Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Manajemen Kelas Dengan Metode Diskusi di SDN 10 Pemulutan Desa Kedukan Bujang Kabupaten Ogan Ilir Andriani, Helen; Saputra, Ade Akhmad
Imamah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jmpi.v2i1.516

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada kelas V SD 10 dengan menerapkan pengelolaan metode diskusi. Metode diskusi merupakan cara belajar mengajar yang berpusat pada partisipasi aktif peserta didik dalam membahas dan memecahkan masalah secara bersama. Dalam metode ini guru berperan sebagai fasilitator, memimpin dan membimbing diskusi, sedangkan siswa aktif mengemukakan pendapat, mendengarkan pendapat oranglain dan berkolaborasi untuk mencari solusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan minat aktif belajar siswa, tidak hanya di kelas V SDN 10 pemulutan saja. Namun juga seluruh kelas SDN 10 Pemulutan Desa Kedukan Bujang Kabupaten Organ ilir. Metode dan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini bahwa menciptakan metode diskusi dalam penelitian ini adalah hubungan antara cara belajar siswa menggunakan metode diskusi dengan suasana belajar kelas yang aktif oleh pihak SDN 10 Pemulutan Desa Kedukan Bujang Kabupaten Ogan ilir kepada peserta didik.
Implementation of Lean Hospital Intervention in Outpatient Pharmacy Depot at the National Brain Center Hospital Prof. Dr. dr. Mahar Marjono Jakarta, Indonesia Dharmaningsih, Dwi; Andriani, Helen; Bashabih, Masyitoh; Tahir, Hadijah
Unnes Journal of Public Health Vol 13 No 1 (2024): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang (UNNES) in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ujph.v13i1.74992

Abstract

Waiting time for prescription services indicates the quality of hospital services. The waiting time at the National Brain Center Hospital Prof. Dr. dr. Mahar Marjono Jakarta (RSPON Jakarta) Regular Outpatient Pharmacy Depot has not yet reached the standard of ≤30 minutes for non-concoction prescription, ≤60 minutes for concoctions prescription. This research aims to reduce the waiting time for outpatient prescription services using the Lean Hospital approach, which uses operational research methods with a qualitative approach through direct observation, interviews, and document review. In current state conditions, the lead time for non-concoction prescriptions is 46.7 minutes, with the ratio of value-added activity to total service time 25%:75%, while for concoctions prescriptions is 98.9 minutes, with the ratio of 27%:73%. The highest waste is waiting and overprocessing. Causes of waste are human resources inefficiency, simultaneous doctors' practice schedules, no separate system for regular and executive outpatient staff, e-prescriptions optimation, internet instability, and patient interruptions. Lean hospital intervention was the Balancing-Heijunka through modification of shifts and 5S. Future state results showed a 28% reduction in lead time for non-concoction prescriptions (33.3 minutes), while concoction prescriptions decreased by 32% (67.1 minutes). Lean Hospital can reduce waste and lead time for prescription services.
PERSEPSI DOKTER DAN APOTEKER TERHADAP IMPLEMENTASI RESEP ELEKTRONIK DI RUMAH SAKIT : SEBUAH TINJAUAN SISTEMATIK suprihati, suprihati; Andriani, Helen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.35597

