Articles
Hubungan antara Self-esteem dan Self-compassion dengan Resiliensi pada Mahasiswa Tahun Pertama Perkuliahan
Adinda Amelia Fitriani;
Mochamad Widjanarko
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 2 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Februari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v5i2.5606
This study examined the relationship between self-esteem and self-compassion with resilience among first-year university students. A quantitative approach was employed with 100 first-year students at Universitas Muria Kudus who completed online questionnaires assessing resilience, self-esteem, and self-compassion. Data were analyzed using multiple linear regression and Spearman’s Rho correlation in SPSS 27.0. The results showed that self-esteem and self-compassion jointly had a highly significant positive relationship with resilience (r = 0.721; p < 0.01), explaining 52.16% of the variance in resilience. Individually, self-esteem demonstrated a strong positive relationship with resilience (r = 0.719; p < 0.01), whereas self-compassion showed a moderate but still significant positive relationship (r = 0.526; p < 0.01). These findings indicate that higher levels of self-esteem and self-compassion are associated with stronger adaptive capacity and greater emotional stability among first-year students when facing academic and social challenges during the transition to university life. Overall, this study highlights the importance of strengthening internal psychological resources as protective factors for resilience in emerging adulthood. The results also suggest that well-being programs designed to foster self-worth, self-acceptance, and compassionate attitudes toward oneself may contribute to improved adjustment, academic persistence, and mental health among first-year university students. In conclusion, higher education institutions are expected to design psychological intervention programs that focus on strengthening the internal aspects of new students. The implementation of these programs should be carried out in an integrative manner, not only oriented towards boosting self-esteem through academic achievement, but also including self-compassion training to build students' emotional stability in facing pressure.
Petani Kopi Mensiasasi Perubahan Iklim
Mochamad Widjanarko;
Farida Yuliani;
Adinda Amelia Fitriani
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 4 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/sentri.v5i4.5874
This study aims to determine the level of knowledge, perceptions of impacts, and adaptation strategies of farmers in Japan Village, Kudus Regency, in coping with climate change. The study employed a descriptive quantitative method involving 25 farmers as respondents through total sampling. Data were collected using closed-ended and open-ended questionnaires and analyzed using descriptive percentage analysis. The results indicate that farmers’ knowledge of climate change in Japan Village, Kudus Regency, remains relatively low at a conceptual level but is strong in terms of observations based on local experience. This is evident in farmers’ ability to recognize environmental changes through biological indicators, such as the condition of coffee plants, shifts in seasonal patterns, and other natural signs, compared to their ability to explain climate change concepts scientifically. Most farmers do not receive adequate information support from government institutions in addressing climate change. The adaptation strategies employed by coffee farmers in Japan Village to interpret climate conditions rely heavily on personal experience, the “titen” method (analysis based on customary patterns), and traditional knowledge passed down from their parents. Although the sample size is relatively small (25 farmers), this study offers a deep perspective on the unique local wisdom of the Muria foothills region in responding to climate change.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Agresi Pelaku Tawuran di Desa X dan Desa Y
Della Wardhani;
Mochamad Widjanarko
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 7 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, July 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55681/armada.v4i7.2906
Tawuran antar desa merupakan bentuk konflik kolektif yang melibatkan dua kelompok dengan nilai dan sejarah konflik yang telah mengakar dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku agresi pelaku tawuran antar Desa X dan Desa Y di Jepara. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap tiga informan pelaku tawuran, kemudian dianalisis menggunakan teknik koding serta uji kredibilitas melalui triangulasi rekan sejawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresi dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu sosial, personal, kebudayaan, situasional, dan media massa. Faktor sosial menjadi faktor dominan melalui provokasi kelompok, konflik historis, konsumsi alkohol, dan solidaritas kelompok. Faktor personal berkaitan dengan rendahnya regulasi emosi, sedangkan faktor budaya memperkuat persepsi mengenai harga diri kelompok. Faktor situasional dan media massa turut meningkatkan agresivitas melalui pemicu lingkungan dan reproduksi konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku agresi merupakan hasil interaksi kompleks berbagai faktor sehingga diperlukan strategi pencegahan yang komprehensif.
