Claim Missing Document
Check
Articles

ANTIOXIDANT ACTIVITY OF ROASTED KEDAWUNG SEED (Parkia timoriana) USING SCAVENGER FREE RADICAL DPPH METHOD Ismanurrahman Hadi; Teguh Adiyas Putra; Reza Alrayan; Arif Setiawansyah; Dewi Luthfiana; Perdana Priya Haresmita
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.932

Abstract

Kedawung seeds (Parkia timoriana) contain polyphenolics and flavonoids that can provide pharmacological activities, such as antioxidants. In several regions of Indonesia, kedawung seeds are preserved using the roasting method. This study aimed to analyze the effect of roasting on the content of phytochemical compounds and determine their antioxidant activity using the DPPH method. Roasted kedawung seeds were extracted using a maceration method in ethanol. Phytochemical screening was performed to qualitatively analyze the contents of several phytochemical compounds in the extract. The results showed that roasted kedawung seed extract contained alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoids. Antioxidant testing was performed using the DPPH method with ascorbic acid as a positive control. The IC50 value of ascorbic acid, P. timoriana seed and roasted seed of P. timoriana measured each 12.3 ppm; 20.6 ppm and 9.8 ppm; which categorized as strong antioxidant compounds. These results indicated an increase in the antioxidant effect after roasted seed processing. It concluded that the roasting process could enhance antioxidant effect of P. timoriana seed  Keywords: Kedawung seeds, roasted method, antioxidant, DPPH
Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol Umbi Bit (Beta vulgaris L.) Teguh Adiyas Putra; Mariam Ulfah; Zahra Azizah Nursetya Bisam
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 7 No 1 (2023): September 2023
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi tentang metabolit sekunder pada ekstrak etanol umbi bit (Beta vulgaris L.). Umbi bit merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berlimpah dan bermanfaat bagi kesehatan maupun non kesehatan. Beberapa manfaat dari metabolit sekunder umbi bit adalah aktivitas antioksidan, sifat detergensi, dan pewarna alami. Oleh karena itu, dilakukan penelitian skirining fitokimia ekstrak etanol umbi bit (Beta vulgaris L.) untuk membuktikan adanya kandungan senyawa metabolit dengan pengujian kualitatif uji warna dan uji kromatografi lapis tipis. Penelitian dimulai dengan preparasi simplisia umbi bit lalu dimaserasi dengan pelarut etanol 96%. Hasil maserasi dipisahkan dengan pelarutnya menggunakan rotary evaporator. Kemudian ekstrak dilakukan skrining fitokimia. Berdasarkan penelitian didapatkan bahwa umbi bit (Beta vulgaris L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin dan alkaloid.
Ekstraksi Zat Warna Alami dan Identifikasi Metabolit Sekunder Ekstrak Etanolik Umbi Bit (Beta vulgaris L.) Angeline Safitri, Karin; Adiyas Putra, Teguh; Irawan, Ade
JURNAL QUIMICA Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v5i1.8085

Abstract

Umbi bit (Beta vulgaris L.) merupakan tumbuhan bahan pangan yang tinggi akan aktivitas antioksidan untuk memilihara kesehatan dan dengan kandungan pigmen betasianin yang berkhasiat sebagai pewarna merah alami. Pemanfaatan umbi bit di Indonesia untuk pengobatan tradisional dapat dilakukan dengan rebusan maupun jus. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan zat warna alami dan mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam umbi bit. Sampel umbi bit diperoleh dari hasil maserasi menggunakan pelarut etanol 96% 1:4 (pH 4,5) selama 3 hari ditempat gelap, kemudian filtrat umbi bit diuapkan pada suhu 40 oC menggunakan rotary evaporator hingga dihasilkan ekstrak kental umbi bit. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi warna dan uji pengendapan. Berdasarkan hasil skrining fitokimia metabolit sekunder ekstrak etanolik umbi bit dihasilkan positif mengandung flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN PASTA GIGI EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) Irawan, Ade; Adiyas Putra, Teguh; Taruna, Riyan
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v5i2.416

