Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

NGURI-URI KEBUDAYAAN JAWA PADA PAKET PERNIKAHAN ADAT JAWA Suharti, Suharti; Wibawa, Sutrisna; Widyastuti, Sri Harti
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 14, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.307 KB) | DOI: 10.21831/ino.v14i2.2289

Abstract

The purposes of this program are (1) to motivate student becoming entrepeneurs at the Javanesse wedding traditional ceremony package, (2) to increase the students' entrepeneurship knowledge at the Javanesse wedding traditional ceremony, (3) to create connection between higher education, especially Javanesse Study Program of the Yogyakarta State Universty, and business partners of the Javanesse wedding traditional ceremony package, and (4) to increase the students' and the lectures' capabilities, skills, and practical experiences at  conducting of the Javanesse wedding traditional ceremony package. This  program  has  carried  out  at  three  stages,  those  are  (1)  an upgrading of the development of Javanesse wedding tradisional ceremony package, including MC materials, Javanesse speakers, the Javanesse cultural knowlege, the experiences of conducting wedding package, discussion and practice  of  determining  of the  package  and  suplying  clothing,  and  the knowladge of the entrepreneurship and business operational, (2) conducting of the training at Griya Rias Wijayaningtyas, and (3) work shop of structuring the wedding business plan and simulation of wedding ceremony pakcage. The result of this program are (1) all of the participants have motivation  to  wrestle  with  the  entrepreneurs of the  Javanesse  wedding package ompletely or partial, and as an individually or agroup, (2) all of the participants have busness operational plans at the Javanesse wedding package, (3) there is a conection between higher education, especially Javanesse Study Program of Yogyakarta State  University,  and  business partners of the Javanesse wedding traditional ceremony package, and (4) the participants of the  students and  the  lectures have  improved their skills, especially in practical skill of the Javanesse wedding ceremony
PENGEMBANGAN BAHASA JAWA SEBAGAI BAHASA PENYULUHAN PEMBANGUNAN PADA ,TURI D PENERANG SE-DIY Wibawa, Sutrisna; Mulyani, Hesti; Suwardi, Suwardi; Suharti, Suharti; Widyastuti, Sri Harti
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 1, No 2 (2000)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v1i2.5111

Abstract

Tujuan utama kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengembangkan dan menerapkan bahasa Jawa bahasa Jawa, idiom-idiom bahasa Jawa, dan seni budaya Jawa guna memenuhi kebutuhan penyuluhan pembangun para juru penerang di DIYOleh karena bentuk kegiatannya berupa pelatihan dan lokakarya keterampilan berbahasa, maka metode yang dig adalah ceramah, diskusi, laboratori, dan praktik lapangan.Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah khalayak sasaran telah meningkat kemampuan berbaha untuk komunikasi Iisan. Peserta telah dapat menyusun naskah penyuluhan pembangunan dalam bahasa Jawa. Peser dapat mengembangkandan menerapkanragam bahasa Jawa, yaitu ragam bahasa krama alus. Peserta telah dapat mengemb dan menerapkan idiom-idiom bahasa Jawa yang berfungsi sebagai penjelas, alat pendidikan, dan pengawas norma masyarakat agar selalu dipatuhi. Peserta telah dapat mengembangkan unsur seni dan budaya Jawa untuk men penyuluhan pembangunan, dengan menggunakan karya sastra dan budaya Jawa sebagai sumber nilai dan hiburan.
PENGEMEANGAN BAHASA JA WA SEBAGAI BAHASA PENYULUHAN PEMBANGUNAN PADA JURU PENERANG SE-DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Wibawa, Sutrisna
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 3, No 1 (2001)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ino.v3i1.5141

Abstract

Tujuan  utama  kegiatan  pengabdian   kepada  masyarakat   ini adalah  mengembangkan   dan meaerapkan   bahasa  Jawa,  idiom-idiom   bahasa  Jawa,  dan  seni  budaya  Jawa  guna  memenuhi kebutuhan  penyuluhan  pembangunan   pada parajuru   penerang  di DIY.Oleh karena  bentuk  kegiatannya  berupa  pelatihan  dan lokakarya  keterampilan   berbahasa, maka metode  yang digunakan  adalah  ceramah,  diskusi,  laboratori,  dan praktik  lapangan.Hasil   kegiatan  pengabdian    kepada   masyarakat    ini   adalah    khalayak    sasaran   telahmeningkat  kemampuan  berbahasa  Jawa  untuk komunikasi  lisan. Peserta  telah  dapat menyusun naskah  penyuluhan pembangunan  dalam bahasa  Jawa. Peserta telah dapat mengembangkan   dan menerapkan ragam   bahasa   Jawa,   yaitu   ragam   bahasa   krama  halus.  Peserta   telah   dapat mengembangkan dan  menerapkan   idiom-idiom   bahasa  Jawa  yang  berfungsi  sebagai  penjelas, alat  pendidikan   dan  pengawas   norma-norma   masyarakat   agar  selalu  dipatuhi.  Peserta  telah dapat mengembangkan     unsur   seni    dan   budaya    Jawa    untuk    mendukung     penyuluhan pembangunan,   dengan  menggunakan   karya  sastra  dan  budaya  Jawa  sebagai  sumber  nilai  dan hiburan. Kata  kunci  : Bahasa   penyuluhan    pembangunan
Etnopedagogi IPAS Berdaya Pancasila dan Kecerdasan Buatan Sebagai Revolusi Pembelajaran Abad 21 Riasani, Beti; Nisa, Ana Fitrotun; Zulfiati, Heri Maria; Wibawa, Sutrisna
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 6 (2025): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11638

