Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS KEGIATAN MAGHRIB MENGAJI DI DESA KOTO SENTAJO UNTUK MEMBENTUK SIKAP SPRITUAL ANAK Sopiatun Nahwiyah; Rosa Murwindra; Yogi Adrian
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i2.3121

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kedesiplinan pada anak-anak,serta mendampingi anak-anak dalam melancarkan bacaan Al-Qur’an untuk membentuk sikap spiritual anak melalui kegiatan maghrib mengaji di desa koto sentajo. Metode pengabdian yang diterapkan dalam kegiatan ini yaitu metode mendongeng . Peserta dari kegiatan ini terdiri dari anak-anak sekolah dasar yang ada di desa koto sentajo, dan penerapan ini dilaksanakan pada minggu kedua dibulan maret tahun 2023. Pada umumnya anak-anak belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar khususnya pada anak-anak sekolah dasar. Ada beberapa anak yang bisa membaca Al-Qur’an , namun masih ada anak-anak yang kurang bisa membaca Al-Qu’an . Hal ini disebabkan karena kurangnya guru mengaji dan masyarakat dalam membina maupun membimbing anak-anak dalam mengaji di desa koto sentajo. Hasil dari pengabdian ini anak-anak yang mulanya belum bisa membaca Al-Qu’an dengan baik dan benar kini perlahan anak-anak sudah mulai bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan hukum tajwid.
RAGAM BUDAYA MELAYU DALAM IMPLEMENTASI NILAI–NILAI SONGKET DAN TANJAK DI TK/KB CEMPAKA DESA KOTO SENTAJO: PKM Tematik Haliza ulfa; Rika Susanti; Candra Candra; Sopiatun Nahwiyah; Rosa Murwindra
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.3126

Abstract

Salah satu kabupaten yang ada di provinsi Riau adalah Kabupaten Kuantan Singingi. Riau adalah provinsi yang memiliki banyak kebudayaan melayu. Salah satu kebudayaan melayu yang ada di Riau adalah penggunaan kain songket dan tanjak. Pelestarian dan penggunaan kain songket dan tanjak ini masih di jaga oleh masyarakat kabupaten kuantan singingi. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kain songket dan tanjak yang masih digunakan oleh kaum laki – laki terkhususnya toko adat Kabupaten Kuantan Singingi pada acara besar seperti pembukaan pacu jalur yang bisanya diselenggarakan pada bulan Agustus. Motif songket sendiri sudah dijadikan icon kuantan singingi. Tak hanya kaum laki – laki saja yang bisa menggunakan kain songket dengan berbagai motif yang begitu banyak. Kaum ibu atau wanita pun juga telah bisa menggunakaan pakain yang bermotif seperti kain songket ini, yaitu baju dengan motif takuluak barembai yang merupakan motif yang saat ini dijadikan icon kuantan singingi. Untuk tetap menjaga kelestarian kebudayaan melayu yang masih ada di kuantan singingi, mahasiswa KKN Tematik Universitas Islam Kuantan Singingi berupaya memperkenalkan budaya melayu songket dan tanjak beserta nilai – nilai budaya melayu yang ada kepada anak usia dini yakninya peserta didik KB/TK Cempaka Desa Koto Sentajo. Hal ini diharapkan agar generasi penerus mampu menjaga kelestarian kebudayaan melayu yang ada di kabupaten kuantan singingi dengan seiring berkembang dan maju nya zaman di suatu masa kelak. Kata kunci: Nilai – nilai budaya melayu, Kain songket, Tanjak.
PELATIHAN P5 AKU SIAP MENJADI REMAJA DI SMP ISLAM AQZIA TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Andrizal; Bustanur; Ikrima Mailani; Alhairi; Sopiatun Nahwiyah; Helbi Akbar; Zulhaini; Mualif; Lasmiadi; Yoga Prasetiyo
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3937

