Iskandar Ali
Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Universitas Tarumangara

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF LOAD TRANSFER PLATFORM THICKNESS ON LOAD TRANSFER EFFECTIVENESS AND ROAD STABILITY IN SOFT SOIL Andrawan, Andrawan; Wijaya, Hendy; Iskandar, Ali; Johan, Albert
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 3, Agustus 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i3.34188

Abstract

Reinforcement of road embankments on soft soils is a common challenge in infrastructure projects, especially in conditions of low bearing capacity and large settlement potential. One widely used solution is the pile embankment system with the addition of granular Load Transfer Platform. This study aims to numerically evaluate the effect of variations in LTP quality and thickness on system performance. Modeling was conducted using the two-dimensional finite element method, with variations in CBR values of 40% and 45%, and LTP thicknesses of 1 m, 1.5 m, and 2 m. The parameters analyzed include the amount of embankment settlement, slope safety factor, axial force on piles, and visualization of arching effect. The results showed that increasing the quality and thickness of the LTP was able to reduce embankment settlement and increase the factor of safety, especially under short-term conditions. The axial force on the piles also increased as the stiffness of the LTP increased, although at a certain thickness it was thought that there was more optimal force attenuation. These findings indicate the importance of appropriate LTP configuration in the design of soft soil reinforcement systems. Abstrak Perkuatan timbunan jalan di atas tanah lunak merupakan tantangan umum dalam proyek infrastruktur, khususnya pada kondisi daya dukung rendah dan potensi penurunan yang besar. Salah satu solusi yang banyak digunakan adalah sistem pile embankment dengan penambahan load transfer platform (LTP) berbahan granular. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi kualitas dan ketebalan LTP terhadap kinerja sistem secara numerik. Pemodelan dilakukan menggunakan metode elemen hingga dua dimensi, dengan variasi nilai CBR sebesar 40% dan 45%, serta ketebalan LTP 1 m, 1,5 m, dan 2 m. Parameter yang dianalisis meliputi besarnya penurunan timbunan, faktor keamanan lereng, gaya aksial pada tiang pancang, serta visualisasi arching effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kualitas dan ketebalan LTP mampu menurunkan penurunan timbunan dan meningkatkan faktor keamanan, khususnya pada kondisi jangka pendek. Gaya aksial pada tiang juga meningkat seiring peningkatan kekakuan LTP, meskipun pada ketebalan tertentu diduga terjadi peredaman gaya yang lebih optimal. Temuan ini menunjukkan pentingnya konfigurasi LTP yang tepat dalam desain sistem perkuatan tanah lunak.
EVALUASI PENURUNAN TERHADAP IMPLEMENTASI ELEMEN PENGAKU BETON PADA METODE PERBAIKAN TANAH DEEP CEMENT MIXING Antony, Robert; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.27932