Abstract

This study offers a comprehensive overview of the planning, implementation, and evaluation of innovative Science, Social, and Natural Sciences (IPAS) learning in elementary schools. The approach specifically integrates ethnopedagogy with Pancasila Education, while exploring the transformative potential of deep learning for personalized instruction. The research employed an exploratory sequential mixed-methods design, beginning with quantitative data collection and analysis, followed by qualitative data to deepen the understanding of the quantitative results. This method allowed for a holistic view of the effectiveness of IPAS learning based on ethnopedagogy and Pancasila Education, encompassing both quantitative aspects (increased interest and understanding) and qualitative aspects (implementation processes and perceptions). Key findings indicate that integrating ethnopedagogy and Pancasila Education in IPAS learning significantly increased student interest (p < 0.01) and substantially improved IPAS conceptual understanding. Furthermore, this approach strengthened the Pancasila Student Profile dimensions. Student interest showed an average increase of 26.15%, while IPAS conceptual understanding rose by an average of 20%, both with p-values less than 0.01, signifying high statistical significance. The study's uniqueness lies in its holistic mixed-methods analysis of the synergy between ethnopedagogy, IPAS, and Pancasila Education. Additionally, it offers a visionary contribution by discussing the role of deep learning in driving a 21st-century learning revolution to create adaptive and personalized learning environments. The results provide a relevant implementation model for developing 21st-century competencies and excellent student character, aiming to guide educators and policymakers.
Manajemen Kegiatan Budaya Literasi Sebagai Optimalisasi Literasi Siswa Sekolah Dasar Pitanti, Lusia Wahyu; Zulfiati, Heri Maria; Nisa, Ana Fitrotun; Wibawa, Sutrisna; Bariyyah, Insanul Qisti
Media Manajemen Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v8i2.20625

Abstract

Literasi dasar mencakup keterampilan membaca, menulis, berbicara, menyimak, serta pemanfaatan teknologi, dan menjadi fondasi penting bagi perkembangan peserta didik. Di era digital, rendahnya minat literasi di Indonesia menimbulkan tantangan serius karena berdampak pada lemahnya kemampuan berpikir kritis, logis, dan pemecahan masalah. Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 dan UNESCO menunjukkan bahwa Indonesia masih menempati peringkat rendah dalam literasi global, dipengaruhi keterbatasan sarana perpustakaan, rendahnya ketersediaan tenaga pustakawan, serta penetrasi teknologi yang belum diimbangi literasi informasi. Pemerintah telah meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), namun implementasinya di banyak sekolah belum optimal. Sekolah Dasar Negeri 1 Gandurejo di Temanggung, misalnya, memperoleh skor literasi 53,33% pada Rapor Pendidikan 2023, yang menunjukkan masih lemahnya kemampuan literasi siswa. Faktor utama penghambatnya meliputi keterbatasan fasilitas, kurangnya pengelola perpustakaan, dan minimnya pembiasaan membaca. Sebagai solusi, sekolah menginisiasi program inovatif Kebuli (Kegiatan Budaya Literasi) melalui berbagai aktivitas, antara lain pembuatan pojok baca, pengkaderan pustakawan cilik, papan kreasi siswa, pohon literasi, pelabelan pohon, dan kegiatan storytelling. Program ini bertujuan membangun lingkungan literasi yang menarik, integratif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung tujuan pendidikan nasional dalam mengembangkan potensi anak secara holistik melalui pembiasaan literasi.
Stringing Together Diversity: Exploring Indonesian Culture Through The TRI N Integrated Indonesian Traditional House (Puradi) Puzzle (Niteni, Nirokke, Nambahi) Komarul, Pri Hastuti; Bariyah, Insanul Qisti; Zulfiati, Heri Maria; Wibawa, Sutrisna
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 10 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i10.51254

Abstract

This study aims to explore the effectiveness of the project "Stringing Together Diversity: Exploring Indonesian Culture Through the Tri N Integrated Indonesian Traditional House (PURADI) Puzzle" in improving the understanding of phase B students about cultural diversity in Indonesia. The research background is based on the importance of introducing and instilling diversity values from an early age, as well as utilizing an interactive and fun learning approach. This research uses a research and development (R&D) approach with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. The subject of the study is a phase B student at SD Negeri Gembongan. Data was collected through participant observation, semi-structured interviews with students and teachers, and document analysis in the form of puzzle work. The results of the study show that the PURADI project is effective in increasing students' knowledge about various traditional houses in Indonesia, as well as developing their ability to identify cultural differences. In addition, the integration of Tri N values (Niteni, Nirokke, Nambahi) in this project is able to encourage students to observe, imitate, and develop their understanding of culture in a more in-depth way. The conclusion of this study is that the PURADI project is an innovative and effective learning method in instilling an understanding of Indonesian cultural diversity in elementary school students
Filsafat Pancasila pada Implementasi Dokumen Kurikulum Merdeka Uddiin, Akhmad Rofii’; Nisa, Ana Fitrotun; Khosiyono, Banun Havifah Cahyo; Zulfiati, Heri Maria; Wibawa, Sutrisna
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): December 2025 in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1302