Abstract

Orang tua dan guru disekolah memiliki tugas menyiapkan anak-anaknya kelak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Anak-anak ini nantinya harus mampu mandiri secara fisik dan psikologis untuk menghadapi tantangan kehidupan. Urusan memahami anak memang gampang-gampang susah, apalagi anak masuk fase remaja yang merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Tentunya orang tua dan guru harus pandai-pandai dalam memahami karakter dan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui anak. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Kuantan Singingi hadir untuk memberikan bantuan kepada remaja untuk mengenal konsep diri yaitu, mengenai dirinya (self-image), cara remaja menghargai dirinya dibandingkan dengan orang lain (self-esteem), dan sosok ideal yang remaja ingin capai (ideal self). Untuk sampai ke titik tersebut, remaja sangat membutuhkan bantuan orang tua dan guru di sekolah serta lingkungan dengan cara, Melakukan aktivitas fisik, Cintai diri sendiri, Fokus pada kelebihan dan Membantu orang lain.
PEMBINAAN KETERAMPILAN KEAGAMAAN TENTANG TATA CARA PENYELENGGARAAN JENAZAH DI DESA SIBEROBAH KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Alhairi alhairi; Ikrima Mailani; Sopiatun Nahwiyah; Bustanur Bustanur; Helbi Akbar; Andrizal Andrizal; Ahmad Mualif; Zulhaini Zulhaini
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2021): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2021
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v1i2.1822

Abstract

Dalam syari’at Islam jika ada seorang muslim meninggal dunia maka hukumnya fardhu kifayah atas muslim yang masih hidup untuk menunaikan empat perkara wajib, yaitu memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan saudaranya yang telah wafat tersebut. Namun permasalahannya tidak sedikit muslim tidak mampu menunaikan kewajibanny itu. Dari hasil survey dan hasil wawancara tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Kuantan Singingi di desa Siberobah Kec. Gunung Toar Kab. Kuantan Singingi beberapa bulan sebelum pelaksanaan pengabdian ini dilakukan, maka masyarakat mengeluhkan terkait dengan keberanian dan keterampilan masyarakat dalam menyelenggarakan jenazah. Begitu juga hasil wawancara dan observasi pada pemuda dan pemudinya, dimana masih banyak diantara mereka yang tidak faham bagaimana tata cara penyelenggaraan jenazah seperti memandikan, mengkafani, menshalatkan serta menguburkan jenazah sebagaimana yang diuraikan di atas. Dari lanjutan hasil wawancara tersebut ketika ditanya mengapa mereka tidak faham tentang bagaimana tatacara penyelenggaraan jenazah? rupanya dikarenakan kurangnya kesadaran, keberanian dan keterampilan dari diri sendiri untuk mempelajarinya serta minimnya penyuluhan-penyuluhan dari para penyuluh agama atau tokoh agama baik yang ada di lingkungan Desa, Kecamatan maupun Kabupaten. Melihat dari permasalahan mitra dan analisis situasi yang ada, maka metode yang tepat dalam pelaksanaan program PKM ini adalah metode pendekatan partisipatori, yaitu sebuah metode pelaksanaan yang dilakukan secara aktif baik oleh tim PKM maupun mitra sasaran yang diawali dengan perencanaan dan diakhiri dengan pelaporan kegiatan PKM tentang pembinaan keterampilan tata cara menyelenggarakan jenazah. Setelah pembinaan dilaksanakan sebanyak tiga sesi, maka didapatkanlah hasil bahwa peserta pembinaan yang ikut serta sudah mampu mengerti, memahami dan mempraktekkan bagaimana tatacara penyelenggaraan jenazah tersebut sesuai dengan syari’at Islam.
ADAT BERSENDI SYARAK, SYARAK BERSENDI KITABULLAH SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELAYU A. MUALIF; IKRIMA MAILANI; SOPIATUN NAHWIYAH; ZULHAINI ZULHAINI; SHEILA RAHMA YANTI
ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam Vol. 2 No. 2 (2026): ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam
Publisher : ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the philosophy of Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah (ABS-SBK) as a foundation for developing Arabic language education based on Malay local wisdom and to examine its relevance in fostering contextual and character-oriented learning. This research employs a qualitative library research method. The data were collected from the Qur'an, Hadith, literature on Arabic language education, Malay culture, as well as relevant scholarly articles and legal documents. The data were analyzed using content analysis to explore the relationship between the values of ABS-SBK and the principles of Arabic language learning. The findings indicate that the ABS-SBK philosophy is highly compatible with the objectives of Arabic language education, particularly in integrating linguistic competence with religious, moral, and cultural values. The incorporation of Malay local wisdom into learning materials, teaching methods, instructional media, and assessment practices enhances the contextual relevance of learning, strengthens students’ cultural identity, and promotes moderate Islamic values and good character. Therefore, the development of Arabic language education based on the ABS-SBK philosophy not only emphasizes language proficiency but also serves as a means of preserving Malay cultural heritage and internalizing Islamic values that are relevant to the needs of contemporary society.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI HIMPAUDI KEC. GUNUNG TOAR KAB. KUANTAN SINGINGI Ikrima Mailani; Zulhaini Zulhaini; Sopiatun Nahwiyah; Helbi Akbar; Andrizal Andrizal; A Mualif; Bustanur Bustanur; Alhairi Alhairi
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2022): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2022
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v2i2.2666

