliance with the use of masks during Tarawih prayer activities at a mosque in Jakarta in connection with the revocation of the PPKM policy. Method: Simple quantitative descriptive is used so that the data can be analyzed and studied independently to fulfill the research objectives. Results: It is found that there is non-compliance with the use of masks in people who perform Tarawih prayers as many as 93% of respondents at the Al Hikmah Mosque, East Jakarta. The research is based on demographic factors and the behavior of the people who become the object of research, including in the form of people's understanding of regulations and their compliance with regulations. Conclusion: From the results in the form of non-compliance with the use of masks in the community with the activities mentioned earlier, it is hoped that there will be additional socialization on the use of masks as an implementation of health protocols so that the level of public awareness in facing the risk of COVID-19 can be maintained so that the spread of COVID-19 can continue to be controlled before the COVID-19 pandemic is declared over.
Analisis Determinan Kejadian Loss to Follow-up (Putus Berobat) pada Pasien Tuberkulosis Paru : Literature Review: Determinant Analysis of Loss to Follow-up Events in Pulmonary Tuberculosis Patients : Literature Review Maya Masita; Helen Andriani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5: MAY 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3310

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis merupakan masalah kesehatan global, ditandai dengan meningkatkan angka kesakitan dan resistensi terhadap OAT. Makin tinggi angka resisten TB searah dengan kenaikan loss to follow-up (putus berobat), karena makin banyak yang putus berobat maka pengobatan makin tidak tuntas. Dampaknya semakin memperluas angka penularan TB di masyarakat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko terjadinya loss to follow-up pada pasien Tuberkulosis. Metode: Metode menggunakan pendekatan literature review dari database Embase, Proquest, Pubmed, Scopus, dan Google Scholar, dengan keywords “determinant”, “loss to follow-up”, “putus berobat”, “tuberculosis”, dan “patient”, yang dilakukan dalam rentang waktu 2018-2022 dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelusuran database diperoleh 483 artikel melalui istilah pencarian yang telah ditentukan, yang terdiri dari embase=93, proquest=105, scopus=49, pubmed=174 dan google scholar=62. Dari artikel tersebut tersaring 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian loss to follow-up pada pasien tuberculosis antara lain jarak tempuh (geografis) lebih dari 10 km dan efek samping obat yang dirasakan pasien menjadikan mereka menghentikan pengobatan. Faktor dukungan keluarga, layanan pada fasilitas kesehatan, status ekonomi (finansial) merupakan faktor risiko lain yang turut berperan terhadap kejadian putus berobat. Kesimpulan: Diketahui bahwa loss to follow-up dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain 64,3% loss to follow-up berisiko terjadi pada laki-laki, jarak yang ditempuh pasien menuju pusat pengobatan berisiko terhadap loss to follow-up, selain itu efek samping yang dirasakan memperbesar risiko untuk loss to follow-up selain faktor dukungan keluarga, pelayanan kesehatan, pengetahuan, stigma, hingga kepercayaan.
Evaluasi Tahap Seleksi, Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di RSUD Kembangan Roza Falinda; Helen Andriani; Amal Chalik Sjaaf
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.353 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.9914

Abstract

Komponen penting dalam menjamin mutu pelayanan pada ketersediaan obat di Instalasi Farmasi adalah pada tahap seleksi, perencanaan dan pengadaan Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk melihat gambaran pada tahapan seleksi, perencanaan dan pengadaan obat di RSUD Kembangan tahun 2021. Evaluasi dilakukan dengan mengukur nilai indikator terhadap standar yang berlaku. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data-data logistik farmasi pada tahap seleksi, perencanaan dan pengadaan Tahun 2021 yang dikumpulkan secara retrospektif. Daftar obat tersedia yang sesuai dengan DOEN (Daftar Obat Esensial Nasional) 60%. Jumlah item obat tersedia terhadap jumlah item obat pada kenyataan pemakaian 87%. Jumlah obat yang diterima secara riil terhadap jumlah yang direncanakan pada periode yang sama 98%. Ada beberapa nilai indikator dari hasil penelitian ini yang belum sesuai standar.
Pengendalian Persediaan Obat Di Rumah Sakit Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Indonesia: Tinjauan Literatur Dwi Dharmaningsih; Helen Andriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.651 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.10066

