Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kecerdasan Naturalistik sebagai Basis Pembentukan Karakter Religius-Ekologis dalam Manajemen Pendidikan Islam Lelah Nurjamilah; Jaenal Mutaqin; Akhmad Roziqin; Ulfah Ulfah
Simpati Vol. 4 No. 2 (2026): April : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Bahasa
Publisher : CV. Alim's Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/simpati.v4i2.1811

Abstract

The accelerating global ecological crisis, manifested in deforestation, biodiversity collapse, and extreme climate change, fundamentally reflects a deep-rooted moral and spiritual deterioration within modern humanity. Islamic Religious Education (PAI) holds a unique strategic position to address this crisis by systematically integrating naturalistic intelligence, the eighth dimension of Howard Gardner's Multiple Intelligences theory, into the character formation process of students. This qualitative library research employs content analysis and conceptual analysis techniques applied to relevant primary and secondary academic sources published between 2019 and 2026. The study pursues three objectives: (1) to examine the conceptual and theological foundations of naturalistic intelligence within the Islamic educational framework; (2) to identify the reciprocal relationship patterns between naturalistic intelligence and the formation of religious-ecological character in students; and (3) to formulate integrative Islamic education management strategies for optimizing naturalistic intelligence. Findings reveal that naturalistic intelligence possesses robust theological grounding in Islamic tradition, anchored in the concepts of tafakkur, ayat kauniyah, khalifatullah fil ardh, and scientia sacra, none of which are peripheral but rather central to the Islamic worldview. The relationship between naturalistic intelligence and religious-ecological character is bidirectional and mutually reinforcing, operating through three sequential pathways: from naturalistic intelligence to theological consciousness, from theological consciousness to intrinsic ecological motivation, and from intrinsic motivation to consistent religious-ecological behavior. Islamic education management can optimize naturalistic intelligence development through four strategic pillars: reconstruction of the PAI curriculum based on ayat kauniyah, development of innovative eco-theological pedagogy, construction of an eco-conscious school culture, and strengthening of school-family-community partnerships. This study advances the concept of "Spiritual Eco-Literacy" as an original paradigmatic contribution to 21st-century Islamic education.
PERAN MANAJEMEN KONFLIK DALAM PERSFEKTIF SYARIAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MENTAL DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN Ulfah Ulfah; Cecep Wahyu Hoerudin; Ika Kartika; Opan Arifudin
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v5i1.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen konflik dalam perspektif syariah dalam meningkatkan kesejahteraan mental dan kepuasan kerja karyawan. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk mendalami pengalaman dan pandangan karyawan serta manajer di sebuah organisasi yang menerapkan prinsip-prinsip syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen konflik berbasis nilai-nilai syariah seperti keadilan, kejujuran, sabar, dan hikmah mampu menciptakan suasana kerja yang harmonis dan kondusif. Proses penyelesaian konflik yang berlandaskan prinsip-prinsip tersebut tidak hanya menyelesaikan permasalahan secara efektif tetapi juga memperkuat rasa kepercayaan, mengurangi stres, dan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen konflik yang sesuai syariah berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan mental dan kualitas hidup kerja karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model manajemen konflik berbasis syariah yang mampu mendukung kesejahteraan dan produktivitas organisasi.
DAMPAK ORGANISASI HARMONIS TERHADAP MOTIVASI DAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN DALAM PERSPEKTIF SYARIAH Ulfah Ulfah; Opan Arifudin; Ika Kartika
Jurnal Perbankan Syariah Indonesia (JPSI) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jpsi.v5i1.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak organisasi harmonis terhadap motivasi dan produktivitas karyawan di sebuah perusahaan swasta. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menggali pengalaman, persepsi, dan pandangan karyawan terkait lingkungan kerja yang harmonis serta pengaruhnya terhadap semangat kerja dan hasil kerja mereka. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap sejumlah karyawan dan manajemen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terciptanya suasana organisasi yang harmonis mampu meningkatkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik karyawan, yang selanjutnya berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas kerja. Faktor-faktor utama yang mendukung terciptanya organisasi harmonis meliputi komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang empatik, serta budaya organisasi yang saling menghargai dan mendukung. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun dan memelihara hubungan kerja yang harmonis sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan secara berkelanjutan.
PERAN REKRUTMEN DENGAN INTEGRASI NILAI-NILAI SYARIAH DALAM MENINGKATKAN INTEGRITAS DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA Ika Kartika; Siti Fazriah; Opan Arifudin; Ulfah Ulfah
Jurnal Perbankan Syariah Indonesia (JPSI) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jpsi.v5i1.408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran proses rekrutmen yang mengintegrasikan nilai-nilai syariah dalam meningkatkan integritas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sebuah perusahaan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami secara mendalam bagaimana penerapan prinsip-prinsip syariah dalam proses rekrutmen mempengaruhi karakter dan kompetensi calon karyawan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap manajer HRD, calon karyawan, serta pihak terkait lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekrutmen yang berlandaskan nilai-nilai syariah, seperti kejujuran, amanah, keadilan, dan transparansi, mampu meningkatkan tingkat integritas calon karyawan serta memperkuat budaya organisasi yang berlandaskan etika Islami. Selain itu, proses ini juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM melalui seleksi yang lebih objektif dan sesuai dengan nilai moral dan spiritual. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan syariah terus mengembangkan dan menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam proses rekrutmen sebagai strategi penting dalam membangun SDM yang berkualitas dan berintegritas tinggi.
UPAYA MENINGKATKAN KINERJA DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN DENGAN INTEGRASI NILAI-NILAI SYARIAH MELALUI PERAN KONSELOR Opan Arifudin; Siti Fazriah; Ulfah Ulfah; Ika Kartika
Jurnal Perbankan Syariah Indonesia (JPSI) Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jpsi.v4i2.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja karyawan melalui penerapan nilai-nilai syariah yang diintegrasikan oleh peran konselor di lingkungan organisasi berbasis syariah. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengalaman, persepsi, dan strategi yang diterapkan oleh konselor dalam membangun lingkungan kerja yang Islami dan harmonis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif di sejumlah organisasi yang menerapkan prinsip syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konselor dalam mengintegrasikan nilai-nilai syariah seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan sabar mampu meningkatkan motivasi, loyalitas, serta rasa puas karyawan terhadap pekerjaannya. Implementasi nilai-nilai tersebut melalui pendekatan konseling yang etis dan penuh empati mampu memperkuat iklim kerja yang positif, meningkatkan kinerja individu, dan memperkokoh solidaritas antar karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa peran konselor sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja Islami yang mendukung peningkatan kinerja dan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pelatihan konselor berbasis nilai-nilai syariah sebagai strategi strategis perusahaan untuk mencapai keberhasilan organisasi yang berintegritas dan produktif.
Optimizing the Function of Mosque Tarbiyah: Fostering the Morals of the Young Generation in the Digital Era Mochamad Giffari Yusuf; Ulfah Ulfah
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v6i1.49524

