Claim Missing Document
Check
Articles

Laboratorium Sebagai Pusat Sumber Belajar Suryana, Icha; Nurhaliza, Siti; Nisa, Sefria; Helvira, Helvira; Andriani, Helen; Fajarwati, Sinta
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 5 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i5.878

Abstract

Penelitian ini membahas laboratorium sebagai pusat sumber belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi literatur, yang mengandalkan referensi dari buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan memahami konsep laboratorium sebagai pusat sumber belajar, termasuk tujuan dan fungsinya. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, menggunakan buku dan artikel jurnal ilmiah sebagai referensi utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laboratorium sebagai pusat sumber belajar sangat penting dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan praktis dan kritis yang dibutuhkan dalam ilmu pengetahuan dan mata pelajaran lainnya. Laboratorium merupakan tempat di mana siswa dapat melakukan eksperimen, praktik langsung, dan observasi untuk memperkuat pemahaman mereka tentang konsep-konsep yang dipelajari di kelas. Peran laboratorium sangat penting bagi guru dan siswa, karena menyediakan lingkungan yang memungkinkan siswa melakukan eksperimen dan praktik langsung, serta memperkuat pemahaman konsep yang diajarkan di kelas.
Enhancing the quality of tuberculosis care in a high-prevalence area of West Java, Indonesia: A comparative study between public and private hospitals Dewi, Inaz K.; Hairi, Farizah M.; Andriani, Helen
Narra J Vol. 5 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i3.2108

Abstract

Despite the World Health Organization’s (WHO) ambitious goal of eradicating tuberculosis (TB) by 2035, the three key indicators of the End TB Strategy remain unmet. Improving the quality of care is essential to achieving better health outcomes in Indonesia, where both public and private hospitals play a pivotal role in strengthening TB services. The aim of this study was to evaluate the quality of TB care in public and private hospitals in Karawang Regency, a district with the fifth highest TB prevalence in West Java, Indonesia. A mixed-methods approach was employed, using an evaluation framework that integrated the High-Quality Health System (HQHS) model and the Quality of Tuberculosis Service Assessment (QTSA) tool. Quantitative data were collected using a modified QTSA questionnaire administered to patients, while qualitative primary data were obtained through in-depth interviews with stakeholders and healthcare providers. Secondary qualitative data were sourced from patient visit records and TB control reports. The findings indicated that low treatment success rates were associated with increased patient loss to follow-up, inadequate evaluation, patient mortality, and dissatisfaction, which were largely driven by deficiencies in foundational elements and suboptimal treatment processes, including budgeting, policy dissemination, and the functioning of internal and external networks. Positive patient experiences and access to follow-up care significantly influenced patient satisfaction. Strengthening the foundational components of the TB health system and adopting a sustainable, integrated treatment approach are critical to improving treatment success rates, clinical outcomes, and patient satisfaction.
Peningkatan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien dengan Digitalisasi di Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta Pertiwi, Revita Anisa; Sjaaf, Amal Chalik; Andriani, Helen; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.16455

Abstract

Terkait keselamatan pasien, rumah sakit sangat rentan karena merupakan organisasi yang rumit dengan sumber daya terbatas di berbagai bidang seperti teknologi, layanan, pemasaran, sistem mutu, dan bahaya. Berikut ini adalah beberapa jenis kejadian yang mungkin terjadi di rumah sakit yang dapat dihindari: Sentinel, Potential Injury Conditions (KPC), Near Injury Events (KNC), Non-Injury Events (KTC), Adverse Events (KTD), dan divisi Farmasi memiliki potensi kecelakaan tertinggi. Satu rumah sakit di Jakarta telah melihat peningkatan laporan masalah keselamatan pasien, dan penelitian ini bertujuan untuk meneliti penyebabnya. Penelitian ini dilakukan antara Januari dan Maret 2024 dan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dan meninjau dokumen sekunder yang berkaitan dengan insiden keselamatan pasien. Informan terdiri dari kepala bidang penunjang medis, Ketua Keselamatan Pasien Rumah Sakit, kepala instalasi farmasi, dan staf farmasi. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan laporan insiden keselamatan pasien sebesar 660% setelah di lakukan perubahan sistem saat 2023. Setelah di lakukan penyuluhan kepada seluruh tenaga kesehatan di tahun 2024 terdapat peningkatan laporan ada 101% di bandingkan tahun 2023. Penyuluhan kepada semua tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit menyebabkan peningkatan angka pelaporan insiden yang menandakan mutu kesalamatan pasien di rumah sakit tersebut berjalan baik dan pasien mendapatkan pelayanan prima.
Kebijakan dan Peran Antimicrobial Stewardship Program (AMS) dalam Optimalisasi Penggunaan Antibiotik di Rumah Sakit: Sebuah Kajian Sistematis Irmawati, Irmawati; Andriani, Helen
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60407

