Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Burnout Perawat Rumah Sakit di Masa Pendemi Covid 19 Ditinjau dari Beban Kerja dan Dukungan Keluarga Rika Damayanti; Rahmad Purnama; Nur Izam Zamzami; Hamid Mukhlis
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2900.804 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.1169

Abstract

Burnout is a condition in which individuals experience physical, mental and emotional exhaustion caused by long-term stress and situations that require the individual to experience a high level of emotional attachment. This study aims to determine the relationship between family support and workload with a burnout in Abdul Moeloek General Hospital nurses. The hypothesis proposed is that there is a positive relationship between family support and workload with a burnout in Abdul Moeloek General Hospital nurses. The subject of this research is Abdul Moeloek General Hospital nurses. The sample in this study was 66 people. The sampling technique used was purposive random sampling. The research data were collected using the Burnout Scale. Family Support Scale. Workload Scale. The Burnout scale consists of 16 valid items with a reliability coefficient of 0.757. The Family Support Scale consists of 21 valid items with a reliability coefficient of 0.885. The Workload Scale consists of 25 valid items with a reliability coefficient of 0.880. Data analysis using multiple regression analysis techniques. The results of the first study were Rx1.2y = 0.669, F = 5.539 and p = 0.000 (p less than 0.01). This means that there is a positive relationship between family support and workload with a burnout in Abdul Moeloek General Hospital nurses. Family support and workload provide an effective contribution of 44.8%. The second result with rx1-y=-0,531 and R2=0,282 and p=0,000 (p less than 0,01). Which shows a significant negative relationship between family support and burnout of nurses in Abdul Moeloek General Hospital. The third result is rx2-y=0,574 and R2=0,323 and p=0,000 (p less than 0,01). Which shows a significant positive relationship between workload and burnout of nurses in Abdul Moeloek General Hospital. Abstrak: Burnout merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami kelelahan fisik, mental dan emosional yang disebabkan oleh stres dalam jangka waktu yang lama serta situasi yang menuntut individu tersebut put mengalami adanya keterikatan emosional yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan beban kerja dengan burnout pada perawat Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang positif antara dukungan keluarga dan beban kerja dengan burnout pada perawat Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek Subjek Penelitian ini adalah perawat Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. Sampel dalam penelitian ini adalah 66 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan Skala Burnout. Skala Dukungan Keluarga. Skala Beban Kerja. Skala Burnout terdiri dari 16 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,757. Skala Dukungan Keluarga terdiri dari 21 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,885. Skala Beban Kerja terdiri dari 25 aitem valid dengan koefisien reliabilitas 0,880. Analisis Data menggunakan teknik analisis regresi berganda. diperoleh hasil penelitian pertama Rx1.2y = 0,669 nilai F=5,539 dan p=0,000 (p kurang dari 0,01). Hal ini berarti ada hubungan yang positif antara dukungan keluarga dan beban kerja dengan burnout pada perawat Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. Dukungan keluarga dan beban kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 44,8%. Hasil kedua dengan rx1-y=-0,531 dan R2=0,282 dan p=0,000 (p kurang dari 0,01). Yang menunjukkan hubungan negatif signifikan antara dukungan keluarga dengan burnout pada perawat Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. Hasil ketiga dengan rx2-y=0,574 dan R2=0,323 dan p=0,000 (p kurang dari 0,01). Yang menunjukkan hubungan positif signifikan antara beban kerja dengan burnout pada perawat Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek. 
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Self-Esteem pada Remaja di SMA Negeri 2 Gading Rejo Purwanty, Sulistya; Agustriyani, Feri; Ardinata, Ardinata; Palupi, Rini; Mukhlis, Hamid
Jurnal Humaniora dan Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): Juli
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jahidik.v3i1.2288

Abstract

Purpose: Adolescence is a phase that will certainly be experienced by an adolescent, which is characterized by biological, psychological, and social changes. According to The World Health Organization (WHO), the prevalence of people with emotional and mental disorders in the world reaches 16% with vulnerable ages 10-19 years starting at the age of 14 years. Adolescents with a high level of self-esteem tend to demonstrate positive qualities and behaviors. Parent parenting has a very important role in determining the nature and behavior of an adolescent. The implementation of effective and appropriate parenting styles contributes to the development of a high level of self-esteem in children. This study aimed to investigate the correlation between parenting styles and self-esteem among adolescents at SMA Negeri 2 Gading Rejo. Methodology: The quantitative research method employed a Cross-Sectional Research Design, and the sampling technique was Cluster Random Sampling. Additionally, the data collection technique employed a Likert scale questionnaire. The sample of this study was 78 respondents. Results: The bivariate analysis in this study utilized the chi-square test, yielding a correlation coefficient of 0.050 (<0.05), indicating a significant relationship between parents’ parenting and adolescent self-esteem at SMA Negeri 2 Gading Rejo. It is expected that parents can provide appropriate and effective parenting so that children have a personality that can respect themselves and others.
Pelatihan Persiapan Karir Untuk Memasuki Perguruan Tinggi Pada Siswa SMK KH Gholib Pringsewu Dahrul, Annida; Harlianty, Rully Afrita; Sawitri, Riska Agi; Wilantika, Rima; Mukhlis, Hamid; Karisma, Dewi; Setiyoningrum, Shanty
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022263