Abstract

Digitalisasi di semua sektor menjadi sebuah kebutuhan untuk kondisi saat ini, termasuk di dalamnya penggunaan resep elektronik dalam layanan Kesehatan. Sudah tidak diragukan lagi manfaat implementasi resep elektronik bagi layanan Kesehatan, yaitu kejadian kesalahan medis telah berkurang 83%, serta 81%  pengurangan biaya terkait sistem layanan kesehatan, dan 76% penelitian menunjukkan bahwa resep elektronik telah meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang persepsi dokter dan apoteker terhadap implementasi resep elektronik di Rumah Sakit. Persepsi berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna (user) untuk menggunakan resep elektronik. Sebuah tinjauan sistematik  dilakukan dengan menggunakan protokol PRISMA dari 4 mesin pencari database online yaitu PubMed, Google Schoolar, Science Direct dan Garuda, ditemukan 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, dan eksklusi serta  sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil  sistematik review yang dilakukan terhadap 7 artikel diperoleh informasi bahwa persepsi dokter dan apoteker sebagai pengguna dari penerapan peresepan elektronik di rumah sakit menyampaikan tentang kebermanfaatan transformasi resep dari paper ke elektronik, kecuali 1 artikel yang menyebutkan dokter tidak percaya bahwa resep elektronik dapat meningkatkan kecepatan dan  efektifitas  dari pekerjaan mereka, Namun 6 artikel yang lain meyakini bahwa dokter merasakan peningkatan keselamatan, menghemat waktu dan meningkatkan fleksibilitas serta meningkatkan kinerja mereka.
Effectiveness of Large-Scale Social Restrictions (PSBB) toward the New Normal Era during COVID-19 Outbreak: a Mini Policy Review Andriani, Helen
Journal of Indonesian Health Policy and Administration Vol. 5, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The government of Indonesia has not used lockdown or quarantine as an option to tackle the spread of Coronavirus, as the impact of lockdown on small communities in the informal sector that lives from daily income will be severe. Alternatively, the government is enforcing Large-Scale Social Restrictions (Pembatasan Sosial Berskala Besar or "PSBB") to respond to the state of emergency in public health. Starting in June 2020, the government has implemented transitional PSBB in some red zone areas, including the capital Jakarta and East Java province, despite the surge in case numbers. This paper aims to investigate the effectiveness of the PSBB policy applied in Indonesia during the COVID-19 outbreak and the readiness to embrace the new normal, between April and June 2020, based on rapid literature analysis in a search on Medline(-Pubmed), government speeches and reports, social and mass media platforms. Implementation of PSBB is a preventive measure to combat Coronavirus’ spread in some Indonesian areas. Indonesia should not be in a “new normal” situation. The transitional PSBB phase serves as an early chapter of a new normal that would apply only to strategic sectors with manageable risks combined with better regulation and compliance by the public
Management Overview of the Lung Tuberculosis Control Program at the DKI Jakarta Provincial Health Office in 2023 Kiranti, Mutiara; Andriani, Helen
Journal of Indonesian Health Policy and Administration Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis is one of the infectious diseases that is fatal if not cured immediately. In 2022, the success rate of tuberculosis treatment in DKI Jakarta Province is 81%, while the national target is 90%. In the field, the number of cadres to carry out contact investigations is still insufficient, so that in 2022 the coverage of contact investigations in DKI Jakarta Province will only reach 25%, while the national target is 90%. To increase the scope of successful treatment, the government should try to overcome tuberculosis, which is needed. Proper program management is required to run effectively and efficiently for tuberculosis control efforts. Therefore, this study aims to determine the management picture of tuberculosis control programs at the DKI Jakarta Provincial Health Office. This qualitative research type uses in-depth interview methods, observation, and document review. Determination of informants using purposive sampling techniques. Data validation using source triangulation by and method triangulation. The results showed that in the management of the tuberculosis control program, there are problems, including limited cadres to conduct contact investigations, limited recording and reporting personnel at health facilities, there are still health facilities carrying out TB diagnoses not according to standards, not yet integrated SITB with SITK, and still limited services for MDR-TB (multidrug-resistant tuberculosis). Suggestions that can be given are optimizing the role of cadres to conduct contact investigations, providing recording and reporting personnel in addition to nurses and personnel on duty in TB services at health facilities, disseminating the latest information to health facilities through socialization, immediately integrating SITB with SITK and coordinating with private health service facilities to open MDR-TB services.
Determinan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah (Ttd) Pada Ibu Hamil: Literature Review Nabila, Nasrin; Andriani, Helen
Journals of Ners Community Vol 14 No 2 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i2.2810