Abstract

Filsafat Pancasila merupakan dasar penting dalam pendidikan Indonesia yang menjiwai proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila dalam dokumen Kurikulum Merdeka dengan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka. Subjek penelitian adalah guru kelas, dengan data diperoleh melalui analisis dokumen kurikulum dan literatur pendukung. Hasil menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka di SD Negeri Panasan telah mengintegrasikan nilai Pancasila secara kontekstual melalui pembelajaran berbasis proyek yang menumbuhkan kolaborasi, kreativitas, tanggung jawab sosial, dan kepedulian. Evaluasi berkelanjutan serta pendampingan guru mendukung efektivitas penerapan kurikulum. Kurikulum Merdeka berperan membentuk karakter siswa yang berakhlak, cerdas, dan peduli, sekaligus memperkuat identitas budaya dan persatuan bangsa. Keberhasilan implementasi nilai Pancasila bergantung pada sinergi antara budaya lokal, visi sekolah, perencanaan kurikulum, dan kompetensi guru.  
Kemampuan Berpikir Kritis pada Tahapan Operasional Konkrit Septiyanti, Isnani Fauziah; Wibawa, Sutrisna; Yulia, Yuyun; Cahyani, Berliana Henu
Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bernalar kritis pada implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila di tahap perkembangan operasional konkrit. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek tunggal. instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, lembar kerja milik “S” pada tahapan pengenalan, perencanaan projek, dan lembar observasi. Pengumpulan data menggunakan metode think aloud dan wawancara tak terstruktur. Analisis data pada penelitian ini mengacu pada model Miles and Huberman. Melalui penelitian ini diperoleh hasil bahwa subyek “S”, siswa kelas 4 Sekolah Dasar yang berusia 10 tahun mempunyai kemampuan bernalar kritis yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif jean piaget . Subyek “S” berada pada tahapan operasional konkrit. Hasil Penelitian ini dapat menjadi landasan guru Sekolah Dasar dalam menyusun perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di fase B kelas 4.
Seru dan Edukatif: Kahoot Pendidikan Pancasila untuk Semua Kumalasari, Krisna; Wibawa, Sutrisna
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.830

Abstract

The increasingly rapid development of globalization has triggered the development of education in the field of increasingly advanced technology. In the field of educational activities there is an adaptation of learning activities to technological developments. Based on this, of course the role of learning media is also needed in the field of education. The aim of the research is to analyze the application of the Kahoot application in Pancasila education to create exciting and educative learning. The research method uses qualitative research with a literature review approach. The results of the implementation carried out at SD Negeri 1 Pengasih from 20 November 2023 to 1 December 2023 show that Kahoot can increase students' understanding and involvement in the values ​​of Pancasila. In conclusion, Kahoot media can be used to support exciting and educational learning activities that are implemented in Pancasila education learning. Learning carried out in the classroom can use ICT-based media such as Kahoot. This is because the use of Kahoot media is easy to access, so it will indirectly have an impact on increasing student motivation. Innovation in learning is certainly needed in learning activities to create good learning and is related to the role of increasingly sophisticated technology.
Prototype Model Pembelajaran A.S.A.P Berbasis Aplikasi Capcut untuk Siswa Kelas 5 Puspawati, Eka; Wibawa, Sutrisna
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 3 (2024): Edisi September 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i3.927

Abstract

The most important feature of the 21st century is the inseparability of technology and information from various fields of life. The 21st century skills of critical thinking, creativity, and collaboration can be strengthened in students through a variety of forms or models of learning in the classroom. The research aims to develop based on two existing learning models, namely Problem Based Learning (PBL) and Project Based Learning (PjBL) and with adjustments to technological and information advances in the 21st century. The method used in this research is the Research and Development (RnD) research method with the ADDIE research model (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Based on the research conducted, researchers conducted an Analyze process to identify needs, then the results of the Analyze stage were used to design learning models at the Design stage. So that the finished design is developed at the Develop stage then implemented at the Implement stage and evaluated at the Evaluation stage. The research conducted at SDN Bohol Rongkop received a positive response from students. The results showed that out of 10 fifth grade students, all of them seemed active in learning activities. Students' motivation to learn increased so that it also affected the improvement of their learning outcomes. This is evidenced by the increase in the number of students who were able to reach the KKM (minimum completeness criteria) limit, which initially was only 3 students to 8 students out of a total of 10 students, in addition students' creativity is also increasingly honed with the use of the A.S.A.P learning model based on this Capcut application.