Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Zuriat

Penampilan Fenotipik dan Beberapa Parameter Genetik 16 Genotip Kentang pada Lahan Sawah Di Dataran Medium Noladhi Wicaksana
Zuriat Vol 12, No 1 (2001)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v12i1.6681

Abstract

Percobaan bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penampilan fenotipik dan beberapa parameter genetic yaitu variabilitas genetik dan fenotipik, serta heritabilitas16 genotip kentang. Penelitian dilakukan di lahan sawah Jatinangor, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 16 genotip sebagai perlakuan dengan tiga kali ulangan. Perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji F dan rata-rata perlakuan di uji dengan uji Least Significance Increase (LSI). Hasil penelitian menunjukan genotip J12 dan J12A mempunyai potensi hasil tertinggi. Genotip yang mempunyai penampilan yang baik untuk karakter tinggi tanaman, diameter tajuk dan kemampuan berbunga di dataran medium adalah J3, J8, J9 dan JXX. Variabilitas genetik dan fenotipik yang tinggi terdapat pada karakter bobot ubi per tanaman. Heritabilitas yang tinggi terdapat pada karakter tinggi tanaman, jumlah bunga per tanaman, persentase bunga yang menjadi buah, jumlah ubi per tanaman, dan bobot ubi per tanaman.
INTERAKSI GENOTIP × LINGKUNGAN, ADAPTABILITAS, DAN STABILITAS HASIL, DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN VARIETAS UNGGUL DI INDONESIA Achmad Baihaki; Noladhi Wicaksana
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6777

Abstract

Enam genotip kedelai diuji multilokasi di delapan lokasi yang bervariasi dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan tujuan menduga interaksi genotip × lingkungan, adaptabilitas, dan stabilitas untuk karakter hasil dalam rangka pengembangan varietas unggul di Indonesia. Di setiap lokasi sebuah percobaan dengan enam genotip dilaksanakan dalam rancangan acak kelompok, diulang tiga kali. Analisis gabungan untuk karakter hasil dilakukan mengikuti prosedur baku. Stabilitas dan adaptabilitas diestimasi mengikuti prosedur Eberhart-Russell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi genotip × lingkungan untuk karakter hasil tanaman kedelai dan palawija pada umumnya, serta tanaman padi, merupakan fenomena yang nyata. Genotip yang mampu beradaptasi luas jumlahnya relatif sedikit dibandingkan dengan jumlah total genotip yang diuji multilokasi. Genotip unggul spesifik wilayah dianjurkan untuk dilepas dan akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pelepasan varietas, serta akan mampu membentuk “regional buffering” yang akan meredam penyebaran hama dan penyakit.
Evaluasi Ukuran dan Bentuk Biji Genotip-genotip Mutan Kedelai Generasi M4 Elfan Waisimon; Noladhi Wicaksana; Anas Anas; Meddy Rachmadi
Zuriat Vol 30, No 1 (2019): Latest Issue (April 2019)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.077 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v30i1.22935

Abstract

Soybean was one of the most important crop plants in Indonesia, but the need has not been fulfilled yet because its productivity was low. This study aims to obtain genotypes of M4 soybean mutant generation based on phenotypic characters of seed size and seed shape. The experiment was carried out in the experimental methods without spatial design, used 19 soybean mutant genotypes on M4 generation and Arjasari variety as a control. Eight characters of seed size (seed length, seed thickness, seed width, seed dimension, and 100 seed weight) and seed shape (seed length–thickness ratio, seed length-width ratio, and seed thickness–width ratio) have observed. Data analyzed with F-test, z-test, cluster analysis, and correlation analysis. The results showed that the seed size and seed shape characters had narrow intrapopulation variations. Eight genotypes of soybean mutants, namely MRAR 14-11-17-5, MRAR 15-17-31-11, MRAR 26-6-21-8, MRAR 29-12-26-11, MRAR 29-15-33 -7, MRAR 29-15-36-4, MRAR 29-15-36-8, and MRAR 29-15-30-10, have more significant seed size characters compared to Arjasari varieties. The MRAR genotypes 15-17-31-11 and MRAR 29-12-27-8 have a more rounded seed shape than the Arjasari variety. The seed size and seed shape characters correlated very strongly with each other. Seed size characters do not associate with seed shape characters.
Korelasi Vegetatif dengan Hasil dan Kualitas Hasil Pada 98 Genotip Nenas dari Beberapa Seri Persilangan Generasi F1 Neni Rostini; Eryk Barlianto; Noladhi Wicaksana
Zuriat Vol 17, No 1 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i1.6793

