Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengembangan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Melalui “Al-Fath Belajar” untuk Penguatan Kompetensi Pedagogik Guru IPS di SMP Uswadi, Aos; Zulfitria, Zulfitria; Wicaksono, Dirgantara
Jurnal Pendidikan Abad Ke-21 Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jpak.v2i1.352

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui strategi mengembangkan perangkat pembelajaran melalui AlFath Belajar, (2) Untuk mengetahui kualitas pengembangan perangkat pembelajaran dalam mengimplementasikan kompetensi pedagogik Guru IPS di SMP, (3) Untuk mengetahui Strategi Guru IPS di salah satu SMP swasta di Tangerang Selatan dalam Menghadapi Faktor Penghambat Pelaksanaan mengembangkan perangkat pembelajaran di Al-Fath Belajar. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP swasta di Cirendeu, Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (RD), dengan model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch. Yang menjadi objek penelitian adalah modul pembelajaran berupa perangkat ajar dan Worksheet. Populasi dari penelitian ini adalah siswa/i SMP kelas 8 berjumlah 25 siswa. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran adalah layak untuk di kembangkan dan digunakan untuk pengajaran guru dalam hal penguatan pedagogik dan pembelajaran siswa dengan pembelajaran mandiri melalui Al-Fath Belajar. Hal ini dapat dilihat dari hasil validasi ahli media terhadap perangkat ajar (RPP) dengan rerata skor sebesar 3,73 atau dalam bentuk persentase sebesar 93.34% dengan kriteria kelayakan sangan baik atau sangat layak untuk digunakan pengajaran guru. Hasil dari penilaian validasi untuk Worksheet dengan rerata skor sebesar 3.78 atau dalam bentuk persentase sebesar 94.55% dengan kriteria kelayakan sangat baik atau sangat layak digunakan untuk pembelajaran siswa. Perangkat pembelajaran juga tergolong praktis dan efektif dengan respon siswa dengan nilai rerata sebesar 3.32 atau 86.73%. Simpulan penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan sehingga dapat digunakan untuk pengajaran dan pembelajaran pada mata pelajaran IPS khususnya materi tentang Negara ASEAN.
Penerapan Media Animasi Dengan Menggunkan Word Elektrik Browser (Web) Animaker Dalam Pembelajaran Tematik Pada Siswa Kelas III Hafifah, Ai; Wicaksono, Dirgantara
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penerapan media animasi menggunakan Word Elektrik Browser (Web) Animaker dalam pembelajaran tematik pada siswa kelas III SD Pelita BangsaTanggerang Selatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan animasi sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran tematik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan melibatkan satu kelas III SD Pelita Bangsa Tangerang Selatan sebagai subjek penelitian. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa siklus, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi kelas. Data tersebut dianalisis secara kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai penerapan media animasi dalam pembelajaran tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media animasi dengan menggunakan Word Elektrik Browser (Web) Animaker memiliki dampak positif pada pembelajaran tematik siswa kelas III SD Pelita Bangsa Tanggerang Selatan. Animasi memberikan pengalaman visual yang menarik bagi siswa, meningkatkan minat mereka dalam pembelajaran, serta membantu memahami konsep-konsep yang kompleks dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Pengembangan Kurikulum Pendidikan Seksual siswa Pra Pubertas Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Humamy, Raudhoh Fitra; Kamelia, Alfina; Ali, Mahrus; Wicaksono, Dirgantara
PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs Vol. 8 No. 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61332/ijpa.v8i2.360

Abstract

Pre-puberty age of elementary students grade 4-6 is a transitional age where children started to be attracted to the opposite sex and experience puberty. Unfortunately, lack of sexual education awareness remains a problem among parents, the school environment and the community nowadays. This results in children's lack of understanding towards their body changes, healthy relationships, and self-protection ability. Increase the risk for them being exposed with sexual violence and misinformation. This article aims to analyze the development of a sexual education curriculum for pre-pubertal elementary school students using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Sexual education at an early age is a preventative effort to shape healthy understanding, attitudes, and behaviors related to reproduction, the body, and social interactions that align with moral and religious values. This research methodology uses systematic literature review by searching, selecting, analyzing and synthesizing articles under inclusion criteria that is published between 2015-2025 through reputable databases. The result shows that the curriculum development of sexual education for pre-pubertal students emphasizes more on the body anatomy, personal hygiene, interaction boundaries for opposite sex, as well as instilling the politeness and self-protection from sexual violence and harrasment and values. Holistic approach based curriculum, which combines cognitive, affective and psychomotor aspects is considered effective in improving sexual literacy of children. Support from teachers, parents, and school policies are highly required. This study recommends the need of curriculum design which is sensitive to culture and religion context as well as teacher training for appropriate learning implementation. Further research is expected to develop a comprehensive character-focused curriculum model
Pengembangan Program Summercamp bagi Anak-anak Yatim Menggunakan Model ADDIE di Yayasan Satu Benih Tenjo, Bogor Samsudin; Subagyo , Ahmad; Aghnia, Lulu Azmi; Sibthi, Humam Rasyidu; Wicaksono, Dirgantara
Arus Jurnal Pendidikan Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v5i3.2175

