Claim Missing Document
Check
Articles

Prevalensi Global Diabetes Mellitus: Tinjauan Sistematis Negara-Negara dengan Beban Tinggi dan Strategi Penanganannya Sakul, Widya P; Andriani, Helen
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47890

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi negara dengan angka penderita diabetes tertinggi di dunia serta meninjau strategi penanganan dan pencegahan yang telah diterapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA, menganalisis artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025 melalui basis data sepert;, PubMed, Google Scholar, Neliti.com, and ProQuest. Dari 567 artikel yang diidentifikasi, 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Tiongkok, India, dan Amerika Serikat memiliki beban Diabetes Mellitus tertinggi, disusul Brasil dan Indonesia yang juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Strategi mitigasi yang ditemukan bervariasi, mulai dari skrining dini di layanan primer, edukasi perilaku, penguatan kebijakan fiskal seperti cukai gula, hingga pemanfaatan teknologi digital. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor dan adaptasi kebijakan berbasis konteks lokal untuk mengendalikan laju peningkatan diabetes di berbagai negara
PENGARUH PROSES PENGADAAN INVENTORI FARMASI TERHADAP INVENTORY TURN OVER RATIO DI RUMAH SAKIT : A SCOPING REVIEW Larasati, Clara Niken; Andriani, Helen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46419

Abstract

Rumah sakit harus selalu berada di performa terbaik karena lingkungan yang kompetitif. Supaya sistem dapat berperforma baik, dibutuhkan penilaian kinerja yang tepat. Dalam konteks manajemen inventori farmasi, salah satu indikator yang sering digunakan adalah Inventory Turn Over Ratio (ITOR). ITOR digunakan untuk menggambarkan seberapa cepat persediaan obat yang ditentukan dengan proses pengadaan diperbarui dalam periode tertentu. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pengadaan inventori farmasi terhadap nilai ITOR di rumah sakit. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Proquest, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar dengan kata kunci terkait pengadaan farmasi dan ITOR. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia dan Inggris, studi primer, serta fokus pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Manajemen Pengadaan, dan ITOR. Artikel kemudian diskrining lebih lanjut menggunakan penilaian kritis JBI. Hasil seleksi artikel didapatkan total 368 artikel dari 4 basis data yang setelah skrining dihasilkan 7 artikel yang diikutkan penelitian. Hasil penelusuran 7 artikel ditemukan 2 artikel menggunakan metode min-max dalam proses pengadaannya, 2 artikel menggunakan analisis ABC, VEN, dan EOQ, 2 artikel menggunakan Standar Prosedur Operasional (SPO) Rumah Sakit (RS), dan satu artikel menggunakan analisis ABC. Nilai ITOR tujuh artikel terinklusi hasilnya bervariasi. Nilai ITOR dari 3 artikel dibandingkan kondisi sebelum dan sesudah, 4 artikel menyatakan hasil ITOR secara deskriptif. Proses pengadaan inventori farmasi memerlukan analisis sistematis untuk memastikan proses pengadaan yang optimal, beberapa diantaranya analisis ABC, VEN, EOQ, atau min-max.
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN INTERPROFESIONAL EDUCATION (IPE) DALAM MENINGKATKAN KOLABORASI ANTARPROFESI MAHASISWA KESEHATAN Rini, Tia Aditya; Andriani, Helen; Fandianto, Yusron
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29776