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempersiapkan para siswa dalam menentukan karir ketika mereka memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi setelah lulus sekolah. Persiapan karir khususnya dalam pengenalan minat, pengenalan karir dan perencanaan serta penentuan karir para siswa/i kelas XII SMK Gholib. Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah siswa kelas XII SMK Gholib dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang. Pengenalan karir dirasa perlu untuk prsiapan karir ketika memasuki perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diberikan dengan metode klasikan, yaitu disampaikan dalam bentuk paparan klasikal dan selanjutnya dilanjutkan dengan tanya jawab. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat diuraikan dalam indikator sebagai berikut: (1) Peserta dapat mengikuti dengan kondusif dari awal acara hingga akhir, (2) Peserta siswa memiliki gambaran karir yang mereka pilih, (3) Peserta terdorong untuk mempersiapkan karir ketika melanjutkan ke perguruan tinggi.
Pelatihan Pembukuan dan Pencatatan Keuangan Sederhana Menuju Enterpreneur Muda yang Kreatif dan Inovatif kepada Siswa SMK KH Gholib Pringsewu Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung Sawitri, Riska Agi; Harlianty, Rully Afrita; Dahrul, Annida; Nurzanah, Eka; Marthalena, Yenny; Sunarmi, Sunarmi; Widita, Cintya Sukma; Mukhlis, Hamid; Lestari, Sastri Ayu; Nuriyanti, Okta
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022262

Abstract

Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah untuk memberikan pemahaman atas sistem pencatatan keuangan dan pembukuan sederhana kepada siswa dan siswi SMK KH GHALIB, sehingga setelah mengikuti kegiatan pelatihan siswa dan siswi akan memiliki kemampuan pencatatan dan pembukuan sederhana untuk usaha UMKM yang akan mereka lakukan. Kegiatan pengabdiankepada masyarakat ini memberikan hasil yang sangat positif yaitu memberikan bekal pengembangan diri khususnya dalam hal kemampuan pembukuan dan pencatatan keuangan sederhana sertapeningkatan semangat untuk menuju enterpreneur muda yang kreatif dan inovatif. Hasil dari kegiatan ini dapat diuraikan dalamindikatorsebagai berikut: (1) Peserta dapat mengikuti dengan kondusif dari awal acarahinggaakhir. (2) Pesertasiswa memiliki kemampuan pembukuan dan pencatatan keuangan sederhana. (3) Peserta terdorong menuju enterpreneur muda yang kreatif dan inovatif.Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mempersiapkan para siswa dalam menentukan karir ketika mereka memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi setelah lulus sekolah. Persiapan karir khususnya dalam pengenalan minat, pengenalan karir dan perencanaan serta penentuan karir para siswa/i kelas XII SMK Gholib. Sasaran Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah siswa kelas XII SMK Gholib dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang. Pengenalan karir dirasa perlu untuk prsiapan karir ketika memasuki perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diberikan dengan metode klasikan, yaitu disampaikan dalam bentuk paparan klasikal dan selanjutnya dilanjutkan dengan tanya jawab. Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat diuraikan dalam indikator sebagai berikut: (1) Peserta dapat mengikuti dengan kondusif dari awal acara hingga akhir, (2) Peserta siswa memiliki gambaran karir yang mereka pilih, (3) Peserta terdorong untuk mempersiapkan karir ketika melanjutkan ke perguruan tinggi.
Manajemen Waktu dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan Nisa, Nur Khoirun; Mukhlis, Hamid; Wahyudi, Dian Arif; Putri, Riska Hediya
Journal of Psychological Perspective Vol 1, No 1 (2019): June
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jopp.1172019

