K Tangking Widarsa
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Archive of Community Health

ANALISIS STRUCTURAL EQUATION MODELING KINERJA SISTEM INFORMASI DAN DATA IMUNISASI BALI TINGKAT PUSKESMAS DENGAN MODEL DELONE DAN MCLEAN TAHUN 2020 I Made Esa Sadana Yoga; I Ketut Tangking Widarsa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i01.p01

Abstract

ABSTRAK Sistem Informasi dan Data Imunisasi (SIDI) Bali diterapkan sejak awal tahun 2019 sebagai register pencatatan kohort imunisasi utama dan wajib namun masih ditemui banyak kendala dalam pelaksanaannya khususnya di tingkat puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna dan manfaat bersih SIDI Bali tingkat Puskesmas di Provinsi Bali. Penelitian cross-sectional dilakukan pada seluruh petugas imunisasi puskesmas se-Provinsi Bali sebanyak 114 responden. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Maret-Juni Tahun 2020. Seluruh data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukan faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pengguna secara signifikan adalah kualitas informasi dan kualitas layanan dengan pengaruh total masing-masing sebesar 0,326 dan 0,241. Faktor-faktor yang memengaruhi manfaat bersih secara signifikan adalah kualitas informasi (0,379), kualitas layanan (0,337) dan kepuasan pengguna (0,667). Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan kualitas di berbagai aspek dengan cara memperlengkap format luaran sistem, meningkatkan akurasi dan relevansi data, menerapkan NIK anak, adanya supervisor dan tim khusus di setiap kabupaten/kota untuk merespon kendala, dan modul kerja dan modul mengatasi kendala sebagai antisipasi apabila ada pergantian petugas. Kata Kunci: Sistem Informasi, DeLone dan McLean, SEM
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI WANITA USIA SUBUR TERHADAP RUANG LAKTASI DI INSTANSI PEMERINTAH WILAYAH KOTA DENPASAR TAHUN 2017 Nyoman Triana Ayati; Ketut Hari Mulyawan; I Ketut Tangking Widarsa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.231 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p04

Abstract

ABSTRAKTantangan dalam pemberian ASI salah satunya dihadapi oleh para ibu bekerja yang merasa kesulitan untuk memberikan ASI maupun memerah ASI pada waktu kerja, baik dikarenakan tidak adanya fasilitas, cuti melahirkan yang tidak fleksibel sampai tidak diberikannya kesempatan menyusui. Pada tahun 2013 telah diterbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 15 tahun 2013 tentang tata acara penyediaan fasilitas khusus menyusui atau memerah air susu ibu seperti ruang laktasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi Wanita Usia Subur (WUS) yang bekerja terhadap ruang laktasi di instansi pemerintah wilayah Kota Denpasar tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 79 WUS yang bekerja. Pemilihan tempat kerja yaitu instansi pemerintah yang memiliki ruang laktasi di Wilayah Kota Denpasar dan pemilihan sampel secara stratified proportional random sampling. Pengumpulan data pengetahuan dan persepsi dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan 72,2% WUS memiliki pengetahuan baik, 27,8% memiliki pengetahuan cukup, dan tidak ada yang memiliki pengetahuan kurang. Untuk persepsi terhadap ruang laktasi didapatkan 64,6% WUS memiliki persepsi baik dan 35,4% memiliki persepsi kurang baik. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar WUS memiliki tingkat pengetahuan baik serta lebih dari setengah memiliki persepsi yang baik terhadap ruang laktasi. Disarankan agar menyediakan ruang laktasi sesuai dengan ketentuan serta mendukung ruang laktasi tersebut dengan meningkatkan peran tenaga kesehatan dan atasan tempat bekerja agar lebih mensosialisasikan pemanfaatan ruang laktasi.Kata Kunci: awareness, perception, lactation room, reproductive age women ABSTRACTWorking mothers faces challenges to provide exclusive breastfeedings due to limited facility to breastfed or to express breast milk within working hours, inflexible maternity leave and no breastfeeding time within working hours. In 2013, the Ministry of Health (MoH) adopted MoH regulation (Permenkes) No 15/2013 about standard procedure to provide breastfeeding or expressing breast milk facility, such those called as “ruang laktasi”/lactation room. This study aims to explore awareness and perception of reproductive age working women (WUS) on lactation room at governments institution in City of Denpasar in 2017. This was a descriptive quantitative study with cross-sectional design. Study sample were 79 WUS. Working places included on the study were those that have lactation room and samples were selected by stratified random sampling. Data on awareness and perception were collected using questionnaire and analysed with descriptive analysis. From the study, 72.2% WUS have good awareness, 27.8% have moderate awareness and none with low awareness. For the perception on lactation room, 64.6% WUS have good perception and 35.4% have lower perception on lactation room. It can be concluded that the majority of working women have good awareness, and more than half have good perception on lactation room. It is recommended to provide lactation room and to support improvement of lactation room by improving role of health workers and supervisors at work places to extend socialization of the lactation room.Keywords: pengetahuan, persepsi, ruang laktasi, WUS
EFEK SUPLEMEN BESI TERHADAP PENINGKATAN HB DAN INDEK ERITROSIT IBU HAMIL Tangking Widarsa; Wayan Weta; Ida Ayu Alit Widhiartini
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 1 No 1 (2012): Juni (2012)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.855 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2012.v01.i01.p05