Abstract

Latar Belakang: Antimicrobial Stewardship Program (AMS) adalah program terstruktur dan terkoordinasi yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan antikroba (seperti antibiotik) untuk meningkatkan luaran klinis pasien, mengurangi risiko resistensi antimikroba, dan menurunkan biaya kesehatan. Program AMS merupakan bagian penting dari rencana aksi nasional dalam mengatasi resistensi antimikroba / antimicrobial resistance (AMR) di berbagai negara. Implementasi AMS di rumah sakit telah terbukti efektif dalam mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak rasional dan meningkatkan kepatuhan terhadap pedoman penggunaan antibiotik. Tujuan: Mengevaluasi kebijakan dan peran dari AMS dalam mengoptimalisasi penggunaan antibiotik di rumah sakit, dengan fokus pada tantangan dan keberhasilan implementasi di berbagai konteks geografis dan ekonomi. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang relevan untuk memperkuat implementasi AMS di rumah sakit, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database PubMed, Cochrane, dan EBSCO untuk studi yang dipublikasikan antara Januari 2020 hingga Mei 2025. Studi yang diambil adalah studi yang memenuhi kriteria inklusi mengenai implementasi dan dampak AMS di rumah sakit. Studi tersebut mencakup berbagai negara dengan fokus pada kebijakan, hambatan, dan hasil dari penerapan AMS di rumah sakit. Hasil: Dari 1.439 artikel yang diidentifikasi, didapatkan hasil 178 artikel yang disaring berdasarkan duplikasi, kelayakan dan kesesuaian judul. Setelah disaring kembali sesuai kriteria inklusi didapatkan hasil 5 artikel yang memenuhi syarat. Kesimpulan: AMS berperan penting dalam mengoptimalisasi penggunaan antibiotik di rumah sakit dan pengendalian AMR. Dalam mengimplementasikan AMS, terdapat berbagai tantangan yang dapat dihadapi pada masing-masing rumah sakit, namun dengan dukungan kebijakan yang kuat, pelatihan berkelanjutan, dan kolaborasi bersama, efektivitas AMS dapat ditingkatkan. Upaya berkelanjutan juga diperlukan untuk mengatasi hambatan dan memastikan keberlanjutan program AMS terutama dalam hal pelayanan di rumah sakit.
Analisis Determinan Kejadian Loss to Follow-up (Putus Berobat) pada Pasien Tuberkulosis Paru : Literature Review: Determinant Analysis of Loss to Follow-up Events in Pulmonary Tuberculosis Patients : Literature Review Masita, Maya; Helen Andriani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3310

