Claim Missing Document
Check
Articles

Irigasi Tetes Limbah Kolam Lele untuk Budidaya Sayuran di Bulu, Candirejo, Semanu, Yogyakarta Yunianta; Sri Widata; Kristanti, Putriana
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i3.10659

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) di Padukuhan Bulu, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta paska covid 19 melaksanakan budidaya tanaman sayuran secara berkelompok, memanfaatkan lahan kas desa seluas 2 hektar, walaupun ketersediaan air terbatas. Sampai akhir tahun 2023 produktivitas sayuran mulai berkembang, bahkan mulai menjual hasil sayurnya keluar desa. Karena keterbatasan air, untuk peningkatkan produktivitas sayuran maka KWT memanfaatkan air sisa kolam lele yang ada di sekitar lokasi sayuran dengan sistem irigasi tetes. Sistem ini mengalirkan air dari limbah kolam lele, dengan memompa air ke bak air yang tingginya mencapai 3 (tiga) meter dan mengalirkan pada setiap batang tanaman secara gravitasi lewat selang plastik. Pendampingan kegiatan pengabdian ini dilakukan oleh tim dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang bekerjasama dengan Universitas Kristen Duta Wacana selama 3 bulan. Kegiatan pendampingan  merancang, melaksanakan sistem pengairan ini untuk tanaman sayuran. Pendampingan dimulai dengan perencanaan program secara partisipatif, penggalangan dana, pelatihan dan pemasangan pralon dan selang plastik untuk mengairi tanaman. Hasil program ditunjukkan dengan adanya persepsi sebagian besar anggota KWT menyetujui bahwa terdapat kebaruan teknologi baru (90,90%), teknologi mudah dipahami (63,64%), memudahkan bertani (90,90%), menghemat air (100%), tenaga kerja (95,45%), efisiensi biaya (81,82%). Program ini berpotensi untuk peningkatan produktivitas budidaya sayuran, dan berpotensi untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN EDAMAME (Glycin max L. MER) PADA BERBAGAI TAKARAN PUPUK KANDANG SAPI DAN SUMBER NITROGEN DI LAHAN VULKANIK Darini, Maria Theresia; Widata, Sri; Ratri, Wahyu Setya
Agros Journal of Agriculture Science Vol 22, No 2 (2020): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v22i2.1126

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengembangkan tanaman kedelai sayur di lahan vulkanik dengan pemanfaatan pupuk kandang dan sumber nitrogen. Penelitian dilaksanakan di lahan vulkanik Dusun Kemiri Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, bulan Juli – September 2019. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama takaran pupuk kandang sapi terdiri dari 3 aras yaitu 10, 20 dan 30 t. per ha. Faktor kedua sumber dan dosis nitrogen terdiri dari 2 macam yaitu: urea dosis 50, 75 dan 100 kg ha-1dan ZA dosis 100, 150 dan 200 kg per ha. Variabel pengamatan meliputi komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai sayur. Analisis statistik dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada tingkat signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang dengan sumber nitrogen terhadap semua variabel pengamatan. Takaran pupuk kandang tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai sayur, sedangkan sumber nitrogen ZA dosis 200 kg per hameningkatkan  pertumbuhan dan hasil polong kedelai sayur.
KAJIAN MACAM PUPUK ORGANIK DAN PENYIRAMAN TERHADAP HASIL DAN KUALITAS KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Setyaningsih, Indah Rohana; Inti, Muhammad; Nurhidayat, Efan; Rokim, Anjariana Makmum; Nurhuda, Muhammad; Rohmadan, Ananda Rizqi azharry; Anggraini, Dinna Juwita; Nurmaliatik, Nurmaliatik; Nurwito, Nurwito; Setiawan, Nurdin Cahyo; Wicaksana, Yuda; Hidayat, Nurul; Widata, Sri; Maryani, Yekti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk organik dan perbedaan penyiraman pada tanaman kacang hijau (Vigna radianta L.). Data pendukung diperoleh dari percobaan yang dilaksanakan di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ketinggian ± 10 meter di atas permukaan laut. Lokasi percobaan memiliki jenis tanah berpasir. Percobaan ini dilaksanakan dengan rancangan split plot dengan menggunakan dua faktor. Faktor pertama adalah penyiraman satu kali satu hari dan tiga hari satu kali. Adapun faktor kedua adalah pemberian macam pupuk organik, yaitu tanpa pemberian pupuk, pupuk kompos, pupuk kascing, pupuk guanofosfat. Variabel yang diamat adalah pada fase generative yang meliputi jumlah polong, bobot polong per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot biji per hektar, bobot 100 biji, kandungan karbohidrat, kandungan protein, dan kandungan lemak. Analisis data pengamatan menggunakan sidik ragam pada jenjang nyata lima persen, sedangkan perbedaan antar-perlakuan diuji dengan uji jarak berganda Duncan Multiple Range Test pada jenjang lima persen. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan pupuk kompos, kascing, dan guanofosfat memberikan hasil per hektar lebih tinggi daripada tanpa pupuk. Perlakuan frekuensi penyiraman sehari sekali memberikan hasil per hektar kacang hijau lebih tinggi daripada frekfensi penyiraman tiga hari sekali. Kombinasi pemberian pupuk kompos dengan frekuensi penyiraman tiga hari sekali pada tanaman kacang hijau memberikan kualitas hasil tertinggi.
EFEK PUPUK BIOMINERAL TERHADAP KARAKTER AGRONOMI DAN INDEKS TANAMAN KEDELAI JEPANG (Glycine max L. Mer) DI LAHAN VULKANIK Widata, Sri; Ratri, Wahyu Setya; Darini, Maria Theresia
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 1 (2022): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i1.1480