Abstract

Penelitian bertujuan memperoleh karakter vegetatif yang memiliki korelasi nyata dengan karakter hasil dan kualitas hasil pada 98 genotip nenas dari beberapa seri persilangan generasi F1 koleksi Neni Rostini. Percobaan telah dilakukan dari bulan September sampai bulan Desember 2004 di Kebun Percobaan Universitas Padjadjaran Jatinangor. Bahan percobaan menggunakan 98 genotip nenas dari beberapa seri persilangan yang berasal dari tigabelas genotip tetua, yaitu: S, NBJTQ-A-10, NBJTQ-B-004, NPSCC-021-3, NH-SLK-045-5B, NSC-SLK-057-6, NSC-SLK-045-4, N3, NBR-055, NBR-054, NLASBSC-031, NHSLK-045-5A dan NPSC-C-021-5 dengan 15 kombinasi persilangan antar tetua. Metode yang digunakan adalah metode percobaan tanpa rancangan tata ruang dengan analisis korelasi linear sederhana. Untuk menguji signifikansinya digunakan uji t-student. Karakter utama yang diamati adalah karakter vegetatif, karakter hasil dan kualitas hasil. Karakter vegetatif diamati pada empat fase pertumbuhan nenas yaitu saat muncul mahkota, saat muncul bakal buah, saat bunga pertama mekar dan saat bunga terakhir mekar, karakter vegetatif yang diamati diantaranya: tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, dan lebar daun. Sedangkan untuk karakter hasil diantaranya: diameter buah, panjang buah, bobot buah total, bobot satu buah, dan jumlah mata; serta karakter kualitas hasil yang diamati antara lain: kedalaman mata, diameter core, warna daging buah, padatan total terlarut (TSS) dan pH buah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi positif nyata pada keempat fase pertumbuhan nenas yaitu antara karakter tinggi tanaman dengan panjang buah, diameter buah, diameter core, bobot buah total, dan bobot satu buah; karakter panjang daun kedua dengan diameter core, bobot buah total, dan bobot satu buah; karakter lebar daun kedua dengan panjang buah, diameter buah, bobot buah total, dan bobot satu buah; serta karakter lebar daun ketiga dengan panjang buah. Terdapat korelasi negatif nyata antara karakter tinggi tanaman dengan warna daging buah saat muncul bakal buah; karakter lebar daun pertama dengan pH saat muncul bakal buah, pada saat bunga pertama mekar dan saat bunga terakhir mekar; karakter lebar daun kedua dengan pH saat bunga pertama mekar.
Seleksi Jagung Hibrida Pada Sistim Tumpang Sari dengan Kedelai Berdasarkan Karakter Morfo-agronomi dengan GYT Analysis Moh Ali Abdullah; Meddy Rachmadi; Yuyun Yuwariah; Ade Ismail; Noladhi Wicaksana; Dedi Ruswandi
Zuriat Vol 34, No 1 (2023): Mei, 2023
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v34i1.46669

Abstract

Kebutuhan jagung nasional cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya seiring semakin menurunnya luas lahan pertanian. Tumpang sari dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produksi jagung dalam efisiensi penggunaan lahan pertanian yang semakin berkurang. Varietas toleran tumpang sari dapat dihasilkan melalui penggunaan plasma nutfah yang memiliki variabilitas dan heritabilitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui informasi mengenai parameter genetik serta hibrida jagung toleran terhadap penanaman tumpang sari dan berdaya hasil tinggi. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan petak terbagi (Split Plot Design). Petak utama yaitu pola tanam yang terdiri dari tiga taraf yakni jagung tunggal, tumpang sari dengan kedelai dan tumpang sari dengan ubi jalar, sedangkan anak petak yaitu genotipe terdiri dari 20 genotipe Jagung Hibrida Padjadjaran dan 4 varietas cek. Analisis data penelitian menggunakan analisis Genotype by Yield*Trait (GYT) Biplot. Hasil penelitian berdasarkan GYT biplot menunjukkan genotipe dengan nilai terbaik pada tumpang sari jagung+kedelai adalah H13, H10, C2, H1 dan H8.
Evaluasi Daya Hasil Beberapa Galur Mutan Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) Var. MS-UNSIKA Hasil Iradiasi Sinar Gamma Pada Generasi M1 Syafii, Muhammad; Fitriani, Ayu; Wicaksana, Noladhi; Ruswandi, Dedi
Zuriat Vol 35, No 1 (2024): Mei, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i1.54776