Abstract

When working in construction problems with soil quality can be encounter. Soil improvement can be carried out for various types of soil without the need to replace the soil in the field with new soil. One soil improvement method that can be used is the deep cement mixing (DCM) soil improvement method. DCM uses a mixture of dry or wet cement mixed with field soil so that the soil's bearing capacity will increase. Implementation of concrete stiffening element to the DCM or stiffened deep cement mixing (SDCM) can strengthen the DCM and increase the bearing capacity of the soil. By using a finite element program, a simulation of the implementation of stiffening elements in the deep cement mixing soil improvement method can be carried out. The solid method is a modeling method in a finite element program where DCM pile and stiffeners are created in the program along with the surrounding soil. Apart from the solid method, you can also use the composite method to make modeling easier. The composite method is a method that combines the average values ​​of soil parameters and DCM parameters so that there is no need to model DCM in a finite element program. In this research, stiffening elements were added to the DCM in a finite element program using solid and composite methods that were subjected to static loads. The reduction in settlement that occurred in DCM and SDCM using the solid method was 67.87%, while in DCM and SDCM the composite method was 81.09%. Abstrak Pekerjaan dalam bidang konstruksi dapat menemukan masalah pada kualitas tanah. Perbaikan tanah dapat diakukan untuk berbagai macam jenis tanah tanpa perlu menggantikan tanah pada lapangan dengan tanah yang baru. Salah satu metode perbaikan tanah yang dapat digunakan adalah metode perbaikan tanah deep cement mixing (DCM). DCM menggunakan campuran semen kering ataupun basah yang dicampur dengan tanah lapangan sehingga daya dukung tanah akan meningkat. Penambahan material pengkaku beton pada DCM atau stiffened deep cement mixing SDCM dapat memperkuat DCM dan menaikan daya dukung tanah. Dengan menggunakan program elemen hingga maka simulasi implementasi elemen pengaku pada metode perbaikan tanah deep cement mixing dapat dilakukan. Metode solid merupakan metode pemodelan dalam program elemen hingga dimana tiang DCM dan pengaku dibuat dalam program beserta dengan tanah sekitarnya. Selain metode solid dapat juga dapat menggunakan metode komposit untuk mempermudah pemodelan. Metode komposit merupakan metode dimana menggabungkan nilai rata-rata parameter tanah dan parameter DCM sehingga tidak perlu memodelkan DCM dalam program elemen hingga. Pada penelitian ini dilakukan penambahan elemen pengaku pada DCM dalam program elemen hingga menggunakan metode solid dan komposit yang diberi beban statik. Pengurangan penurunan yang terjadi pada DCM dan SDCM yang menggunakan metode solid sebesar 67,87%, sedangkan pada DCM dan SDCM metode komposit sebesar 81,09%.
HUBUNGAN EFISIENSI KAPASITAS DUKUNG TERHADAP JARAK ANTAR TIANG PADA KELOMPOK TIANG Mahmud, Shaq Qorull'Ali; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 7, Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v7i2.28024

Abstract

This study aims to determine the most effective bored pile spacing to support the load of a structure. This study used a group pile configuration with dimensions 10x10, 30 m long, and 1 m diameter The distance between the piles plays a role in the bearing capacity of the bored pile group foundation. Therefore, research was conducted with a distance between poles of 1.5D, 2D, 2.5D, and 3D. To determine the efficiency value of each pile spacing, the pile group efficiency was calculated using 6 different methods. This study aims to compare 6 methods of calculating the efficiency of group piles with varying distances between piles. So that it can be known the distance between piles and the most effective method of calculating the efficiency of the pile group based on the 3D finite element method in clay soil. For an economical design, it is necessary to consider the distance between piles in a group of piles. Abstrak Penelitian ini memiliki maksud untuk memahami jarak tiang bor yang tepat dan efektif untuk mendukung beban suatu struktur. Penelitian ini menggunakan konfigurasi tiang kelompok dengan dimensi 10x10, panjang tiang 30 m, dan diameter tiang sebesar 1 m. Jarak antara tiang pada suatu kelompok tiang mempengaruhi daya dukung dari suatu fondasi kelompok tiang. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan jarak antar tiang digunakan 1,5D, 2D, 2,5D, dan 3D. Untuk mengetahui nilai efisiensi dari setiap jarak antar tiang, dilakukan perhitungan efisensi kelompok tiang menggunakan 6 metode yang berbeda dimana salah satunya menggunakan metode elemen hingga 3D. Hal ini bertujuan untuk membandingkan 6 metode perhitungan efisiensi tiang kelompok dengan jarak antar tiang yang bervariasi. Sehingga dapat diketahui jarak antar tiang dan metode perhitungan efisiensi kelompok tiang yang paling efektif berdasarkan metode elemen hingga 3D pada tanah lempung. Untuk desain yang ekonomis, perlu dipertimbangkan jarak antar tiang pada suatu kelompok tiang.
PERHITUNGAN MANUAL DAN PEMODELAN ELEMEN HINGGA TRIAL TEST DYNAMIC COMPACTION BANDARA YOGYAKARTA KULON PROGO Iskandar, Ali; Rezky, Ivan; Sumarli, Inda
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.33772