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Program Summercamp bagi anak-anak yatim di Yayasan Satu Benih sebagai wahana pembinaan karakter, spiritualitas, kerja sama, dan kemandirian melalui kegiatan liburan yang bermakna dan membahagiakan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah anak-anak yatim peserta Summercamp yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Summercamp yang dikembangkan layak dan efektif dalam menumbuhkan nilai berbagi kebahagiaan, meningkatkan sikap spiritual, memperkuat karakter positif, serta mengembangkan kemampuan kerja sama dan kemandirian peserta. Program ini memberikan pengalaman belajar nonformal yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan dengan kebutuhan psikososial anak-anak yatim. Dengan demikian, program Summercamp berbasis model ADDIE dapat menjadi alternatif inovatif dalam pengembangan pendidikan karakter dan pembinaan holistik anak yatim pada lembaga sosial dan pendidikan nonformal.
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KEBERHASILAN PEMBELAJARAN DARING MAHASISWA PASCASARJANA TEKNOLOGI PENDIDIKAN UMJ ANGKATAN 2024 Kusuma, Chendra; Kurniawan, Yayan Yulis; Roqib, Muhammad; Wicaksono, Dirgantara
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.8358

Abstract

ABSTRACT Online learning has become a primary paradigm in higher education, but its success heavily depends on students' self-regulation abilities. This study aims to analyze the influence of SelfRegulated Learning (SRL) on the success of online learning among students. The research method uses a correlational quantitative approach with a cross-sectional survey design. The research instrument is a 30item Likert scale questionnaire that has been validated and proven reliable. Participants consisted of 24 postgraduate students selected using purposive sampling technique. Data collection was conducted online and data analysis used simple linear regression. ShapiroWilk normality test results showed normally distributed data (p > 0.05). Pearson correlation analysis produced a very strong positive relationship between SRL and online learning success (r = 0.921, p < 0.001). Simple linear regression analysis showed significant influence with the equation: Success Score = 5.45 + 0.81(SRL Score) and determination coefficient R² = 0.848 (p < 0.001). These findings confirm that students with high self-regulation abilities tend to achieve better academic success in online learning. Research implications include the development of SRL training modules and learning designs that support self-regulation in the context of digital higher education. ABSTRAK Pembelajaran daring telah menjadi paradigma utama dalam pendidikan tinggi, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kemampuan regulasi diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Self-Regulated Learning (SRL) terhadap keberhasilan pembelajaran daring mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain survei cross sectional. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert 30 item yang telah divalidasi dan reliabel. Partisipan berjumlah 24 mahasiswa pascasarjana yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online dan analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Analisis korelasi Pearson menghasilkan hubungan positif yang sangat kuat antara SRL dan keberhasilan pembelajaran daring (r = 0,921, p < 0,001). Analisis regresi linier sederhana menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan persamaan: Skor Keberhasilan = 5,45 + 0,81(Skor SRL) dan koefisien determinasi R² = 0,848 (p < 0,001). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa mahasiswa dengan kemampuan regulasi diri yang tinggi cenderung mencapai keberhasilan akademik yang lebih baik dalam pembelajaran daring. Implikasi penelitian mencakup pengembangan modul pelatihan SRL dan desain pembelajaran yang mendukung regulasi diri dalam konteks pendidikan tinggi digital.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN DIGITAL MELALUI PEMBELAJARAN JARAK JAUH BERBASIS MODEL 70:20:10: STUDI SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Burhanuddin, Dien; Aminawati, Aminawati; Sadat, Angwar; Wicaksono, Dirgantara
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i1.8964

