Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan dan Sikap Berhubungan dengan Pencegahan Medication Error Muhammad Fitra Wardhana; Suharmanto Suharmanto; Exsa Hadibrata
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 3 (2022): Agustus 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i3.1080

Abstract

Setiap tahun diperkirakan ada 134 juta kejadian yang merugikan pasien seperti medication error yang berdampak pada lebih dari 2.6 juta kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pencegahan medication error. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat yang bekerja di rumah sakit di Bandar Lampung. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah accidental sampling sebanyak 170 orang. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengolahan data meliputi editing, coding, tabulating dan cleaning. Data yang telah terkumpul dilakukan analisis menggunakan persentase untuk menampilkan pengetahuan, sikap dan medication error. Uji bivariat menggunakan Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pencegahan medication error. Hasil penelitian mendapatkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan sikap dengan pencegahan medication error.
Hubungan Tipe Kepribadian dengan Kejadian Burnout Alberto Taolin; Suharmanto Suharmanto; Sutarto Sutarto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 3 (2022): Agustus 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i3.1081

Abstract

Burnout dapat menjadi masalah karena munculnya sindrom patologis yang disebabkan stres berkepanjangan yang berdampak pada kelelahan fisik maupun emosi sehingga muncul perilaku maladaptif. Burnout dapat dipengaruhi oleh tipe kepribadian. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tipe kepribadian dengan kejadian burnout melalui analisis artikel nasional dan internasional. Peneliti mendapatkan artikel sebanyak 37 artikel, tahun 2010-2022 dari Pubmed, NCBI dan Google Scholar sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria. Peneliti menggunakan kata kunci “tipe kepribadian” dan “burnout”. Artikel kemudian dirangkum, dilakukan analisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian mendapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi burnout antara lain adalah tipe kepribadian, seperti kepribadian introvert.
Hubungan Keberadaan Kontak Serumah dan Perilaku Ibu terhadap Kejadian Tuberkulosis Anak Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Ari Rosmala Dewi; Suharmanto Suharmanto
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3059

Abstract

Salah satu faktor yang meningkatkan risiko penularan pada anak adalah terdapatnya kontak serumah dan kurangnya pengetahuan ibu, akan tetapi belum banyak penelitian yang mengkaji hubungan variabel-variabel tersebut terhadap penularan kepada anak di Bandar Lampung. Bandar Lampung memiliki angka kejadian TB yang meningkat dari tahun ke tahun dan berpotensi menjadi sumber penularan kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan keberadaan kontak serumah dan perilaku ibu terhadap kejadian TB anak di lima puskesmas di Bandar Lampung yang terdapat kasus TB anak. Penelitian ini adalah penelitian case control dengan sampel kasus sebanyak 66 anak penderita TB dan sampel kontrol sebanyak 66 anak yang tidak menderita TB. Variabel pada penelitian mencakup kontak serumah (keberadaan kontak, intensitas kontak dan kedekatan hubungan) serta perilaku ibu (pengetahuan ibu dan imunisasi BCG). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan alat bantu kuesioner yang dilanjutkan dengan analisis Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan keberadaan kontak, intensitas kontak, kedekatan hubungan, pengetahuan serta imunisasi BCG terhadap kejadian TB anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan variabel yang perlu diintervensi yang pada akhirnya dapat menurunkan kejadian TB anak.
POLA PENYAKIT DI POLIKLINIK TELINGA HIDUNG TENGGOROK BEDAH KEPALA LEHER (THT-KL) RSUD RAGAB BEGAWE CARAM MESUJI PERIODE JANUARI 2018 – DESEMBER 2020 Bara Ade Wijaya Suprayitno; Susianti Susianti; Suharmanto Suharmanto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i2.4271

