Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Ethnobotani Study on Mangrove Forests in Padang City and Pariaman City Irma - Leilani; Rizki Rizki; Tuti M Sari; Dian M. Sari
Bioscience Vol 1, No 2 (2017): Biology
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.887 KB) | DOI: 10.24036/02017128084-0-00

Abstract

There are many benefit especially for the society who live around mangrove area. The purpose of this study is to find out the species of mangrove that used by the society in Teluk Buo Padang and in Mangguang, Pariaman.  This research was conducted on Mei 2012 till June 2013. This study used survey method with direct observation to the field. interviews conducted to determine the utilization of mangrove species for the surrounding community. There were 43 people in Pariaman and 33 people in Padang have been selected  as  the respondent. The interview aims to find out the species of mangroves that are used as medicinal plants, for foods or other benefits and how to used it. In Pariaman we found 19 species, 10 species are medicinal plants, 3 can be eaten and 18 species are used for other things. In Padang we found 17 species, 11 of them are medicinal plants, 3 can be eaten, 15 species are used for other things. Some species have many benefits by people around the mangrove forest Key words: Benefit,  mangrove, Pariaman, Padang
Sebaran Jenis Tumbuhan Mangrove Di Teluk Buo Bungus Padang Indonesia Rizki Rizki; Irma Leilani
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2020.008.01.01

Abstract

Hutan mangrove memiliki tipe dan jenis vegetasi yang berbeda sesuai dengan kondisi zonasi yang berhubungan dengan faktor fisika-kimia lingkungan, di antara faktor yang menyebabkan perbedaan vegetasi tersebut adalah jenis tanah dan pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sebaran tumbuhan mangrove berdasarkan tekstur tanah dan kondisi pasang surut yang terdapat di hutan mangrove Teluk Buo Bungus Padang. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan dua transek penelitian yang tegak lurus dari zona depan tumbuhan mangrove sampai ke zona transisi. Ukuran plot 10x10 meter dibuat tegak lurus mengikuti transek yang telah dibuat. Selanjutnya identifikasi jenis dilakukan pada semua tumbuhan yang ditemukan pada masing-masing plot baik dalam bentuk pohon, pohon muda (sapling), anakan pohon (seedling) dan tumbuhan penutup tanah. Untuk menentukan tinggi pasang dan surut air laut digunakan pancang yang telah dibalut dengan kertas krep sedangkan untuk analisis tekstur tanah dilakukan pengambilan sampel tanah di lakuan pada setiap plot masing-masing plot diambil tiga titik. Hasil penelitian diketahui bahwa sebaran tumbuhan terbanyak ditemukan pada tanah lempung berpasir yaitu delapan jenis, pada 21 plot penelitian. Sebaran tumbuhan terkecil terdapat pada tekstur tanah liat, hanya dua jenis yang mampu hidup pada tekstur tanah ini yaitu Rhizophora apiculata dan Sonneratia caseolaris
PENYULUHAN DAN BIMBINGAN BUDIDAYA JAGUNG MANIS DAN KACANG TANAH DENGAN SISTEM TUMPANG SARI DI PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH CABANG II KUBANG TUNGKEK Sischa Putri Meidy; Afiq Putra Kensa; Ferry Ferdian; Nurfadhillah Syafri; Arjuna Ridwan; Rizki Rizki
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v1i2.20

Abstract

Kawasan Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang II Kubang Tungkek ini cukup luas, dan berpotensi untuk dijadikan lahan pertanian, namun lahan ini belum diolah secara produktif yang disebabkan kurangnya pengetahuan tentang pertanian. Kegiatan pengabdian masyaratakat ini bertujuan untuk agar Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang II Kubang Tungkek bisa memanfaatkan lahan yang ada, agar anak-anak Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang II Kubang Tungkek tahu dan bisa melakukan budidaya jagung manis dan kacang tanah secara efektif dan untuk memotivasi anak-anak panti asuhan untuk ikut serta dalam memajukan pertanian. Pencapaian tujuan tersebut dilakukan melalui metode ceramah, tanya jawab, praktikum dan evaluasi. Setelah melakukan kegiatan dilaksanakan monitoring dan evaluasi oleh pelaksana kegiatan untuk melihat dan mendampingi siswa panti asuhan dalam melaksanakan kegiatan budidaya. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah kegiatan berjalan dengan lancar dan baik. Adapun saran yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah hendaklah kita saling membantu antar sesama dan melaksanakan kegiatan dengan hati yang bahagia dan senang.
Identifikasi Molekuler Trichoderma spp. Indigenous dari Rizosfer Beberapa Varietas Padi Asal Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh Nelson Elita; Eka Susila; Agustamar Agustamar; Rizki Rizki
Agroteknika Vol 5 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v5i1.114