Abstract

ABSTRACT The new airport in the south of Yogyakarta is an important air transport facility. Geologically, the airport is located on a low-density sandy soil. Low density is prone to liquefaction hazards so it is necessary to improve the soil to increase the density of sandy soil. Land improvement to reduce liquefaction potential on sandy soil can be done by Dynamic Compaction (DC) method. This method is applied to non-residential land by dropping steel tampers from a certain height to achieve a specified density. As an alternative to non-cohesive soil improvement, DC offers cost and time efficiency and is relatively easy to apply with simple technology compared to methods such as vibroflotation. In the planning, finite element modelling (FEM) was used as an advanced study to analyze key parameters (tamper weight, drop height, empirical coefficient “n”, and energy by soil type). The aim was to validate the manual calculation results in the Trials Area before full-scale compaction. The manual calculation served as the main design reference, while the FEM served as an additional verification. Recording the pre- and post-compacting soil conditions was essential to calculate the percentage of design errors.   ABSTRAK Bandara udara baru di Selatan kota Yogyakarta merupakan fasilitas penting dalam transportasi udara. Secara geologi lokasi bandara ini terletak diatas tanah pasir dengan kepadatan rendah. Kepadatan rendah sangat rentan terhadap bahaya likuefaksi sehingga perlu perbaikan tanah untuk meningkatkan kepadatan tanah pasiran. Pematangan lahan untuk mengurangi potensi likuefaksi pada tanah pasir dapat dilakukan dengan metode Dynamic Compaction (DC). Metode ini diterapkan pada lahan yang tidak ditinggali penduduk dengan menjatuhkan tamper baja dari ketinggian tertentu guna mencapai kepadatan rencana. Sebagai alternatif perbaikan tanah non-kohesif, DC menjanjikan  biaya dan waktu yang lebih efisien, serta relatif mudah diaplikasikan dengan teknologi sederhana dibandingkan metode pemadatan lain seperti vibroflotation. Dalam perencanaannya, pemodelan elemen hingga (FEM) digunakan sebagai studi lanjutan untuk menganalisis parameter kunci (berat tamper, tinggi jatuh, koefisien empiris 'n', dan energi berdasarkan jenis tanah). Tujuannya adalah memvalidasi hasil perhitungan manual di Area Percobaan sebelum pemadatan skala penuh. Perhitungan manual menjadi acuan desain utama, sedangkan 3D FEM berfungsi sebagai studi lanjutan. 3D FEM dilakukan untuk mempelajari perilaku tanah pasiran saat dipadatkan, memperkirakan kedalaman pemadatan, interaksi antar titik pemadatan.  Pencatatan kondisi tanah pra dan pasca penumbukan sangat penting untuk menghitung persentase kesalahan desain.
SPT-EFFECTIVE SHEAR PARAMETER CORRELATION FOR SOFT CLAY IN JAKARTA USING BIG DATA Iskandar, Ali; Sentosa, Gregorius Sandjaja; Kawanda, Aksan; Yohana, Felicia; Tantobudiono, Felicia Refalina
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 4, November 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i4.35229

Abstract

This study aims to develop a practical model to estimate the shear strength parameters of clay soils, such as effective cohesion (c¢), angle of internal friction (f¢), and elasticity modulus in a more efficient and economical, by using Standard Penetration Test (SPT) and index properties data (including grain size analysis and Atterberg test). This study focuses on fine-grained soils (especially in Jakarta) in two consistency groups, namely very soft clay (C01, SPT 0-2 blows/ft) and soft clay (C02, SPT 2-4 blows/ft). The analysis was conducted by establishing a linear relationship between mean effective stress (p¢) and deviatoric stress (q), with an additional ±10% envelope to account for data variability. The results show that the linear regression of p¢-q adequately represents soil behavior for both consistency groups. The ±10% envelope successfully accommodates variations including the effect of plasticity index (PI), indicating that this model can serve as a practical alternative in geotechnical design when triaxial test data and undistrurbed sampling test are not available.
ANALYSIS OF THE EFFECT OF CH₃COOH ADDITION ON SOIL IMPROVEDWITH 10 % LIME CONTENT Andrianus, Matthew; Wijaya, Hendy; Iskandar, Ali
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i1.36754

