Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EVALUASI KEBIJAKAN PADAT KARYA TUNAI PADA PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA Kurnia, Ujang Endi; Widhiasthini, Ni Wayan
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 5, No 1 (2021): Pebruari 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v5i1.2021.148-161

Abstract

Padat Karya Tunai (PKT) merupakan kebijakan publik yang dikeluarkan Pemerintah sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat desa terutama kelompok masyarakat marginal. Tujuan yang diharapkan dalam penerapan Padat Karya Tunai di Desa yaitu dapat membuka lapangan pekerjaan di Desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Padat Karya Tunai berdasarkan kriteria evaluasi menurut Dunn (2003) yaitu: efektivitas, efisiensi, perataan, kecukupan, responsivitas, dan perataan.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan pada dua desa yaitu di Desa Berangbang, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dan di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana. Penentuan informan ditentukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan penelitian dan dokumentasi yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ditemukan bahwa:1) Pelaksanaan Padat Karya Tunai di Kabupaten Jembrana sudah berjalan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang mengatur. Hasil evaluasi yang dilakukan berdasarkan kriteria evaluasi menurut Dunn (2003) yaitu: Pelaksanaan PKT Desa dapat dikatakan sudah memenuhi kriteria efektivitas, efisiensi, perataan dan responsivitas, sedangkan kriteria kecukupan dan perataan belum cukup dipenuhi karena kebijakan Padat Karya Tunai di Desa belum signifikan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, 2) Faktor penghambat dalam pelaksanaan PKT Desa di Kabupaten Jembrana terletak pada regulasi yang mengatur. Pemerintah Desa kesulitan memenuhi ketentuan minimal 30 persen untuk upah dari keseluruhan kegiatan pembangunan yang dibiayai dari Dana Desa. 3) Dampak Pelaksanaan PKT Desa di Kabupaten Jembrana yaitu a) Pelaksanaan PKT mampu memberdayakan kelompok marginal yaitu kelompok keluarga miskin, penganggur dan setengah penganggur, b) Dengan adanya PKT di Desa dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat memberikan tambahan pendapatan masyarakat, meningkatkan produktivitas dan daya beli masyarakat, c) Kebijakan PKT dapat mendorong Pemerintah Desa untuk melibatkan masyarakat marginal dalam pelaksanaan pembangunan desa.Kata kunci: evaluasi, padat karya tunai, pemberdayaan
Kontribusi Perempuan Bali dalam Pengembangan Pariwisata Kreatif di Ubud Ni Made Prasiwi Bestari; Ni Wayan Widhiasthini
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2023.v13.i02.p02

Abstract

The swift growth and intense competition in the tourism industry have driven Ubud to constantly innovate and devise creative forms of tourism that enhance its appeal to visitors. This article examines and assesses the contributions of women in the advancement and diversification of creative tourism in Ubud. This case studies research employs qualitative methodologies, involving the collection of data through various means, including direct observation, structured interviews, netnography, and comprehensive document analysis. The article concludes Balinese women have contributed significant effort in creating creative tourism in Ubud as can be seen in cooking class. This study also finds how Balinese women transform their role from being worker into entrepreneur in the field of creative tourism in Ubud.
Realization of the Pentahelix Model in the Development of Paksebali Tourism Village Towards Sustainable Tourism Cahyani, Ni Komang Rida; Widhiasthini, Ni Wayan; Yulyana Dewi, Ni Luh; Widhi Antari, Ni Putu Bayu
Jurnal Kebijakan Publik Vol 16, No 4 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v16i4.8895

Abstract

This study examines the implementation of the pentahelix model in the development of Paksebali Tourism Village toward sustainable tourism in Klungkung Regency. Using a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with government officials, academics, business actors, tourism group (Pokdarwis) managers, and community members, supported by field observations and documentation studies. The data were analyzed using inductive thematic coding to identify collaboration patterns, actor roles, and key challenges. The findings show that the government functions as a regulator and facilitator through policy support, infrastructure development, and capacity-building programs, although coordination between agencies remains inconsistent. Academic involvement contributes to potential mapping and community mentoring but is generally short-term and lacks continuity. Business actors strengthen the tourism economy but tend to work independently, resulting in limited integration with village development plans. The community becomes the core driver of attractions and tourism activities, yet still faces obstacles in service standards, digital literacy, and human resource capacity. The media element shows the weakest performance, with limited digital promotion and minimal collaboration with external media partners. Overall, the realization of the pentahelix model in Paksebali has begun but is not yet optimal. Strengthening coordination mechanisms, sustaining programs, enhancing digital promotion, and improving stakeholder synergy are essential to support sustainable tourism development.
Kontribusi Perempuan Bali dalam Pengembangan Pariwisata Kreatif di Ubud Ni Made Prasiwi Bestari; Ni Wayan Widhiasthini
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2023.v13.i02.p02

Abstract

The swift growth and intense competition in the tourism industry have driven Ubud to constantly innovate and devise creative forms of tourism that enhance its appeal to visitors. This article examines and assesses the contributions of women in the advancement and diversification of creative tourism in Ubud. This case studies research employs qualitative methodologies, involving the collection of data through various means, including direct observation, structured interviews, netnography, and comprehensive document analysis. The article concludes Balinese women have contributed significant effort in creating creative tourism in Ubud as can be seen in cooking class. This study also finds how Balinese women transform their role from being worker into entrepreneur in the field of creative tourism in Ubud.
Patuh dan Acuh Tak Acuh: Respons Masyarakat terhadap Komunikasi Kebijakan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Bali Gede Suardana; Ni Wayan Widhiasthini
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2022.v12.i02.p12

Abstract

Effective communication strategies are needed in handling Covid-19. The Bali Provincial Government uses a ritual-based communication strategy in its Covid-19 handling policies. This study aims to examine the effectiveness of the communication strategy on the level of community compliance. The conducted qualitative research was from April 2020 to August 2021. In-depth interviews with council of the Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Traditional Village Assembly (MDA) Bali, and the community. Observation of public response and study of mass media and social media literature. The data were analyzed using a critical approach to cultural studies emphasizing ritual-based communication strategies and community responses. The results showed a change in the community's comeback from a high level of compliance to indifference. This article offers a message that the priest must convey ritual-based communication as a referent of power, not otherwise taken over by structural strength so that the community still obeys the directive.