Abstract

Peranan mikroba meningkatkan hasil padi metode SRI beragam dipengaruhi jenis, kombinasi mikroorganisme, daya adaptasi, dan teknik aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi mikroba indigenous mampu meningkatkan hasil tanaman padi metode SRI. Jenis mikroba tanah jamur Trichoderma spp. umumnya banyak ditemukan merupakan jamur tanah biasanya ditemukan pada rizosfer tanaman, termasuk rizosfer tanaman padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis Trichoderma spp. indigenous secara makroskopis dan molekuler asal rizosfer beberapa varietas padi di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh. Metode yang digunakan adalah eksplorasi, isolasi dan karakterisasi. Eksplorasi Trichoderma spp. indigenous diambil dari tanah rizosfer padi di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh. Isolasi dan karakterisasi jamur Trichoderma spp. indigenous dilakukan di laboratorium Mikrobiologi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dan teknik molekuler dengan Amplifikasi PCR di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika di Solok. Hasil penelitian diperoleh isolat T1-KK (Kuriak Kuning), T2-PW (Pandan Wangi), T3- J (Junjuang) ketiganya asal Kabupaten Lima Puluh Kota, T4- S (Sokan), T5-KM (Ketan Merah), T6-SB (Siliah Baganti) asal Kota Payakumbuh. Hasil amplifikasi PCR diperoleh jenis isolat Trichoderma spp dari masing-masing isolat tersebut adalah T1-KK jenis jamur Trichoderma asperellum, T2-PW jenis jamur Trichoderma harzianum dan Trichoderma asperellum, T3-J jenis jamur Trichoderma harzianum dan Trichoderma asperellum, T4-S jenis jamur Thichoderma asperellum, T5-KM jenis jamur Trichoderma harzianum dan Trichoderma asperellum, dan T6-SB jenis jamur Trichoderma harzianum dan Trichoderma asperellum.
KEANEKARAGAMAN JENIS POHON FAMILIA EUPHORBIACEAE DI PERBUKITAN BUNGUS KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rizki Rizki; Irma Leilani; Suci Mayang Sari
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 1 No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2325.173 KB) | DOI: 10.58222/pucuk.v1i2.17

Abstract

Berbagai jenis tumbuhan bertindak sebagai penyusun hutan tropis, salah satu familia tumbuhan ialah Euphorbiaceae, yang merupakan familia dengan jenis yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat baik sebagai pemenuhan kebutuhan papan maupun dapat digunakan sebagai tumbuhan bahan obat. Penebangan pohon yang banyak terjadi pada saat sekarang menyebabkan terjadinya kerusakan hutan, seperti penebangan liar, ladang berpindah dan tebang bakar hutan. Kerusakan ini dapat menyebabkan terancamnya jenis pohon yang ada. Oleh karena itu peneliti telah melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui jenis pohon pada familia Euphorbiaceae yang terdapat di perbukitan Kelurahan Teluk Kabung Selatan Kecamatan Bungus Teluk Kabung Kota Padang. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan sembilan jenis pohon yang termasuk ke dalam familia euphobiaceae yaitu: Alchornea sp (matuang), Bacaurea recemosa M.A (cupak), Dyrpetes brownii Vahl. (laso), Excoecaria sp (andilau), Homalanthus sp (anak-anak), Macaranga javanica (Blume.)Mull. Arg. (dalok), Macaranga tanarius (L) Mull. Arg. (sapek), Mallotus paniculatus (L) Mull. Arg. (baliak-baliak angin), Sapium sp. (mentanak)
Respon Pertumbuhan Setek Tunas Tangkai Bunga Melati Air (Aquarius palifolius) pada Berbagai Jenis Media Tanam Rina Alfina; Olivia Darlis; Rizki Rizki; Rasdanelwati Rasdanelwati
Syntax Idea 1465-1475
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v5i10.2511

Abstract

Research on the growth of water jasmine stem cuttings in various planting media aims to study the response of water jasmine stem cuttings to different planting media and obtain the best planting medium for the growth of water jasmine stem cuttings. The experiment uses a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatment groups of planting media and 5 replications, resulting in 20 experimental units. The planting media used as treatments are paddy soil, paddy soil + chicken manure fertilizer, paddy soil + cow manure fertilizer, and paddy soil + burnt rice husk. Growth parameters observed include percentage of growth, plant height, and the number of leaves. Based on the research results, it can be seen that the growth of water jasmine stem cuttings showed significantly different responses when planted in various types of media. The best planting medium to accelerate the growth of water jasmine stem cuttings is paddy soil + cow manure fertilizer, with greater plant height and leaf count compared to the other three treatments.
PENERAPAN PUPUK HAYATI JAMUR MIKORIZA DAN BAKTERI FOTOSINTAT PADA TANAMAN SAYURAN DI KELOMPOK TANI DAMANG SAIYO KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Yefriwati, Yefriwati; Rizki, Rizki; Achmad, Benny Satria; Rasdanelwati, Rasdanelwati; Darmansyah, Darmansyah; Alfina, Rina; Darlis, Olivia; Chan, Sari Rukmana Okta Sagita; Chairunnisak, Chairunnisak
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v3i3.256