Abstract

Mosques, as centers of Islamic civilization, play a crucial role in shaping the character of the younger generation, especially in the challenging digital era. This study aims to examine the optimization of the mosque's tarbiyah function in fostering the morals of the younger generation, with a case study at the Al-Ikhlas Mosque in Cibiru, Bandung City. The research method used was qualitative with a case study approach, involving observation, interviews, and documentation. The results show that the Al-Ikhlas Mosque has fulfilled its tarbiyah function through the Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) program, which serves children from early childhood to adolescence. In addition to the Madrasah Diniyah Takmiliyah, the Al-Ikhlas Mosque also implements a moral development program integrated into worship activities, religious studies, and social activities. These programs are designed to instill Islamic values, improve religious understanding, and shape behavior in accordance with Islamic teachings. Optimisation of the mosque's tarbiyah function is carried out through improving the competence of teachers and administrators, using innovative and participatory learning methods, as well as utilising information technology in the learning process and disseminating positive and inspiring content.
Penerapan Perencanaan Pembelajaran yang Berbasis pada Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa Opan Arifudin; Ika Kartika; Ulfah Ulfah
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan perencanaan pembelajaran berbasis keterampilan berpikir kritis belum optimal. Banyak proses pembelajaran yang masih menggunakan pendekatan tradisional yang berorientasi pada transfer pengetahuan, sehingga kurang mampu mengembangkan kompetensi berpikir kritis siswa secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami penerapan perencanaan pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa di Sekolah Menengah Atas wilayah X. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen terhadap proses perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang berbasis pada keterampilan berpikir kritis memerlukan aspek-aspek seperti pengembangan indikator pembelajaran yang menantang, penyusunan soal yang memicu analisis dan evaluasi, serta strategi pembelajaran yang memfasilitasi diskusi dan refleksi aktif siswa. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu dan sumber belajar yang memadai. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dan inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan interaktif. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model perencanaan pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di Sekolah Menengah Atas.   This research is motivated byThe implementation of critical thinking-based learning planning is not yet optimal. Many learning processes still use traditional approaches oriented toward knowledge transfer, thus failing to fully develop students' critical thinking competencies. This study aims to describe and understand the implementation of learning planning in Islamic Religious Education subjects that is oriented towards developing students' critical thinking skills in Senior High Schools in Region X. The methodology used is a case study with a qualitative approach, involving observation, interviews, and document analysis of the learning planning process carried out by teachers and its impact on students' critical thinking skills. The results of the study indicate that learning planning based on critical thinking skills requires aspects such as the development of challenging learning indicators, the preparation of questions that trigger analysis and evaluation, and learning strategies that facilitate active discussion and reflection by students. The obstacles faced include limited time and adequate learning resources. These findings emphasize the importance of thorough and innovative planning to improve students' critical thinking skills through contextual and interactive learning. This study contributes to the development of a learning planning model that can improve the quality of the teaching and learning process in Senior High Schools.  
Examining the Relationship between Emotional Intelligence and Learning Motivation in Islamic Moral Education Ai Nurul Wardatul Suroya; Ulfah; Eliva Sukma Cipta; M Aditya Firdaus
Journal of Teacher Training and Educational Research Vol. 3 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Sahabat Literasi Edukasi dan Publikasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71280/jotter.v3i2.551