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global serius yang terutama dialami oleh anak-anak, remaja dan ibu hamil. Persentase ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar 48.9%. Program Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil dimulai sejak tahun 1990 yang bertujuan untuk mencegah dan menanggulangi anemia gizi besi serta menjadi salah satu intervensi spesifik dalam upaya percepatan penurunan stunting. Data Riskesdas 2018 menunjukkan jumlah TTD yang diminum oleh ibu hamil di Indonesia adalah sebesar 62,3 % (< 90 tablet) dan 37,7% (³ 90 tablet). Tujuan dari studi literatur review ini untuk mengetahui determinan dari kepatuhan minum TTD pada ibu hamil sehingga dapat mencegah dan menanggulangi anemia gizi besi pada ibu hamil sekaligus sebagai intervensi spesifik dalam upaya percepatan penurunan stunting. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan mencari jurnal dan artikel pada database seperti Google Scholar, Pubmed, Science Direct, serta data profil kesehatan yang dipublikasikan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2018-2022). Hasil 854 artikel awal yang ditemukan menggunakan istilah pencarian yang telah ditentukan, 18 artikel memenuhi kriteria inklusi dan kemudian dianalisis determinan dari kepatuhan minum TTD pada ibu hamil yaitu pengetahuan, pekerjaan & pendidikan, wilayah tempat tinggal, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, kunjungan ANC, dan perilaku (niat) ibu hamil tersebut. Dari ketujuh determinan tersebut dapat disimpulkan bahwa determinan yang paling dominan adalah frekuensi kunjungan ANC, dikarenakan hampir seluruh artikel yang dianalisis menyebutkan bahwa frekuensi kunjungan ANC sangat memengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD. Perbaikan kualitas dan kuantitas serta perluasan cakupan pelayanan ANC diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan ibu dalam mengonsumsi TTD dan menurukan kasus anemia pada ibu hamil.
Kesiapan Rumah Sakit dalam Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) JKN: Literature Review Raafiana, Mirna; Andriani, Helen
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i1.54936

Abstract

Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia No 59 tahun 2024 pada tanggal 8 Mei 2024. Pada aturan baru tersebut mengatur mengenai fasilitas perawatan rawat inap yang sebelumnya terdiri atas kelas 1, 2 dan 3 diganti menjadi kelas rawat inap standar (KRIS) yang akan dilaksanakan secara menyeluruh untuk rumah sakit paling lambat 30 Juni 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan rumah sakit dalam implementasi kebijakan kelas rawat inap standar (KRIS) dalam 1 tahun kedepan. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pencarian artikel yang diterbitkan dari tahun 2022-2024 melalui Google scholar. Dari hasil pencarian terkumpul 10 artikel dan didapatkan bahwa RS belum 100% sesuai dengan 12 kriteria KRIS. Kriteria yang belum terpenuhi diantaranya kamar mandi dan aksesibilitasnya, kepadatan tempat tidur dan outlet oksigen. Rumah Sakit sudah mulai melakukan upaya pemenuhan 12 kriteria tersebut secara bertahap, namun masih membutuhkan waktu 1-2 tahun kedepan untuk pemenuhannya. Studi ini merekomendasikan agar setiap rumah sakit haruslah melakukan langkah strategis percepatan persiapan pemenuhan kriteria KRIS diantaranya dengan memastikan pendanaan serta persiapan sarana dan prasarana seperti dipersyaratkan agar dapat diterapkan sesuai target waktu yang ditetapkan oleh pemerintah. Dan juga diharapkan pemerintah turun tangan untuk membantu rumah sakit yang mengalami kendala dalam prosesnya, terutama permasalahan anggaran yang memadai. Hal lain yang perlu dilakukan juga adalah perlunya sosialisasi yang intensif, pelatihan sumber daya terkait serta kolaborasi antar pemerintah, rumah sakit dan pemangku kepentingan lainnya agar memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.
OPTIMALISASI WAKTU TUNGGU OBAT FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DENGAN PENERAPAN METODE LEAN MANAGEMENT: SEBUAH SCOPING REVIEW Yoseva, Veronica; Andriani, Helen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tunggu obat di farmasi rawat jalan merupakan indikator penting yang memengaruhi kepuasan pasien dan efisiensi layanan di rumah sakit. Penerapan Lean Management, termasuk metode Lean 5S dan Kaizen, terbukti efektif dalam mengurangi aktivitas non-produktif dan meningkatkan efisiensi proses di sektor kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis efektivitas Lean Management dalam menurunkan waktu tunggu obat di rumah sakit. Scoping review ini menggunakan diagram alur pencarian literatur yang dirangkum dalam format PRISMA 2020 dari empat database utama: ProQuest, Science Direct, Emerald Insight, dan Google Scholar, dengan kriteria artikel asli, akses tanpa berbayar dan lengkap, relevan dengan Lean Management di farmasi rawat jalan, mempublikasikan hasil dalam rentang 2019–2024, serta berbahasa Indonesia atau Inggris. Dari 286 artikel, lima artikel memenuhi kriteria kelayakan. Hasil kajian menunjukkan Lean Management secara konsisten efektif dalam mengurangi waktu tunggu hingga 30%, meningkatkan kepuasan pasien, dan efisiensi operasional. Hal ini dicapai melalui optimalisasi alur kerja, pemisahan layanan, dan integrasi teknologi. Selain itu, Lean 5S dan Kaizen memperbaiki kenyamanan lingkungan kerja dan produktivitas staf. Implementasi Lean Management memerlukan dukungan sumber daya yang cukup, pelatihan berkelanjutan, dan adaptasi terhadap kebutuhan spesifik rumah sakit. Secara keseluruhan,
Efektivitas Penggunaan ITN (Insecticide Treated Nets) terhadap Penurunan Kasus Malaria pada Anak di Bawah 5 Tahun di Indonesia Khairunnisa, Dhiennada Putri; Katon, Hilda Sri; Andriani, Helen; Permanasari, Vetty Yulianty
Pustaka Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): Volume 13 No. 1, 2025
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria is caused by the Plasmodium parasite and is transmitted through the bites of infected Anopheles mosquitoes, which are prevalent in tropical regions, including Indonesia. In 2010, Indonesia recorded 465.7 thousand positive malaria cases, but this number decreased to 235.7 thousand in 2020. Additionally, the Annual Parasite Incidence (API) also showed a decline from 1.96 in 2010 to 0.87 in 2020. Various preventive measures have been implemented, including the use of Insecticide-Treated Nets (ITN). This research employed a literature review method with the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review & Meta-Analysis) approach, gathering data from international journal sources such as Google Scholar and PubMed, comprising a total of 13 journal articles. The study found that ITNs can reduce the incidence of malaria, particularly among children under five years old in Indonesia. The government's program for distributing ITNs has proven effective in decreasing malaria cases. Health workers, community health volunteers, and community-based health service centers play a crucial role in disseminating information, distributing, and promoting the use of ITNs. Based on the literature review, it was concluded that the use of ITNs is effective in reducing malaria cases in children under 5 years old in Indonesia.
PENGARUH PROSES PENGADAAN INVENTORI FARMASI TERHADAP INVENTORY TURN OVER RATIO DI RUMAH SAKIT : A SCOPING REVIEW Larasati, Clara Niken; Andriani, Helen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.46419