Abstract

The Damang Saiyo farmer group operates in food crop and vegetable farming. Community service activities in the Damang Saiyo farmer group are conducted using training and application of organic fertilizer from mycorrhizal fungi and photosynthetic bacteria to overcome farmers' problems regarding fertilizer scarcity so that fertilizer is available for plants. One of the technologies applied is mycorrhizal fungi and photosynthetic bacteria. (PSB). Mycorrhizal fungi are a type of biological fertilizer with a mutualistic symbiotic relationship with plant roots, which is beneficial for plants so that plant growth is good. At the same time, photosynthetic bacteria (PSB) are autotrophic bacteria that can photosynthesize and have pigments called bacteriophages a or b. can produce red, green, and purple pigments to capture solar energy as fuel for photosynthesis. The objectives of this community service activity are as follows: (1). Providing information on how to apply Organic fertilizers/biological mycorrhizal fungi and photosynthetic bacteria to vegetable plants, (2). Increase farmers' insight into using biofertilizers for mycorrhizal fungi and photosynthetic bacteria to increase farmers' income. This community service activity occurred at Jorong Balai Kenagarian Batu Balang, Harau District, from June to October 2023. The results of the actions show that the community has been able to make organic/biological fertilizer for mycorrhizal fungi and photosynthetic bacteria and has been able to apply it generously to vegetable plants.
Study of Weeds as Traditional Medicinal Plants Used by Indigenous People of West Pasaman, Indonesia Rizki, Rizki; Nursyahra, Nursyahra; Fernando, Oki
Journal of Tropical Horticulture Vol 2, No 2 (2019): October 2019
Publisher : Yayasan Pertanian Tropika Indonesia (YPTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1394.604 KB) | DOI: 10.33089/jthort.v2i2.21

Abstract

Ethnobotanical study of weeds as traditional medicinal plants was conducted in West Pasaman,  Indonesia. Weed is a type of wild plant that grows naturally without deliberately planted by humans. Weeds grow around housing residents or farmlands. Their existence is less desirable, but indigenous people in Luhak Nan Tigo, West Pasaman, utilize some types of weeds as traditional medicinal plants. This study was focused on identifying weeds as medicinal plants, disease treated, part of the weeds used, methods of preparation, and ingredients added. The descriptive survey method with observation and interview techniques was employed in this study. A total of 35 species of weeds belonging to the 23 plants family were identified. Weeds are used as traditional medicines to cure wounds, fever, bone pain, abdominal pain, back pain, itching, heartburn, asthma, and phlegm.
Vegetative and Generative Growth of Mexican Sword Cultivated as Potted Ornamental Plants Aquarius palifolius (Nees & Mart.) J.F. Macbr Rizki, Rizki; Alfina, Rina; Rasdanelwati, Rasdanelwati; Darlis, Olivia
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.2.161-170

Abstract

Melati air (A. palifolius) merupakan kelompok tumbuhan dari familia Alismataceae dengan habitus roset akar dan habitat pada media lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman melati air (A. palifolius) yang meliputi pertambahan jumlah daun, panjang daun, lebar daun, pertambahan panjang perbungaan, cabang perbungaan dan panjang ruas. Penelitian ini dilaksanakan di green house Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Tanjung Pati, Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 30 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan daun mengalami pertambahan rata-rata satu daun dalam waktu 2 hari. Panjang daun pada awal kemunculan rata-rata 5,5 – 8,7 cm dengan panjang dapat mencapai 61,5 cm. Lebar daun tidak dapat diamati dari awal muncul karena pada tanaman ini daun muda mengalami penggulungan, daun akan terbuka dan dapat diukur pada hari ke 7 munculnya daun dengan lebar daun 6,5 – 14 cm, maksimal lebar daun adalah 19,5 cm. Panjang perbungaan pada hari kedua pengamatan adalah 6 – 7 cm adalah 110,5 cm. Perbungaan terdiri dari 3 cabang yang terletak pada buku pertama dengan panjang 1,6 – 2,5 cm dan maksimal panjang cabang ini adalah 21,2 – 35,3 cm.
Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Dengan Pemberian Pupuk Pelengkap Cair (PPC) Pada Media Arang Sekam Rizki, Rizki; Putri, Rini Eka; Indriati, Gustina; Parwito, Parwito
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i1.238

Abstract

Tanaman selada (Lactuca sativa. L.) termasuk sayuran daun yang digemari oleh masyarakat hampir di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Kebutuhan pasar akan sayuran selada terus meningkat namun produksinya masih tergolong rendah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam produksi di antaranya adalah faktor pemupukan. Sehubungan dengan itu telah dilaksanakan penelitian tentang produksi selada (Lactuca sativa L.) dengan pemberian pupuk pelengkap cair (PPC) pada media arang sekam di Sukarami di Solok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi PPC terbaik pada produksi tanaman selada. Dalam Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan. Masing-masing perlakuan adalah (A) tanpa perlakuan, (B) konsentrasi 0,2 % larutan, (C) konsentrasi 0,4% larutan, (D) konsentrasi 0,6% larutan dan (E) konsentrasi 0,8% larutan. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar per tanaman. Data penelitian diolah dengan analisis sidik ragam pada taraf α 5%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar pertanaman hasilnya berpengaruh sangat nyata dan perlakuan terbaik adalah pada perlakuan E dengan konsentrasi 0,8 %.