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki sumber karbohidrat tinggi. Kebutuhan komoditas ini setiap tahunnya terus meningkat. Tetapi, di sisi lain produksinya masih rendah. Oleh karena itu, perlu upaya untuk meningkatkan produksi jagung manis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan teknologi nuklir. Pemanfaaatan teknik nuklir pada tanaman jagung antara lain untuk perbaikan sifat genetik varietas melalui mutasi dengan iradiasi sinar gamma. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan galur-galur mutan jagung manis yang memiliki karakter daya hasil tinggi dengan metode diiradiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan di PAIR BATAN dan di lahan milik PT. Pertani pada Mei 2019 sampai September 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah galur jagung manis yang terdiri dari 5 taraf, yaitu G1 (MS-02), G2 (MS-04), G3 (MS-06), G4 (MS-07), G5 (MS-08). Faktor kedua adalah dosis iradiasi sinar gamma yang terdiri dari 4 taraf, yaitu M0 (0 gray), M1 (100 gray), M2 (200 gray), M3 (300 gray), sehingga terdapat 20 perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur jagung manis dengan iradiasi dosis sinar gamma memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati. Secara umum, perlakuan G1M1 (galur MS-02 + dosis sinar gamma 100 gray) memberikan pengaruh terbaik pada parameter hasil panen 3,49 kg/plot, bobot tongkol dengan kelobot sebesar 214,25 gram, bobot tongkol tanpa kelobot sebesar 154,70 gram, diameter tongkol tanpa kelobot 4,43 cm, dan panjang tongkol tanpa kelobot 16,88 cm. Sedangkan perlakuan G5M0 (galur MS-08 + dosis sinar gamma tanpa radiasi (0 gray)) memberikan pengeruh terbaik terhadap diameter tongkol dengan kelobot 4,98 cm dan  panjang tongkol dengan kelobot 27,73 cm. Dan perlakuan G5M3 (galur MS-08 + dosis sinar gamma 300 gray) memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter kandungan gula yaitu 18,500Brix.
Co-Authors Achmad Baihaki Ade Ismail Ade Ismail Ade Ismail Agung Karuniawan Agung Rahmadi Agung Rahmadi Ahmad Shohibboniawan Ajang Maruapey Anas Anas Anas Anas Anas Anas Anas Anas, Anas Anggita Dewi Anne Nuraeni Anne Nuraeni ANNE NURAINI Ayu Fitriani Bachtiar, Nedya Putri Bambang Nurhadi Bayu Pradana Nur Rahmat D.W Utami Dedi Ruswandi Dedi Widayat Denny Sobardini Desy Lidiasari Dian Hidayat Edi Suryadi Elfan Waisimon Enceng Sobari, Enceng Erni Suminar Eryk Barlianto Farida Farida Feliatra Gungun Wiguna Hafsah Ashri Noor Azizah Heri Syahrian Heri Syahrian Heri Syahrian, Heri Hiroshi Ezura Ineu Sulastrini Iteu M. Hidayat Iteu M. Hidayat Jajang Supriatna Janwar Eka Saputra Joko Pinilih Kusumiyati Liberty Chaidir M. Khais Prayoga Maura Zhafira Putri Meddy Rachmadi Mita Indriani Moh Ali Abdullah Muhamad Joddy Ramadhan Muhamad Kadapi Muhamad kadapi, Muhamad Muhammad Kadapi Muhammad Syafii Muhammad Syafii Neni Rostini Nono Carsono Nono Carsono Nono Carsono Nono Carsono Noor Istifadah Nurdiana, Dadi Nurmalita Waluyo Nurmalita Waluyo Nursuhud Nursuhud Nyimas Poppi Indriani Priyanto, Slamet Bambang Putri Ardhya Anindita Qurrota Aini Reisyi Rinola Tambunan Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami Rodiah, S S Rodiah Saadah, Imas Rita Safarinda Nurdianawati Salsabila, Haifanisa Santika Sari Santika Sari Santika Sari Shohibboniawan, Ahmad Siti Rakhmah Tenrisui Pakki Siti Rakhmah Tenrisui Pakki Siti Rodiah Slamet Bambang Priyanto Sulistyaningsih Sulistyaningsih Sumadi Sumadi Sumadi Sumadi SUMADI SUMADI Suseno Amien SYARIFUL MUBAROK Tarkus Suganda Tresna Kusuma Putri Vergel Concibido Wahyu Ferdiyansyah Wawan Sutari Yoana Saragih Yudithia Maxiselly Yudithia Maxiselly, Yudithia Yuyun Yuwariah Z. Daulati Z. Daulati, Z. Zulfatunnisa Zulfatunnisa