Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SOSIALISASI PENTINGNYA PENERAPAN KESELAMATAN, KESEHATAN KERJA DAN LINGKUNGAN (K3L) DI INDUSTRI KECIL MESIN PERKAKAS Yanis, Muhammad; Mohruni, Amrifan Saladin; Basri, Hasan; Firdaus, Aneka; Yani, Irsyadi; Saputra, M. A. Ade; Adanta, Dendy; Resti, Yulia; Yuliasari, Nova; Sari, Dewi Puspita; Teguh Prakoso, Akbar
Jurnal Lentera Nusantara Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pelita Sriwijaya
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/jps.v4i1.179

Abstract

Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) merupakan faktor penting dalam menciptakan tempat kerja yang aman, produktif, dan ramah lingkungan. Penerapan K3L di industri kecil mesin perkakas masih sering terabaikan karena kurangnya pemahaman terhadap risiko akibat kerja dan dampak lingkungan. Kegiatan pengabdian ini melakukan sosialisasi pentingnya penerapan K3L bagi pelaku usaha kecil mesin perkakas. Metode kegiatan meliputi pemaparan materi, diskusi-tanya jawab dan evaluasi serta hibah APD. Tempat kegiatan di bengkel las dan bubut Tris yang berada di Kelurahan Kebun Bunga Palembang. Kegiatan sosialisasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran bahaya di tempat kerja, pentingnya penggunaan APD, dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab. Dari semua materi yang disampaikan, terjadi peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 33.3%. Sosialisasi dapat meningkatkan kesadaran K3L secara signifikan, namun agar penerapan secara konsisten maka perlu program lebih berdampak seperti pendampingan dan dukungan berkelanjutan.
Electrofacies classification of a mixed carbonate-siliciclastic reservoir using machine learning techniques ADHARI, MUHAMMAD RIDHA; WIRANDHA, FREDDY SAPTA; YANIS, MUHAMMAD; KARDAWI, MUHAMMAD YUSUF
Jurnal Natural Volume 25 Number 3, October 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many scientific fields, including the geosciences, have successfully employed machine learning to address numerous significant issues. Current studies show that the application of machine learning within the geosciences is still in its early stages, and there is a huge potential for this technique that need to be explored. This research focuses on the Late Permian Beekeeper Formation from the Perth Basin, Australia. It aims to improve our understanding of the application of machine learning to characterise subsurface rock formations. The objectives of this study are threefold: (1) to conduct cutting, crossplot, and modern machine learning analyses on a mixed carbonate-siliciclastic reservoir; (2) to compare the results from the aforementioned analyses and to interpret the electrofacies and lithofacies; and (3) to understand the degree of accuracy of the application of machine learning in the characterisation of the subsurface rock formations. Cutting, crossplotting, and modern machine learning analyses have been conducted to achieve the aim and objectives of this study. Seven electrofacies, associated with nine lithofacies, were identified within the studied data, and these were classified into carbonate-dominated facies group, siliciclastic-dominated facies group, and mixed carbonate-siliciclastic facies group. Results also show the presence of stratal and compositional mixing within the Beekeeper Formation. A combination of cutting, crossplot, and machine learning analyses can provide a better, more accurate, and more reliable interpretation of the facies of the Beekeeper Formation. This study is expected to advance our understanding of the application of machine learning in geosciences.
Sosialisasi Teknik Penggunaan dan Jenis Cairan Pemotongan untuk Pemesinan Hijau Di Industri Kecil Mesin Perkakas Yanis, Muhammad; Amrifan Saladin Mohruni; Aneka Firdaus; Nova Yuliasari
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.9386

