Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI IMPLEMENTASI METODE ABC-VEN DALAM MANAJEMEN PENGENDALIAN LOGISTIK FARMASI : LITERATURE REVIEW Mirah Wijaya; Helen Andriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16309

Abstract

Pengelolaan logistik farmasi merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Pengelolaan yang tidak optimal dapat berdampak negatif terhadap logistik farmasi di industri kesehatan. Manajemen logistik melibatkan aktivitas pembelian, penerimaan, pengendalian stok, distribusi, dan penggunaan obat. Metode ABC dan VEN digunakan untuk mengendalikan pengadaan dan penggunaan obat secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai peran metode ABC-VEN dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan logistik farmasi, serta untuk mengetahui sejauh mana metode ini dapat mengoptimalkan pengadaan dan penggunaan obat secara tepat. Metode menggunakan pendekatan literature review dari database Proquest, Science Direct, dan Scopus dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelusuran database diperoleh 150 artikel yang kemudian tersaring dan memenuhi kriteria inklusi menjadi 4 artikel untuk dianalisis. Metode analisis ABC-VEN merupakan salah satu cara praktis dan terjangkau untuk mencapai rantai pasok produk farmasi yang optimal. Metode ini membantu mengidentifikasi barang-barang yang memerlukan pengendalian ketat, menentukan prioritas, dan interval pemesanan ulang. Pengelolaan logistik farmasi menggunakan metode analisis ABC-VEN dapat mengoptimalkan pengendalian persediaan dan meningkatkan manajemen persediaan barang farmasi. Metode ABC-VEN dapat diimplementasikan secara rutin untuk pengendalian persediaan di Rumah Sakit, industri farmasi, dan fasilitas kesehatan lainnya.
GAMBARAN PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI OBAT DI GUDANG FARMASI RS H.L. MANAMBAI ABDUL KADIR Ahmat Yurdiansyah; Helen Andriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.16583

Abstract

Salah satu upaya pengelolaan dan pengendalian stok obat yang ada di rumah sakit menurut Permenkes 72 tahun 2016 adalah penyimpanan dan distribusi. Penyimpanan dan distribusi dalam pelayanan kefarmasian memiliki peran yang sangat penting dalam pengelolaan obat di rumah sakit  sebelum obat diterima oleh pasien. Berdasarkan data stok opname akhir tahun 2022, masih adanya over stock obat di gudang instalasi farmasi, yaitu berlebihnya stok obat dibandingkan dengan jumlah pengeluaran rata-rata setiap bulannya. Over Stock ini memberikan peluang kemungkinan adanya obat kadaluarsa menjadi lebih besar, sehingga proses penyimpanan dan distribusi di gudang farmasi Rumah Sakit H.L. Manambai Abdul Kadir perlu dievaluasi. Penelitian ini menggunakan metode observasi yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data mulai dari Februari 2023 sampai dengan Mei 2023. Di dapatkan hasil gambaran penyimpanan obat di gudang farmasi RS H.L. Manambai Abdul Kadir belum memenuhi standar dan gambaran distribusi obat masih belum memenuhi target indikator yang ditetapkan, terutama dalam hal kesesuaian dengan kartu stok, stok mati, dan stok obat kadaluarsa atau rusak. Pola penyimpanan dan distribusi obat di gudang farmasi masih perlu dilakukan pembenahan agar dapat menjaga mutu obat di gudang farmasi. Yang perlu segera dilakukan adalah melakukan pemasangan sistem informasi manajemen terkait data inventori dan perlu pengawasan terhadap proses perencanaan dengan melakukan evaluasi menggunakan metode ABC-VEN-FNS.
Analisis Pengendalian Persediaan Obat Menggunakan Metode ABC, Safety Stock, EOQ, dan Rop di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta Maharani Sylvia Rindawati; Helen Andriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.12847