Abstract

Prokrastinasi akademik dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya manajemen waktu, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan kesadaran yang rendah, ketakutan dan kecemasan terkait dengan kegagalan seseorang, dan kurang yakin terhadap kemampuan. Faktor yang sangat mempengaruhi prokrastinasi akademik adalah manajemen waktu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara manajemen waktu dengan prokrastinsi akademik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Rancangan yang diganakan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret tahun 2019 di Unversitas Aisyah Pringsewu Lampung. Populasi adalah 73 mahasiswa semester IV dan VI, sampel yang diambil dengan tekhnik total sampling. Alat ukur berupa kuesioner yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji gamma. Hasil penelitian diperoleh nilai probabilitas sebesar 0,001 (kurang dari 0,005) artinya ada hubungan anatara manajemen waktu dengan prokrastinasi akademik. Responden dengan manajemen waktu rendah terdapat 50,7persesn (37 responden) dengan prokrstinasi akademik rendah 1,36 persen (1 responden), prokrastinasi akademik sedang 10,95 persen (8 responden) dan prokrastinasi tinggi 38,35 persen (28 responden). Berdasarkan hasil tersebut bahwa manajemen waktu sangat berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik. Jadi semakin tinggi manajemen waktu maka semakin rendah prokrastinasi akademik dan semakin rendah manajemen waktu maka semakin tinggi prokrastinasi akademik. Abstract. academic procrastination is influenced by various factors including time management, inability to concentrate and low awareness, fear and anxiety associated with someone’s failure, and not confident. The factors that influence academic procrastination is time management. The objective is research to determine the correlation between time management with academic procrastination. The type of the research is quantitative research. The research design used cross sectional. This research was conducted on March 2019 in Aisyah University of Pringsewu Lampung. The population is 73 students semester IV and VI, the sample taken with total sampling technique. The measurement is in the form of questionnaiers by analyzing univariate and bivariate with gamma analysis. The results of the research p-value 0,001 (more than 0,005) which mean there is a correlation between time management with academic procrastination. Responden with low time management 50,7 percent (37 responden) with low academic procrastination 1,36 percent (1 respondent), moderate academic procrastination 10,9 percent (8 respondent), and high academic procrastination 38,35 percent (28 respondent). Based on these results, time management is very influental on the academic procrastination. So, the higher time management, the academic procrastination is low and the lower time management, the academic procrastination is high.
Relationship Community Knowledge About Covid 19 with Anxiety in The Working Area of 37 Gantiwarno Public Health Center Pekalongan, East Lampung in 2021 Rini Palupi; Zenni Puspitarini; Ardinata Ardinata; Hamid Mukhlis
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.562 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1204

Abstract

The COVID-19 pandemic, which has hit almost all countries and contributed to the largest number of deaths in the last two years, has had a huge impact not only on society but also on various development sectors. In addition, the psychological impact also has an impact on residents' fear and anxiety to carry out activities outside the home which also affects the mental health of individuals who experience lifestyle changes with limited and limited socialization.This type of research is a quantitative descriptive study with a cross-sectional design to see the relationship between public knowledge about covid 19 and anxiety. This research plan will be located in the Working Area of 37gantiwarno Public Health Center sPekalongan, East Lampung. The research subjects are the people of Jojog Village who are in the working area of the 37gantiwarno Health Center with a sampling technique using simple random sampling totaling 357 people.The targeted mandatory output is the publication of scientific articles in accredited national journals in 2021. The TKT of this research is the Vaccine/Biological Health Type with the status of the basic principles of technology being researched and reported where the study of scientific literature on the basic principles of the technology developed already exists, the initial survey has started and assessed, and potential scientific applications for problem-solving have been described Abstrack: ini memberikan dampak yang sangat besar tidak hanya pada masyarakat tetapi juga pada berbagai sektor pembangunan. Selain itu dampak psikologis juga memberikan dampak ketakutan dan kecemasan warga untuk melakukan aktivitas di luar rumah yang berimbas juga terhadap kesehatan mental individu yang mengalami perubahan gaya hidup dengan sosialisasi yang terbatas dan dibatasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat tentang covid 19 dengan kecemasan. Rencana penelitian ini akan berlokasi di Wilayah Kerja Puskesmas 37 Gantiwarno Pekalongan Lampung Timur. Dengan subjek penelitian adalah masyarakat Desa Jojog yang berada di Wilayah kerja Puskesmas 37 Gantiwarno dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling yang berjumlah 357 orang. Luaran wajib yang ditargetkan berupa publikasi artikel ilmiah dalam jurnal nasional terakreditasi tahun 2021. TKT penelitian ini adalah Jenis Kesehatan Vaksin/Hayati dengan status prinsip dasar dari teknologi diteliti dan dilaporkan dimana studi literatur ilmiah tentang prinsip dasar teknologi yang dikembangkan sudah ada, survey awal telah dimulai dan dinilai, dan potensi aplikasi ilmiah untuk pemecahan masalah telah digambarkan
Husband Support and The Role of Health Officers with Triple Elimination Examination in Pregnant Women Siti Rohani; Yuliani Fitria; Rini Wahyuni; Hamid Mukhlis
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.447 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1201