Pendampingan PKK Membuat Packaging, Label dan PIRT Produk
Dian Wismar’ein;
Mochamad Widjanarko;
Bayu Aryanto;
Hima Naili Hidayah;
Faza Rusya Zhafira
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59066/jppm.v5i1.1988
Desa Rahtawu memiliki potensi ekowisata dan hasil pertanian lokal yang besar, namun masih menghadapi keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan usaha rumah tangga, legalitas produk, dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi PKK Desa Rahtawu dalam penguatan kapasitas berbasis ekowisata berkelanjutan melalui peningkatan pemahaman legalitas produk, pengemasan, dan strategi pemasaran. Pendampingan dilaksanakan pada 10 Desember 2025 dengan Participatory Rural Appraisal (PRA) dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang menghadirkan praktisi usaha kopi lokal. Kegiatan diikuti oleh sekitar 20 peserta pelaku usaha olahan jahe dan kopi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran peserta terhadap pentingnya keamanan produk dan legalitas PIRT, ditandai dengan diskusi aktif dan pertanyaan spesifik, meskipun legalitas belum sepenuhnya dipersepsikan sebagai kebutuhan mendesak. Kegiatan ini penting sebagai langkah awal penguatan usaha lokal dan pengembangan ekowisata berkelanjutan berbasis potensi Desa Rahtawu.
Media Pembelajaran Interaktif: Pemantik Kreativitas dan Perkembangan Kognitif Anak SD
Diah Atmarini;
Mochamad Widjanarko;
, Indah Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4552
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media pembelajaran interaktif dalam menstimulasi kreativitas dan perkembangan kognitif siswa sekolah dasar melalui studi kasus di kelas V SD 6 Hadipolo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif deskriptif melalui metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 23 siswa kelas V dan satu guru kelas. Teknik pengumpulan data meliputi observasi proses pembelajaran, wawancara, serta dokumentasi hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa serta mendorong munculnya ide-ide kreatif. Sebanyak 19 dari 23 siswa (83%) berada pada kategori kreativitas baik dan sangat baik, serta 87% siswa mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal pada aspek kognitif. Selain itu, media interaktif membantu siswa memahami konsep pembelajaran secara lebih mendalam dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berperan sebagai pemantik penting dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan kognitif siswa sekolah dasar.
Tantangan dan Fenomena Perkembangan Anak dalam Pembelajaran Mendalam pada Jenjang Pendidikan Dasar : Penelitian
Inayatul Ulya;
Mochamad Widjanarko;
Indah Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4690
The development of immersive learning in primary education creates opportunities for innovation and complex challenges, particularly those related to children's developmental stages. This article aims to analyze the challenges and phenomena that occur in children's developmental stages in the application of immersive learning in primary education from a cognitive, socio-emotional, and psychological perspective. This article was written using a case study method with a descriptive-qualitative approach, through conceptual analysis and examination of teaching practices in the field. The main idea of this article emphasizes that immersive learning is not only understood as the use of technology in learning, but also as a pedagogical approach that must be adapted to the child's developmental stage. The analysis shows that learning using immersive learning methods has the potential to support meaningful learning and children's holistic development as long as it is planned and structured contextually, gradually, and in accordance with the child's developmental stage. However, implementation that does not consider children's developmental readiness and the teacher's pedagogical role risks causing cognitive overload, psychological stress, and exacerbating socio emotional challenges. The conclusion of this article emphasizes the importance of the teacher's role as a facilitator of child development in immersive learning. Recommendations focus more on strengthening teachers' pedagogical competence, creating a supportive learning environment, and formulating learning policies that are responsive to children's developmental needs in primary education.