Abstract

Pemanfaatan pelayanan rawat jalan melalui poliklinik merupakan bentuk kesadaran masyarakat dalam mengatasi permasalahan terkait keluhan penyakit yang dirasakan. Kunjungan masyarakat ini merupakan indikator mutu pelayanan RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji. Jumlah kunjungan pasien poliklinik rawat jalan dengan 10 besar penyakit dibedakan berdasarkan usia, jenis kelamin dan sistem pembiayaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola penyakit di Poliklinik Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher (THT-KL) RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji periode Januari 2018 – Desember 2020. Metode yang digunakan deskriptif retrospektif. Hasil penelitian didapatkan kunjungan terbanyak pada tahun 2019 yaitu 755 pasien. Penyakit tersering pada tahun 2018 dan 2019 adalah serumen prop yaitu 117 pasien dan 134 pasien, sedangkan untuk tahun 2020 yang terbanyak adalah otitis externa 110 pasien. Untuk kunjungan usia paling banyak £ 10 tahun yaitu 2018 (218 pasien) dan 2019 (226 pasien), sedang untuk 2020 usia ³ 51 tahun (119 pasien). Pasien laki – laki memiliki kunjungan lebih banyak tahun 2018, sedang untuk 2019 dan 2020 lebih banyak pasien perempuan. Untuk sistem pembayaran dari tahun 2018 hingga 2020 pasien lebih banyak memanfaatkan BPJS dibanding umum. Kesimpulan urutan pola penyakit tersering di Poliklinik THT-KL RSUD Ragab Begawe Caram Mesuji 2018 yaitu serumen prop, otitis externa, otitis media akut, otitis media supuratif kronis, rhinitis alergi, tonsilitis, rhinosinusitis, benda asing di THT-KL, laringofaringeal reflux disease dan faringitis. Sedangkan untuk 2019 polanya serumen prop, otitis externa, otitis media akut, tonsilitis, rhinitis alergi, otitis media supuratif kronis, rhinosinusitis, laringofaringeal reflux disease, benda asing di THT-KL, dan faringitis. Untuk pola tahun 2020 yaitu otitis externa, serumen prop, otitis media akut, rhinosinusitis, rhinitis alergi, otitis media supuratif kronis, tonsilitis, benda asing di THT-KL, laringofaringeal reflux disease dan faringitis.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KADER DALAM IDENTIFIKASI KEJADIAN STUNTING PADA BALITA Otta Nur Kirana; Suharmanto; Bayu Anggileo Pramesona; Betta Kurniawan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.422 KB)

Abstract

Abstract Stunting is a major threat to the quality of Indonesian people, as well as a threat to the nation's competitiveness. This is because stunted children are not only disturbed by their physical growth, but also impaired brain development, which of course will greatly affect their ability and achievement in school, productivity and creativity in productive ages. The number of stunting cases in Indonesia in 2013 reached 37.8%, while in 2019 it decreased to 27.67%. The purpose of this activity is to improve the skills of cadres in identifying stunting in toddlers through measuring height and weight. This activity is one of the efforts to increase screening for toddlers who are stunted. The target of this activity is a cadre of 16 people. The activity will be held on October 2, 2021 at 13.00-16.00 WIB in the Karang Anyar Public Health Center, South Lampung. The method used in this activity consists of providing material, discussion and training. The evaluation carried out to assess the success of this activity consists of an initial evaluation, process evaluation and final evaluation. The community service team involved are lecturers and students in the Master of Public Health Study Program. The result of this activity is an increase in the skills of the cadres regarding the identification of stunting in toddlers. Suggestions that can be given to Public Health Center are to create programs that can maintain and improve cadre skills regarding stunting identification such as anthropometric measurements in infants and toddlers. Abstrak Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif. Jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 37,8% sedangkan tahun 2019 menurun menjadi 27,67%. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan kader dalam mengidentifikasi stunting pada balita melalui pengukuran tinggi dan berat badan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan skrining balita yang mengalami stunting. Sasaran kegiatan ini adalah kader berjumlah 16 orang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2021 pukul 13.00-16.00 WIB di Aula Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari pemberian materi, diskusi dan pelatihan. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Tim pengabdian masyarakat yang dilibatkan adalah dosen dan mahasiswa pada Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya keterampilan para kader tentang identifikasi stunting pada balita. Saran yang dapat diberikan bagi Puskesmas adalah membuat program yang dapat mempertahankan dan meningkatkan keterampilan kader tentang identifikasi stunting seperti pengukuran antropometri pada bayi dan balita.
Effect of Training on Organic Waste Management in Neighborhoods of Pejanggik, Mataram, West Nusa Tenggara Agus Supinganto; Suharmanto Suharmanto; Irwan Budiana; Raimunda Woga
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.879 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v10i2.8853

Abstract

Garbage is solid waste consisting of organic and inorganic substances that outlived their usefulness and must be adequately managed to prevent environmental harm. The amount and types of waste are strongly influenced by the lifestyle and the type of materials we consume, and increasing household income cause an increase in the variety of waste generated. Handling and managing organic waste requires community involvement and successful household organic waste management, contributing significantly to the zero waste program. This study aims to measure the effect of waste management training on knowledge and principles of reducing, reusing, and recycling in waste management. The study was conducted from April to June 2021 in the neighborhoods around Pejanggik, Mataram village, West Nusa Tenggara province. It is a pre-experimental study involving 50 households to analyze the effects of the waste management training provided using a one-group pretest-posttest method. Before the training, knowledge and waste management principles were 22 of 50 respondents and 32 of 50 respondents, respectively. After the provision of training, the increase in knowledge and waste management principles reached 50 of 50 respondents. In conclusion, the training activity shows increased knowledge and waste management principles in households involved. Waste processing with reduce, reuse, and recycle principles can help overcome household waste problems and convert waste into products with increased economic value. Therefore, we recommend that periodic community-based waste management training involving households be held to overcome increased organic waste in households.
Pelatihan Komunikasi S-BAR pada Perawat untuk Mencegah Kesalahan Pemberian Obat Guna Meningkatkan Keselamatan Pasien : Pelatihan Komunikasi S-BAR pada Perawat untuk Mencegah Kesalahan Pemberian Obat Guna Meningkatkan Keselamatan Pasien Bayu Anggileo Pramesona; Asep Sukohar; Suharmanto Suharmanto
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1327

