Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Mikroskopis Batuan dari Sungai Aranio Kalimantan Selatan dengan Metode Petrografi Raihul Janah; Totok Wianto; Sudarningsih Sudarningsih
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.531 KB) | DOI: 10.20527/flux.v7i2.3089

Abstract

Done observation petrography to detect colour, structure, texture,mineral composition and rock classification. Rock sample that taken from AranioRiver, South Kalimantan as much as 4 (four) samples, made to be thin slicemeasures  6 cm x 3 cm x 3 mm use rock clipper dan rock slice refiner. Rockthin slice is analyzed by means of polarization microscope. Analysis resultpetrography mentions that any sample amphibolites rocks (hornblende sekis)that belong in faces metamorphic rock. Two samples among others texturedgrano-lepidoblastic and poikiloblastic, while two textured another samples granolepidoblasticand textured lepidoblastic and poikiloblastic. Crystal size from rocksamples amphibolites revolve from 0,40 mm until 0,80 mm, has lineationstructure (crystal instruction) and clear colour up to muddy greenness. This rockprincipal mineral composition consists of amphibole (34 – 60 %), quartz (22 – 44%), plagioclase (4 – 14 %), biotitic (1 %), epidotic (4 – 10 %), garnet (1 – 2 %),cyanide (1 – 6 %) and pyroxene (2 %); addition mineral consists of oxide iron (1– 3 %) and calcite (6%).
Identifikasi Daerah Patahan dengan Metode Geolistrik Konfigurasi Dipole-Dipole di Desa Renokenongo Porong Sidoarjo Sri Cahyo Wahyono; Totok Wianto; Simon Sadok Siregar; Widya Utama; Suminar pratapa
Jurnal Fisika FLUX Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.228 KB) | DOI: 10.20527/flux.v5i2.3043

Abstract

Fault is already occurred in Renokenongo, Porong - Sidoarjo. These fault’s have destroyed some building and public facilities. Existence of these fault’s have been detected by using 2D resistivity method. In this research, measurement of 2D resistivity is conducted by using Dipole-Dipole configuration. Configuration has been done in two lines. The first line is length of measurement 200 meters and direction E 98° S and second line the path lenght of 120 meters and direction N 50 E. From the resistivity section, position of fault is founded. For first line, position of fault stays at point 25; 43; 57; 97,5; 110 and 136 m. While for second line position of fault stays at point 33; 50 and 100 m.
Sintesis dan Karakterisasi Nanosilika sebagai Upaya Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Banjarbaru Totok Wianto; Nurma Sari; Darminto Darminto; Suminar Pratapa
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2882.24 KB) | DOI: 10.20527/flux.v7i1.3076