Abstract

Pemesinan hijau tidak hanya harus dipahami dan dilaksanakan oleh industri pemesinan berskala besar dan sedang, namun juga bagi industri kecil. Hal ini penting karena isu global ini menyangkut masalah kesehatan dan lingkungan yang berkelanjutan yang merupakan tanggung jawab bersama. Salah satu penerapan pemesinan hijau ini adalah penggunaan cairan pemotongan. Cairan pemotongan yang digunakan di industri kecil mesin perkakas umumnya berasal dari minyak mineral, pemakaian dengan dikucurkan secara berlebihan dan pembuangan secara langsung ke lingkungan. Hal ini akan berdampak terhadap kesehatan dan merusak lingkungan. Melalui kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialisasi ke industri kecil mesin perkakas tentang pemesinan hijau. Pelaksanaan kegiatan dipusatkan pada industri kecil mitra yaitu bengkel bubut Tris Palembang dalam satu hari kerja. Sosialisasi dalam bentuk ceramah, diskusi dan penjelasan di mesin bubut mitra. Selain pimpinan dan karyawan bengkel mitra, kegiatan dihadiri juga peserta undangan dan mahasiswa. Keberhasilan kegiatan ini terlihat dari respon positif yang tinggi dari peserta berupa tanggapan dan pertanyaan yang disampaikan kepada tim pelaksana. Dan dari evaluasi terhadap materi yang disampaikan menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata 41,81% diakhir pelaksanaan dibanding pada awal kegiatan. Bagi bengkel mitra sendiri kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja bengkelnya.
Penerapan alat minimum quantity lubrication pada pemberian cairan pemotongan sebagai upaya pemesinan ramah lingkungan Yanis, Muhammad; Akhmad, Al Antoni; Barlin, Barlin; Firdaus, Aneka; Yuliasari, Nova
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i2.13957

Abstract

Kualitas pemesinan dan umur pahat dapat ditingkatkan dengan menggunakan cairan pemotongan. Pada saat ini industri manufaktur mengarah pada kebutuhan akan proses pemesinan yang ramah lingkungan. Salah satu upaya ini dapat dicapai dengan menggunakan cairan pemotongan seminimum mungkin selama pemesinan. Metode ini disebut Minimum Quantity Lubrication (MQL). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah penerapan peralatan MQL di bengkel mesin perkakas mitra. Hal ini untuk mengedukasi masyarakat industri kecil mesin perkakas khususnya bengkel mitra tentang proses pemesinan yang ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah pendampingan kepada bengkel mesin perkakas mitra. Pelaksanaannya meliputi sosialisasi (paparan dan diskusi), demonstrasi penggunaan peralatan MQL, dan monitoring. Pada kegiatan sosialisasi selain mitra, peserta undangan lainnya dan mahasiswa juga ikut berpartisipasi. Kegiatan telah berjalan dengan baik meskipun jumlah peserta terbatas akibat tingginya penyebaran Covid-19. Peserta lebih memahami tentang penting pemesinan yang ramah lingkungan. Begitu juga dalam kegiatan monitoring, mitra sudah dapat menggunakan peralatan yang diberikan dengan baik. Pemilik bengkel mitra mengharapkan kegiatan yang berkelanjutan atau topik baru yang dapat memberikan perkembangan positif bagi bengkelnya.
Pemberdayaan Kerajinan Tangan Dari Tempurung Kelapa Sebagai Media Ekspresi Kreatif Santriwati Abdullah, Musrizal; Yanis, Muhammad; Mariana, Mariana
Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Khadem: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54621/jkdm.v3i1.771