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis merupakan masalah kesehatan global, ditandai dengan meningkatkan angka kesakitan dan resistensi terhadap OAT. Makin tinggi angka resisten TB searah dengan kenaikan loss to follow-up (putus berobat), karena makin banyak yang putus berobat maka pengobatan makin tidak tuntas. Dampaknya semakin memperluas angka penularan TB di masyarakat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko terjadinya loss to follow-up pada pasien Tuberkulosis. Metode: Metode menggunakan pendekatan literature review dari database Embase, Proquest, Pubmed, Scopus, dan Google Scholar, dengan keywords “determinant”, “loss to follow-up”, “putus berobat”, “tuberculosis”, dan “patient”, yang dilakukan dalam rentang waktu 2018-2022 dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelusuran database diperoleh 483 artikel melalui istilah pencarian yang telah ditentukan, yang terdiri dari embase=93, proquest=105, scopus=49, pubmed=174 dan google scholar=62. Dari artikel tersebut tersaring 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian loss to follow-up pada pasien tuberculosis antara lain jarak tempuh (geografis) lebih dari 10 km dan efek samping obat yang dirasakan pasien menjadikan mereka menghentikan pengobatan. Faktor dukungan keluarga, layanan pada fasilitas kesehatan, status ekonomi (finansial) merupakan faktor risiko lain yang turut berperan terhadap kejadian putus berobat. Kesimpulan: Diketahui bahwa loss to follow-up dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain 64,3% loss to follow-up berisiko terjadi pada laki-laki, jarak yang ditempuh pasien menuju pusat pengobatan berisiko terhadap loss to follow-up, selain itu efek samping yang dirasakan memperbesar risiko untuk loss to follow-up selain faktor dukungan keluarga, pelayanan kesehatan, pengetahuan, stigma, hingga kepercayaan.
Prevalensi Global Diabetes Mellitus: Tinjauan Sistematis Negara-Negara dengan Beban Tinggi dan Strategi Penanganannya Widya P Sakul; Helen Andriani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47890

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi negara dengan angka penderita diabetes tertinggi di dunia serta meninjau strategi penanganan dan pencegahan yang telah diterapkan. Metode penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan pedoman PRISMA, menganalisis artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025 melalui basis data sepert;, PubMed, Google Scholar, Neliti.com, and ProQuest. Dari 567 artikel yang diidentifikasi, 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Tiongkok, India, dan Amerika Serikat memiliki beban Diabetes Mellitus tertinggi, disusul Brasil dan Indonesia yang juga menunjukkan tren peningkatan signifikan. Strategi mitigasi yang ditemukan bervariasi, mulai dari skrining dini di layanan primer, edukasi perilaku, penguatan kebijakan fiskal seperti cukai gula, hingga pemanfaatan teknologi digital. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan lintas sektor dan adaptasi kebijakan berbasis konteks lokal untuk mengendalikan laju peningkatan diabetes di berbagai negara
Penguatan Pengendalian Persediaan Obat melalui Integrasi ABC-VEN, EOQ, dan ROP di Rumah Sakit Rujukan Nasional Rasendah, Rasendah; Andriani, Helen; Andriyanto, Dendhi Bagus
Jurnal ARSI : Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol. 12, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drug inventory control is a critical component of pharmaceutical management in referral hospitals with high service complexity. This study aimed to evaluate pharmaceutical inventory control performance at the Pharmacy Installation of RSUP Persahabatan and to formulate improvement strategies using an Operational Research approach. A mixed-methods design with a sequential explanatory approach was applied. Quantitative analysis was conducted on 2,291 drug items recorded in the inventory system during October 2025 using ABC-VEN classification to identify priority medicines, followed by calculations of Economic Order Quantity (EOQ) and Reorder Point (ROP). Qualitative data were obtained through in-depth interviews with key informants to strengthen the interpretation of quantitative findings. The results showed that 131 Pareto A medicines had an investment value of IDR 6,788,411,815, indicating a high concentration of inventory investment in a small proportion of items. In addition, stagnant stock was identified in 211 drug items with a total investment value of IDR 444,994,656, while stock out events accounted for 11.25% of total drug items. EOQ and ROP calculations revealed substantial variation across drug items, reflecting differences in demand characteristics, investment value, and procurement lead times, indicating that uniform ordering policies are not appropriate. Scenario-based simulations demonstrated that integrating ABC-VEN, EOQ, and ROP has the potential to improve inventory management efficiency, reduce the risks of stock outs and stagnant stock, and support the continuity of hospital pharmaceutical services.
Projecting the impact of a national strategy to accelerate stunting prevention in East Nusa Tenggara, Indonesia, using the Lives Saved Tool Helen Andriani; Miftahul Arsyi; Alphyyanto E. Sutrisno; Alexander Waits; Nurul D. Rahmawati
Narra J Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i1.1462