Abstract

The digital transformation in education requires learning models that can effectively bridge theoretical knowledge with real-world practice in remote learning environments. One relevant approach is the 70:20:10 model, which emphasizes experiential learning (70%), social learning (20%), and structured formal learning (10%). This study aims to identify trends, challenges, and opportunities in implementing the 70:20:10 model to support future distance learning. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA guidelines through identification, screening, and critical evaluation of relevant studies. A total of 186 initial articles were reviewed, and 16 studies met the inclusion criteria. The findings indicate that the 70:20:10 model enhances learners’ competencies through digital-based simulations, virtual collaboration, and integrated practical learning. The discussion highlights that the effectiveness of this model highly depends on technological infrastructure, educators’ digital literacy, and learning design that emphasizes authentic experiences. This study concludes that the 70:20:10 model has strategic potential in strengthening distance learning ecosystems in the digital era; however, successful implementation requires strong institutional support and well-integrated pedagogical planning to ensure sustainable learning outcomes. ABSTRAK Transformasi pendidikan digital mendorong perlunya model pembelajaran yang mampu menghubungkan teori dengan praktik nyata dalam lingkungan jarak jauh. Salah satu pendekatan yang dianggap relevan adalah model 70:20:10, yang menekankan proporsi pembelajaran berbasis pengalaman (70%), pembelajaran sosial (20%), dan pembelajaran formal terstruktur (10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, tantangan, serta peluang implementasi model 70:20:10 dalam mendukung pembelajaran jarak jauh di masa depan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA yang melibatkan proses identifikasi, seleksi, dan analisis kritis terhadap artikel yang relevan. Sebanyak 186 artikel awal diseleksi hingga tersisa 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model 70:20:10 berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi peserta melalui aktivitas digital berbasis simulasi, kolaborasi virtual, dan pembelajaran praktik yang terintegrasi. Pembahasan juga mengungkap bahwa kualitas implementasinya sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur teknologi, literasi digital pendidik, dan desain pembelajaran yang berorientasi pengalaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model 70:20:10 memiliki potensi strategis dalam memperkuat ekosistem pembelajaran jarak jauh di era digital, namun memerlukan dukungan kelembagaan dan integrasi pedagogis yang matang agar dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
STUDI LITERATUR: TANTANGAN DAN SOLUSI PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI INDONESIA (2020–2025) Kosim, Ahmad; Ermawati, Eny; Sarwiyanti, Sarwiyanti; Wicaksono, Dirgantara
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8363

Abstract

This study aims to comprehensively examine the dynamics of challenges and solutions in the implementation of Distance Learning (DL) at the primary and secondary education levels in Indonesia during the period of 2020–2025. A narrative literature review approach was employed by analyzing 30 credible sources, including reputable national and international journal articles as well as official reports from relevant institutions. The synthesis of the literature reveals that the challenges of distance learning are multidimensional, encompassing limited technological access and infrastructure, insufficient digital pedagogical readiness among educators, declining student motivation and engagement, and disparities in family support, particularly in rural and disadvantaged (3T) areas. The findings also indicate significant learning loss resulting from the low quality of interaction in online learning environments. In response to these challenges, several solutions and best practices were identified, such as strengthening teachers’ digital literacy, implementing microlearning and project-based learning approaches, utilizing low-cost interactive media, and enhancing collaboration between schools and families. The study concludes that the effectiveness of distance learning is highly dependent on synergy among policy frameworks, teacher readiness, infrastructure support, and students’ learning environments. These findings are expected to serve as a foundation for the development of more inclusive, adaptive, and equitable digital education policies in the future. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif dinamika tantangan dan solusi dalam implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia selama periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur naratif dengan menganalisis 30 sumber kredibel yang terdiri atas artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi serta laporan resmi lembaga terkait. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tantangan PJJ bersifat multidimensional, mencakup keterbatasan akses dan infrastruktur teknologi, ketidaksiapan pedagogis digital pendidik, penurunan motivasi dan keterlibatan siswa, serta ketimpangan dukungan keluarga, khususnya pada wilayah pedesaan dan daerah 3T. Temuan juga mengungkap adanya indikasi learning loss yang signifikan akibat rendahnya kualitas interaksi pembelajaran daring. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, berbagai solusi dan praktik baik diidentifikasi, antara lain penguatan literasi digital guru, penerapan microlearning dan pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan media interaktif berbiaya rendah, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas PJJ sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan, kesiapan pendidik, dukungan infrastruktur, dan lingkungan belajar siswa. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan digital yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan di masa depan.
P Personalisasi adaptif dalam pendidikan jarak jauh: tinjauan literatur sistematis tentang integrasi artificial intelligence dan learning analytics dalam LMS HAERUDIN, ABD MALIK; Alam, Bahrul; Sa’duddin; Wicaksono, Dirgantara
Jurnal Penelitian dan Penilaian Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bekerjasama dengan Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jppp.v7i2.21891

