Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DETERMINATION OF TILT AND AZIMUTH ANGLES OF SOLAR PANELS AT TANJUNGPURA UNIVERSITY SOLAR POWER PLANT USING PVSYST 7.3 SOFTWARE SIMULATION Muhammad, Dustin; Hiendro, Ayong; Yandri, Yandri
Telecommunications, Computers, and Electricals Engineering Journal (TELECTRICAL) Vol 1, No 3: February 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/telectrical.v1i3.72983

Abstract

Solar Power Plant is a plant that uses solar energy as a renewable source and converts solar energy into electrical energy. To maximize the intensity of sunlight, solar panels need an optimal tilt angle to receive high sunlight intensity. This research aims to determine the optimal tilt angle of solar panels and azimuthal angle so that solar panels obtain maximum output energy. The type of solar panel used is the monocrystalline type with an installed power of 1.51 MW with a total of 2800 panels using a nominal panel power of 540 Wp and 12 units of 1.1 kW inverters. At the research location, Tanjungpura University Solar Power Plant with coordinates 0 °3'37.486" LU 109 °20'34.633" BT (-0.060410, 109.342969). With a simulation method using PVsyst software to determine the optimal tilt angle and solar radiation data on meteonorm 8.1 in PVsyst software. The results showed that the optimal panel tilt angle and azimuth angle in producing maximum output energy at Tanjungpura University Solar Power Plant is at a panel angle of 5 ° with the azimuth angle facing northeast (-45 °) with an output energy of 2365 MWh/year, specific production of 1564 kWh/kW/year, and normalized production of 4.29 kWh/kWp/day.
Pelatihan Anyaman Bambu di Kantor Wali Nagari Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung Kurniawan, Ramadhani; Hamzah, Hamzah; Jufrinaldi, Jufrinaldi; Malik, Kendall; Fernando, Ferry; Yandri, Yandri; Murni, Novia; Fajrina, Rahma Melisha
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1138

Abstract

Kegiatan pengabdian yang menarik dan menyentuh kepada masyarakat yakni kreativitas unik dan mempunyai nilai estetika dan bermanfaat yaitu pelatihan anyaman bambu, ini merupakan kegiatan Wali Nagari Sumpur Kudus dengan memanfaatkan sumber daya alam seperti bambu menjadi ranah kerajinan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat pariwisata daerah. Pengabdian ini dalam rangka memberikan motivasi dan spirit lokalitas daerah Sumpur Kudus dalam menciptakan produk anyaman bambu yang bernilai ekonomi dan memberikan edukasi baik perangkat daerah maupun Nagari. Dimulai dari menyediakan bahan utama bambu serta alat seperti parang, gergaji, pisau, lem korea dan benang jagung, kemudian secara metode kerja yakni memotong bambu, membuat iratan dan menganyam sesuai pola anyam yang sudah dibuat dengan sederhana. Menggunakan metode diskusi, ceramah dan eksperimen praktik, dengan tim pengabdian adalah Dosen/Pengajar di Jurusan Seni Murni dan Kriya Seni FSRD ISI Padangpanjang, mempunyai tanggung jawab mengisi ruang ilmu seni rupa dan kerajinan sekaligus beban akademis dalam mengemban Tridarma Perguruan Tinggi
Pelatihan Pembuatan Tas Wanita dari Limbah Kayu di SMAN 3 Payakumbuh, Sumatera Barat Ranelis, Ranelis; Sumadi, Sumadi; Washinton, Rahmad; Nova, Siska Mitria; Yandri, Yandri; Rahman, Fadlul; Alipuddin, Alipuddin; Hanafi, Hanafi; Fajri, Emzia; Rahmadinata, Melisa Fitri
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 3 (2025): June
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i3.1148