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek pupuk biomineral terhadap karakter agronomi dan indeks tanaman kedelai jepang di lahan vulkanik, telah dilaksanakan di Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi penelitian pada ketinggian 400 m di atas permukaan laut, jenis tanah vulkanik regusol, pH 6,0-7,0 curah hujan 2500 mm per tahun, suhu rata-rata 28 0C, kelembaban 80%, dan intensitas cahaya 100%. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama dosis pupuk NPK terdiri dari 4 tingkat 50, 100, 150 dan 200 kg per ha, faktor kedua dosis Micorhhiza Arbusculare Fungi terdiri dari 2 tingkat yaitu 75 dan 150 kg per ha. Variabel pengamatan meliputi komponen pertumbuhan dan hasil polong kedelai jepang. Analisis statistik dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test pada tingkat signifikan 5%. Kesimpulan: tidak terjadi interaksi antara pemberian dosis pupuk NPK dan mikoriza terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian pupuk NPK dosis 150 kg per ha meningkatkan karakter agronomi dan indeks tanaman. Pemberian mikoriza dosis 150 kg per ha meningkatkan karakter agronomi bobot polong namun tidak meningkatkan indeks tanaman. Pemberian pupuk NPK dan mikoriza meningkatkan karakter agronomi dan indeks tanaman edamame dibandingkan dengan kontrol. Kata kunci: Bobot polong segar, efektivitas bintil akar, mikoriza.
KAJIAN PENGARUH PERLAKUAN MACAM PUPUK KANDANG TERHADAP HASIL DAN KANDUNGAN VITAMIN E DAN A KACANG HIJAU ( (Vigna radiata L) Setiawan, Nurdin Cahyo; Inti, Muhammad; Nurhidayat, Efan; Rokim, Anjariana Makmum; Setyaningsih, Setyaningsih Rohana; Nurhuda, Muhammad; Rohmadan, Ananda Rizqi azharry; Anggraini, Dinna Juwita; Nurmaliatik, Nurmaliatik; Nurwito, Nurwito; Wicaksana, Yuda; Hidayat, Nurul; Widata, Sri; Maryani, Yekti
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1275