Abstract

Penelitian untuk mendapatkan bahan baru dengan kinerja tinggi telahbanyak dilakukan, khususnya di negara-negara industri. Salah satu programyang cukup pesat perkembangannya dan hingga sekarang sedang giatdilakukan penelitian, baik penelitian dasar maupun terapan adalah bidangnanosains dan nanoteknologi. Perkembangan nanosains dan nanoteknologidewasa ini telah mulai mendominasi dunia industri, dan bahkah telah mengeserteknologi mikro-elektronik (10-6 m) yang telah berperan dalam beberapadasawarsa terakhir (Edelstein, 1996). Nanomaterial, sebagai bagian darinanosains dan nanoteknologi, merupakan rekayasa material dalam ordenanometer (10-9 m) (Kebamoto, 2003). Hampir semua material dapat dibuatdalam bentuk nanokristal dan nanopartikel, untuk menghasilkan sifat lebihunggul, yang bergantung pada pemrosesan, manipulasi dan komposisinya(Gleiter, 1989, Kimura, 1995). Produk-produk industri diperkirakan akanmenggunakan nanomaterial secara komersial (Inoue, 2003) mulai tahun 2010(NSTC, 1993). Eksploitasi sejumlah mineral, seperti logam dan batuan, telahdilakukan di daerah penambangan intan rakyat di daerah Cempaka, KalimantanSelatan, dan difokuskan pada fragmen-fragmen yang dihasilkan daripenambangan intan. Ukuran fragmen-fragmen yang diperoleh ini berkisarantara 1,5 – 15 cm. Tumpukan fragmen-fragmen ini tidak berada jauh darisungai yang melintas di daerah penambangan, yaitu paling jauh 100 m danmasih merupakan daerah pelamparan sedimentasi sungai(sikumbang, 1994).Dari penelitian pendahuluan didapatkan kadar silika (SiO2) didaerah cempakaantara 94,4% - 99% (Wianto, 2008). Ketersediaan sumber alam berupabeberapa material di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seperti pasir silika, dapatdiolah lebih lanjut sebagai nanomaterial dengan karakteristik yang khas.Nanomaterial ini dapat dibuat dalam dalam ukuran nano (< 100 nm) melaluisintesis metode gaya berat kemudian melalui proses penggilinganmenggunakan planetary ball milling. Penggunaan peralatan X-ray diffractometer(XRD) dan scanning electron microscope (SEM) serta transmission electronmicroscope (TEM) akan menghasilkan karakteristik rinci nanosilika tersebut,menyangkut struktur, bentuk dan ukuran partikelnya serta agregasi yangmungkin terjadi. Hasil penelitian ini didapatkan material nano silika denganukuran antara < 100 nm setelah proses kopresipitasi sedangkan sebelumproses tersebut yaitu setelah proses ball mill didapatkan ukuran butir > 300 nmini berdasarkan hasil metode scherer XRD dan SEM. Sedangkan hasil analisiskualitatif dan kuantitatif didapatkan mineral SiO2 yang dominan yaitu 98 - 99%,ini setelah melalui proses pencucian untuk menghilangkan clay sertamenggunakan magnetik separator untuk menghilangkan material magnetik.
Penentuan Lapisan Air Tanah dengan Metode Geolistrik Schlumberger di Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan Sri Cahyo Wahyono; Totok Wianto
Jurnal Fisika FLUX Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2008
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.104 KB) | DOI: 10.20527/flux.v5i2.3021

Abstract

Analisa Mineral Magnetik Pasir Sisa Pendulangan Intan di Cempaka, Kota Banjarbaru Berdasarkan Nilai Suseptibilitas Magnetik Muhammad Saukani; Sudarningsih Sudarningsih; Totok Wianto
Jurnal Fisika FLUX Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2010
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.755 KB) | DOI: 10.20527/flux.v7i2.3109

Abstract

Pasir sisa pendulangan intan memiliki ciri fisik warna kehitam-hitaman danditarik oleh magnet. Pasir ini diduga mengandung mineral magnetik yang bermanfaatsebagai bahan dasar pada industri besi, baja dan lainnya. Maka perlu dilakukan kajiantentang persentase kandungan mineral magnetik dan jenis mineral magnetik yangterkandung didalamnya. penelitian ini bertujuan untuk menghitung persentasekandungan mineral magnetik dan menentukan jenis mineral magnetiknya denganmetode pengukuran suseptibilitas magnetik.Hasil Pengukuran 10 buah sampel daridaerah Cempaka menunjukkan persentase kandungan mineral magnetik dari 100gram sampel adalah 1,7% hingga 14% dengan nilai suseptibilitas magnetik antara10,8 x 10-7 hingga 90,4 x 10-7 m3/kg yang diidentifikasi sebagian besar adalah mineralhematite (Fe2O3) sebagaimana yang ditunjukkan pada hasil difraksi sinar-X.
PENENTUAN POLA SEBARAN INTRUSI AIR LAUT DI PESISIR PANTAI BATAKAN KALIMANTAN SELATAN DENGAN METODE GEOLISTRIK Ori Minarto; Sri Cahyo Wahyono; Totok Wianto
Jurnal Fisika FLUX Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2014
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.436 KB) | DOI: 10.20527/flux.v11i1.2624