Abstract

Acid rain is a serious threat to the durability of geotechnical infrastructure, particularly in highly polluted industrial areas such as Jakarta. This phenomenon may damage the stability of chemically improved road subgrade through the dissolution of binding materials. This study aims to evaluate the strength degradation of subgrade soil stabilized with 10% lime under acid exposure. A laboratory experimental method was conducted by comparing native Puri Indah soil with lime-stabilized soil under three immersion conditions: no immersion (control) to determine initial strength, normal water immersion (pH 7.02) to simulate typical flooding, and acetic acid immersion (pH 5.21) to simulate extreme acid rain. The results indicate that 10% lime stabilization in the control condition produced a high CBR value of 46%. Normal water immersion caused a slight decrease to 44%, while acid exposure resulted in severe degradation with CBR dropping sharply to 27%. The significant gap between water and acid immersion confirms chemical deterioration due to neutralization reactions dissolving lime binders. It is concluded that although 10% lime effectively increases initial strength, this content lacks sufficient alkalinity to withstand long-term acid attack. Abstrak Hujan asam merupakan ancaman serius bagi durabilitas infrastruktur geoteknik, khususnya di kawasan industri padat polusi seperti Jakarta. Fenomena ini berpotensi merusak stabilitas tanah dasar jalan yang telah diperbaiki secara kimiawi melalui mekanisme pelarutan bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi degradasi kekuatan tanah dasar yang distabilisasi dengan kapur kadar 10% akibat paparan asam. Metode eksperimental laboratorium dilakukan dengan membandingkan karakteristik tanah asli Puri Indah dengan tanah campuran kapur pada tiga kondisi perendaman: tanpa rendaman (kontrol) untuk mengetahui kekuatan awal, rendaman air biasa (pH 7,02) sebagai simulasi genangan normal, dan rendaman larutan asam asetat (pH 5,21) sebagai simulasi hujan asam ekstrem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa stabilisasi kapur 10% pada kondisi kontrol menghasilkan nilai CBR yang tinggi sebesar 46%. Perendaman air biasa menyebabkan sedikit penurunan kekuatan fisik menjadi 44%. Namun, paparan asam menyebabkan degradasi yang jauh lebih parah dengan nilai CBR jatuh drastis hingga 27%. Selisih degradasi yang signifikan antara perendaman air dan asam membuktikan terjadinya kerusakan kimiawi struktur tanah akibat reaksi netralisasi yang melarutkan bahan pengikat kapur. Disimpulkan bahwa meskipun kapur 10% efektif meningkatkan kekuatan awal, kadar ini belum memiliki kapasitas alkalinitas yang cukup untuk menahan serangan asam dalam jangka panjang.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP BETWEEN SLAKE DURABILITY AND THE DISPERSIVITY POTENTIAL OF CLAY SHALE BOGOR Aven Polin Power Manalu; Hendy Wijaya; Ali Iskandar; Bernard Sumarlin
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i2.37342

Abstract

Clay shale is a material which is highly slaking, and is commonly assumed to be dispersive. Investigations related to the correlation between slake durability and soil dispersivity, are however, rather sparse. The aim of this research is to examine the relationship between slake durability and dispersivity properties of clay shale obtained from Sentul City, Bogor, Indonesia. Laboratory tests were performed using slake durability, pinhole, crumb and double hydrometer test. The results show that the durability of the clay shale is low, with an average second cycle durability index (Id₂) of 45,95%. The pinhole test gave a result of non-dispersive to slightly dispersive (ND3 – ND2), which corresponds to effluent that is clear to slightly turbid with a final hole diameter less than 2,5 mm. However, the double hydrometer analysis gave a dispersion percentage of 84,85%, and the crumb test gave moderate to high dispersivity. The results indicate that, low slake durability does not necessarily mean high soil dispersivity. A pinhole test is still considered the most representative test to identify dispersive soils, and offers valuable information for the development of resilient infrastructure in regions where clay shale deposits are present. Abstrak Clay shale merupakan material yang rentan terhadap pelapukan (slaking) dan sering diasumsikan memiliki perilaku dispersif ketika terkena air. Namun, penelitian mengenai hubungan antara ketahanan pelapukan dan dispersivitas tanah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketahanan pelapukan dan potensi dispersivitas clay shale dari Sentul City, Bogor, Indonesia. Pengujian laboratorium dilakukan melalui uji slake durability, pinhole, crumb, dan hidrometer ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa clay shale memiliki nilai rata-rata indeks durabilitas siklus kedua (Id₂) sebesar 45,95% yang termasuk kategori durabilitas rendah . Hasil uji pinhole mengklasifikasikan material sebagai non-dispersif hingga sedikit dispersif (ND3–ND2), ditunjukkan oleh aliran keluar yang jernih hingga sedikit keruh dan diameter akhir lubang kurang dari 2,5 mm. Sebaliknya, analisis hidrometer ganda menghasilkan persentase dispersi sebesar 84,85%, sedangkan uji crumb menunjukkan dispersivitas sedang hingga tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan pelapukan yang rendah tidak selalu menunjukkan tingkat dispersivitas yang tinggi. Uji pinhole tetap menjadi metode yang paling representatif dalam identifikasi tanah dispersif, serta memberikan informasi yang bermanfaat untuk mendukung pengembangan infrastruktur yang tangguh pada wilayah dengan endapan clay shale.
ANALISIS PERUBAHAN NILAI CBR PADA TANAH LATERIT AKIBAT PENAMBAHAN GARAM Muhammad Raihan Suganda; Hendy Wijaya; Ali Iskandar
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 8, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v8i1.33218