Abstract

Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna, salah satunya melalui pelayanan kefarmasian dalam persediaan obat – obatan. Anggaran belanja untuk obat di rumah sakit menghabiskan biaya terbesar, yaitu sekitar 40-50% dari total anggaran. Pengendalian obat berperan penting untuk melaksanakan fungsi kuratif oleh rumah sakit dengan biaya total yang rendah dan biaya penyimpanan yang terpantau. Pada penelitian pendahuluan, pengadaan obat berdasarkan pemakaian rata – rata akhir bulan dan perencanaan berdasarkan metode konsumsi jumlah persediaan tahun sebelumnya. Stok pengaman obat di rumah sakit dengan melebihkan persediaan barang melalui penambahan 1 bulan. Pembelian obat setiap bulan sering terjadi diluar perencanaan sehingga menimbulkan kerugian dari segi keuangan maupun pelayanan bagi rumah sakit. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengendalian obat di salah satu rumah sakit pemerintah di Jakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Mei 2023. Metode penelitian merupakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara dan telaah dokumen sekunder dari data obat instalasi farmasi. Informan terdiri dari direktur penunjang medis, kepala instalasi farmasi, dan staf farmasi. Penelitian menunjukkan pengendalian berdasarkan prioritas obat metode ABC, yaitu nilai pemakaian kelompok A 67%, kelompok B 19%, dan kelompok C 15%. Obat kelompok A merupakan obat yang sering diresepkan di IGD dan Poli Spesialis. Economic Order Quantity (EOQ) pada obat yang lebih mahal menjadi lebih kecil dikarenakan biaya penyimpanan yang besar. Safety Stock (SS) obat lebih kecil dibandingkan jumlah obat pengaman yang telah ditentukan oleh rumah sakit. Pengawasan terhadap pengendalian persediaan obat berdasarkan prioritas perlu dilakukan.
Efektivitas Media Sosial dalam Pemasaran Digital Rumah Sakit: Literature Review Yohana Septiani Merrynda; Helen Andriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i9.13651

Abstract

The development of technology is currently developing rapidly. This also has an impact on the health sector. Every hospital is required to be able to make innovations, especially in marketing in the digital era. Social media is a powerful instrument in the current millennial era and since 2021 there are 4.66 billion internet users in the world or 59.5% of the population and social media users totaling 4.20 billion or 53.6% of the population. According to We Are Social, it states that the use of social media in Southeast Asia is ranked 6th and is 69% of internet users per country, indicating that internet user data in Indonesia since 2021 is 202.6 million people or 73.3% of the total population. Indonesia's population is 274.9 million people. The purpose is to review the effectiveness of social media in digital marketing in hospitals. The method uses a literature review approach from the "Scopus", "Pubmed" and "Google Scholar" databases with English keywords using the keywords "Social Media Effectiveness", 'Digital Marketing", and "Hospital" and in Indonesian using " Social Media Effectiveness”, 'Digital Marketing” and “Hospital” conducted in 2019-2023. The database search results obtained a total of 1235 articles through predetermined search terms, which consisted of Scopus = 632, Pubmed = 103, Scholar = 500. From these articles were filtered into 7 articles that met the inclusion criteria. The most used platforms are Instagram, Facebook, Twitter, Whatsapp and Snapchat.Social media is a digital marketing and promotional media that is currently quite effective in reaching patients globally.
Analisis Efektivitas Penggunaan System Console pharmacy terhadap Pembelian Obat Rawat Jalan Non Racikan di RS Premier Jatinegara Pita Aprilia; Helen Andriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i10.13789

Abstract

Hospital pharmacies are responsible for managing and monitoring the drug use process and ensuring the safe, effective, economical and timely availability of drugs to patients and hospital staff. The waiting times indikator set by the Hospital for non-compound drugs is less than 20 minutes with a target delay less than 10%. However, during the period July 2021 to June 2022, 56,77% of the drugs were prepared beyond 20 minutes. The Pharmacy Department and hospital manajemen decided to improve the manajemen of outpatient drug purchase queues by using an automated prescription queuing system (pharmacy console). Analyze the effect of using the console pharmacy system for outpatients purchase of non-compound drugs in terms of decreasing the percentage of delays when non- compound drugs are received by patients exceeding 20 minutes and increasing the number of line itemss in outpatient pharmacy. Analysis data of non-compound drugs delay report and the number of line itemss report in outpatient pharmacy in the period July-December 2022 after using the console pharmacy system. The number of prescriptions delayed more than 20 minutes decreased from a monthly average of 56.77% to 36.54%, a decrease of 20.23% per month. The number of Pharmacy line itemss also increased from the average per month in the previous period of 45,415 to 53,945 or an increase of 8,531 per month. Even though it still has not reached the target, the console pharmacy system has proven to be effective in providing many advantages for Premier Jatinegara Hospital in reducing waiting times and increasing the purchase of non-compound drugs in outpatients pharmacy. Pharmacy Departments and hospital manajemen must continue to work together for continuous improvement.
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN KINERJA BIDAN PUSKESMAS DI KABUPATEN CIREBON Grara Vema Tuzauna; Helen Andriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20241