Abstract

Interprofessional Education (IPE) merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan berbagai profesi dalam bidang kesehatan untuk bekerja sama dalam memberikan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas. Salah satu permasalahan global yang dihadapi oleh hampir seluruh negara dalam pembangunan kesehatan adalah sistem penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang masih terfragmentasi, salah satu contohnya belum tercapainya efektivitas maupun efisiensi antarprofesi kesehatan dalam pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas metode pembelajaran IPE dalam meningkatkan kolaborasi antarprofesi mahasiswa kesehatan. Penelitian ini menggunakan systematic literature review dengan pencarian studi secara sistematis menggunakan protokol PRISMA pada dua portal jurnal nasional, penelitian ini melibatkan 63 artikel jurnal dan memilih 13 artikel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran IPE efektif dalam meningkatkan persepsi mahasiswa terhadap kerjasama antarprofesi dalam pelayanan kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa Interprofessional Education (IPE) secara konsisten terbukti efektif dalam meningkatkan kolaborasi antarprofesi mahasiswa kesehatan. Mayoritas studi menunjukkan peningkatan signifikan dalam persepsi mahasiswa terhadap kerjasama antarprofesi dalam pelayanan kesehatan. Implementasi IPE sejak pendidikan dasar menjadi strategis untuk memperkuat hubungan antarprofesi kesehatan, rasa saling menghargai, dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TENTANG KODE ETIK KEPERAWATAN RUMAH SAKIT X DI JAKARTA Pattyranie, Hermansyah; Andriani, Helen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.26600

Abstract

Dalam menjalankan praktik pelayanan kesehatan, perawat-perawat di Indonesia harus mengamalkan kode etik keperawatan. Kode etik keperawatan bersifat mengikat bagi perawat-perawat. Pelanggaran kode etik keperawatan dapat dikenakan sanksi-sanksi. Akan tetapi, dalam praktik sehari-hari, masih banyak kejadian pelanggaran atas nilai-nilai dalam kode etik keperawatan yang menyebabkan tidak maksimalnya pelayanan kesehatan yang diberikan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu proses evaluasi dari pengamalan nilai kode etik keperawatan yang akan dilakukan pada Rumah Sakit X di Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan mengukur pengetahuan dan sikap perawat tentang kode etik keperawatan pada Rumah Sakit X di Jakarta. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian non-eksperimental dengan data kuantitatif dari hasil survei pada Rumah Sakit X di Jakarta. Sebanyak 45 responden diikutsertakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini memperoleh data bahwa 71,1% responden merupakan perempuan dengan mayoritas perawat berusia 25-30 tahun (62,22%), berpendidikan DIII Keperawatan (73,3%), dan telah bekerja selama 5-10 tahun (57,77%). Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan perawat terhadap hubungan dengan klien (88%), praktik (97%), teman sejawat (99%) dan hubungan dengan profesi (96%) cukup tinggi, kecuali terkait hubungan masyarakat yang masih kategori sedang (59%). Sedangkan sikap perawat secara keseluruhan memiliki sikap baik (84,4%) dengan rincian antara lain: segi kognitif 88,8%; segi afektif 91,1%; dan segi dimensi konatif 86.6%. Berdasarkan dari hasil tersebut, menunjukkan bahwa seluruh perawat memiliki pengetahuan dan sikap yang baik. Perlu ada monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap baik yang ada.
Analysis of Prophylactic Antibiotic Administration in Obstetrics, Gynecology, Orthopedics, and Gastrointestinal Surgery at Pondok Indah Bintaro Jaya Hospital January-March 2024 Nurjaman, Evelina Endang; Andriani, Helen
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 11 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i11.52237

Abstract

The use of presurgical antibiotics is common, but adherence to guideline is low. Improper use can lead to antibiotic resistance. A preliminary study was conducted at RSPI Bintaro Jaya hospital between October and December 2023. The study found that the correct type of antibiotic and the timing of administration (30-60 minutes before incision) were both below 60% adherence. Research objectives is to analyze the appropriateness and rationality of pre-surgical antibiotics prescriptions and to evaluaste the causes of noncompliance. The research used a mixed-methods approach. Descriptive statistics to analyze prescribing patterns. Semi-structured interviews to understand the reasons behind prescribing practices. Research finding: Adherence to prescribing guidelines for antibiotic prophylaxis was less than 60%. While doctors had the capability and opportunity to prescribe correctly, concerns about infection risk and surgical outcomes influenced their motivation, leading to potentially less judicious use of antibiotics.
Determinan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah (Ttd) Pada Ibu Hamil: Literature Review Nabila, Nasrin; Andriani, Helen
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2810