Abstract

Daun sukun (Artocarpus altilis) adalah diantara tanaman obat. Daun sukun mengandung senyawa seperti flavonoid, tanin, saponin. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat pasta gigi dari daun sukun. Serbuk daun sukun direndam dalam pelarut etanol 96% kemudian dilakukan uji fitokimia. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa daun sukun mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Selanjutnya dilakukan pembuatan sediaan pasta gigi. Kualitas produk pasta gigi jadi dievaluasi (homogenitas, organoleptik, pH, tinggi busa). Hasil evaluasi sediaan pasta gigi dengan konsentrasi 2,5%, 3,5% dan 4,5% menunjukkan bahwa uji organoleptik, pH dan homogenitas memenuhi persyaratan standar yang ditetapkan SNI pada konsentrasi 2,5%, 3 0,5% dan 4,5%. tidak memenuhi persyaratan uji kuat busa.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Psedumonas aeruginosa Irawan, Ade; Adiyas Putra, Teguh; Nadzar Darmawan, Muhamad
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Desember 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/herbapharma.v5i2.417

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L) terhadap Staphylococcus epidermidis dan Psedumonas aeruginosa menggunakan metode difusi sumuran. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan empat variasi konsentrasi ekstrak: 9%, 18%, 36%, dan 72%. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kersen memiliki daya hambat pada kedua bakteri. Konsentrasi 72% memiliki zona hambat terbesar, yaitu 24 mm pada Staphylococcus epidermidis dan 14,5 mm pada Psedumonas aeruginosa.
Potential of Several Phytochemicals of Mangrove Species (Rhizopora stylosa) as Inhibitor of Both Viral Gene Expression and Bacterial Nucleic Acid Synthesis Hadi, Ismanurrahman; Irawan, Ade; Ulfah, Mariam; Putra, Teguh Adiyas; Efriani, Like; Haq, Mailatul Ilal; Purnama, Muhamad Rifki
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v10i1.3278

Abstract

The mangrove family (Rhizophora stylosa) has been used as traditional medicine. Due to the habitat of mangroves, they develop unique phytochemicals. Thus, they have the potential to become a source of plant-based therapeutic agents. However, many of the them remain uninvestigated. The purpose of this study was to predict the potential of some phytochemicals of the mangrove family as an inhibitor of both viral gene expression and bacterial nucleic acid. Some bioactive compounds of mangrove (taraxerol, pyrethrin, 2-Furancarboxaldehyde, and avicequinone A) were used as subject of this study. The main protease (Mpro) of SARS-Cov-2 virus (PDB ID: 6y2e), the staphylococcus aureus's proteins: topoisomerase II DNA gyrase (PDB id: 2XCT), and tyrosyl-tRNA synthetase (PDB id: 1JIJ) were used as targeted protein. The drug-likeness of compounds were analyzed using Swiss ADME based on the Lipinsky rule of five. Meanwhile, the affinity value between proteins and ligands was predicted using Autodock Vina. The root means square distance (RMSD) value (<2 A) and the binding cavity of drugs (ivermectin and ciprofloxacin) were used as validation parameters. This study resulted that only taraxerol compounds have a violation of Lipinsky's rule. Even so, out of the phytochemical compound of mangrove, the taraxerol has the highest affinity in Mpro and topoisomerase II DNA gyrase protein, although still lesser than ivermectin against Mpro; while avicequinone A has the highest affinity against tyrosyl-tRNA synthetase. This concludes that some phytochemicals of the mangrove family could be developed as an antibacterial and antiviral agents of therapy.
Pengujian Evaluasi Mutu Tablet Dexametason Generik Dan Merek Dagang Putra, Teguh Adiyas; Epiyawati, Devi; Putri, Ghefira Aulia; Nurlutfia, Deby
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v6i2.79

Abstract

Dexametason merupakan glukokortikoid yang sangat poten, seringkali digunakan untuk menekan inflamasi, alergi dan respon imun. Terapi anti inflamasi digunakan pada banyak penyakit. Supresi sistem imun bermanfaat dalam mencegah penolakan setelah transplantasi jaringan, selain itu glukortikoid juga digunakan untuk menekan limfopoiesis pada pasien dengan leukemia dan limfoma tertentu. Beberapa faktor dapat berpengaruh dalam kecepatan melarutnya suatu obat dari sediaan tablet, yang berdampak pada ketersediaan hayatinya, antara lain ukuran kristal zat aktif, mekanisme dan kecepatan hancurnya tablet, metode granulasi, jenis dan jumlah penggranul, jenis, jumlah dan metode inkorporasi zat penghancur dan pelincir, proses dan formulasinya. Sehingga untuk mendapatkan efek farmakologois yang optimal diperlukan upaya pengevaluasian tablet dexamethasone 0,5 mg dan kalmethasone 0,5 mg agar dapat memenuhi standar Industri Farmasi dan persyaratan Farmakope Indonesia.
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanolik Kulit Umbi bit (Beta vulgaris L.) Putra, Teguh Adiyas; Safitri, Karin Angeline; Bisam, Zahra Azizah Nursetya; Shinta, Tiara Aries
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i2.93