Abstract

Bidan merupakan tenaga kesehatan profesional yang sangat diharapkan kinerjanya dalam meningkatkan derajat kesehatan dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu. Namun kenyataannya cakupan pelayanan kesehatan ibu yaitu cakupan kunjungan ibu hamil (K4), persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, dan kunjungan nifas ketiga (KF3) belum merata di wilayah kerja Kabupaten Cirebon sehingga dapat diasumsikan bahwa kinerja bidan puskesmas secara makro belum maksimal dalam melaksanakan pelayanan kesehatan. Kinerja bidan dapat dipengaruhi oleh kualitas kehidupan kerja di tempat bekerja karena kualitas kehidupan kerja dinilai dapat menumbuhkan partisipasi bidan terhadap organisasi atau institusi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Proporsi kinerja bidan tertinggi adalah bidan yang mempunyai kinerja baik (59,6%). Berdasarkan uji chi square, kinerja bidan mempunyai hubungan yang signifikan dengan partisipasi pegawai, kompensasi yang adil, keamanan kerja, kebanggaan, pengembangan karir, kesejahteraan, dan resolusi konflik. Partisipasi pegawai, kompensasi yang adil, keamanan kerja, kebanggaan, pengembangan karir, kesejahteraan, dan resolusi konflik mempunyai pengaruh terhadap kinerja bidan Puskesmas di Kabupaten Cirebon.
GAMBARAN PENYIMPANAN DAN PELAPORAN OBAT GOLONGAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI INSTALASI FARMASI RSIA PASUTRI Dhima Paramitha Oktacynara; Helen Andriani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19989

Abstract

Menjamin mutu sediaan farmasi di rumah sakit erat kaitannya dengan salah satu bentuk pengelolaan obat yang dilakukan dalam pelayanan kefarmasian yaitu pengelolaan penyimpanan obat-obatan di rumah sakit termasuk obat golongan khusus narkotika dan psikotropika. Penyimpanan obat golongan khusus narkotika dan psikotropika di rumah sakit juga harus memperhatikan beberapa hal diantaranya adalah sistem penataan obat, sistem penempatan obat, sistem pengaturan sediaan obat, serta peralatan penyimpanan sampai dengan sistem pelaporannya. Berdasarkan data stok opname akhir tahun 2022, terdapat 7 item obat golongan narkotika dan 11 item obat golongan psikotropika yang digunakan untuk pengobatan kepada pasien di RSIA Pasutri. Penelitian ini menggunakan metode observasi yang bersifat deskriptif dengan pengamatan secara langsung di Instalasi farmasi dengan pengumpulan data kondisi ruangan penyimpanan obat narkotika dan psikotropika di Instalasi Farmasi, dokumen stok opname bulanan, kartu stok obat narkotika dan psikotropika,  dan bukti pelaporan SIPNAP instalasi Farmasi dari Tahun 2022 sampai dengan Juli 2023. Didapatkan hasil gambaran penyimpanan sudah memenuhi standar penyimpanan menurut permenkes 72 tahun 2016. Tetapi masih perlu pembenahan terkait dengan standar menurut PerBPOM Nomor 24 Tahun 2021 dan Permenkes 5 Tahun 2023 dalam hal penandaan obat mendekati kadaluwarsa, petanggung jawaban terhadap lemari penyimpanan dan inkonsitensi pelaporan SIPNAP. Yang perlu dilakukan segera adalah peningkatan monitoring dan evaluasi penyimpanan dengan membuat SPO Pengelolaan dalam hal penyimpanan dan pelaporan.
ANALISIS PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN DALAM PEMBERIAN OBAT TERHADAP TERJADINYA MEDICATION ERROR DI INSTALASI FARMASI RS X TAHUN 2023 Novi Handoko; Evarista Theofika; Pujiyanto; Helen Andriani
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 4: Nopember 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan keselamatan pasien di rumah sakit menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien. Instalasi farmasi memiliki risiko tinggi terjadinya insiden keselamatan pasien yaitu kegagalan pemberian obat yang dikenal dengan istilah medication error. Medication error dapat terjadi pada 4 tahap kegiatan farmasi yaitu peresepan, penerjemahan resep, penyiapan obat dan pemberian obat. Untuk mengetahui faktor penyebab medication error dan penerapan keselamatan pasien di Instalasi Farmasi RS X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara wawancara mendalam, observasi dan penelusuran data sekunder laporan insiden keselamatan pasien periode Januari-Desember 2022. Insiden Medication error yang terjadi di Instalasi Farmasi RS X terjadi pada tahap prescribing (22%), transcribing (33%), dispensing (22%) dan administration (22%). Kejadian yang terjadi antara lain pemberian obat dengan dosis lebih besar, duplikasi peresepan obat, kesalahan pemberian sediaan dan jumlah obat, kesalahan penempelan stiker dan penulisan dosis label obat, serta pemberian obat yang tertukar. Faktor yang dapat mempengaruhi adanya kekurangan pada sistem peresepan elektronik, beban kerja yang tinggi dengan target waktu penyiapan resep yang ketat, adanya distraksi saat kerja dan area fisik lingkungan kerja yang kurang mendukung. Kejadian medication error yang terjadi di Instalasi Farmasi RS X terjadi pada semua tahapan dengan persentase terbesar di tahap transcribing (33%). Saran yang diajukan perlunya perbaikan Standar Prosedur Operasional dalam persiapan dan penerjemahan resep di instalasi farmasi, perbaikan sistem resep elektronik, analisis beban kerja di unit farmasi dan perbaikan faktor lingkungan seperti penambahan penerangan serta pembuatan sekat dengan dilengkapi pengeras suara di tempat penyerahan obat.
Sistem Pengadaan Perbekalan Farmasi Untuk Pelayanan Covid-19 di Rumah Sakit Hermina Medan Rendra Fariadi; Helen Andriani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13937