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji macam pupuk kandang terhadap hasil dan kandungan Vitamin E dan Vitamin A pada kacang hijau (Vigna radiata L.) Data pendukung didapat dari percobaan yang dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2020 di lahan pasir Depok, Bantul, D.I. Yogyakarta dengan ketinggian 10 meter dari permukaan laut. Penelitian di lapangan menggunakan rancangan Split Plot meliputi dua faktor, yaitu pertama, freskuensi penyiraman sehari sekali dan tiga hari sekali sebagai main plot dan faktor kedua, emberian macam pupuk kandang, yaitu tanpa pupuk, pupuk kandang sapi, pupuk kandang kambing, pupuk kandang ayam sebagai sub plot. Hasil: perlakuan pupuk kandang sapi, kambing, dan ayam memberikan hasil kacang hijau per hektar lebih tinggi daripada tanpa pupuk. Perlakuan frekfensi penyiraman menunjukkan tidak berpengaruh terhadap hasil per hektar kacang hijau. Kombinasi perlakuan pupuk kandang sapi dengan penyiraman tiga hari sekali memberikan kandungan vitamin E kacang hijau terendah, sebesar 121,77 mg/100 g dibandingkan perlakuan tanpa pupuk dengan penyiraman tiga hari sekali. Kombinasi perlakuan tanpa pupuk dengan penyiraman sehari sekali memberikan kandungan vitamin A kacang hijau tertinggi sebesar 5365,22 µm per 100 g.
KAJIAN PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP HASIL DAN KANDUNGAN LEMAK DAN VITAMIN E KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) STUDY OF THE EFFECT OF KINDS OF MANURE AND FR Rohmadan, Ananda Rizqi Azharry; Inti, Muhammad; Nurhidaya, Efan; Nurhuda, Muhammad; Anggraini, Dinna Juwita; Nurmaliatik, Nurmaliatik; Nurwito, Nurwito; Setyaningsih, Indah Rohana; Setiawan, Nurdin Cahyo; Wicaksana, Yuda; Hidayat, Nurul; Rokim, Anjariana Makmum; Widata, Sri; Maryani, Yekti Maryani
Agros Journal of Agriculture Science Vol 23, No 1 (2021): Edsi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v23i1.1295

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pupuk kandang dan kascing terhadap hasil, kandungan lemak, dan vitamin E kacang hijau. Data diperoleh dari percobaan yang disusun split plot meliputi dua faktor. Faktor pertama adalah frekuensi penyiraman sebagi main plot dan faktor kedua pemberian pupuk kandang dan kascing sebagai sub plot. Variabel pengamatan: jumlah polong, bobot polong, bobot biji per tanaman, bobot biji per hektar, bobot 100 biji, kandungan lemak, kandungan vitamin E. Data dianalisis dengan Anova taraf 5% dilanjutkan DMRT α = 5%. Hasil: perlakuan kombinasi perlakuan pemberian pupuk kandang ayam dengan penyiraman tiga hari satu kali memberikan hasil 1,43 ton/ha. Perlakuan kombinasi pemberian pupuk kandang ayam dengan penyiraman satu hari sekali memberi kombinasi pemberian pupuk kandang kambing dengan penyiraman tiga hari satu kali memberikan sum quality rate 0,13. Perlakuan kombinasi penyiraman satu hari sekali dengan pupuk kandang ayam menunjukan hasil bobot 100 biji tertinggi sebesar 6,30 g dibandingkan dengan perlakuan lain. Perlakuan kombinasi perlakuan pemberian pupuk kndang kambing dengan penyiraman tiga hari satu kali memberikan kandungan lemak tertingi sebesar 1,29%. Perlakuan kombinasi pupuk kandang kambing dengan penyiraman tiga hari satu kali memberikan kandungan vitamin E tertinggi sebesar 144 mg per 100 g
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK PUYUH DAN VOLUME AIR TERHADAP SIFAT-SIFAT AGRONOMI PADA TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa) Widata, Sri; Arnanto, Driska; Pusasi, Saipul Anwar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3986