Abstract

Penelitian dengan judul Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanolik Kulit Umbi bit (Beta vulgaris L.) bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam kulit umbi bit. Umbi bit merupakan merupakan bahan pangan yang memiliki aktivitas tinggi antioksidan. Dari proses preparasi sampel serbuk simplisia yang dihasilkan diektraksi dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan skrining fitokimia flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Identifikasi fitokimia dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi warna dan uji pengendapan. Identifikasi senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanolik kulit umbi bit dihasilkan positif mengandung flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK ETANOL KULIT JERUK BALI (Citrus maxima) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas aeruginosa Putra, Teguh Adiyas; Ulfah, Mariam; Ayu Syarifah, Nyimas
Jurnal Farmasi Medica/Pharmacy Medical Journal (PMJ) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, No 1, Tahun 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pmj.v7i1.51127

Abstract

Grapefruit (Citrus maxima) has antibacterial activity mostly located in the peel. Compounds that are antibacterial in grapefruit peel (Citrus maxima) are flavonoids. The purpose of this study was to determine the best concentration of solid soap preparations of ethanol extract of grapefruit peel (Citrus maxima) that can inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa bacteria. The method used is maceration by soaking simplisia in 96% ethanol for 1x24 hours then concentrated with a rotary evaporator and then evaporated with a watter bath. The finished extract was tested for phytochemical compounds of alkaloids, flavonoids, saponins and tannins. Then thin layer chromatography was carried out to emphasize flavonoid compounds. Then solid soap preparations were made with extract concentrations F1 5%, F2 7%, and F3 9%, then preparation evaluations were carried out such as organoleptic tests, homogeneity, pH, foam stability and cleaning power. After that, the antibacterial test was carried out using the disc method. The results of the diameter of the inhibition zone of the best Staphylococcus aureus antibacterial test were F3 9% concentration, which was 2.6 cm. While for Pseudomonas aeruginosa bacteria with 9% F3 concentration is also the best with an inhibition zone diameter of 1.3cm.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN CAIR BERBAHAN DASAR MINYAK ZAITUN DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU AIR (Syzygium aqueum) Yulia Rosdiana Dewi; Ade Irawan; Teguh Adiyas Putra
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v8i2.170

Abstract

Tanaman Daun Jambu Air (Syzygium aqueum) merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat dalam dunia kesehatan. salah satu bagian tanaman yang banyak digunakan ialah daun yang mempunyai kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, fenolik dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai agen antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan sabun cair ekstrak etanol daun jambu air (Syzygium aqueum) berbahan dasar minyak zaitun dan menguji efektivitas antibakteri sediaan sabun cair bebahan dasar minyak zaitun dengan penambahan ekstrak daun jambu air pada formula 1 dengan konsentrasi 3%, formulasi 2 yaitu 6% dan formulasi 3 yaitu 9% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Formulasi sabun cair ekstrak etanol daun jambu air dengan konsentrasi 3%, 6% dan 9% dilakukan penelitian dengan metode eksperimental laboratorium. Hasil uji evaluasi sabun cair dengan konsentrasi 3%, 6% dan 9% memenuhi persyaratan sesuai dengan standar yang ditetapkan SNI yaitu uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji bobot jenis. Hasil uji antibakteri sabun cair ekstrak etanol daun jambu air formula 1 mempunyai daya hambat 8,3 mm, formula 2 memiliki zona hambat 7,6 mm dan formula 3 memiliki zona hambat 8,6 mm terhadap Staphylococcus aureus. Hasil analisis uji mann whitney pada uji antibakteri dengan nilai sig >0,05 menunjukkan tidak berbeda dari masing-masing konsentrasi terhadap daya hambat bakteri Staphylococcus aureus.