Abstract

Santriwati, sebagai individu yang tumbuh dan berkembang dalam lingkungan pesantren, mendapati diri mereka berada di tengah-tengah pergeseran paradigma global dan keberlanjutan nilai-nilai lokal yang dijunjung tinggi. Lingkungan pesantren, yang kaya akan nilai-nilai keagamaan dan tradisi lokal, menjadi landasan kuat dalam membentuk karakter dan identitas santriwati. Oleh karena itu, mereka secara unik mendapati diri mereka pada persimpangan antara kemajuan global dan kekayaan budaya setempat yang mendalam. Dalam konteks ini, program pemberdayaan melalui kerajinan tangan dari batok kelapa tidak hanya dianggap sebagai solusi ekonomi semata, melainkan juga sebagai bentuk perjuangan untuk melestarikan, memperkuat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai kreatif dan budaya yang membentuk akar keberadaan mereka. Program ini menjadi wahana di mana santriwati dapat mengintegrasikan kekayaan budaya dan tradisi lokal ke dalam kreasi seni yang bernilai tinggi, sehingga meresapi setiap sentuhan mereka dengan makna yang mendalam.
Peningkatan Fungsional Mesin Bubut Di Industri Kecil Mesin Perkakas dengan Menambahkan Peralatan khusus untuk Pembuatan Alur Pasak Yanis, Muhammad; Mohruni, Amrifan Saladin; Yuliasari, Nova; Dwipayana, Hendra
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.828

Abstract

Mesin bubut dapat ditingkatkan fungsionalnya untuk membuat komponen dengan bentuk kontur tertentu. Peningkatan kinerja mesin bubut ini dengan membuat peralatan tambahkan khusus. Peralatan khusus yang diaplikasikan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk pembuatan profil alur pasak. Bengkel mesin perkakas yang menjadi mitra adalah bengkel bubut dan las Tris Palembang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah pelatihan teknis dan sosialisasi. Pelatihan teknis dikhususkan kepada mitra tentang perancangan, pembuatan dan fungsional  peralatan tambahan yang dibuat. Pada kegiatan sosialisasi di bengkel mitra diikuti juga oleh peserta undangan dan mahasiswa sebanyak 20 orang dengan materi teknologi yang diterapkan serta keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa antusiasme yang tinggi dari khalayak sasaran terhadap fokus kegiatan yang disampaikan. Bengkel mesin perkakas mitra dapat mengaplikasikan peralatan tersebut dengan baik. Diharapkan dari peralatan yang dihibahkan ini akan meningkatkan produktivitas pemesinan pada bengkel mesin perkakas mitra. 
Negotiating Marital Communication in the Digital Era: Social Media Use among Working Couples from a Family Law Perspective Yanis, Muhammad; Ali, Bukhari; Wahyuni, Yenny Sri; Hazram, Nurul Ain; Akbar, Hisyam Maliki
An-Nisa: Journal of Islamic Family Law Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Cendekia Gagayunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63142/an-nisa.v2i4.401

Abstract

This study aims to identify and analyze the communication patterns of married couples who work in using social media effectively and adaptively to maintain household harmony. This study uses a qualitative descriptive method with the determination of informants based on the principle of data saturation, considering that the population number is not known for sure. A total of 12 informants who were married couples with formal employment status were randomly selected. Data collection was carried out through in-depth interviews and thematic analysis. The results of the study show that face-to-face communication remains the most crucial and effective foundation in maintaining household harmony, especially in resolving sensitive issues and deep conflicts. Meanwhile, social media functions as a complement to practical communication, especially in conditions of limited time, long distance relationships, and as a means of defusing conflicts in the early stages. However, the majority of informants consider that social media is not yet fully effective in conveying crucial issues such as criticism and differences of opinion due to the high risk of misunderstandings. These findings indicate that household harmony (sakinah, mawaddah, and rahmah) is supported by the application of interpersonal communication norms, such as openness, emotional control, mutual respect, and the establishment of ethical boundaries in digital behavior to prevent conflicts, including the potential for online infidelity. Based on these findings, this study recommends that married couples who actively work build a balanced communication agreement between face-to-face communication and social media utilization, accompanied by digital communication literacy oriented towards ethical values and family resilience.
PERAN GURU DALAM MENGATASI DISTRAKSI DI ERA DIGITAL INTERNET OF THINGS (IOT) GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS SISWA Faykal, Faykal; Rasyid, Andi Tabrani; Yanis, Muhammad
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10485