Abstract

The study aimed to determine the effect of quail organic fertilizer and water volume on agronomic properties in pakcoy (Brassica rape) plants. The experiment was carried out at the Asmadewa Green House, Faculty of Agriculture, Cleban, Annual, Umbulharjo District, Yogyakarta. Research location is abaut 114 meters above sea level. This study was compiled using a Complete Randomized Design (CRD) with two factors. The first factor is the dose of quail manure (P) consisting of 3 level, 10 tons / ha (P1), 15 tons / ha (P2), 20 tons / ha (P3). The second factor is the volume of water (A) consisting of 3 level, 600 ml (40% KL) (A1), 750 ml (50% KL) (A2), 900 ml (60% KL) (A3). Volume of water irrigation was given in every 2 days for each different level. All treatment repeated by 3 times. Observation variables are : plant height, leaf length, number of leaves, leaf width, plant fresh weight, plant dry weight, stem diameter, root length, fresh weight of roots, dry weight of roots. Data was processed with Anova (Analysis of Variance) carried out advanced analysis using DMRT (Duncan's Multiple Range Test). The results showed that there was an interaction between the dose of 15 tons/ha of fertilizer and the volume of 900 ml (60% KL) of water on the number of leaves, plant fresh weight, plant dry weight, root fresh weight and root dry weight. Meanwhile, in the combination of 15 tons/ha and a volume of 600 ml (40% KL) of water, interactions occurred on plant height, leaf length, and leaf width. Whereas at a fertilizer dose of 20 tons/ha and a volume of 600 ml (40% KL) of application, there was an interaction only on the diameter of the stem, while at a volume of 750 ml (50% KL) of water there was an interaction on root length. Keywords : Mustard, Quail Fertilizer and Water Irigation, Growth Plant INTISARIPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik puyuh dan volume air terhadap sifat - sifat agronomi pada tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa). Percobaan dilaksanakan di Green House Asmadewa Fakultas Pertanian, Cleban, Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta . Lokasi penelitian berada pada ketinggian 114 mdpl. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang puyuh (P) terdiri dari 3 aras yaitu: 10 ton/ha (P1), 15 ton/ha (P2), 20 ton/ha (P3). Faktor kedua adalah volume pemberian air (A) terdiri dari 3 aras yaitu: 600 ml (40% KL) (A1), 750 ml (50% KL) (A2), 900 ml (60% KL) (A3). Volume pemberian air dilakukan setiap 2 hari sekali. Diulang, sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, panjang daun, jumlah daun, lebar daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, diameter batang, panjang akar, berat segar akar, dan berat kering akar. Data diolah dengan sidik ragam Anova (Analysis of Variance) dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara dosis pupuk 15 ton/ha dan volume pemberian air 900 ml (60% KL) terhadap jumlah daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat segar akar dan berat kering akar. Sementara pada kombinasi 15 ton/ha dan volume pemberian air 600 ml (40% KL) terjadi interaksi pada tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun. Sedangkan pada dosis pupuk 20 ton/ha dan volume pemberian 600 ml (40% KL) terjadi interaksi hanya pada diameter batang, sementara pada volume pemberian air 750 ml (50% KL) terjadi interaksi pada panjang akar. Kata kunci : Sawi, Pupuk Puyuh dan Volume Air, Sifat Agronomi 
REKAYASA MESIN PENGKABUT AIR (HUMIDIFIER CONTROL) UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI BIBIT KLENGKENG PINGPONG Widata, Sri; Gunarso, Gunarso; Nugroho, Fajar; Herahli, Among
INOTEKS: Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan,Teknologi, dan Seni Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.314 KB) | DOI: 10.21831/ino.v15i1.2300

Abstract

This research is aimed to disclose fogging machine application effectiveness for improving klengkeng pingpong seed production. The effectiveness of fogging machine may be measured based on the degree of the fogging machine usage success in klengkeng pingpong nursery process, whose degree of achievement shall be higher than nursery process conducted in natural manner. The research result shows that the average degree of achievement in klengkeng  pingpong  nursery  in  way  of  seedling,  top  grafting,  bridging  or marcot, by using fogging machine is 79.26%. Meanwhile klengkeng pingpong nursery process in natural manner is approximately 40%. In return to this, it indicates that fogging machine usage on klengkeng pingpong nursery is deemed effective as it  has exceeded successful level of natural klengkeng pingpong nursery. Thus, it may eventually be applied in improving klengkeng pingpong seed production
Irrigation Deficit for Ciherang Rice Variety as a Benchmark for Developing Upland Rice Cultivation Systems Widata, Sri; Zamroni, Zamroni; Arnanto, Driska; Darnawi, Darnawi; Baharudin, Ahmad Ferry; Yunianta, Yunianta; Sudrajat, Ignatius Suprih
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 6 (2025): December 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtepl.v14i6.2164-2170

