Claim Missing Document
Check
Articles

Fast Beauty dan Budaya Konsumsi: Studi Kasus pada Akun @ohmy_beautybank di Media Sosial Twitter (X) Desfia Rizka Suhafi; Atika Wijaya
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v10i2.3019

Abstract

Media sosial Twitter (X) melalui autobase kecantikan OMBB telah berkembang sebagai ruang digital pembentuk budaya konsumsi fast beauty. Fenomena ini menunjukkan penggunaan produk kecantikan di dunia digital tidak hanya sekadar kebutuhan fungsional, melainkan dipengaruhi oleh tren dan validasi sosial komunitas. Studi ini menganalisis representasi fast beauty dan dampak budaya konsumsi pada pengikut @ohmy_beautybank (OMBB) menggunakan teori Masyarakat Konsumsi Jean Baudrillard yang menjelaskan pergeseran konsumsi produk kecantikan dari nilai guna (use value) ke nilai tanda (sign value). Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif netnografi dengan metode wawancara mendalam terhadap pengikut OMBB serta analisis konten unggahan terkait produk kecantikan. Hasil penelitian menunjukkan representasi fast beauty terbentuk melalui ulasan, rekomendasi produk viral, dan validasi sosial kolektif yang memicu konsumsi impulsif. Interaksi dalam OMBB mereproduksi nilai tanda secara partisipatif dan menegaskan komunitas digital sebagai arena pembentukan makna konsumsi. Dengan menekankan peran komunitas digital sebagai ruang penciptaan dan pergeseran nilai tanda dalam masyarakat konsumsi modern, penelitian ini memperluas kajian tentang budaya konsumsi digital dalam industri kecantikan kontemporer.Kata kunci: Fast Beauty, Globalisasi, Konsumsi, Masyarakat Konsumsi, Media Sosial
Membentuk Habitus Pro-Lingkungan: Strategi SMP Negeri 7 Semarang Menuju Sekolah Adiwiyata Laras Yunita Siwi; Atika Wijaya
JSHP : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Balikpapan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/jshp.v10i2.3051

Abstract

Permasalahan lingkungan hidup kini telah menjadi tantangan global yang menuntut adanya perubahan perilaku manusia terhadap lingkungan. Dalam ranah pendidikan, sekolah memiliki peran yang penting sebagai agen pembentuk budaya peduli lingkungan melalui program Adiwiyata. Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan teori habitus Pierre Bourdieu dalam proses pembentukan budaya pro-lingkungan di sekolah, khususnya di SMP Negeri 7 Semarang yang memiliki predikat sekolah adiwiyata. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, studi kepustakaan, dan juga dokumentasi. Dari penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa pembentukan habitus pro-lingkungan di sekolah berlangsung melalui internalisasi nilai-nilai ekologis yang diterapkan secara konsisten dalam kebijakan, kurikulum, serta kegiatan partisipatif warga sekolah. Strategi yang dilakukan mencakup integrasi nilai lingkungan dalam pembelajaran, kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, dan kolaborasi dengan pihak eksternal seperti paguyuban wali murid dan Dinas Lingkungan Hidup. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian sosiologi dengan menerapkan Teori Habitus Pierre Bourdieu untuk memahami bagaimana praktik sosial dan modal sekolah dapat menciptakan disposisi ekologis yang berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam pengembangan strategi pembentukan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan.
Upaya Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Melalui Metode Transformasi Konflik Fajar; Iswari, Rini; Gustaman, Fulia Aji; Muryana, Muryana; Wijaya, Atika; Husain, Fadly; Inggit, Rosama; Maulana, Edo
Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui metode transformasi konflik. Kegiatan penyuluhan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui transformasi konflik difokuskan pada pasangan muda di Dukuh Tanjung, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Banyak pasangan muda di dukuh ini dalam interkasi kesehariannya berpotensi memunculkan kesalahpahaman yang berakibat pada terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Langkah pelaksanaan penyuluhan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga melalui metode transformasi konflik berupa sosialisasi, permainan, role-play, dan pelatihan/simulasi. Kegiatan penyuluhan ini telah berhasil: 1) memetakan harapan peserta dalam berumah tangga, salah satunya adalah terbentuknya rumah tangga yang ideal. 2) mengkategorisasi permasalahan rumah tangga melalui penggunaan metode permainan ular tangga. 3) memecahkan permasalahan rumah tangga oleh peserta kegiatan melalui metode role play. Drama yang dibuat dalam aktivitas role play yang dilakukan peserta merepresentasikan permasalahan rumah tangga dan cara penyelesaian masalah rumah tangga tersebut.
Resiliensi Sosial Nelayan Udang dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Perubahan Iklim di Tambak Mulyo Kota Semarang Nadia Nadia; Atika Wijaya
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i3.101603