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global serius yang terutama dialami oleh anak-anak, remaja dan ibu hamil. Persentase ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar 48.9%. Program Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil dimulai sejak tahun 1990 yang bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi anemia gizi besi serta menjadi salah satu intervensi spesifik dalam upaya percepatan penurunan stunting. Data Riskesdas 2018 menunjukkan jumlah TTD yang diminum oleh ibu hamil di Indonesia adalah sebesar 62,3 % (< 90 tablet) dan 37,7% (³ 90 tablet). Tujuan dari studi literatur review ini untuk mengetahui determinan dari kepatuhan minum TTD pada ibu hamil sehingga dapat mencegah dan menanggulangi anemia gizi besi pada ibu hamil sekaligus sebagai intervensi spesifik dalam upaya percepatan penurunan stunting. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan mencari jurnal dan artikel pada database seperti Google Scholar, Pubmed, Science Direct, serta data profil kesehatan yang dipublikasikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2018-2022). Hasil 854 artikel awal yang ditemukan menggunakan istilah pencarian yang telah ditentukan, 18 artikel memenuhi kriteria inklusi dan kemudian dianalisis determinan dari kepatuhan minum TTD pada ibu hamil yaitu pengetahuan, pekerjaan & pendidikan, wilayah tempat tinggal, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, kunjungan ANC, dan perilaku (niat) ibu hamil tersebut. Dari ketujuh determinan tersebut dapat disimpulkan bahwa determinan yang paling dominan adalah frekuensi kunjungan ANC, dikarenakan hampir seluruh artikel yang dianalisis menyebutkan bahwa frekuensi kunjungan ANC sangat memengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD. Perbaikan kualitas dan kuantitas serta perluasan cakupan pelayanan ANC diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi TTD dan menurukan kasus anemia pada ibu hamil.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI UTILISASI DOKTER DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT SWASTA X KOTA BOGOR Putri, Cahya Adriani; Andriani, Helen
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1863

Abstract

Pelayanan rawat jalan merupakan salah satu pelayanan yang menjadi perhatian utama rumah sakit di seluruh dunia, karena jumlah pasien rawat jalan yang jauh lebih besar dari pasien rawat inap. Hasil studi di unit rawat jalan RS X menunjukan bahwa utilisasi dokter di unit rawat jalan belum makimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi utilisasi dokter di unit rawat jalan dan solusi untuk meningkatkannya. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dan pengambilan data melalui telaah dokumen, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa poli klinik yang memiliki utilisasi ideal adalah 7 poli klinik (penyakit dalam, gigi, bedah mulut, ortodonsia, kulit kelamin, urologi, paru), utilisasi tinggi adalah 4 poli klinik (anak, gigi anak, rehabilitasi medik, tumbuh kembang anak), dan utilisasi rendah adalah 15 poli klinik (anestesi, bedah, bedah onkologi, bedah saraf, konservasi gigi, periodonsia, gizi klinik, jantung, kesehatan jiwa, mata, kebidanan dan kandungan, orthopedi, THT, psikolog, dan saraf). Penentuan penyebab masalah dilakukan menggunakan problem tree dan ditemukan faktor utama belum maksimalnya utilisasi dokter di unit rawat jalan adalah kenyamanan fasilitas, ketepatan jadwal dokter, waktu tunggu yang lama, serta biaya berobat yang tinggi. Analisis menggunakan metode USG didapatkan akar masalah mengenai proses dan waktu tunggu yang lama. Solusi yang disarankan memerlukan kerja sama dari bagian perawat, front office, pemasaran, SDM, farmasi, dan monitoring evaluasi dari manajemen rumah sakit.
ANALISIS INOVASI PELAYANAN KESEHATAN LANSIA SUMRINGAH (SEMUA LANSIA MANDIRI, BUGAR, dan BAHAGIA) DI KOTA TANGERANG Arofah, Sari Nur; Andriani, Helen; Rusmawati, Sisca
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i3.22522

