Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Review Artikel: Rasionalitas Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Geriatri di Pelayanan Kesehatan Primer Angelica Dwita Handayani; Rani Himayani; Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti; Asep Sukohar
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1036

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi, terutama pada pasien geriatri, dan sering kali memerlukan terapi jangka panjang menggunakan obat antihipertensi. Penggunaan obat yang tidak rasional dapat menurunkan efektivitas terapi serta meningkatkan risiko efek samping. Oleh karena itu, evaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertensi menjadi penting, khususnya di pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di pelayanan kesehatan primer. Metode yang digunakan adalah tinjauan naratif terhadap artikel ilmiah yang diperoleh dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan rentang tahun 2015–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri umumnya telah memenuhi kriteria rasionalitas, terutama pada aspek tepat indikasi, tepat pasien, dan tepat dosis. Obat yang paling banyak digunakan adalah amlodipin dari golongan calcium channel blocker (CCB), baik sebagai terapi tunggal maupun kombinasi. Namun, masih ditemukan ketidaktepatan pada pemilihan obat dan regimen terapi pada beberapa kasus. Kesimpulannya, penggunaan obat antihipertensi pada pasien geriatri di pelayanan kesehatan primer secara umum sudah rasional, tetapi tetap diperlukan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan terapi.
PENYULUHAN PEMANFAATAN SAYUR KUBIS MENJADI TEPUNG SAYUR DI PEKON WASPADA, KEC. SEKINCAU, LAMPUNG BARAT Afriyani Afriyani; Selvi Marcellia; Dwi Aulia Ramdini; Ervina Damayanti; Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3949

Abstract

Pekon Waspada adalah desa yang terletak di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat dengan masyarakatnya sebagian besar berprofesi sebagai petani. Jenis sayuran yang paling banyak ditanam adalah kubis. Sayuran kubis oleh petani banyak diperjualkan kepada pengepul dalam bentuk segar, namun harga jual maupun volume penjualannya terhitung masih cukup kecil. Selain itu, jika tidak laku kubis yang baru dipanen akan dibiarkan saja padahal sayuran kubis memiliki umur simpan yang pendek mengingat kandungan air yang tinggi. Oleh karenanya, kami mengadakan penyuluhan pengembangan produk berbahan dasar sayur kubis guna meningkatkan umur simpan dan nilai ekonomis, salah satunya adalah dengan mengolah menjadi tepung sayur melalui metode pengeringan. Adapun tahapan yang dilakukan dalam kegiatan sosialisasi terdiri dari persiapan, riset dan formulasi produk, penyuluhan pembuatan tepung sayur. Diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu kader PKK dan KWT dengan memanfaatkan pengolahan tingkat lanjut kubis sebagai peluang usaha serta dari tepung sayur kubis ini dapat menjadi salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan kubis sehingga mampu mengurangi terbuangnya kubis secara percuma.
Literature Review: Baby Massage Sebagai Terapi Komplementer Diare pada Balita Diah Karina Wibowo; Ervina Damayanti; Ramadhan Triyandi; Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i3.2177

Abstract

Diarrhea remains a leading cause of mortality among toddlers in Indonesia, with a prevalence reaching 4,9%. In addition to pharmacological management through LINTAS DIARE, non-pharmacological therapies such as baby massage are increasingly being implemented as supportive interventions that families can perform to accelerate recovery. This study aims to examine the effectiveness of baby massage as a complementary therapy in reducing the frequency and intensity of diarrhea in toddlers. The method used involved identifying relevant articles from Google Scholar and Semantic Scholar databases using appropriate keywords. Based on the 6 articles obtained, baby massage significantly (p = 0,000) reduces the frequency and intensity of diarrhea through vagus nerve stimulation, which optimizes intestinal peristalsis and nutrient absorption. Beyond improving defecation patterns, this therapy is proven to significantly increase infant weight, accelerate motor development through central nervous system stimulation, and enhance sleep quality and comfort.
Integrasi Prinsip Green Pharmacy dalam Praktik Pembuangan dan Pengelolaan Sisa Obat: Sebuah Kajian Literatur Dela Rizkiana; Ervina Damayanti; Dwi Aulia Ramdini; Muhammad Fitra Wardhana Sayoeti
Sains Medisina Vol 4 No 3 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i3.906

Abstract

Peningkatan konsumsi obat secara global menyebabkan meningkatnya volume sisa obat rumah tangga yang sering dibuang secara tidak tepat, sehingga memicu pencemaran lingkungan dan risiko resistensi antimikroba. Prinsip Green Pharmacy ditujukan untuk meminimalkan dampak tersebut melalui pendekatan keberlanjutan dalam penggunaan dan pembuangan obat. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip Green Pharmacy dalam pengelolaan sisa obat dan mengidentifikasi tantangan yang muncul pada berbagai konteks. Studi Kajian literatur ini dilakukan melalui penelusuran daring menggunakan database seperti PubMed, Sciencedirect dan Google Scholar, dengan kata kunci yang telah ditentukan. Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Inggris atau Indonesia, full-text, dipublikasikan tahun 2020–2025, dan relevan dengan praktik pembuangan obat yang berkelanjutan. Sebanyak 8 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa negara dengan sistem kesehatan maju telah menerapkan langkah-langkah komprehensif, seperti program take-back nasional, edukasi pasien, pengurangan obat berlebih melalui peninjauan resep, serta peningkatan transparansi dampak lingkungan obat. Sementara itu, negara lain masih menghadapi hambatan berupa rendahnya literasi masyarakat, kurangnya pedoman operasional, keterbatasan infrastruktur, serta peran apotek yang belum optimal sebagai pusat pengumpulan obat. Sebagian besar masyarakat di berbagai negara masih membuang obat ke sampah domestik, berkontribusi pada pencemaran air dan tanah. Dengan demikian,dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip Green Pharmacy telah dilakukan di berbagai negara dengan tingkat implementasi yang bervariasi. Variasi tersebut dipengaruhi oleh dukungan regulasi, ketersediaan infrastruktur, peran apotek, serta tingkat literasi masyarakat. Oleh karena itu, integrasi prinsip Green Pharmacy memerlukan penguatan kebijakan, kolaborasi lintas sektor, dan peningkatan edukasi publik guna mendukung pengelolaan sisa obat yang aman dan berkelanjutan.