Dwi Wulandari Ningtias Purnama
Program Studi Keperawatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

REDUCTION OF POST OPERATING PAIN FRACTURING THROUGH THE HEALTH BELIEF MODEL APPROACH Ari Nofitasari; Asbath said asbath; Dwi Wulandari Ningtias
JURNAL ILMIAH KEPERAWATAN ALTRUISTIK Jurnal Ilmiah Keperawatan Altruistik Vol.4 No.2 (2021)
Publisher : Institut Kesehatan Hermina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48079/Vol4.Iss2.63

Abstract

Pendidikan kesehatan post operasi pada pasien fraktur secara terstruktur dapat mempengaruhi beberapa faktor pre operasi dan pasca operasi seperti nyeri . Purpose Tujuan peneliti ini untuk mengetahui pengaruh Health Education berbasis Health Belief Model terhadap nyeri pada pasien fraktur di Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-ekspriment dengan desain pre test-post test design. Health Belief Model diberikan kepada sampel dengan  enggunakan media video selama 60 menit diberikan 1 hari setelah operasi . Jumlah Sampel 29 seluruh pasien post operasi faktur dengan teknik non probability sampling jenis consecutive sampling. Data diolah secara deskriptif dan uji wilcoxon test. Hasil penelitian di peroleh bahwa ada pengaruh health education post operasi berbasis health belief model terhadap nyeri pada pasien fraktur di Rumah Sakit Umum Daerah Bahteramas pada nilai ? value = 0,000 < ? = 0,05, sebelum pemberian intervensi rerata skala nyeri yaitu 7,00 setelah pemberian intervensi terjadi penurunan rerata skala nyeri yaitu 5,17. Kesimpulannya intervensi health education berbasis health belief model dapat menurunkan skala nyeripasien post operasi fraktur.
Diabetic Foot Exercise Untuk Meningkatkan Ankle Brachial Index Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Wa Ode Rahmadania; Ningtias, Dwi Wulandari; novianti, Asri dwi; Islamiah; Said, Asbath; Indra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v2i2.573

Abstract

Berdasarkan data dari Puskesmas Poasia bahwa selama 3 tahun terakhir bahwa diabetes mellitus selalu berada dalam 10 besar penyakit dimana pada tahun 2018 dengan jumlah kunjungan pasien DM sebanyak 497 kasus, di tahun 2019 sebanyak 535 kasus, tahun 2020 sebanyak 574 kasus. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dialami oleh penduduk di dunia, terutama diabetes melitus tipe 2. Komplikasi dari penyakit ini dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah perifer tungkai yang biasa disebut dengan kaki diabetes. Senam kaki diabetes merupakan salah satu intervensi yang dapat membantu sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki, dan mengatasi keterbatasan jumlah insulin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang diabetes melitus dan mengajarkan senam kaki diabetes. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan tentang diabetes melitus Tipe 2, mengajarkan manfaat dari Senam kaki diabetes, mengajarkan cara melakukan Senam kaki diabetes, dan melakukan pengukuran Ankle Brachial Index pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Poasia. Hasil evaluasi dari pengabdian masyarakat diperoleh bahwa penderita diabetes yang ikut berpartisipasi telah dapat memahami tentang diabetes melitus Tipe 2, terutama terkait makanan yang dapat dikonsumsi dan harus dihindari serta hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko ulkus diabetik. Partisipan juga merasakan manfaat dari melakukan senam kaki diabetes yaitu otot-otot kaki, betis, paha dan jari kaki menjadi rileks/tidak kaku lagi dari sebelumnya, serta mereka dapat mengetahui apakah mereka berisiko atau tidak berisiko terkena ulkus diabetik berdasarkan dari hasil pengukuran Ankle Brachial Index yang telah dilakukan. Pasien DM Tipe 2 disarankan agar melakukan senam kaki diabetik secara teratur karena gerakan pada senam ini sangat bermanfaat dan mudah diaplikasikan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN SLEEP QUALITY AND QUALITY OF LIFE IN THE ELDERLY IN ABELI SUBDISTRICT, KENDARI CITY: CROSS SECTIONAL STUDY: SLEEP QUALITY AND QUALITY OF LIFE krismiadi, Dedi; Ningtias, Dwi Wulandari; Dina, Hasniah; Apriyanti, Apriyanti; Yusnayanti, Cici; Purnama, Prawara Aros
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 1 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss1/292