Abstract

To study the e? ect of iron supplement equivalent to 60 mg elemental iron and 0.25 mg folic acid tothe erythrocyte indexes and anemia among pregnant mothers.A pretest-pos! est community trialwas carried out among pregnant mothers who were absent of bleeding history and other blooddisorders and gestation’s age were under 24 weeks. Iron tablets equivalent to 60 mg elementaliron and 0.25 mg folic acid were given to the mothers every day until 8 weeks long. Hb, MCV,MCH, and MCHC were evaluated twice before intervention and a$ er intervention. The changeswere analyzed using t-test and X2 test at 0.05 signi? cance level.Before intervention, almost 78.23% of pregnant women su? ering from iron de? ciency (MCH <27 pg/cell) and 35.28% were anemic (Hb < 11 g/dl). The proportion of su? ering iron de? ciency and anemia signi? cantly decreased a$ er intervention (p < 0.05). The proportion of su? eringiron de? ciency decreased to 27.43% and anemia decreased to 9.35%. The mean of Hb, MCH andMCHC signi? cantly increased a$ er intervention (p < 0.05), but there was no changes on MCV (p> 0.05).More then 2/3 of the pregnant mothers su? ered from iron de? ciency and 1/3 were anemic. Ironsupplement signi? cantly increased the erythrocyte indexes and reduced the prevalence of anemiaamong pregnant mothers. Therefore, it is important to continue iron supplement program and itwill be more e? ective when ? rst introduced at pre-maternal period.
Co-Authors A Swandewi A. A. Ayumi Witantri Anny Eka Pratiwi Bharata, Made Dwi Yoga Bunganing Eswarya Cokorda Istri Padmi Desak Nyoman Widyanthini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Nyoman Wirawan Dewa Nyoman Wirawan, Dewa Nyoman Dwi Masu Putra Dyah Pradnyaparmita Duarsa Erly Sintya Febianingsih, Ni Putu Eka Gede Wiranatha Gusti Ayu Purnama Dewi Gusti Ayu Rusma Windiyana Putri HARI MULYAWAN Hegard Sukmawati, Ni Made Hendry Irawan I Gede Bagus Gita Pranata Putra I Gusti Ngurah Putu Sana I Ketut Labir I Ketut Labir I Ketut Suastika I Ketut Suwiyoga I Made Esa Sadana Yoga I Made Pariartha I Nengah Kapti I Nyoman Mangku Karmaya I Nyoman Sueta I W. Sudarsa I Wayan Darwata I Wayan Darwata I Wayan Suwitra I Wayan Weta I.A.A. Widhiartini Ida Ayu Dewi Wiryanthini Kadek Dean Ariska Aryawangsa Kadek Yulita Dewi Lestari Komang Trisna Sumadewi Luh Gede Sri Yenny Luh Putu Kartika Darmapadmi Maheswari, Luh Putu Dewanda Ni Ketut Sutiari Ni Komang Surya Sanistiasih Budaya Ni Luh Putu Eka Kartika Sari Ni Luh Putu Suariyani Ni Luh Putu Suariyani Ni Made Dian Kurniasari Ni Made Vidya Pratiwi Ni Putu Sri Widhi Andayani Ni Putu Widarini Ni Wayan Septarini Ni Wayan Widhidewi Nyoman Triana Ayati Putu Ayu swandewi astuti Putu Dwiki Damadita Putu Sutisna Rina Listyowati Rina Listyowati, Rina Rini Hendari Rini Hendari, Rini Sagung Putri Permana Lestari MP Seshia Arma Dwi Permata Sri Juharni Sri Juharni, Sri Sri Ratna Dewi Sri Trisnawati Sri Trisnawati Suryawisesa, Ida Bagus Made Viky Yudi Alvian Vivin Sumanti Vivin Sumanti Witari, Ni Putu Diah Yasa, I Nyoman Wawan Tirtha Yuliana Yuliana