Abstract

Laterite soil is a specific type of soil characterized by high iron and alumina content, found mainly in tropical regions. The density of soil is an important physical parameter that affects soil quality and has a significant impact on plant growth and soil structure stability. The addition of salt to laterite soil can potentially alter its physical properties, including soil density, due to changes in soil particle aggregation and electrostatic interactions caused by salt ions. Laterite soil samples were taken from Cakung area, East Jakarta and mixed with coarse salt at concentrations of 5% and 10%. This study aims to investigate the effects of salt on the density of laterite soil by adding salt to the soil and observing the changes in soil compaction and strength through various laboratory tests, including compaction, CBR, pocket penetrometer, and shear tests. Results indicated that the addition of salt can increase soil density by altering soil particle structure, leading to more compact soil conditions. This research provides valuable insights for sustainable land management in tropical areas, particularly for agricultural and construction purposes. Abstrak Tanah laterit adalah jenis tanah yang memiliki kandungan besi dan alumina tinggi, banyak ditemukan di daerah tropis. Kepadatan tanah merupakan parameter fisik yang penting yang memengaruhi kualitas tanah dan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman serta kestabilan struktur tanah. Penambahan garam pada tanah laterit dapat mempengaruhi sifat fisik tanah, termasuk kepadatannya, akibat perubahan dalam pengikatan partikel tanah dan interaksi elektrostatik yang disebabkan oleh ion garam. Sampel tanah laterit diambil dari daerah Cakung, Jakarta Timur dan dicampur dengan garam krosok pada konsentrasi 5% dan 10%. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh garam terhadap kepadatan tanah laterit dengan menambahkan garam pada tanah dan mengamati perubahan kompaksi dan kekuatan tanah melalui berbagai uji laboratorium seperti uji kompaksi, CBR, pocket penetrometer, dan uji geser. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan garam dapat meningkatkan kepadatan tanah dengan mengubah struktur partikel tanah, yang mengarah pada kondisi tanah yang lebih kompak. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk pengelolaan lahan secara berkelanjutan, terutama untuk keperluan pertanian dan konstruksi.
IDENTIFIKASI DISPERSIVITAS TANAH TERHADAP VARIASI KADAR AIR DAN PEMADATAN MELALUI UJI PINHOLE Ali Iskandar; Aniek Prihatiningsih; Joan Nathasya Tuhumury
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 2, Mei 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i2.34220

