Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Terhadap Pengendalian Pencemaran Udara: Efforts of the DKI Jakarta Provincial Government in Controlling Air Pollution Muhammad Hidayatullah; Nurikah Nurikah; Ferina Ardhi Cahyani
APHTN-HAN Vol 4 No 1 (2025): JAPHTN-HAN, January 2025
Publisher : Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55292/japhtnhan.v4i1.168

Abstract

Provinsi DKI Jakarta sebagai ibu kota negara termasuk ke dalam kota metropolitan karena dihuni oleh lebih dari 10 juta penduduk. Masalah yang ada di kota besar adalah pencemaran udara yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor dan industri manufaktur. Pencemaran udara berdampak pada kesehatan masyarakat, menurut data dari WHO, pencemaran udara ambien bertanggung jawab atas 7,6% kematian global dan sekitar 7 juta kematian dini terjadi setiap tahun sebagai akibat dari kombinasi polusi udara dalam ruangan (rumah tangga) dan polusi ambien (luar ruangan), sebagian besar karena peningkatan kematian akibat stroke, penyakit jantung koroner, penyakit paru-paru, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari buku, artikel, jurnal ilmiah dan literatur yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkan analisis yang dilakukan penulis mengenai upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pengendalian pencemaran udara adalah dengan memberikan mandat pada Tim Kerja Pengendalian Pencemaran Udara melalui Keputusan Gubernur Nomor 576 Tahun 2023 tentang Strategi Pengendalian Pencemaran Udara untuk melaksanakan rencana aksi dalam pengendalian pencemaran udara. Hambatan yang terdapat dalam pelaksanaan pengendalian pencemaran udara ini adalah keputusan gubernur tersebut kurang komprehensif sehingga tidak menyentuh akar permasalahan dan kurangnya koordinasi dengan pemerintah pusat serta pemerintah daerah lain.
Peningkatan kesadaran dalam pengelolaan destinasi wisata Banten Lama sebagai cagar budaya Rani Sri Agustina; Nurikah Nurikah; Agus Prihartono PS; Ivanissa Fathony; Yeni Widyastuti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.34230

Abstract

Abstrak Berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor 437/Kep.160-Huk/2018 menjadikan kawasan Banten Lama sebagai kawasan cagar budaya sehingga keberadaannnya perlu dijaga terutama oleh masyarakat sekitar, tetapi dalam kenyataannnya di daerah wisata cagar budaya tersebut masih ada perbuatan vandalism, penjagaan daerah inti cagar masih longgar dan tidak adanya pusat informasi yang memadai tentang daerah wisata cagar budaya, sehingga harus ada kesadaran dan partisipasi masyarakat sekitar khususnya di daerah cagar budaya yaitu yang terletak di Kelurahan Banten untuk melestarikan lingkungan dan memberikan pelayanan yang baik kepada para wisatawan. Pendekatan yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam sosialisasi dan diskusi secara interaktif secara langsung, peserta yang hadir sebanyak 30 orang terdiri dari berbagai unsur masyarakat. Dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut diketahui bahwa di daerah wisata cagar budaya Banten Lama sudah terbentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibentuk masyarakat sekitar tetapi karena ada beberapa permasalahan internal yang mengakibatkan pokdarwis tersebut tidak aktif lagi sehingga diperlukan kegiatan lanjutan kegiatan Pkm untuk mengaktifkan kembali pokdawris di kawasan Banten Lama dengan harapan dapat lebih mendorong tingkat kesadaran masyarakat setempat di Kawasan wisata cagar Budaya. Kata Kunci : pengabdian; wisata; cagar budaya; kesadaran masyarakat. Abstract Based on Banten Governor Decree No. 437/Kep.160-Huk/2018, the Banten Lama area has been designated as a Cultural Heritage Tourism Area, so its existence needs to be preserved, especially by the local community. However, in reality, acts of vandalism still occur in the cultural heritage tourism area, the protection of the core zone of the heritage area remains lax, and there is no adequate information center about the cultural heritage tourism area. Therefore, there must be awareness and participation from the local community, especially in the cultural heritage area located in Banten Village, to preserve the environment and provide good service to tourists. The approach used in this community service activity is a participatory method, which involves the community in direct socialization and discussion in an interactive manner with 30 participants consisting of various elements of the community. From the implementation of this community service activity, it is known that in the Banten Lama cultural heritage tourist area, a Tourism Awareness Group (Pokdarwis) has been formed by the local community, However, due to several issues, the Pokdarwis is no longer active, necessitating further community service activities to reactivate the Pokdarwis in the Banten Lama area, with the hope of enhancing the local community's awareness of the cultural heritage tourism area. Keywords: community service; tourism; cultural heritage; public awareness.