Abstract

Stunting remains a critical public health issue in East Nusa Tenggara (ENT), Indonesia, with prevalence rates among the highest in the country, despite national efforts to reduce its occurrence. The aim of this study was to project the impact of the 2018–2024 National Strategy to Accelerate Stunting Prevention on children under five years old in ENT, using the Lives Saved Tool. A cross-sectional approach was employed, integrating data from various sources, including the 2020 Census of Indonesia, the Global Data Lab-Area Database, the Central Bureau of Statistics Republic Indonesia, the National Socioeconomic Survey, the 2017 Indonesia Demographic and Health Survey, the 2018 Basic Health Research, and the 2021 Indonesia Nutrition Status Survey. The analysis considered three scenarios: (1) a baseline scenario reflecting ENT’s 2017 coverage, maintained through 2028; (2) a scenario assuming Indonesia achieves the Health Plan Action Stunting targets; and (3) a projection of stunting rates based on ENT-specific coverage. Under scenarios 1 and 2, the prevalence of stunting was projected to decrease from 40.04% in 2018 to 39.82% and 39.78%, respectively, by 2028, with scenario 3 reflecting a similar trend.  The findings revealed a sharp increase in the number of stunting cases averted among children under five years old between 2017 and 2021, followed by a more gradual decline, culminating in the 2028 projections: 2,249 children (scenario 2), 2,130 children (scenario 3), and 1,966 children (scenario 1). Breastfeeding promotion emerged as the most impactful intervention, accounting for over half of the total stunting cases averted under both Indonesia-wide and ENT-specific coverage scenarios. This was followed by interventions such as multiple micronutrient supplementation and vitamin A supplementation. The study highlights that reducing the prevalence of stunting among children requires a comprehensive prioritization of intervention strategies. The implementation of breastfeeding promotion, combined with appropriate complementary feeding practices, is expected to contribute significantly to achieving the sustainable development goal targets.
Enhancing the quality of tuberculosis care in a high-prevalence area of West Java, Indonesia: A comparative study between public and private hospitals Dewi, Inaz K.; Hairi, Farizah M.; Andriani, Helen
Narra J Vol. 5 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i3.2108