Abstract

This study evaluates the dispersive characteristics of fine-grained soils from Serpong and Cikarang using the pinhole test based on ASTM D4647. Soil specimens were compacted at three moisture conditions: OMC – 5%, OMC, and OMC + 5%. Dispersivity was classified based on flow clarity, flow rate, and final hole diameter. All samples were categorized as non-dispersive 2 (ND2), indicating resistance to internal erosion despite moisture variation. Variations in flow rate and final hole diameter suggest that moisture content influences the hydraulic response of the soil, although not significantly enough to alter its classification. Minor inconsistencies in final hole diameter were observed under certain conditions, possibly due to heterogeneity in soil properties or variability during specimen preparation. These findings emphasize the importance of supporting visual assessments with additional measurements. Further research using quantitative methods, such as the double hydrometer test, is recommended to better evaluate the dispersive potential of fine particles in non-dispersive soils. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sifat dispersi tanah dengan menggunakan uji pinhole yang berdasarkan ASTM D 4647. Sampel diambil dari dua lokasi, yaitu Serpong dan Cikarang. Pengujian dilakukan dengan memadatkan sampel pada 3 kadar air berbeda, yaitu OMC-5%, OMC, dan OMC+5%. Klasifikasi dilakukan berdasarkan hasil kejernihan air, debit aliran, dan diameter akhir lubang pada sampel. Hasil menunjukkan seluruh sampel tergolong Non-Dispersive 2 (ND2), menandakan ketahanan terhadap dispersi internal meskipun terdapat variasai kadar air. Variasi debit dan diameter lubang menunjukkan bahwa kadar air memengaruhi respons aliran, namun tidak cukup besar untuk mengubah klasifikasi dispersi. Terdapat perbedaan pada diameter lubang di beberapa kondisi yang mengarah pada kemungkinan adanya heterogenitas tanah atau variasi saat pemadatan. Hasil ini menegaskan pentingnya mendukung pengamatan visual dengan data tambahan. Oleh karena itu disimpulkan bahwa hasil penelitian ini memerlukan penelitian lanjutan. Penelitian lanjutan yang disarankan adalah uji hidrometer ganda yang mana menggunakan metode kuantitatif. Hasil uji hidrometer ganda diharapkan dapat memberikan data pendukung untuk menilai kecenderungan dispersi partikel halus secara lebih akurat.
SPT–EFFECTIVE SHEAR PARAMETER CORRELATION FOR MEDIUM STIFF TO STIFF CLAY IN JAKARTA Fuk Jin Oei; Ali Iskandar; Aksan Kawanda; Felicia Yohana; Felicia Refalina Tantobudiono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 9, Nomor 3, Agustus 2026
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v9i3.36991

Abstract

The objective of this study is to establish a good correlation for estimating the effective shear strength parameters of clay soils. A common constraint is the limited number of tests along the test hole, especially the effective cohesion (c'), internal friction angle (φ'), and elastic modulus. Insufficient soil tests will cause the parameters to be incompletely obtained. This study extends the authors previous correlation for very soft to soft clay (C01-C02) with medium stiff and stiff clay consistencies (C03-C04). This correlation will be established with Standard Penetration Test (SPT) results and index property data (using grain size analysis and Atterberg test). The study was conducted on fine-grained soils in Jakarta, which were categorised into two consistency categories: medium stiff clays (C03, SPT values 4 to 8 blows/ft) and stiff clays (C04, SPT values 8 to 15 blows/ft). Linear relationships were used to analyse the mean effective stress (p′) and deviatoric stress (q), with an addition of approximately 10% to account for variations in the data. The results of the analysis showed that the linear regression of p′ and q was effective in describing the soil behaviour between the two groups. The approximately 10% envelope to adjust for data variation, the effect of soil plasticity index (PI), indicates that this correlation can also be used in geotechnical design with limited triaxial test data and undisturbed sampling tests. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun korelasi yang baik dalam memperkirakan parameter kuat geser efektif tanah lempung. kendala yang sering terjadi adalah terbatasnya jumlah pengujian di sepanjang lubang uji terutama kohesi efektif (c'), sudut geser dalam efektif (φ'), dan modulus elastisitas. Kurangnya uji tanah akan menyebabkan parameter tidak diperoleh secara lengkap. Korelasi ini akan dibangun dengan hasil uji Standard Penetration Test (SPT) dan data properti indeks (menggunakan analisis ukuran butir dan uji Atterberg). Penelitian dilakukan pada tanah berbutir halus di Jakarta, yang dikelompokkan ke dalam dua kategori konsistensi: lempung kaku sedang (C03, nilai SPT 4 sampai 8 pukulan/ft) dan lempung kaku (C04, nilai SPT 8 sampai 15 pukulan/ft). Hubungan linier digunakan untuk menganalisis tegangan efektif rata-rata (p′) dan tegangan deviatoris (q), dengan tambahan sekitar 10% untuk memperhitungkan variasi data. Hasil analisis menunjukkan bahwa regresi linier dari p′ dan q efektif dalam menggambarkan perilaku tanah di antara kedua kelompok. Sekitar 10% batas toleransi untuk menyesuaikan variasi data, pengaruh indeks plastisitas tanah (PI), mengindikasikan bahwa korelasi ini juga dapat digunakan dalam desain geoteknik dengan data uji triaksial yang terbatas dan uji pengambilan sampel yang tidak terganggu.