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam Kuantan Singingi merupakan kegiatan implementasi nyata hasil perkembangan ilmu pengetahuan rintisan sivitas akademika Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Kuantan Singingi untuk masyarakat. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini di danai oleh HIBAH UNIKS dan diawali dengan proses seleksi proposal. Kriteria seleksi proposal terutama didasarkan atas luasnya kemanfaatan program bagi masyarakat. Keluaran daripada pengabdian kepada masyarakat harus berdampak nyata dalam memecahkan permasalahan yang terdapat pada khalayak sasaran yaitu guru yang ada di HIMPAUDI Kec. Gunung Toar. Adapun bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan oleh tim dari program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Kuantan Singingi adalah dalam bentuk seminar dengan tema Strategi Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter di HIMPAUDI Kec. Gunung Toar Kab. Kuantan Singingi.
PELESTARIAN WARISAN BUDAYA KOTO SENTAJO DI ERA DIGITAL Rosa Murwindra; Sopiatun Nahwiyah; Ayu Muslima; Sendra Wati; Zul Khairi
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.3115

Abstract

Pengabdian merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pegabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang tentu saja membantu pelaksanaan tri dharma tersebut. Kegiatan pengabdian dan belajar di luar kampus ini dilakukan selama 11 pekan di desa Koto Sentajo kecamatan Sentajo Raya dengan 12 anggota kelompok. Pengabdian dan penelitian di lakukan yang berfokus pada dua tema yaitu bina sekolah dan pemberdayaan masyarakat. Adapun tulisan ini ialah tindak lanjut dari salah satu program yang telah dilaksanakan pada saat pengabdian, yakninya mendokumentasikan kebudayaan setempat. Dengan melakukan promosi objek wisata yang terdapat di desa Koto Sentajo dalam rangka melestarikan warisan budaya yang harus dijaga peserta KKNT melakukan beberapa program yang berkaitan dengan digitalisasi objek wisata didesa Koto Sentajo. Metode dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, sehingga dimungkinkan objek wisata akan tetap terkenal dan eksis di dunia maya.
PENGEMBANGAN POTENSI KEAGAMAAN MELALUI PERLOMBAAN MUSABAQAH TILAWATIL QUR’AN (MTQ) MASYARAKAT DESA KOTO SENTAJO Sopiatun Nahwiyah; Rosa Murwindra; Reza Rahmadani; sarikah sarikah; Mukti Adly
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 2 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i2.3119