Abstract

Abstrak: Desa Batakan merupakan daerah paling Selatan dari Kabupaten Tanah Laut yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Survei geolistrik metode Schlumberger 1D untuk mengetahui sebaran intrusi air laut di pesisir pantai Batakan Kalimantan Selatan bertujuan untuk mengetahui pola intrusi air laut baik sebaranya maupun kedalamannya yang ditinjau dari nilai resistivitasnya. Selain itu penelitian ini juga bertujuan mengetahui sifat-sifat air tanah dangkal berupa salinitas dan derajat keasamannya. Dengan sembilan titik pengukuran geolistrik, dan sembilan titik pengambilan sampel air yang berasal dari sumur warga, diperoleh potensi intrusi air laut di daerah pesisir terjadi pada titik GL1 yang berjarak 175 meter dari bibir pantai yang mencapai kedalaman 10,02 meter. Pada titik pengukuran GL4 yang berjarak kurang lebih 500 meter dari pantai, intrusi terjadi hingga kedalaman 14,21 meter. Pada titik pengukuran GL7 yang berjarak 190 meter dari pantai, intrusi terjadi hingga 65 meter di bawah permukaan tanah. Berdasarkan pengukuran salinitas di sembilan titik sampel dari sumur dangkal milik warga, terdapat satu sumur yang tergolong dalam air payau yaitu dengan nilai salinitas 7 0/00 dan delapan sumur lainnya tergolong dalam air tawar dengan kadar 0-5 0/00 dengan pH antara 7-7,7. Kata Kunci: salinitas, intrusi, geolistrik, Batakan.
Analisa Struktur dan Mineralogi Batuan dari Sungai Aranio Kabupaten Banjar Sudarningsih Sudarningsih; Totok Wianto; Dewi Amelia Widiyastuti
Jurnal Fisika FLUX Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.097 KB) | DOI: 10.20527/flux.v9i1.3132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi mineral dan struktur secara mikro dari permukaan batuan yang terdapat di Sungai Aranio, Kabupaten Banjar. Penelitian dilakukan dengan melakukan uji mineralogi dengan alat x-ray difractometer(XRD) dan foto dengan alat scanning electron microscope(SEM) terhadap empat sampel batuan yang telah diambil dari Sungai Aranio. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa pada sampel 1A komposisi mineralnya adalah magnesiohornblende 27 %, albite, calcian 30 %, kuarsa 17 %, Phillipsite-K 14 % dan muscovit (mika) 12 %. Pada sampel 1B mineralnya adalah magnesiohornblende 14 %, albite, calcian 29 %, kuarsa 21 %, Phillipsite-K 15 %, muscovit (mika) 12 % dan chlorite-serpentine 13 %. Sampel 2A memiliki komposisi mineral yaitu magnesiohornblende 20 %, albite, calcian 13 %, kuarsa 28 %, muscovit (mika) 8 % dan chlorite-serpentine 31 %, sedangkan pada sampel 2B terdapat mineral yaitu magnesiohornblende 28 %, kuarsa 42 %, chlorite-serpentine 21 %, muscovit (mika) 4 % dan amfibol 5 %. Hasil pada foto SEM memperlihatkan struktur batuan telah menjadi struktur yang mengalami laminasi dengan dua sampel kenampakan kristal mineralnya masih terlihat dan dua sampel sudah berubah dan banyak terdapat clay atau tanah dan strukturnya adalah struktur foliasi. Dapat disimpulkan bahwa batuan yang berasal dari Sungai Aranio, Kabupaten Banjar telah mengalami pemalihan yang berasal dari batuan beku yang keras.
Karakterisasi Kaolin Lokal Kalimantan Selatan Hasil Kalsinasi Sunardi Sunardi; Utami Irawati; Totok Wianto
Jurnal Fisika FLUX Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Februari 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2398.733 KB) | DOI: 10.20527/flux.v8i1.3106

