Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Nilai Moral Film Kulari ke Pantai Karya Riri Riza (Tinjauan Sosiologi Sastra) Palupi, Indah; Widyatwati, Ken; Falah, Fajrul
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.971 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15564

Abstract

Palupi, Indah. 2022. “Nilai Moral Film Kulari ke Pantai Karya Riri Riza (Tinjauan Sosiologi Sastra)”. Skripsi. Program Strata I Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya, Univesitas Diponegoro, Semarang. Pembimbing I Dr. Ken Widyatwati, S.S., M.Hum. Pembimbing II Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum.Objek material dalam penelitian ini adalah film Kulari ke Pantai karya Riri Riza. Objek formal dalam penelitian ini adalah nilai moral dalam film Kulari ke Pantai karya Riri Riza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur naratif dan nilai moral yang terdapat dalam film Kulari ke Pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra untuk mengkaji nilai moral yang terdapat dalam film Kulari ke Pantai. Teori yang digunakan adalah struktur naratif film, teori pengkajian fiksi, dan teori moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam film Kulari ke Pantai terdapat unsur struktur naratif dan struktur fiksi antara lain elemen ruang, latar, elemen waktu, permasalahan dan konflik, pelaku cerita, tujuan, tema, dan alur. Analisis nilai moral menunjukkan bahwa dalam film Kulari ke Pantai terdapat nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, antara lain yaitu menyenangkan orang lain dan mencintai bangsa Indonesia. Nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan lingkungan alam, antara lain yaitu membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan, tidak semua hal dapat diselesaikan dengan uang, mengakui perbuatan yang salah, saling memaafkan, dan memiliki sikap peduli. Dalam film tersebut ditemukan ciri-ciri nilai moral yang berkaitan dengan tanggung jawab dan hati nurani.Kata kunci: film, moral, struktur naratif, sosiologi sastra, Kulari ke Pantai 
Konflik Batin Tokoh Lengkara Dalam Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia: Kajian Psikologi Sastra Setiyoningsih, Ika Bekti; Widyatwati, Ken; Martini, Laura Andri Retno
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 1, No 2: Oktober 2022
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.159 KB) | DOI: 10.14710/wjsbb.2022.15717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konflik batin tokoh Lengkara dalam novel 00.00 karya Ameylia Falensia dengan menggunakan kajian psikologi sastra. Penelitian ini termasuk penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikan data dalam bentuk deskripsi. Hasil dari penelitian ini yaitu mengungkap analisis struktural dan konflik batin tokoh Lengkara dalan novel 00.00 karya Ameylia Falensia. Analisis struktural merupakan pondasi utama yang digunakan dalam mengkaji karya sastra yang terdiri dari tokoh dan penokohan, alur dan pengaluran, serta latar. Sedangkan hasil analisis konflik batin diketahui bahwa konflik batin yang dialami tokoh Lengkara terjadi karena ketidakseimbangan antara id, ego, dan superego yang disebabkan oleh faktor internal seperti perasaan takut, cemas, dan membenci diri sendiri, sedangkan faktor eksternal disebabkan oleh perlakuan kasar dan tidak adil dari orang tua, dan fitnah dari orang lain terhadap tokoh Lengkara. Wujud konflik batin tokoh Lengkara terdiri dari pertentangan antara pilihan yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Bentuk penyelesaian konflik batin tokoh Lengkara dalam novel 00.00 meliputi sublimasi, represi, dan displacement.
Problem Hierarki Kebutuhan pada Tokoh Agung dalam Novel Ingkar Karya Boy Candra: Kajian Psikologi Humanistik Abraham Maslow Prakoso, Rosaria Arum; Widyatwati, Ken; Mukafi, Muhammad Hamdan
Wicara: Jurnal Sastra, Bahasa, dan Budaya Vol 3, No 2: Oktober 2024
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/wjsbb.2024.24525

Abstract

Novel Ingkar karya Boy Candra mengangkat isu perselingkuhan dan pengkhianatan sebagai konflik utama. Agung sebagai salah satu tokoh utama digambarkan terjerumus dalam tindakan amoral. Kondisi ini diasumsikan terjadi karena adanya problem dalam memenuhi sejumlah kebutuhan dasar sehingga tidak mampu mencapai aktualisasi diri dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan struktur novel Ingkar dan problem pemenuhan hierarki kebutuhan yang dialami tokoh Agung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra. Teori yang digunakan adalah teori struktural dan teori psikologi humanistik Abraham Maslow. Hasil penelitian ini berupa (1) analisis struktur dalam novel Ingkar karya Boy Candra yang terdiri atas tema, tokoh dan penokohan, alur dan latar; dan 2) hierarki kebutuhan pada tokoh Agung menunjukkan bahwa meskipun kebutuhan fisiologis telah terpenuhi dengan baik, ditemukan adanya problem dalam pemenuhan kebutuhan di tingkat atasnya. Problem pemenuhan kebutuhan rasa aman disebabkan oleh perasaan cemas dan terancam akibat perundungan yang pernah dialami tokoh Agung dan pola asuh otoriter sang ibu yang terlalu mendominasi kehidupannya. Kebutuhan rasa cinta dan memiliki juga tidak terpenuhi karena ia dikucilkan oleh teman-temannya dan hubungan asmaranya tidak direstui. Kebutuhan akan penghargaan juga sulit terpenuhi karena adanya pandangan buruk dan kebencian sehingga ia selalu merasa rendah diri. Problem dalam pemenuhan kebutuhan dasar ini membuat tokoh Agung tidak dapat mengaktualisasikan dirinya sehingga kehidupannya mengarah pada pengambilan keputusan negatif dan tindakan amoral yang berujung pada penyesalan.
Ramuan Herbal Untuk Pengobatan Penyakit Perempuan dalam Naskah Tradisional Pulau Penyengat Wahyuni, Indah; Widyatwati, Ken
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol. 15 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/jumantara.v15i2.5108