Abstract

Musabaqah Tilawah Qur’an (MTQ) menjadi bagian dari kebudayaan yang hidup dalam masyarakat terutama bagi masyarakat melayu tidak terkecuali Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan MTQ di Desa Koto Sentajo diharapkan dapat mengembangkan potensi dan bakat masyarakat desa Koto Sentajo. Terdapat tiga perlombaan dalam kegiantan ini yaitu azan, hafalan surah pendek dan tilawah. Kegiatan MTQ diadakan di masjid ubsang raudhatul jannah, yang diikuti oleh anak-anak usia 5-12 tahun, remaja usia 13-17 tahun dan dewasa usia 18-60 tahun. Keberhasilan dari program ini adalah sangat antusiasnya anak-anak dalam menampilkan kemampuan mereka di atas panggung dengan masing masing lomba diikuti sekitar 20 peserta. Tentunya hal ini dapat melatih mental dan ketanggapan mereka dihadapan halayak ramai. Hadirnya inovasi kegiatan yang dilakukan ini dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih maju lagi terutama pada segi keagamaan
RAGAM BUDAYA MELAYU DALAM IMPLEMENTASI NILAI–NILAI SONGKET DAN TANJAK DI TK/KB CEMPAKA DESA KOTO SENTAJO: PKM Tematik Haliza ulfa; Rika Susanti; Candra Candra; Sopiatun Nahwiyah; Rosa Murwindra
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2023): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2023
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v3i1.3126

Abstract

Salah satu kabupaten yang ada di provinsi Riau adalah Kabupaten Kuantan Singingi. Riau adalah provinsi yang memiliki banyak kebudayaan melayu. Salah satu kebudayaan melayu yang ada di Riau adalah penggunaan kain songket dan tanjak. Pelestarian dan penggunaan kain songket dan tanjak ini masih di jaga oleh masyarakat kabupaten kuantan singingi. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kain songket dan tanjak yang masih digunakan oleh kaum laki – laki terkhususnya toko adat Kabupaten Kuantan Singingi pada acara besar seperti pembukaan pacu jalur yang bisanya diselenggarakan pada bulan Agustus. Motif songket sendiri sudah dijadikan icon kuantan singingi. Tak hanya kaum laki – laki saja yang bisa menggunakan kain songket dengan berbagai motif yang begitu banyak. Kaum ibu atau wanita pun juga telah bisa menggunakaan pakain yang bermotif seperti kain songket ini, yaitu baju dengan motif takuluak barembai yang merupakan motif yang saat ini dijadikan icon kuantan singingi. Untuk tetap menjaga kelestarian kebudayaan melayu yang masih ada di kuantan singingi, mahasiswa KKN Tematik Universitas Islam Kuantan Singingi berupaya memperkenalkan budaya melayu songket dan tanjak beserta nilai – nilai budaya melayu yang ada kepada anak usia dini yakninya peserta didik KB/TK Cempaka Desa Koto Sentajo. Hal ini diharapkan agar generasi penerus mampu menjaga kelestarian kebudayaan melayu yang ada di kabupaten kuantan singingi dengan seiring berkembang dan maju nya zaman di suatu masa kelak. Kata kunci: Nilai – nilai budaya melayu, Kain songket, Tanjak.
PELATIHAN P5 AKU SIAP MENJADI REMAJA DI SMP ISLAM AQZIA TELUK KUANTAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Andrizal; Bustanur; Ikrima Mailani; Alhairi; Sopiatun Nahwiyah; Helbi Akbar; Zulhaini; Mualif; Lasmiadi; Yoga Prasetiyo
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3937

Abstract

Orang tua dan guru disekolah memiliki tugas menyiapkan anak-anaknya kelak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Anak-anak ini nantinya harus mampu mandiri secara fisik dan psikologis untuk menghadapi tantangan kehidupan. Urusan memahami anak memang gampang-gampang susah, apalagi anak masuk fase remaja yang merupakan masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Tentunya orang tua dan guru harus pandai-pandai dalam memahami karakter dan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui anak. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Kuantan Singingi hadir untuk memberikan bantuan kepada remaja untuk mengenal konsep diri yaitu, mengenai dirinya (self-image), cara remaja menghargai dirinya dibandingkan dengan orang lain (self-esteem), dan sosok ideal yang remaja ingin capai (ideal self). Untuk sampai ke titik tersebut, remaja sangat membutuhkan bantuan orang tua dan guru di sekolah serta lingkungan dengan cara, Melakukan aktivitas fisik, Cintai diri sendiri, Fokus pada kelebihan dan Membantu orang lain.