Abstract

Climate change has a significant impact on the marine sector and poses a serious threat to the livelihoods of coastal communities. One area that has felt the real impact of these conditions is Tambak Mulyo, Semarang City, Central Java. The vast sea that surrounds it is rich in shrimp, leading most of the local community to work as shrimp fishermen. However, climate change has hindered their productivity and caused income instability. This study aims to (1) examine the work culture of shrimp fishermen, (2) describe the impacts of climate change on their working patterns, and (3) analyze the forms of social resilience practiced by shrimp fishermen in Tambak Mulyo through Keck and Sakdapolrak’s theory of social resilience, which consists of three main aspects: coping, adaptive, and transformative capacities. This research employs a qualitative method using a case study approach. The data were obtained through participant observation, semi-structured interviews, documentation, and a literature review of articles relevant to the research topic. The results show that shrimp fishermen in Tambak Mulyo experience income decline due to unpredictable weather. However, they endure these challenges through social resilience, including work diversification, family involvement in economic activities, and the nombok (debt pay-later) system. Therefore, this study highlights that cooperation and strong social ties are vital to sustaining community resilience. These findings are particularly important because Tambak Mulyo serves as a major shrimp production center that remains highly vulnerable to the complex impacts of climate change.
Museum-Based History Learning for Schools at the Wereldmuseum Leiden: Educational Activities and the Roles of Teachers and Museum Educators Argitha Aricindy; Wasino; Aji Sofanudin; Hamdan Tri Atmaja; Atika Wijaya; Endah Sri Hartatik; Suryadi
Paramita: Historical Studies Journal Vol. 36 No. 1 (2026): Social and Intellectual History
Publisher : istory Department, Faculty of Social Sciences, Universitas Negeri Semarang in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (Indonesian Historical Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v36i1.27186