Abstract

The manuscript of Pengobatan Tradisional pada Masyarakat Pulau Penyengat (PTpMPP) contains various types of illnesses along with their herbal ingredients, one of which is illness related to women. This study aims to present the transliteration and editing of the text of the treatment of female diseases in the PTpMPP manuscript and explain the ethnomedicine studies contained therein. The methods used are data collection through field studies and literature studies, data processing through manuscript description, transliteration, and text editing, and data analysis using ethnomedicine theory. The main data source used is the PTpMPP manuscript in Jawi script and Malay language, kept at Yayasan Inderasakti, Penyengat Island as an authentic representation of local traditional medicine. The results of this study present an edited text with five causes of female illness, namely meroyan (ordinary), meroyan throughout the body, meroyan bleeding, meroyan oil to the liver, and women who do not menstruate. Each illness has its own herbs and medical practices used, belonging to the naturalistic medical system.
Navigating psychosocial challenges: An analysis of Ariel's self-development in Sayonara no asa ni yakusoku no hana wo kazarou by Mari Okada Isnayani, Ulfa Mutiara; Widyatwati, Ken; Suryadi, Muhammad
Japanese Research on Linguistics, Literature, and Culture Vol. 7 No. 1 (2024): November
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/jr.v7i1.11585

Abstract

This research aimed to explain the narrative structures and stages of self-development of Ariel from the anime Sayonara no Asa ni Yakusoku no Hana wo Kazarou. The researcher used a psychological approach to analyze the problems that arise. Narrative theory was used to analyze the narrative aspects of the anime, while psychosocial theory was employed to examine the self-development stages of the character Ariel. This research is a literature study. The analysis explained that there are narrative elements, such as story and plot, narrative connections with space, narrative connections with time, and limitations of story information. The researcher discovered that Ariel successfully navigated the eight stages of self-development based on Erikson’s theory. The analysis concluded that Ariel reached the integrity stage of self-development because he successfully went through all stages with positive results and reached the integration stage of psychosocial and overcame all his obstacles.
Peran multikulturalisme dalam mempertahankan identitas budaya pada film Ngeri-Ngeri Sedap karya Bene Dion Anggraeni, Rezki Amelia; Suryaningsih, Sukarni; Widyatwati, Ken; Suryadi, M.
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i1.1187

Abstract

This study explores the role of openness to Batak culture as the majority culture in the film Ngeri-Ngeri Sedap to maintain its cultural identity amid diversity. The openness referred to here is the recognition and acceptance of the existence of minority cultures, in line with the concept of multiculturalism, to minimize the potential for horizontal conflicts that could threaten the survival of cultures. The research method employs a sociology of literature approach, with Ngeri-Ngeri Sedap as the material object of the study. The data analysis technique uses interpretive analysis with the aid of film narrative structure theory from Himawan Pratista and the concept of multiculturalism proposed by Charles Taylor. As this research is qualitative and descriptive, the findings are narrative. The results of the study indicate that multiculturalism, as a bridge for interaction between minority and majority groups, plays a role in maintaining the existence of each cultural identity within a multicultural society, marked by the creation of a dynamic and harmonious social environment.
Dekonstruksi elemen horor dalam kumpulan cerpen Sihir Perempuan karya Intan Paramaditha Nugroho, Ponco Adi; Widyatwati, Ken; Suryadi, M.; Anggraeni, Rezki Amelia; Baihaqy, Muhammad Rayhan
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i3.1371