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia menimbulkan dampak masif bagi pelayanan kesehatan di rumah sakit di Indonesia. Berbagai tantangan harus dihadapi rumah sakit agar tetap dapat menyediakan pelayanan paripurna, baik pada penderita COVID-19 maupun pasien umum. Pengendalian persediaan obat di instalasi farmasi harus dilakukan dengan cermat untuk mencegah terjadinya kehabisan persediaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi upaya rumah sakit di Indonesia dalam menghadapi permasalahan logistik farmasi saat pandemi COVID-19, khususnya pada pengendalian persediaan obat agar terhindar dari kehabisan persediaan obat di rumah sakit. Penelitian ini merupakan sebuah literature review berdasarkan metode PRISMA dengan menggunakan database ScienceDirect, Google Scholar, dan Scopus. Kata kunci yang digunakan yaitu drug supply, hospital, COVID-19, Indonesia. Kriteria inklusi penelitian yaitu jika dipublikasikan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia, membahas tentang persediaan obat di rumah sakit di Indonesia selama pandemi COVID-19, serta dipublikaskan tahun 2020-2021. Kriteria eksklusi jika bukan membahas persediaan obat selama pandemi di Indonesia dan teks tidak tersedia lengkap. Dari 2.013 artikel yang diperoleh dengan menggunakan kata kunci yang sudah ditentukan, didapat hasil kajian dari 7 artikel yang memenuhi kriteria. Sebagian besar artikel (n=5) membahas pelaksanaan manajemen persediaan obat saat pandemi COVID-19, masalah persediaan obat dan upaya dalam menanganinya, seperti melalui pengoptimalan sistem informasi logistik farmasi dan pengelolaan sumber daya kefarmasian. Dua artikel lainnya meneliti tentang metode perencanaan persediaan obat rumah sakit selama masa pandemi. Pada masa pandemi, rumah sakit perlu menetapkan strategi untuk mengatasi permasalahan persediaan obat diantaranya pengoptimalan pemanfaatan sistem informasi, pemilihan metode perencanaan kebutuhan obat yang sesuai kebutuhan dan pengelolaan sumber daya kefarmasian.
Analisis Kebijakan dan Implementasi terkait Keselamatan Pasien di Unit Farmasi RSX, Lampung Kartika Malahayati; Helen Andriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10421

Abstract

Insiden keselamatan pasien merupakan salah satu penyebab utama angka kesakitan dan kematian global. Rumah sakit bertanggung jawab untuk mengupayakan sistem yang berorientasi menekan insiden keselamatan yang dapat membahayakan pasien. Unit farmasi rumah sakit memiliki peranan penting dalam upaya tersebut. Salah satu fungsi pelayanan kefarmasian adalah melindungi pasien dan masyarakat dari insiden keselamatan pasien yang terkait dengan obat. Demi mewujudkan hal tersebut, unit farmasi rumah sakit diharuskan untuk memiliki kebijakan terkait upaya keselamatan pasien dan mendorong implementasi dari kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kebijakan dan implementasi upaya keselamatan pasien di unit farmasi RS X di Lampung dan memberikan usulan pemecahan masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif melalui telaah dokumen, wawancara semi terstruktur, dan studi literatur. RS X Lampung telah menerbitkan sejumlah kebijakan terkait upaya keselamatan pasien di unit farmasi, namun beberapa kebijakan yang ada dinilai memiliki ketidaksesuaian isi dengan satu sama lain. Selain itu, beberapa kebijakan terkait penggunaan obat rasional belum diterbitkan. Implementasi upaya keselamatan pasien di unit farmasi RS X juga dinilai belum optimal, masih terdapat petugas farmasi yang kurang memahami dan tidak menjalankan upaya keselamatan pasien sesuai kebijakan yang berlaku. Dari hasil analisis, diketahui masih terdapat berbagai masalah terkait kebijakan dan implementasi upaya keselamatan pasien di RS X. Perlu upaya bersama antara unit farmasi dan manajemen rumah sakit untuk dapat membentuk kebijakan yang mendorong optimalisasi upaya keselamatan pasien.
Analisis Penyimpanan Dan Distribusi Obat, Alat Kesehatan Dan Bahan Medis Habis Pakai Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Gigi Mulut Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi Ayudewi Komala Indriastuti; Helen Andriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10632