Abstract

Pelatihan pembuatan tas wanita dari limbah kayu di SMA 3 Payakumbuh, Sumatera Barat, merupakan salah satu upaya pemberdayaan siswa melalui pengembangan keterampilan kerajinan tangan berbasis lingkungan dengan memanfaatkan bahan dari limbah kayu yang merupakan residu dari kegiatan industri yang ada di lingkungan sekitar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang limbah sebagai salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh siswa/i dalam melestarikan lingkungan dan menanamkan nilai kreativitas serta membangun mentalitas kewirausahaan pada siswa/i sejak dini. Metode pelatihan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan terhadap siswa/i tentang keterampilan kerajinan kayu, pemanfaatan limbah sehingga bernilai jual dengan menekankan pada kreativitas dan inovasi, demonstrasi yang dilakukan dengan memperagakan secara langsung cara membuat tas dari limbah kayu sehingga siswa/i dapat melakukan proses peniruan terhadap objek yang akan dibuat, dan praktik langsung yaitu memberikan kesempatan bagi siswa/i untuk berkreativitas dan inovasi produk pembuatan tas dari limbah kayu. Hasil dari pelatihan ini adalah siswa/i mampu mengolah limbah kayu menjadi tas wanita yang bernilai guna dan memiliki nilai jual. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong siswa untuk mengembangkan usaha kreatif berbasis kerajinan kayu, yang berkontribusi pada ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan.
PENINGKATAN KESTABILAN ENZIM α–AMILASE DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL Yandri, Yandri; Nadila, Nurul; Suhartati, Tati; Satria, Heri; Hadi, Sutopo
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 5, No. 02 October (2020) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aec.v5i2.2020.p143-154

Abstract

Enzim α-amilase adalah enzim yang mengkatalisis hidrolisis ikatan α-1,4 glikosidik polisakarida menghasilkan dekstrin, oligosakarida, maltosa, dan D-glukosa. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kestabilan enzim α-amilase hasil pemurnian dari Aspergillus fumigatus dengan penambahan gliserol. Aktivitas enzim ditentukan dengan metode Fuwa dan Mandels, sedangkan kadar protein ditentukan dengan metode Lowry. Hasil penelitian menunjukkan enzim hasil pemurnian memiliki aktivitas spesifik sebesar 1,377 U/mg meningkat sebanyak 8,1 kali dibandingkan dengan ekstrak kasar enzim yang memiliki aktivitas spesifik sebesar 0,170 U/mg. Enzim hasil pemurnian memiliki pH optimum 5,5; suhu optimum 55 °C; waktu paruh 133,26 menit. Enzim setelah penambahan gliserol 0,5; 1 dan 1,5 M memiliki pH optimum dan suhu optimum yang sama, yaitu pH 5,5 dan suhu 55 °C. Enzim setelah penambahan gliserol:  0,5 M memiliki waktu paruh 157,5 menit: 1 M memiliki waktu paruh 182,36 menit, dan 1,5 M memiliki waktu paruh 223,54 menit. Penambahan gliserol pada enzim α-amilase hasil pemurnian dari A. fumigatus dapat meningkatkan kestabilan enzim sebanyak 1,2-1,7 kali dibandingkan dengan enzim hasil pemurnian yang ditunjukkan dengan  peningkatan waktu paruh.https://jurnal.fmipa.unila.ac.id/analit/article/view/2684/1868
Delta Making Community Engagement in Padang Panjang Work Training Center Yuliarni1, Yuliarni; Widdiyanti, Widdiyanti; Gani, Maulid Hariri; Yandri, Yandri
MARAWA: Jurnal Masyarakat Religius dan Berwawasan Vol 1 No 2 (2022): MASYARAKAT RELIGIUS DAN BERWAWASAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/marawa.v1i2.7877

Abstract

In Minangkabau society, deta can serve as both a social status indicator and the identity of a society. The government makes an effort to introduce and maintain the local cultures. One of them is having pupils in elementary school through secondary school wear regionally specific traditional clothing as their school uniform. The public now has more opportunities to participate in the creative economy because to this legislation. The Padang Panjang Vocational Training Center (BLK) trains residents of Padang Panjang to work as data suppliers for students in West Sumatra as well as Padang Panjang. In addition to lectures and Q&A sessions, this activity also involves direct practice or demonstrations. Sewing and written batik are the techniques that are taught. Students are able to create deta as a result of this training activity, from processing fabric through producing deta that is suitable for use.