Abstract

Triple elimination examination is carried out for reducing the number of new infections in newborns so that there is a break in the chain of disease transmission from mother to baby. The support from health officers in the form of informational support on how to transmit HIV and its prevention, as well as providing motivation to the community to carry out HIV testing voluntarily. The research objective was to determine the correlation between husband's support and the role of health workers with triple elimination examinations for pregnant women. This research is a quantitative type by uses a cross-sectional analytic approach. The research subjects were pregnant women in the second and third trimesters with the object of this research being the husband's support and the role of health officers. The research was carried out at the Sukarame Public Health Center, Bandar Lampung City in December 2021. The data were collected by using a questionnaire, the data analysis was univariate and bivariate. The results showed that from 146 respondents, 67 respondents (45.9%) carried out the examination, respondents with positive husband support were 75 (51.4%), and respondents with positive health workers were 88 (60.3%). There is a correlation between the husband's support (p-value = 0.003), and there is a correlation between the support of the role of officers (p-value = 0.000) with triple elimination examinations at the Sukarame Health Center in 2021. It is hoped that health workers can provide counseling to pregnant women about the importance of triple elimination examinations through the media leaflets or the internet during visiting Integrated Healthcare Center, and classes for pregnant women. Abstrak: Pemeriksaan triple eliminasi dilakukan untuk menurunkan angka infeksi baru pada bayi baru lahir sehingga terjadi pemutusan mata rantai penularan penyakit dari ibu ke bayi. Dukungan tenaga kesehatan dalam bentuk dukungan informasi baik berupa informasi tentang cara penularan HIV dan pencegahannya, serta memberikan motivasi kepada masyarakat guna melakukan pemeriksaan HIV secara sukarela. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan suami dan peran petugas kesehatan dengan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil. Penelitian ini jenis kuantitatif menggunakan pendekatan analitik cross sectional. Subjek penelitian adalah ibu hamil pada trimester II dan III dengan objek penelitian ini adalah dukungan suami dan peran petugas kesehatan. Penelitian dilaksanakan di puskesmas Sukarame kota Bandar Lampung pada bulan Desember 2021. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian diketahui dari 146 responden dengan melakukan pemeriksaan sebanyak 67 (45,9%), responden dengan dukungan suami positif sebanyak 75 (51,4%), responden dengan petugas kesehatan positif sebanyak 88 (60,3%). Ada hubungan dukungan suami (p-value = 0,003), dan Ada hubungan dukungan peran petugas (p value = 0,000) dengan pemeriksaan triple eliminasi di Puskesmas Sukarame tahun 2021. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan tripel eliminasi melalui media leaflet atau internet saat posyandu, dan kelas ibu hamil.
Relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent women Linda Puspita; Juwita Desri Ayu; Hamid Mukhlis
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.41 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1717