Abstract

Rumah sakit harus selalu berada di performa terbaik karena lingkungan yang kompetitif. Supaya sistem dapat berperforma baik, dibutuhkan penilaian kinerja yang tepat. Dalam konteks manajemen inventori farmasi, salah satu indikator yang sering digunakan adalah Inventory Turn Over Ratio (ITOR). ITOR digunakan untuk menggambarkan seberapa cepat persediaan obat yang ditentukan dengan proses pengadaan diperbarui dalam periode tertentu. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pengadaan inventori farmasi terhadap nilai ITOR di rumah sakit. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Proquest, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar dengan kata kunci terkait pengadaan farmasi dan ITOR. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Indonesia dan Inggris, studi primer, serta fokus pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Manajemen Pengadaan, dan ITOR. Artikel kemudian diskrining lebih lanjut menggunakan penilaian kritis JBI. Hasil seleksi artikel didapatkan total 368 artikel dari 4 basis data yang setelah skrining dihasilkan 7 artikel yang diikutkan penelitian. Hasil penelusuran 7 artikel ditemukan 2 artikel menggunakan metode min-max dalam proses pengadaannya, 2 artikel menggunakan analisis ABC, VEN, dan EOQ, 2 artikel menggunakan Standar Prosedur Operasional (SPO) Rumah Sakit (RS), dan satu artikel menggunakan analisis ABC. Nilai ITOR tujuh artikel terinklusi hasilnya bervariasi. Nilai ITOR dari 3 artikel dibandingkan kondisi sebelum dan sesudah, 4 artikel menyatakan hasil ITOR secara deskriptif. Proses pengadaan inventori farmasi memerlukan analisis sistematis untuk memastikan proses pengadaan yang optimal, beberapa diantaranya analisis ABC, VEN, EOQ, atau min-max.