Abstract

Background: Sleep is one of the basic human needs which is a physiological need and gives the body the opportunity to restore and provide energy and relieve tension. Aim: If the need for sleep is not of good quality, this condition will cause fatigue which will hinder the elderly in fulfilling their daily activities and can affect the quality of life of the elderly. Methods: This study is a quantitative study with a cross-sectional approach in the Abeli Subdistrict, Kendari City. A sample of 84 respondents was obtained through Consecutive Sampling. Results: The data was processed using the Fisher exact test, obtained ap value = 0.006 <0.05 which shows a relationship between sleep quality and the quality of life of the elderly in the Abeli sub-district of Kendari City.  Conclusion: Therefore, the elderly really need to pay attention to the quality of sleep in order to maintain a good quality of life so that the welfare of the elderly is created.
Efektifitas Seks Edukasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Seks Bebas Islamiyah, Islamiyah; Dwi Noviyanti, Asri; Rahmadania, Wa Ode; Wulandari Ningtias, Dwi; Pongdatu, Merry
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v3i2.891

Abstract

Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan tanpa adanya ikatan pernikahan. Upaya pencegahan seks bebas yaitu dengan mendekatkan diri  pada Tuhan Yang Maha Esa, menanamkan nilai-nilai moral dan agama sejak dini, menghindari perilaku yang akan merangsang seksual, dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan seks pada remaja terhadap pengetahuan dan sikap tentang perilaku seks bebas di SMA Negeri 5 Kendari. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan Pre Eksperimental yang menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Dari 432 Populasi, di dapatkan 81 sampel melalui Simple Random Sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Metode analisis menggunakan uji Wilcoxson dan uji Mc-Nemar Test Pada hasil uji Wilcoxson di dapatkan  nilai pada pengetahuan dan sikap yaitu p = 0,000 atau Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan dan pada hasil uji Mc Nemar di dapatkan hasil bahwa kedua variabel tersebut memiliki pengaruh yang sama dengan nilai p = 0,000. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan seks pada remaja terhadap pengetahuan dan sikap tentang perilaku seks bebas di SMA Negeri 5 Kendari. Hasil penelitian ini di harapkan dapat menambah pengetahuan tentang perilaku seks bebas dan berusaha mencari tahu informasi yang tepat dan bertanggung jawab.
PENGARUH ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE TERHADAP PENINGKATAN NILAI VEP1, JUMLAH SPUTUM, DAN MOBILISASI SANGKAR THORAKS PASIEN PPOK Huriah, Titih; Ningtias, Dwi Wulandari
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 1 No. 2 (2017): Indonesian Journal of Nursing Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v1i2.3437

Abstract

ABSTRAK Salah satu bagian integral dari manajemen COPD adalah membersihkan jalan nafas untuk mengatasi gejala klinis seperti produksi sputum dan sesak napas yang menyebabkan penurunan VEP1, produksi sputum yang berlebihan, dan terganggunya mobilisasi toraks. Perawat dapat membantu pasien PPOK untuk memulihkan kondisi fisiknya dan memperbaiki pola nafasnya dengan memutus mata rantai keluhan yang ada dengan Active Cycle of Breathing Technique (ACBT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ACBT terhadap peningkatan nilai VEP1, pengurangan jumlah volume sputum, dan peningkatan mobilisasi sangkar toraks pada penderita PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan rancangan pre–post test with control group design. Sebanyak 30 orang pasien dibagi kedalam 2 kelompok yaitu 15 responden untuk kelompok intervensi dan 15 responden untuk kelompok kontrol dengan menggunakan teknik quota sampling. Analisis yang digunakan adalah uji t-test. Kelompok intervensi diberikan terapi ACBT dan farmakologi dan kelompok kontrol hanya diberikan terapi farmakologi. ACBT memberikan pengaruh yang bermakna terhadap jumlah sputum dan ekspansi toraks pada kelompok intervensi daripada kelompok kontrol dengan nilai p = 0,026 untuk jumlah sputum dan p = 0,004 untuk ekspansi toraks,  sedangkan pada nilai VEP1, ACBT tidak memberikan pengaruh yang bermakna dengan nilai p = 0,058. Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) efektif dalam membantu pengeluaran sputum dan meningkatkan ekspansi toraks pasien PPOK, tetapi kurang efektif dalam meningkatkan nilai VEP1.ABSTRACT Airway clearance is an integral part of the management of COPD to cope clinical symptoms such as sputum production and shortness of breath that causes impairment VEP1, excessive sputum production, and impaired toraks mobilization. Nurses can help COPD patients to break the chain of the existing complaint with the Active Cycle of Breathing Technique (ACBT). The purpose of this study was to determine the effect of ACBT in increasing VEP1, reducing amount of sputum, and increasing mobilization of the thoracic cage in COPD patients. This is a Quasi Experimental study with pre-post test with control group design. The 30 participants were divided into experimental group (15 subjects) and control group (15 subjects) by using quota sampling. The experimental group received ACBT and pharmacological therapy and the control group just received pharmacological therapy. Result findings show that ACBT give a significant effect on the amount of sputum and thoracic expansion in the intervention group than the control group, with p = 0.026 and p = 0.004 respectively, while for the value of VEP1, ACBT not provide significant effect with p = 0.058. ACBT effective in helping expenditures sputum and increasing thoracic expansion COPD patients, but less effective in enhancing the VEP1.