Abstract

Abstract: This study examines the educational activities and resources of Wereldmuseum Leiden within the context of formal history education, focusing on how learning is designed before, during, and after school visits. The central question is: what structured learning activities are implemented, and how do they support students’ historical understanding? Using a mixed-methods approach, qualitative data were collected through semi-structured interviews with five teachers and two museum educators, complemented by a descriptive survey of 20 participants involved in museum programs. The study analyzes activity types, timing, learning resources, and collaboration patterns between schools and museum staff. Findings indicate that hands-on workshops, artifact observation, and audiovisual materials are the most frequently used activities, mainly conducted during museum visits. Pre- and post-visit activities remain limited, suggesting weak integration with school curricula. Collaboration between teachers and museum educators is generally informal and inconsistent. This study highlights the need for more systematic partnerships between museums and schools to strengthen the pedagogical impact of museum-based history education. It also contributes to the field by adapting the instrument of Escribano-Miralles et al. (2021) to ethnographic museums with colonial collections, revealing specific challenges such as the underuse of pre/post-visit activities and digital resources in these settings. Abstrak: Penelitian ini mengkaji aktivitas dan sumber belajar di Wereldmuseum Leiden dalam konteks pendidikan sejarah formal, dengan fokus pada perancangan pembelajaran sebelum, selama, dan setelah kunjungan sekolah. Pertanyaan utama penelitian ini adalah: aktivitas pembelajaran terstruktur apa yang digunakan dan bagaimana aktivitas tersebut mendukung pemahaman sejarah siswa? Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima guru dan dua edukator museum, serta didukung oleh survei deskriptif terhadap 20 partisipan yang terlibat dalam program edukasi museum. Analisis difokuskan pada jenis aktivitas, waktu pelaksanaan, sumber belajar, dan pola kolaborasi antara sekolah dan pihak museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workshop berbasis praktik, observasi artefak, dan penggunaan media audiovisual merupakan aktivitas yang paling dominan, terutama selama kunjungan berlangsung. Aktivitas sebelum dan setelah kunjungan masih terbatas, yang menunjukkan lemahnya integrasi dengan kurikulum sekolah. Kolaborasi antara guru dan edukator museum juga cenderung bersifat informal dan belum konsisten. Penelitian ini menegaskan pentingnya kemitraan yang lebih sistematis antara museum dan sekolah untuk meningkatkan dampak pedagogis pembelajaran sejarah berbasis museum. Selain itu, studi ini berkontribusi dengan mengadaptasi instrumen Escribano-Miralles et al. (2021) ke konteks museum etnografi bercorak kolonial, serta mengungkap keterbatasan pemanfaatan aktivitas pra- dan pascakunjungan dan sumber digital.pembelajaran yang bermakna di tingkat lokal maupun global.
Co-Authors Adiyatma Rakhmawati Afriyanto, Jefri Agung Maulana, Otniel Linuwih Aji Sofanudin Alias, Nizamuddin Anisya Rahmadani Antari Ayuning Arsi Argitha Aricindy Argitha Aricindy Argitha Aricindy Ariq Dwi Yulian Nugroho Asma Lutfi, Asma Asma Luthfi Azzahra, Elvara Siti Baiq Farhatul Wahidah Bayusar Candra Pradana Cepi Kurniawan Desfia Rizka Suhafi Dewi Liesnoor Setyowati Dwi Ningsih, Erna Edi Kurniawan Elly Kismini Elsha Pipit Nathalia Endah Sri Hartatik Erika Nada Arwana Eva Banowati Fadly Husain Fajar Fajar Fajar Fajar Fajar Fajar, Muhammad Hayyun Fauzi, Malik Ridwan Fulia Aji Gustaman, Fulia Aji Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Hamdan Tri Atmaja Hapsari, Zhaqiya Rizqy Hartati Sulistyo Rini Harto Wicaksono Harto Wicaksono, Harto Hidayati1, Widi Ilmaknun, Ana Luluk Inggit, Rosama Iqlima, Dita Islamy, Cindy Fa'era Istikomah Istikomah Istiqomah, Itsna Rizqi Janah, Zunida Sifaul Juraedah, Ade Kuncoro Bayu Prasetyo Laras Yunita Siwi Mahbubah, Zaematul Marsela, Aprilyana Selin Maulana, Edo Moh. Solehatul Mustofa Mohammad Alauhdin, Mohammad Mohammad Syifauddin Muhammad, Syaifuddin Muryana, Muryana Muzhaffar, Muhammad Naufal Nadia Nadia Nafitasari, Laela Kurnia Ninuk Sholikhah Akhiroh Ninuk Sholikhah Akhiroh Nuril Huda Nurul Fatimah Oktarin, Salsya Devi Paramita, Yuni Pradana, Bayusar Candra Pramestia, Rena Aliya Pramono, Didi Putri Indah Laras Ati Ridhwan, Hasna Farras Elian Rini Iswari Ritaningrum Rizma Riskiana Rohmi, Maulidtha Kholifatur Saddam Saddam, Saddam Saffana Azyu Marnis Saputri, Meylanda Saputri, Nadia Eka Sistya, Ima Sri Kadarwati Stevia Dela Fransiska Sulasmi Sulasmi Sulistiyani2, Novi Suryadi Sutrisno3, Wahyu Syarifa, Nisa Hafizhotus Teguh Budiyanto, Teguh Tri Marhaeni Pudji Astuti Wasino Wasino Wasino Widyastuti, Ika Woro Sumarni Wulan Dwi Aryani Yusuf, Rifki S. Zaematul Mahbubah Zaki, Fajar S. Zulfa, Ichda Zakiyatuz