Abstract

Motivation is a crucial factor that helps students achieve educational success. Students with high learning motivation tend to be more enthusiastic and possess a strong drive to acquire knowledge. However, low learning motivation in the Akidah Akhlak subject remains a problem, which is presumed to be related to students’ emotional intelligence that has not yet developed optimally. Students with well-developed emotional intelligence are generally able to motivate themselves to stay focused on learning and actively participate in classroom activities. In reality, many students are still unable to motivate themselves effectively, as indicated by infrequent task completion, a tendency to give up easily when facing difficult assignments, low classroom participation, and mental disengagement during learning activities. This study aims to: (1) describe students’ emotional intelligence, (2) describe students’ learning motivation, and (3) examine the relationship between emotional intelligence and learning motivation. The study employed a quantitative approach using a survey method. The research population consisted of 81 tenth- and eleventh-grade students at SMK Addimyati Bandung, and the entire population was used as the research sample through total sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires adapted from the indicators of each variable and were analyzed using descriptive statistics and Pearson Product–Moment correlation analysis. The results indicate that students’ emotional intelligence and learning motivation are generally at a good level. Specifically, 64.2% of students were categorized as having moderate emotional intelligence, while 72.8% were categorized as having moderate learning motivation. The correlation analysis revealed a significant relationship between emotional intelligence and learning motivation.
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MAHASISWA EKONOMI SYARIAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYUSUN KARYA ILMIAH Ulfah Ulfah; Cecep Wahyu Hoerudin; Opan Arifudin
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v4i2.456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif dalam meningkatkan kemampuan mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah dalam menyusun karya ilmiah. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai pengalaman, persepsi, dan proses pembelajaran yang berlangsung di lingkungan akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap dosen dan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi pendekatan berbasis konteks ekonomi syariah, penggunaan metode diskusi aktif, serta penerapan teknik penulisan ilmiah yang sistematis. Strategi tersebut mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap struktur karya ilmiah dan kemampuan mereka dalam menyusun tulisan ilmiah yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan prinsip ekonomi syariah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi institusi pendidikan dalam mengembangkan model pembelajaran Bahasa Indonesia yang inovatif dan relevan untuk meningkatkan kompetensi akademik mahasiswa di bidang ekonomi syariah.
Digital Literacy and The Quality of Students' Democratic Participation: A Synthesis of Empirical Evidence in Pancasila Education Hamidah Hamidah; Cecep Wahyu Hoerudin; Opan Arifudin; Ulfah Ulfah
International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Vol. 4 No. 3 (2026)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ijedl.v4i3.404

Abstract

This study aims to identify and analyze the relationship between digital literacy and the quality of students' democratic participation within the framework of Pancasila education. A qualitative research approach using literature review and synthetic analysis methods was used to collect and integrate empirical evidence from various previous studies. Data were collected through document reviews, scientific journals, and relevant research reports. The results of the study indicate that high digital literacy can improve students' understanding of Pancasila values ​​and strengthen their democratic participation in various discussion forums and academic community activities. Furthermore, good digital literacy plays a role in expanding access to information, increasing critical awareness, and encouraging students to actively participate constructively in the democratic process. This study confirms that strengthening digital literacy as part of Pancasila education is crucial for developing intelligent, critical, and active students in democratic life. The conclusion of this study is that digital literacy plays a strategic role in improving the quality of students' democratic participation, and the integration of digital literacy into the Pancasila education curriculum requires greater attention. The recommendation is the development of a comprehensive and relevant digital literacy program to support the strengthening of students' democratic character within the context of national education.