Abstract

This study aims to evaluate the agronomic response of Ciherang rice plants during the vegetative and generative phases under deficit irigation conditions, as a benchmark for cultivation in dry land. This study used a factorial Completely Randomized Design with two factors. First, the level of water efficiency consisting of three levels, namely 300 ml, 600 ml, and 900 ml; second, the ratio of cattle manure and urea fertilizer also consisting of three levels, namely 80:20, 50:50, and 20:80. The observed variables include vegetative phase parameters, such as plant height, number of tillers, and dry weight of biomass, as well as generative phase parameters, such as percentage of filled grains and weight of filled grains per clump. The results showed that there was a significant interaction between water efficiency and fertilizer ratio during the generative phase, but no similar interaction was found during the vegetative phase. Furthermore, the combination of 600 ml water treatment with a 50:50 fertilizer ratio produced the highest percentage of filled grains and weight of filled grains. These results indicate that Ciherang rice can grow well under efficient water conditions, making it potentially suitable for cultivation in dry land.
Co-Authors Agus, Emilia Yuni Among Herahli Ananda Rizqi azharry Rohmadan Anggraini, Dinna Juwita Anjariana Makmum Rokim Aris, Iwan Sarjono Arnoldus Herdi Yanto Ayu Dewi Maharani Wahyuningrum Baharudin, Ahmad Ferry Carolina, Tya Anniza Darini , Maria Theresia Darnawi Darnawi Darnawi Darnawi Dewangga, Panji Dinna Juwita Anggrain Dinna Juwita Anggraini Djoko Heru Pamungkas Djoko Heru Pamungkas Dr.Ir. Yunianta, DEA Driska Arnanto Duta Waskita, Faishal Efan Nurhidayat Eko Purwanto Eko Purwanto Elandika Emilia Yuni Agus Faishal Duta Waskita FAJAR NUGROHO Fidianingrum, Dias Nur GUNARSO GUNARSO Hariadi Subagja Heni Purwaningsih Igd. Suprih Sudrajat Ign Suprih Sudrajat Indah Rohana Setyaningsih Inti, Muhammad Iwan Sarjono Aris Khairi , Alfassabiq Maria Theresia Darini Maria Theresia, Darini Marianti, Sri Maryati, Yekti Muhammad Inti Muhammad Nurhuda Muhammad Nurhuda Novita Dwi Anggraeni Nurdin Cahyo Setiawan Nurhidaya, Efan Nurhidayat, Efan Nuri Rahmawati, Nuri Nurmaliatik Nurmaliatik Nurmaliatik, Nurmaliatik Nurul Hidayat NURUL HIDAYAT Nurwito Nurwito Nurwito, Nurwito Octavia, Sri Devi Pusasi, Saipul Anwar Putri, Selen Shintara Putriana Kristanti Rahman, Teguh Arif Rijal, Rijaidinsyah Rohmadan, Ananda Rizqi azharry Rokim, Anjariana Makmum Selen Shintara Putri Setiawan, Nurdin Cahyo Setiyawan, Andre Setyaningsih, Indah Rohana Setyaningsih, Setyaningsih Rohana Sri Endah Prasetyowati S Sri Marianti Sudrajat, Ignatius Suprih SUMARWOTO Sunaryo, Yacobus Susi Widiatmi Toiman Toiman Toiman, Toiman Tya Anniza Carolina Usrin Usrin Usrin, Usrin Wahyu Setya Ratri, Wahyu Setya Wicaksana, Yuda Yacobus Sunaryo Yanto, Arnoldus Herdi Yekti Maryani Yuda Wicaksana Yunianta Zamroni Zamroni Zamroni Zamroni Zamroni