Abstract

Program Lansia Sumringah terwujud atas adanya  permasalahan kesehatan lanjut usia pada tahun 2018, antara lain capaian pelayanan kesehatan lansia belum mencapai 100% (86,46%), masih tingginya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) pada lansia yaitu Hipertensi 14,3%, Diabetes Mellitus 30,2%, lansia dengan ketergantungan sedang dan berat (Kemandirian B C) 7%. Kebaruan penelitian ini karena meneliti kaitan inovasi pelayanan kesehatan dengan kesehatan lanjut usia. Tujuan untuk menganalisis pelaksanaan inovasi lansia sumringah di Kota Tangerang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif untuk memberikan informasi detail terkait variabel input, proses dan produk dalam analisis pelaksanaan inovasi lansia sumringah di Kota Tangerang tahun 2023. Hasil didapatkan Program Lansia Sumringah dilaksanakan sejak tahun 2018 dan telah dilaksanakan di 37 (tiga puluh tujuh) Puskesmas Santun Lansia di Kota Tangerang melalui kegiatan pemberdayaan lansia, pelayanan kesehatan pada lansia yang sakit, lansia yang membutuhkan perawatan jangka panjang maupun pelayanan kepada lansia terlantar. Kesimpulan inovasi Lansia Sumringah menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan lansia dengan memberikan pelayanan kepada lansia secara komprehensif.
Analisa Manajemen Support dalam Manajemen Obat di Unit Farmasi Rumah Sakit Universitas Indonesia Afiyani, Nadia; Suwandi, Indah Pratiwi; Andriani, Helen
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i10.11745

Abstract

ABSTRACT Management support in the Pharmacy Unit aims to support medication management in order to achieve more optimal results, which consist of organization management, human resources management, administration and finance management, and system information management. This study aims to determine the condition of management support in drug management at the University of Indonesia Hospital Pharmacy Unit.This research was conducted in an observational manner with descriptive analysis related to support management. The data were obtained qualitatively through interviews with the Head of the Pharmacy Unit at UI Hospital. The results of research at the UI Hospital Pharmacy Unit show that the Human Capital problem is related to the lack of human resources in the Pharmacy Unit so it has an impact on the duration of service and employee welfare. In Organizational Capital it is known that the organizational culture created in the Pharmaceutical Unit is very good, by focusing on prudence, thoroughness, and communication. In addition, the relatively young age of HR is also an added value in the spirit of learning new things at Information Capital, because this speed of adaptation greatly supports the use of SIMRS. In financial management, spending or pharmaceutical spending is not the biggest expense, even so, planning and control must be carried out properly to prevent losses. Management support at the UI Hospital Pharmacy Unit has been going quite well. In the future, it is hoped that there will be an increase in the number of human resources to adjust the workload with pharmaceutical services that run more optimally and maintain employee welfare. The culture of a good work environment must be monitored considering that many fresh graduate employees are expected to create a comfortable and conducive work environment for work and study. Keywords: Support Management, Drug Management, Pharmacy Units, Hospitals  ABSTRAK Manajemen support (manajemen pendukung) di Unit Farmasi bertujuan untuk mendukung manajemen obat agar dapat mencapai hasil yang lebih optimal yang terdiri dari organization management, human resources management, administration and finance management, dan system information management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pada manajemen support dalam manajemen obat di Unit Farmasi Rumah Sakit Universitas Indonesia. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan analisa deskriptif terkait manajemen support, data diperoleh secara kualitatif melalui wawancara dengan Kepala Unit Farmasi RS UI. Hasil penelitian di Unit Farmasi RS UI menunjukan bahwa permasalahan Human Capital adalah terkait kurangnya SDM pada Unit Farmasi sehingga berdampak pada durasi pelayanan serta kesejahteraan pegawai. Pada Organizational Capital diketahui bahwa budaya organisasi yang tercipta di Unit Farmasi sudah sangat baik, dengan berfokus pada kehati-hatian, ketelitian, dan komunikasi. Selain itu usia SDM yang relatif masih muda juga menjadi nilai tambah dalam semangat mempelajari hal baru pada Information Capital, karena kecepatan beradaptasi ini sangat mendukung penggunaan SIMRS. Pada manajemen keuangan pengeluaran atau belanja farmasi bukan menjadi pengeluaran yang terbesar, meskipun begitu perencanaan dan pengendalian harus tetap dijalankan dengan baik untuk mencegah timbulnya kerugian. Manajemen support pada Unit Farmasi RS UI sudah berjalan dengan cukup baik. Kedepannya diharapkan adanya peningkatan jumlah SDM untuk menyesuaikan beban kerja dengan pelayanan kefarmasian yang berjalan lebih optimal dan menjaga kesejahteraan pegawai. Budaya pada lingkungan kerja yang baik harus diawasi mengingat banyak pegawai fresh graduate, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif untuk bekerja dan belajar. Kata Kunci: Manajemen Support, Manajemen Obat, Unit Farmasi, Rumah Sakit
Kajian Literatur: Pengaruh Konsumsi Air Bersih Terhadap Stunting Pada Anak yang Berasal dari Keluarga Berpendapatan Rendah Munthe, Sarah Narumi; Silalahi, Ronauli Margaretha; Pertiwi, Khairunnisa Cahya; Permanasari, Vetty Yulianty; Andriani, Helen
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13301