Abstract

Permasalahan penyimpanan yang kurang tepat dan pendistribusian obat, alat kesehatan (Alkes), dan bahan medis habis pakai (BMHP) yang belum tersalurkan secara optimal dapat menurunkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien sehingga dapat berdampak terhadap kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penyimpanan dan pendistribusian obat, alat kesehatan (Alkes), dan bahan medis habis pakai (BMHP) di Instalasi Farmasi RSGM Unjani Cimahi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada 2 informan yaitu Kepala Instalasi Farmasi dan Direktur Administrasi Umum dan Keuangan RSGM Unjani, telaah dokumen data sekunder IFRS dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2022. Penyimpanan obat, alat kesehatan (Alkes), dan bahan medis habis pakai (BMHP) di instalasi farmasi sudah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian rumah sakit pada Permenkes No 72 tahun 2016, namun pada gudang penyimpanan masih terdapat kekurangan dari segi kriteria pergudangan yang seharusnya. Sementara untuk pendistribusian dari sistem alur distribusinya menggunakan sistem persediaan lengkap ruangan (floor stock) yang sudah berjalan dengan baik. Kriteria penyimpanan yang sudah sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian rumah sakit perlu ditingkatkan dan yang masih terdapat kekurangan terutama pada gudang penyimpanan dapat mengimplementasikan pengadaan sarana dan prasarana agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian maupun meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Pada alur distribusi yang sudah berjalan pada tahap perencanaan diperlukan peramalan yang tepat mengenai jumlah obat, alat kesehatan (Alkes), bahan medis habis pakai (BMHP) sehingga proses pendistribusian dapat berjalan lebih optimal.
Analisis Seleksi dan Pengadaan Obat di Instalasi Farmasi RSUD Kota Makassar Tahun 2021 di Era Pandemi COVID-19 Pratiwi Ananta A; Helen Andriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.587 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10668

Abstract

Wabah COVID-19 mengakibatkan kelangkaan obat di rumah sakit, sehingga pengelolaan persediaan obat harus dilakukan sesuai prosedur untuk mencegah terjadinya kekosongan obat di gudang farmasi. Masalah kekosongan obat tentu akan mempengaruhi kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien. Pada RSUD Kota Makassar ditemukan masih adanya obat kosong di instalasi farmasi, sehingga tidak jarang mendapat keluhan dari pasien. Menganalisis seleksi dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Kota Makassar. Deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara mendalam dengan 4 informan yaitu Kepala Instalasi Farmasi RSUD Kota Makassar, Apoteker penanggung jawab perencanaan pengadaan obat, Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa, dan Kepala Bidang Keuangan RSUD Kota Makassar, telaah dokumen data sekunder IFRS dan studi literatur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2021. Kesesuaian item obat yang tersedia di RSUD Kota Makassar dengan Formularium Nasional mencapai nilai 92%. Total persentase alokasi dana pengadaan obat 38,46%. Frekuensi pengadaan item obat per tahun 2-3 kali. Jumlah item obat yang diadakan dengan direncanakan memiliki persentase 63,89%.
Analisis Pengadaan, Distribusi dan Pengelolaan Obat di Rumah Sakit X Kota Bogor Tahun 2022 Saly Salim Saleh Alatas; Helen Andriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.601 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.12689

Abstract

Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) RS X kota Bogor mempunyai salah satu peran penting dalam pengelolaan, pengadaan dan distribusi obat, karena kekurangan obat akan mengakibatkan keterlambatan pelayanan ke pasien, sementara kelebihan obat akan merugikan pihak rumah sakit. Pengadaan dan pengolaan obat pada jumlah yang tepat, waktu yang tepat, dan di tempat yang tepat akan membantu rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan, produktivtas, dan efisiensi pengeluaran rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sistem pengadaan, distribusi dan pengelolaan obat, mengidentifikasi masalah, dan memberikan usul pemecahan masalah di IFRS RSU X. Metode wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif, dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IFRS RS X mengalami berapa masalah yaitu kesesuaian obat yang ada dengan fakta obat yang terpakai, kecocokan obat dengan kartu stok, presentase obat kadaluarsa dan rusak, rata-rata waktu yang digunakan untuk melayani resep sampai ke tangan pasien, persentase resep dengan obat generik, presentase stok mati, jumlah item obat tiap lembar resep, persentase obat yang diresepkan berdasarkan formularium RS yang masih dibawah standar. RS X memiliki beberapa kendala dalam manajemen farmasi rumah sakit terutama mengenai waktu tunggu yang digunakan untuk melayani resep ke tangan pasien karena sistem IT yang ada belum terintegrasi dengan IFRS dan kepatuhan dokter terhadap formularium sehingga memerlukan waktu yang cukup besar, salah satu siasatnya adalah penerapan sistem pesan antar obat online yang membantu mengurangi waktu tunggu sebelumnya dan perbaikan sistem IT terhubung antara dokter dan instalasi farmasi dalam peresepan obat.