Abstract

Rumah sakit harus bisa memberikan pelayanan tersebut secara berkesinambungan, dan harus didukung seluruh instalasi yang terkait di dalam nya, khusus nya instalasi farmasi dengan segala pelayanan kefarmasian nya. Ketika pandemic Covid-19 melanda Indonesia, perbekalan farmasi menjadi salah satu hal yang hrus bisa dipenuhi, khusus nya dalam hal menyediakan bahan medis habis pakai, seperti masker, apron, hazmat dan obat-obatan untuk covid-19. Identifikasi alur pengadaan perbekalan farmasi di RS Hermina Medan, khusus nya perbekalan farmasi untuk menunjang pelayanan covid-19 sesuai dengan peraturan yang berlaku adalah tujuan dari penelitian ini. Data didapat kemudian akan dibandingkan dengan permenkes nomor 72 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Hasil yang didapat Pengadaan Perbekalan Farmasi yang dilakukan di RS Hermina Medan sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.
SOCIAL DISTANCING POLICY AS A MEANS OF IMPROVING PUBLIC AWARENESS DURING COVID-19 PANDEMIC: A LITERATURE REVIEW Oktaviani, Ulfa; Andriani, Helen
Journal of Indonesian Health Policy and Administration Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To reduce COVID-19 transmission during the epidemic, most countries implemented a social distancing policy. However, without the people's compliance, this implementation will be useless. The combination of individual and environmental variables is critical to the success of initiating and maintaining health behaviors. The purpose of this study is to assess public participation toward obedience social distancing policy as a means of improving public awareness during COVID-19 pandemic. A literature review was used in this research. PubMed, Google Scholar, and ProQuest, with a cut-off date of 29 June 2021, were used to do an electronic search with no language constraints. There were ten included studies. Several research looked at the impact of combining social distancing strategies with other interventions such as school closure, reduced contact with the community, antiviral treatment and prophylaxis, and immunization. This study proves that social distancing has a good effect if the general public implements it well. More research is needed to determine the factors that influence the efficacy of social distancing strategies. In order for the community to comply with social distancing policies during the epidemic, the government must also be more aggressive in pursuing policy violators.