Abstract

Despite the World Health Organization’s (WHO) ambitious goal of eradicating tuberculosis (TB) by 2035, the three key indicators of the End TB Strategy remain unmet. Improving the quality of care is essential to achieving better health outcomes in Indonesia, where both public and private hospitals play a pivotal role in strengthening TB services. The aim of this study was to evaluate the quality of TB care in public and private hospitals in Karawang Regency, a district with the fifth highest TB prevalence in West Java, Indonesia. A mixed-methods approach was employed, using an evaluation framework that integrated the High-Quality Health System (HQHS) model and the Quality of Tuberculosis Service Assessment (QTSA) tool. Quantitative data were collected using a modified QTSA questionnaire administered to patients, while qualitative primary data were obtained through in-depth interviews with stakeholders and healthcare providers. Secondary qualitative data were sourced from patient visit records and TB control reports. The findings indicated that low treatment success rates were associated with increased patient loss to follow-up, inadequate evaluation, patient mortality, and dissatisfaction, which were largely driven by deficiencies in foundational elements and suboptimal treatment processes, including budgeting, policy dissemination, and the functioning of internal and external networks. Positive patient experiences and access to follow-up care significantly influenced patient satisfaction. Strengthening the foundational components of the TB health system and adopting a sustainable, integrated treatment approach are critical to improving treatment success rates, clinical outcomes, and patient satisfaction.
Prophylactic Antibiotic Analysis in Obs-Gyn, Orthopedics, Gastrointestinal Surgery at a South Tangerang Hospital, January-March 2024 Nurjaman, Evelina Endang; Andriani, Helen
Journal of Indonesian Health Policy and Administration Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inappropriate use of prophylactic antibiotics (PAs) remains a primary driver of antimicrobial resistance (AMR); however, global adherence to established prescribing guidelines remains suboptimal. This study aimed to analyze the compliance and rationality of PA prescription and to evaluate the underlying causes of physician non-adherence in obstetrics, orthopedic, and gastrointestinal surgeries at a hospital in South Tangerang City, Indonesia. Adopting a mixed-methods approach, this investigation combined a quantitative assessment of 208 surgical patient records (January–March 2024) with qualitative exploratory interviews conducted with three specialist peer group heads. This design allowed the triangulation of prescribing data with underlying clinical perspectives. PA rationality was assessed based on four criteria: indication, agent type, timing, and duration. Univariate analysis was used to examine the relationship between physician characteristics and compliance. The qualitative findings were analyzed using the Capability, Opportunity, Motivation – Behavior (COM-B) behavioral model. Overall compliance with all four PA criteria was poor, at only 9% (18 of 208 surgeries). Low adherence was particularly noted in agent selection (33%) and administration timing (42%). Orthopedic surgery showed the lowest compliance in terms of indication and duration. Univariate analysis indicated that only surgical procedure type significantly influenced compliance (p = 0.039). Qualitative analysis revealed that non-adherence was primarily driven by the fear of surgical site infection (SSI) and the belief that broad-spectrum agents are more effective. Notably, despite poor compliance, no incidence of SSI (0%) was reported during the 30–90-day post-procedure follow-up. Consistently poor compliance highlights significant gaps in procedural implementation and physician motivation regarding reasonable PA use. Targeted interventions focusing on standardized procedures, evidence-based education, and systemic monitoring are essential to improve prescription practices and mitigate the risk of AMR development.
Co-Authors Acintya Wika Sitakusuma Afiyani, Nadia Ahmat Yurdiansyah Alexander Waits Alphyyanto E. Sutrisno Andriyanto, Dendhi Bagus Arofah, Sari Nur Arsyi, Miftahul Ayudewi Komala Indriastuti Balgis Alzagladi Basabih, Masyitoh Dewi Laksmi Dewi, Inaz K. Dharmaningsih, Dwi Dhima Paramitha Oktacynara Dwi Dharmaningsih Erlin Friska Evarista Theofika Fajarwati, Sinta Fandianto, Yusron Febrianti, Icha Tiara Devi Friska, Erlin Grara Vema Tuzauna Grara Vema Tuzauna Hairi, Farizah M. Helvira Helvira Ilyas, Jaslis Inaz Kemala Dewi Indah Prihatin Irmawati Irmawati Kartika Malahayati Katon, Hilda Sri Khairunnisa, Dhiennada Putri Kiranti, Mutiara Larasati, Clara Niken Maharani Sylvia Rindawati Masita, Maya Melia Roza MELIA ROZA Miftahul Arsyi Mirah Wijaya Munthe, Sarah Narumi Nabila, Nasrin Nasrin Nabila Naufal Hilmi Marzuq Nisa, Sefria Nora Fitria Tu Novi Handoko Nurjaman, Evelina Endang Nurul D. Rahmawati Oktaviani, Ulfa Pattyranie, Hermansyah Permanasari, Vetty Yulianty Pertiwi, Khairunnisa Cahya Pertiwi, Revita Anisa Pita Aprilia Pratiwi Ananta A Pujiyanto Puput Oktamianti Putri, Cahya Adriani Raafiana, Mirna Rahmawati, Nurul D. Rasendah, Rasendah Rendra Fariadi Rini, Tia Aditya Roza Falinda Rusmawati, Sisca Ruth Hutagalung Saly Salim Saleh Alatas Sandry Tri Sumarni Saputra, Ade Akhmad Septian Ekawati Silalahi, Ronauli Margaretha Siti Nurhaliza Sjaaf, Amal Chalik Suprihati - Suryana, Icha Sutrisno, Alphyyanto E. Suwandi, Indah Pratiwi Tahir, Hadijah Ulfa Oktaviani Waits, Alexander Widya P Sakul Yohana Septiani Merrynda yongky tamigoes Yoseva, Veronica