Abstract

ABSTRACT This literature review suggests that clean water is a significant factor in nutrition-related health problems. A study reports that only 20% of Indonesians have access to clean water, mainly in urban areas, indicating the influence of various socioeconomic factors. This literature review aims to analyze the theoretical effect of clean water consumption on stunting incidence in children from low-income families. Articles from three databases: Sage Journals, Science Direct, and Pubmed are used in this literature review. The search focused on keywords ‘children under five’, ‘low-income family’, ‘clean water consumption’, ‘stunting’, and ‘nutritional status’, using Boolean operators ‘AND’ and ‘OR’. Eight articles were reviewed and showed that clean water consumption impacts the incidence of stunting in children, particularly those from low socioeconomic backgrounds. Key findings include: 1) Poor nutritional outcomes in children associated with inadequate water intake practices; 2) The association between low income, education levels, and child stunting; and 3) The significance of appropriate sanitation facilities to support children's nutritional status. The literature review results indicate that stunting is prevalent in children lacking access to good sanitation and living in undereducated families with low-income levels. It concludes that consumption of clean water affects stunting incidence in low-income children. The literature review recommends providing nutrition education for parents in low-income households and improving sanitation facilities in areas where stunting is prevalent. Keywords: Stunting, Nutritional Status, Clean Water Consumption, Low Income Family ABSTRAK Studi literature review ini menjelaskan bahwa air bersih adalah faktor signifikan dalam masalah kesehatan terkait gizi. Sebuah studi menyatakan akses air bersih di Indonesia hanya mencapai 20% dan didominasi oleh daerah perkotaan, yang mengindikasikan adanya perbedaan tingkat sosial ekonomi. Literatur ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi air bersih terhadap kejadian stunting pada anak yang berasal dari keluarga berpendapatan rendah. Metode kajian literatur dilakukan menggunakan tiga database: Sage Journals, Science Direct, dan Pubmed. Kata kunci untuk pencarian artikel adalah ‘children under five’, ‘low income family’,’clean water consumption’,’stunting’, dan ‘nutritional status’ dengan ‘AND’ dan ‘OR’ sebagai Boolean operator. Hasil dari kajian literatur terhadap delapan artikel menemukan bahwa konsumsi air bersih memiliki pengaruh terhadap kejadian stunting pada anak, khususnya anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Hasil kajian artikel menemukan: 1) Rendahnya status gizi pada anak dengan praktik konsumsi air bersih yang kurang; 2) Kaitan pendapatan rendah, tingkat Pendidikan, dan kondisi stunting pada anak; dan 3) Pentingnya fasilitas sanitasi yang memadai untuk menunjang status gizi anak. Hasil kajian literatur mengindikasikan bahwa stunting lebih prevalen pada anak tanpa akses sanitasi yang baik dan berasal dari keluarga berpendidikan dan berpendapatan rendah. Kesimpulan dari kajian literatur adalah konsumsi air bersih berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak yang berasal dari keluarga berpendapatan rendah. Rekomendasi yang diberikan berupa edukasi gizi pada orang tua di keluarga berpendapatan rendah dan perbaikan fasilitas sanitasi di daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi. Kata Kunci: Stunting, Status Gizi, Konsumsi Air Bersih, Anak, Keluarga Berpendapatan Rendah