Abstract

This study reveals the deconstruction of horror elements in the short story collection Sihir Perempuan by Intan Paramaditha. The elements are the monster and art-horror elements formulated in Noël Carroll's theory of horror. This research uses a deconstruction approach. The material objects are the short stories "Pemintal Kegelapan," "Vampir," and "Jeritan dalam Botol" from the Sihir Perempuan collection. The analysis technique used is interpretive interpretation. This study draws upon Noël Carroll's horror genret heory and Jacques Derrida's deconstruction. As a qualitative descriptive study, findings are presented in narrative form. The results show that the author deconstructs both monster and art-horror elements. The monster, typically used in conventional horror as a symbol of external threat, becomes a representation of women's suffering caused by social systems. Art-horror, usually employed to evoke fear and disgust, undergoes a shift in meaning, becoming a complex emotional experience of empathy and acceptance of suffering. These forms of deconstruction emphasize that horror in Sihir Perempuan not only frightens readers but represents women's suffering and critiques patriarchal structures.
NILAI-NILAI KEPEMIMPINAN SULTAN AGUNG DALAM BABAD SULTAN AGUNG: KAJIAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS Wardani, Diah Ayu; Widyatwati, Ken
JURNAL KONFIKS Vol 12 No 3 (2025): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/qbh68v08

Abstract

Penelitian ini membahas nilai-nilai kepemimpinan Sultan Agung sebagaimana dikonstruksi dalam Babad Sultan Agung, menggunakan pendekatan strukturalisme Lévi-Strauss. Isu utama yang diangkat adalah bagaimana figur Sultan Agung dibentuk bukan semata-mata melalui legitimasi politik dan garis keturunan, melainkan melalui narasi simbolik dan spiritual dalam teks sastra tradisional Jawa. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi dan menguraikan struktur naratif serta oposisi biner dalam Babad Sultan Agung yang mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan ideal menurut kosmologi Jawa. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik studi pustaka dan pembacaan mendalam terhadap teks babad. Analisis difokuskan pada tahapan transformasi tokoh (separation, transition, incorporation) serta pola oposisi seperti politik–spiritual, duniawi–ilahi, pusat–pinggiran, dan legitimasi biologis–spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sultan Agung dikonstruksikan sebagai pemimpin yang dipilih secara ilahiah, memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan luar biasa, menjalani asketisme yang mendalam, menjunjung tinggi keadilan, serta berperan sebagai otoritas keagamaan. Nilai-nilai kepemimpinan tersebut tidak hanya memperkuat posisi Sultan Agung sebagai raja politik, tetapi juga sebagai pemimpin spiritual dalam tradisi Islam-Jawa. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Babad Sultan Agung menyajikan model kepemimpinan yang holistik, di mana kekuasaan politik diselaraskan dengan legitimasi spiritual dan tanggung jawab moral, membentuk figur raja ideal dalam pandangan budaya Jawa.
Social Conflict of the Main Character in Web Series Jingga dan Senja by Kuntz Agus: Sociological Study of Literature on Character Ari) Fitriyani, Akna; Widyatwati, Ken; Suryadi, M
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2025): JURNAL KREDO VOL 9 NO 1 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/kredo.v9i1.15835

Abstract

This study aims to examine the social conflict experienced by the main character named Ari in the web series “Jingga dan Senja” through a sociological approach to literature, based on conflict theory. The purpose of this study is to identify the forms of conflict experienced by Ari's character and analyze the factors underlying the conflict. The research method used is descriptive qualitative. Data analysis is done through identification and classification of data related to types of social conflict. The main data source in this research is the web series “Jingga dan Senja” by Kuntz Agus, while secondary data includes literature studies on literary sociology, social conflict theory, and articles relevant to the web series “Jingga dan Senja”. The data collection technique is done through observation. Note-taking was done to document relevant data, including scene descriptions and transcripts of important dialogues. This research results in the finding that Ari's character faces various types of conflicts. The types of social conflicts that occur in the web series “Jingga dan Senja” include conflicts between individuals, conflicts between groups, conflicts of interest, and conflicts of social institutions. The factors that trigger conflict include internal factors and external factors. Internal factors that trigger conflict include emotional factors, unfaithfulness factors, and perspective factors. Meanwhile, external factors consist of status or position factors and dysfunctional family environment factors that underlie these conflicts.
Bentuk ketidakadilan gender dan perlawanan tokoh Kinanti dalam novel Layangan Putus (kajian feminisme eksistensialisme Simone de Behaviour) Meivitasari, Yessy; Widyatwati, Ken
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 6 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v6i4.798

Abstract

The purpose of this research is to analyze gender injustice and the form of resistance of Kinanti's character in the novel “Layangan Putus” based on Simone de Behaviour's Existentialism Feminism theory. The approach used in this research is the feminism approach. The auxiliary theory used is Simone de Behaviour's existentialism theory. The research method used is descriptive qualitative. In this research, the type of literature research is used. The data analysis technique in this research focuses on Kinanti's character. The results showed forms of gender injustice and discriminatory behavior towards Kinanti's character. Furthermore, there is resistance from Kinanti's character as a form of existence. The change of thought in Kinanti's character at the beginning of the story, which was deepening religious knowledge to obey the head of the family, became Kinanti, who is currently supporting herself with the title she has. The resistance carried out by the character Kinanti is a form of proof of the injustice she felt during her time as Aris's wife.