Abstract

Kajian tentang karakteristik kaolin lokal asal Tatakan, Tapin, KalimantanSelatan setelah proses kalsinasi pada temperatur 800°C selama 3 jam telah dilakukanuntuk mengetahui perubahan struktur kaolin. Sampel kaolin sebelum dan setelahproses kalsinasi dianalisis menggunakan spektroskopi infra merah (FTIR), difraksisinar X (XRD) dan scanning electron microscopy (SEM). Hasil analisis menggunakanFTIR menunjukkan terjadinya kerusakan struktur dari kaolin akibat proses kalsinasiyang ditandai dengan hilangnya puncak serapan khas dari kaolin. Berdasarkan dataXRD dan analisis morfologi menggunakan SEM, proses kalsinasi menyebabkanperubahan struktur kaolin dari pseudoheksagonal berlapis menjadi fasa amorf.
PENENTUAN POTENSI KEDALAMAN DAN KANDUNGAN BIJIH BESI DI DESA AJUNG KABUPATEN BALANGAN KALIMANTAN SELATAN Raisa Kusuma Dewi; Totok Wianto; Sri Cahyo Wahyono
Jurnal Fisika FLUX Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2013
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.776 KB) | DOI: 10.20527/flux.v10i1.2304

Abstract

ABSTRACT: Ajung Village District of Balangan, astronomically are located 114º 50'31'' 115 ° 50'24'' E and 2 º 1'31'' - 2 ° 35'58'' S. Based on the geologicalmap, the Ajung Village District Balangan is Haruyan formation, Ultramafic Rocksand Granodiorit. The erosion of Ultramafic rocks, especially serpentinit undergochemical decomposition and accumulation of iron ore. Since the potential of ironore in Ajung Village is not certain then in this study the authors conducted astudy to determine the potential depth and content of iron ore by using 3Dgeoelectric Dipole Dipole configuration, Atomic Absorption Spectrophotometer(AAS) and X-ray flourescence (XRF). The results of field measurements 3Dgeoelectric method Dipole Dipole configurations with the potential depth of ± 0to 2.05 meters in the form of chunks of rock with prices between 1594 -2442Ohm.meter resistivity. The average Fe content of elements in the iron ore fromAjung village, District Balangan by laboratory analysis using AAS was 50.01%,while 94.82% are using XRF.Keywords: iron ore, geoelectric, AAS, XRF
Rekayasa Tumbuhan Purun Tikus (Eleocharis Dulcis) sebagai Substitusi Bahan Matrik Komposit Pada Pembuatan Papan Partikel Totok Wianto; Ishaq Ishaq; Akhmad Faisal; Abdulah Hamdi
Jurnal Fisika FLUX Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Fisika Flux Edisi Agustus 2011
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.42 KB) | DOI: 10.20527/flux.v8i2.3119