Abstract

Anemia is the ability of red blood cells to carry oxygen to other tissues is low (Onyeabo et al., 2017). The prevalence of adolescents in Lampung Province is 10.9% which is below the national prevalence (13.6%). The number of adolescents at SMPN 28 Bandar Lampung who had more Anemia was 64 students with HB less than 12 gr%, while SMPN 26 had fewer Anemia students with 26 students with HB less than 12 gr%. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescents in Public Junior High School 28 Bandar Lampung in 2021. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. Research subjects were young women at SMPN 28 Bandar Lampung, with a sample of 93 respondents. The object of research is nutritional status and the incidence of anemia. The research was carried out at SMPN 28 Bandar Lampung. Data collection was carried out using observation sheets. Data analysis was carried out univariately and bivariately (gamma test). The results of the study revealed that 71 respondents with normal nutritional status (76.3%), Respondents with no incidence of anemia were 53 (57.0%). There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescents at SMP Negeri 28 Bandar Lampung in 2021 (p-value = 0.000). It is suggested that health workers can provide counseling about balanced nutrition or PUGS through schools and how to choose healthy food and health knowledge regarding adolescent reproductive health needs to be given as early as possible. Abstrak: Anemia adalah kemampuan sel darah merah untuk untuk membawa oksigen kejaringan lain rendah (Onyeabo at al., 2017). Prevalensi remaja di Provinsi Lampung terjadi 10.9% berada dibawah prevalensi nasional (13.6%).  Jumlah remaja SMPN 28 Bandar Lampung yang Anemia lebih banyak sejumlah 64 siswa HB kurang dari 12 gr %, sedangkan SMPN 26 jumlah remaja yang Anemia lebih sedikit sejumlah 26 siswa HB kurang dari 12 gr % Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 28 Bandar Lampung Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek Penelitian remaja putri di SMPN 28 Bandar Lampung, dengan sampel sebanyak 93 responden. Objek penelitian status gizi dan kejadian anemia.Penelitian telah dilaksanakan di SMPN 28 Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi.Analisis data dilakukan univariat dan bivariat (uji gamma). Hasil penelitian diketahui reponden dengan status gizi normal sebanyak 71 (76,3%), responden dengan tidak kejadian anemia sebanyak 53 (57,0%). Ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 28 Bandar Lampung Tahun 2021 (p-value = 0,000). Saran tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang atau PUGS melalui sekolah dan cara memilih makanan yang sehat dan pengetahuan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi remaja perlu diberikan sedini mungkin
Psychoeducational Interventions on Improving Caring Behavior for Families of People With Mental Disorders at The Public Health Center of Negara Batin Feri Agustriyani; Andi Susanto; Suwarni Suwarni; Hamid Mukhlis
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No S1 (2022): Suplement 1
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.092 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7iS1.1196

Abstract

Treatment for people with mental disorders (ODGJ) includes not only pharmacological treatment, but also environmental-based treatment. The closest environment is family. One of the obstacles in healing for people with mental disorders (ODGJ) is the low participation of families in caring for people with mental disorders (ODGJ) at home and the lack of family and community knowledge about mental illness. This creates a negative stigma aimed at people with mental disorders (ODGJ) which results in neglect, exclusion, harassment, violent behavior, shackles, discrimination, and other violations of ODGJ's human rights. The family as caregiver must be able to care for and assist people with mental disorders (ODGJ) in living their daily lives. However, the role played by the family is still not optimal so it is necessary to provide psychoeducational intervention. Psychoeducation is important to strengthen caring for caregivers when caring for people with mental disorders (ODGJ). The research objective was to determine the increase in caring behavior of people with mental disorders (ODGJ) families after being given psychoeducational intervention. This research was a quasi-experimental one group pre post test study with a sampling technique using simple random sampling, the sample in this research was 40 families with people with mental disorders (ODGJ). The results showed that p = 0.03 with a (0.05) meaning that there was an increase in the caring behavior of the people with mental disorders(ODGJ) family after being given psychoeducational intervention. Psychoeducation is an intervention that can be given not only to groups but also individually so that information on how to care and motivation for independence of family members with mental disorders can be well received by the family and can be applied in the care of people with mental disorders at home. Abstrak: Pengobatan pada ODGJ tidak hanya meliputi farmakologis saja, tetapi juga pengobatan berbasis lingkungan. Lingkungan terdekat adalah keluarga,. Salah satu kendala dalam penyembuhan pada ODGJ adalah rendahnya partisipasi keluarga dalam hal perawatan ODGJ dirumah serta kurangnya pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang penyakit jiwa. Hal ini memunculkan stigma negatif yang ditujukan pada ODGJ yang berakibat pada penelantaran, pengucilan, pelecehan, perilaku kekerasan, pemasungan, diskriminasi, dan pelanggaran hak azasi ODGJ lainnya. Keluarga sebagai caregiver harus mampu merawat dan mendampingi ODGJ menjalani kehidupan sehari-hari. Namun peran yang dijalani keluarga masih belum optimal sehingga perlu diberikan intervensi psikoedukasi. Psikoedukasi menjadi penting untuk memperkuat caring pada caregiver ketika merawat ODGJ. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui peningkatan perilaku caring keluarga ODGJ setelah diberikan intervensi psiokoedukasi.Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperiment  one grup pre post test dengan tehnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, sampel pada penelitian ini sebanyak 40 keluarga dengan ODGJ. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,03 dengan a(0,05) artinya adanya peningkatan perilaku caring keluarga ODGJ setelah diberikan intervensi psikoedukasi. Psikoedukasi merupakan intervensi yang dapat diberikan tidak hanya pada kelompok saja tetapi juga secara individu supaya informasi  cara perawatan dan motivasi kemandiriananggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dapat  diterima dengan baik oleh keluarga dan dapat diterapkan dalam perawatan orang dengan gangguan jiwa dirumah.