Systematic Literature Review: Pengaruh Penggunaan Media Sosial terhadap Kecemasan dan Masalah Teman Sebaya pada Remaja Usia SMP : Penelitian
Widhoro Heriyanto;
Indah Lestari;
Mochamad Widjanarko
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4750
Penggunaan media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja dan membawa implikasi terhadap perkembangan psikososial, khususnya pada remaja usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengaruh penggunaan media sosial terhadap kecemasan dan masalah teman sebaya pada remaja usia SMP melalui pendekatan Systematic Literature Review. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menelaah 15 artikel ilmiah nasional dan internasional bereputasi yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola temuan, arah hubungan variabel, serta faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi dampak media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar literatur melaporkan hubungan positif antara intensitas dan pola penggunaan media sosial yang tinggi dengan peningkatan kecemasan serta munculnya masalah teman sebaya, seperti konflik sosial dan perundungan daring. Mekanisme psikologis berupa perbandingan sosial dan fear of missing out berperan penting dalam menjelaskan hubungan tersebut. Meskipun demikian, beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang terkontrol dan disertai relasi sosial yang suportif dapat berfungsi sebagai faktor protektif. Penelitian ini menegaskan bahwa dampak media sosial bersifat kontekstual dan multidimensional, sehingga memerlukan keterlibatan sekolah, keluarga, dan kebijakan pendidikan dalam upaya promotif dan preventif kesehatan mental remaja.
Analisis Keterlambatan Perkembangan dan Kesulitan Belajar pada Siswa Kelas VI Sekolah Dasar : Penelitian
Asry Kusuma Wardani;
Indah Lestari;
Mochamad Widjanarko
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4751
This study aims to analyze developmental delay and learning difficulties among sixth-grade elementary school students using a qualitative case study approach. The research subject was a 12-year-old student at SD 1 Undaan Tengah who exhibited significant cognitive developmental delay and academic learning challenges. Data were collected through participatory observation and in-depth interviews with the student’s teacher and parents, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model. The findings reveal that the student’s cognitive delay was primarily caused by biological factors, including neurodevelopmental complications due to oxygen deprivation at birth and prenatal drug exposure. External factors, such as authoritarian parenting and a lack of understanding of special learning needs, further exacerbated the student’s socio-emotional difficulties and self-regulation. These findings reinforce Piaget’s cognitive development theory and Vygotsky’s social constructivist perspective, emphasizing the importance of social support and adaptive learning. The study recommends a psychopedagogical intervention model based on teacher–parent collaboration and the implementation of inclusive education supported by early diagnostic assessment. The results are expected to contribute to the development of a more humanistic and responsive educational policy addressing diverse learning needs in primary education.
Media Pembelajaran Interaktif: Pemantik Kreativitas dan Perkembangan Kognitif Anak SD
Diah Atmarini;
Mochamad Widjanarko;
Indah Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4807
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media pembelajaran interaktif dalam menstimulasi kreativitas dan perkembangan kognitif siswa sekolah dasar melalui studi kasus di kelas V SD 6 Hadipolo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif deskriptif melalui metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 23 siswa kelas V dan satu guru kelas. Teknik pengumpulan data meliputi observasi proses pembelajaran, wawancara, serta dokumentasi hasil karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa serta mendorong munculnya ide-ide kreatif. Sebanyak 19 dari 23 siswa (83%) berada pada kategori kreativitas baik dan sangat baik, serta 87% siswa mencapai nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal pada aspek kognitif. Selain itu, media interaktif membantu siswa memahami konsep pembelajaran secara lebih mendalam dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif berperan sebagai pemantik penting dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan kognitif siswa sekolah dasar.
Exploring Psychological Well-Being in Practitioners of Success Rituals
Alwi Mahardhika Sodiq;
Mochamad Widjanarko;
Suharsono Suharsono
Haluan Sastra Budaya Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20961/hsb.v9i1.80271
Pesugihan is a mystical ritual carried out by individuals in secret and unreasonable to obtain wealth involving mystical rituals of shamanic practices. The purpose of this research is to find out the psychological dynamics and how to interpret an individual who performs the pesugihan ritual. Data exploration was carried out by analyzing the basic motivations, both intrinsic and extrinsic, from the practice of pesugihan rituals including the informants' feelings when carrying out various rituals, praying, meditating, and fasting. The methodology in this study uses descriptive qualitative with a phenomenological approach. There were three informants who were involved in the research, through purposive sampling. Techniques in collecting data using observation and interviews. The results in this study indicate that psychological well-being is found in informants who carry out the pesugihan ritual and bring up an understanding of local beliefs which have a positive impact in the form of a holy feeling of soul, a feeling of comfort, a healthy body, a brighter appearance, a clearer mind, and a calmer worried mind.