Abstract

Sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan adalah terdiri dari rawa-rawa.Salah satu tumbuhan rawa yang banyak tumbuh di daerah rawa Kalimantan Selatanadalah Purun Tikus (Eleocharis Dulcis). Sampai saat ini pemanfaatan purun tikus olehmasyarakat setempat hanya sebatas pembuatan tikar. Di lain pihak, kebutuhan akanpapan sebagai bahan bangunan meningkat, seiring dengan tingginya permintaankonsumen akan suatu produk yang berbahan dasar kayu. Melihat dari potensi yangada, diupayakan pemanfaatan purun tikus di daerah Kalimantan Selatan lebihdimaksimalkan. Dalam hal ini pemanfaatannya sebagai bahan matrik komposit dalampembuatan papan partikel. Oleh karena itu penelitian ini berupaya manfaatankanpurun tikus (Eleocharis dulcis) sebagai bahan substitusi bahan matrik komposit danjuga mengetahui pengaruh serat-serat purun tikus tersebut terhadap sifat fisis (kadarair dan kerapatan) dan sifat mekanik (keteguhan patah, kuat lentur). Untukpengolahan papan partikel dibuat dua variasi susunan serat purun tikus, sampel Ayaitu serat purun tikus dipotong kecil-kecil dan disusun secara acak pada cetakan,perlakuan B yaitu serat purun tikus dipotong memanjang dan menyamping di cetakan.Serat purun tikus yang sudah kering dipotong-potong sesuai dengan variasi serat.Filler berupa daun-daun akasia yang kering dan bersih dihaluskan menggunakanbelender kemudian dicampurkan dengan urea formaldehid. Serat purun tikus dan fillerdicetak pada cetakan berukuran 30 x 30 cm yang dipres panas pada suhu 800-900C.Produk yang dihasilkan berupa papan partikel yang akan diuji dan dianalisa sifatelastisitas dan keteguhan patahnya serta sifat kadar air dan kerapatannya yang akandibandingkan terhadap standar SNI 03-2105-1996 dan JIS A 5908-2003. HasilPengujian Nilai Sifat fisik yaitu menunjukkan kadar air rata – rata 12,75 % dankerapatan rata rata 0,84 g/cm3. Hasil pengujian sifat mekanik yaitu modulus elastisitasrata rata 10.750 Kg/cm2 dan modulus patah rata rata 80,5 Kg/cm2. Hasil Tersebutmendekati dan sudah sesuai dengan Standar SNI dan JIS dan papan partikel ini layaksebagai komposit
Co-Authors Abdul Gafur Abdulah Hamdi Abdulah Hamdi Agung Nugroho Ahmad Rusadi Arrahimi - Universitas Lambung Mangkurat) Ahmad Rusadi Arrahimi - Universitas Lambung Mangkurat) Akhmad Faisal Akhmad Faisal Ana Ulfah Andy Mizwar Anny Sulaswatty, Anny Apriana, Susi Azizah, Laela Azwari, Ayu Riana Sari Azwari, Ayu RianaSari Darminto . Darminto Darminto Dewi Amelia Widiyastuti Dodon Turianto Nugrahadi Egi Agustian Erdiansyah Rezamela, Erdiansyah Erlina Natasya Kurniasari Fahrudin, Arfan E Fitriana, Iin Noor Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Gusti Atika Urfa Gusti Rusmayadi Hafiizh Prasetia, Hafiizh Hendris Hendarsyah Kurniawan, Hendris Hendarsyah Heri Budi Santoso Husna, Wardatul Husnul Madihah, Husnul Idiannor Mahyudin Intan Fitrianti, Intan Ishaq Ishaq Ishaq Ishaq Janah, Raihul Karmaili, Karmaili Kartika, Listiana Khoerul Anwar Khoerul Anwar Liling Triyasmono Manik, Tetti Novalina Maya Safitri Meta Widyayanti Meta Widyayanti Minarto, Ori Muhaemina, Maulanie Muhammad Ikhwan Rizki Muhammad Itqan Mazdadi MUHAMMAD NUGROHO, MUHAMMAD Muhammad Rif&#039;an Abdi Muhammad Saukani Muhammad Solih Afif Muthia Elma Nabila, Nisrina Najmi, M. Ikhwan Nasrulloh, Amar V Nasrulloh, Amar Vijai Ninis Hadi Haryanti, Ninis Hadi Nova Annisa, Nova Nurma Sari Nurma Sari, Nurma Oktafiansyah, Rahmad Ori Minarto Ori Minarto Ori Minarto Pahmiansyah Pahmiansyah Pahmiansyah, Pahmiansyah Rachman, Rezky Rachmadhany Raihul Janah Raisa Kusuma Dewi Raisa Kusuma Dewi Ramadhoni, Benni F Reida, Rina Rina Reida Saragih, Triando Hamonangan Saukani, Muhammad Seftina, Rahmi Sembiring, Rinawati Simon Sadok Siregar, Simon Sadok Sri Cahyo Wahyono Suarso, Eka Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Sudarningsih Suminar Pratapa Sunardi Sunardi Sunardi, Ph.D., Sunardi Suryajaya Suryajaya, Suryajaya Utami Irawati Utomo, Edy Setyo Wahyono, Sri C Wardatul Husna Widya Utama Widya Utama