Abstract

Purpose: This study scrutinizes mathematical literacy difficulties aligned with TIMSS standards regarding the topic of Relations and Functions, utilizing Polya’s framework to bridge the dichotomy between global benchmarks and the cognitive realities of learners. Design/methodology/approach: Employing a qualitative descriptive design, data were elicited from 21 tenth-grade students via problem-solving tests and in-depth interviews. These data were subsequently analyzed systematically to delineate difficulty profiles according to varying levels of mathematical ability.Findings: The results unveil a stratification of impediments: high-ability students were constrained primarily by accuracy issues; moderate achievers struggled with strategic maturity; whereas low-ability students experienced systemic failure across all Polya stages due to foundational conceptual deficits and inadequate time management. This corroborates the premise that literacy difficulties are deeply rooted in metacognitive barriers, particularly during the solution evaluation phase. Practical implications: These findings advocate for the implementation of differentiated instruction and the fortification of heuristic procedures to accommodate diverse cognitive profiles, thereby better preparing students for international assessments. Originality/value: This study offers a granular diagnosis of the topic of Relations and Functions within the specific context of Madrasah education, enriching the existing body of literature on mathematical literacy barriers by directly contextualizing them within global TIMSS indicators.   Purpose: Penelitian ini bertujuan untuk membedah kesulitan literasi matematika berstandar TIMSS pada materi Relasi dan Fungsi dengan menggunakan kerangka pemecahan masalah Polya, guna menjembatani kesenjangan antara standar penilaian global dan realitas kognitif peserta didik.Design/methodology/approach: Mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan 21 siswa kelas X sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui instrumen tes pemecahan masalah dan wawancara mendalam, yang kemudian dianalisis secara sistematis untuk memetakan profil kesulitan siswa berdasarkan tingkat kemampuan matematika mereka.Findings: Temuan penelitian mengungkapkan adanya stratifikasi hambatan yang berbeda: siswa berkemampuan tinggi cenderung terkendala pada aspek ketelitian (akurasi); siswa berkemampuan sedang terhambat pada kematangan strategi penyelesaian; sedangkan siswa berkemampuan rendah mengalami kegagalan sistemik di seluruh tahapan Polya akibat lemahnya konsep fundamental dan manajemen waktu. Studi ini mengonfirmasi bahwa akar kesulitan literasi terletak pada hambatan metakognitif, khususnya dalam tahap mengevaluasi solusi.Practical implications: Hasil penelitian ini merekomendasikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi (differentiated learning) dan penguatan prosedur heuristik di kelas. Pendekatan ini diperlukan untuk mengakomodasi keberagaman profil kognitif siswa dan meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi standar penilaian internasional.Originality/value: Studi ini menawarkan kontribusi orisinal berupa diagnosa spesifik pada materi Relasi dan Fungsi dalam konteks madrasah. Hal ini memperkaya literatur mengenai pemetaan hambatan literasi matematika yang dikontekstualisasikan secara langsung dengan indikator kompetensi global TIMSS.
Dampak Penerimaan dan Penggunaan Teknologi Video Konferensi terhadap Pola Komunikasi Pembelajaran Kamelia, Alfina; Sulistiyaningrum, Alfi Oktafian; Setyaningrum, Widia; Wicaksono, Dirgantara
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.845

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis Penggunaan dan pemanfaatan video konferensi dalam pembelajaran jarak jauh di Indonesia pasca pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur naratif terhadap 30 artikel jurnal nasional dan internasional terbitan tahun 2020–2025. Analisis dilakukan dengan sintesis tematik untuk mengidentifikasi faktor Penggunaan teknologi, pola pemanfaatan, serta hambatan dan strategi optimalisasi penggunaan video konferensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan menjadi faktor paling dominan dalam membentuk Penggunaan video konferensi, sementara kemudahan penggunaan berperan tidak langsung melalui sikap pengguna. Pemanfaatan video konferensi masih didominasi metode ceramah satu arah dengan penggunaan fitur interaktif yang terbatas. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses internet, kompetensi pedagogik digital, serta fenomena zoom fatigue.  Studi ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pembelajaran berbasis video konferensi konferensi memerlukan dukungan infrastruktur, peningkatan kapasitas pengajar, serta desain pembelajaran yang lebih interaktif dan proporsional.
Dampak Penerimaan dan Penggunaan Teknologi Video Konferensi terhadap Pola Komunikasi Pembelajaran Kamelia, Alfina; Sulistiyaningrum, Alfi Oktafian; Setyaningrum, Widia; Wicaksono, Dirgantara
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.845

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis Penggunaan dan pemanfaatan video konferensi dalam pembelajaran jarak jauh di Indonesia pasca pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur naratif terhadap 30 artikel jurnal nasional dan internasional terbitan tahun 2020–2025. Analisis dilakukan dengan sintesis tematik untuk mengidentifikasi faktor Penggunaan teknologi, pola pemanfaatan, serta hambatan dan strategi optimalisasi penggunaan video konferensi. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan menjadi faktor paling dominan dalam membentuk Penggunaan video konferensi, sementara kemudahan penggunaan berperan tidak langsung melalui sikap pengguna. Pemanfaatan video konferensi masih didominasi metode ceramah satu arah dengan penggunaan fitur interaktif yang terbatas. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses internet, kompetensi pedagogik digital, serta fenomena zoom fatigue.  Studi ini menyimpulkan bahwa optimalisasi pembelajaran berbasis video konferensi konferensi memerlukan dukungan infrastruktur, peningkatan kapasitas pengajar, serta desain pembelajaran yang lebih interaktif dan proporsional.