Abstract

The rapid development of Internet of Things technology presents new challenges in the form of digital distractions in schools, especially for 11th-grade TKJ 3 students at SMKN 1 Bone. The main research problem focuses on identifying the types of device distractions and analyzing teachers' strategic steps in optimizing student learning productivity. This study applies a descriptive qualitative methodology through participatory observation, in-depth interviews, and the comprehensive collection of official school documents. The data analysis stages are carried out systematically through reduction, categorization, and verification of field findings. The research results reveal that the misuse of smartphones for social media activities and online games is a major obstacle that causes a decline in student academic performance and delays in completing their practical assignments. To address this, educators play an active role in implementing a persuasive approach through learning contracts that contain strict rules regarding the use of electronic devices in the classroom. In addition, teachers act as proactive innovators by designing artificial intelligence-based instructional media to effectively redirect students' attention back to the learning material. The main conclusion emphasizes that the integration of regulatory discipline with the creative adaptation of technological innovation is a crucial instrument for educators to minimize digital distractions and boost student work productivity in the midst of a connected education ecosystem. This collaboration ensures that the learning environment remains conducive to the development of students' vocational competencies to face the dynamics of global industrial competition. ABSTRAK Pesatnya perkembangan teknologi Internet of Things menghadirkan tantangan baru berupa gangguan digital di sekolah, khususnya bagi siswa kelas XI TKJ 3 SMKN 1 Bone. Masalah utama penelitian berfokus pada identifikasi jenis distraksi gawai serta analisis langkah strategis guru dalam mengoptimalkan produktivitas belajar siswa. Studi ini menerapkan metodologi kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta pengumpulan dokumen resmi sekolah secara menyeluruh. Tahapan analisis data dilakukan sistematis lewat reduksi, kategorisasi, hingga verifikasi temuan lapangan. Hasil riset mengungkap bahwa penyalahgunaan ponsel pintar untuk aktivitas media sosial dan permainan daring menjadi penghambat utama yang menyebabkan penurunan performa akademik siswa serta keterlambatan penyelesaian tugas praktik mereka. Guna mengatasi hal tersebut, pendidik berperan aktif menerapkan pendekatan persuasif melalui kesepakatan kontrak belajar yang memuat aturan tegas mengenai pemakaian perangkat elektronik di kelas. Selain itu, guru bertindak selaku inovator proaktif dengan merancang media instruksional berbasis kecerdasan buatan demi mengalihkan atensi siswa kembali pada materi ajar secara efektif. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi kedisiplinan aturan dengan adaptasi inovasi teknologi secara kreatif merupakan instrumen krusial bagi pendidik untuk meminimalisir distraksi digital sekaligus mendongkrak produktivitas kerja siswa di tengah ekosistem pendidikan terkoneksi. Kolaborasi tersebut memastikan lingkungan belajar tetap kondusif bagi pengembangan kompetensi vokasi siswa demi menghadapi dinamika persaingan industri global.  
UPAYA PERANAN GURU PKN DALAM MENGATASI MASALAH PENYEBARAN BERITA HOAKS DI MEDIA SOSIAL PADA SISWA SMP NEGERI 1 TELLU SIATTINGE Astuti, Rena; Yanis, Muhammad; Genda, Maming
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48361

Abstract

This study aims to examine the increasing spread of false information among students, which has become a serious concern, particularly due to low digital literacy skills and students’ limited awareness in verifying the accuracy of received information. Civic Education (PKn) teachers have the responsibility not only to teach citizenship knowledge but also to shape students’ character so they can think critically, act wisely, and behave responsibly in responding to digital information flows. This research employed a qualitative approach using a descriptive method. Data collection techniques included observation, interviews with PKn teachers and the Student Council President (OSIS Chairperson) as student representatives, and documentation. The findings indicate that PKn teachers play a strategic role as educators, mentors, and facilitators in developing students’ awareness of the dangers of hoax news. The results show that the role of PKn teachers is highly important in preventing the spread of hoax information within the school environment. Support from all parties, including schools and parents, is necessary so that efforts to improve digital literacy can be implemented more optimally and sustainably.