Abstract

Background One of the efforts to improve patient safety in hospitals is to implement effective communication between nurses and/or other health care workers. However, at RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, no effective communication training using the SBAR technique has been conducted. The purpose of this activity is to increase knowledge, understanding, and practice effective communication with the S-BAR technique to nurses in order to prevent medication errors so that patient safety can be realized. Methods This training uses the lecture method, interactive discussion and simulation/role play of the implementation of effective communication with the S-BAR technique on 58 nurses at the RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, North Lampung on July 4, 2022. The media used is in the form of materials on effective communication using techniques S-BAR. Knowledge is measured by conducting pre and post-test before and after training. S-BAR communication practice assessment is carried out after role play through case examples. Results The average knowledge of nurses increased by 42.6% after the training. Nurses can also practice S-BAR communication techniques properly. Conclusion S-BAR communication training proved effective in increasing the knowledge and understanding of nurses to prevent medication errors. It is necessary to carry out routine monitoring and evaluation related to the implementation of S-BAR communication on nurses. Hospital management is advised to provide S-BAR communication training to health workers on a regular basis. Abstrak Latar belakang Salah satu upaya guna memperbaiki keselamatan pasien di rumah sakit (RS) adalah dengan menerapkan komunikasi efektif baik antar perawat maupun perawat-petugas kesehatan lain. Namun, di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi belum pernah dilakukan pelatihan komunikasi efektif menggunakan teknik S-BAR. Tujuan. kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan mempraktikkan komunikasi efektif dengan teknik S-BAR pada perawat guna mencegah kesalahan pemberian obat sehingga keselamatan pasien dapat terwujud. Metode. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan simulasi/role play pelaksanan komunikasi efektif dengan teknik S-BAR pada 58 perawat pelaksana di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara pada 4 Juli 2022. Media yang digunakan berupa materi tentang komunikasi efektif menggunakan teknik S-BAR. Pengetahuan diukur dengan melakukan pre dan posttest sebelum dan setelah pelatihan. Penilaian praktik komunikasi S-BAR dilakukan setelah role play melalui contoh kasus. Hasil. Rata-rata pengetahuan perawat meningkat 42.6% setelah dilakukan pelatihan. Perawat juga dapat mempraktikkan teknik komunikasi S-BAR dengan benar. Kesimpulan. Pelatihan komunikasi S-BAR terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat untuk mencegah kesalahan pemberian obat. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi rutin terkait pelaksanaan komunikasi S-BAR pada perawat. Pihak manajemen RS disarankan untuk memberikan pelatihan komunikasi S-BAR pada tenaga kesehatan secara berkala.
Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Covid-19 dalam Mendukung Program Desa Tanggap Covid-19 Fitria Saftarina; Dian Isti Angraini; Maya Ganda Ratna; Suharmanto Suharmanto; Rodiani Rodiani
Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47841/saintek.v3i1.79

Abstract

Since the discovery of Covid-19, it has spread widely, causing a global pandemic that continues to this day. For this reason, promotive and preventive efforts are needed for the Karanganyar Village community regarding the prevention of Covid-19. This service aims to increase public knowledge about Covid-19 prevention. The target of the activity is 30 people. This community service activity was carried out using a health education, used presentation slides, leaflets, and videos. The results obtained showed that knowledge before education was 46.3 ± 8.9, and when health education was carried out, there was an increase in knowledge to 86.7 ± 9.2. From the results of the paired-t test analysis, it was found that p < 0.001, so that health education provided to the public about the prevention of Covid-19 could increase public knowledge. For practicing WHO handwashing practices correctly, 93.3% of participants were good at washing their hands. This activity needs to be carried out on an ongoing basis by the Puskesmas and Karanganyar Village governments in an effort to break the chain of transmission of Covid-19 and support the Covid-19 Response Rural Program.
Efikasi dan Komplikasi Supine Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) dengan Panduan Kombinasi Ultrasonografi (USG) dan Fluoroskopi Exsa Hadibrata; Mars Dwi Tjahyo; Suharmanto Suharmanto
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1287

Abstract

Operasi minimal invasif untuk tatalaksana batu ginjal diantaranya, Electro Shock Wave Lithotripsy (ESWL), ureteroskopi, bedah laparoskopik dan Percutaneous Nephrolithotripsy (PCNL) yang telah mengubah manajemen batu ginjal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui delta Hb, kebutuhan tranfusi, durasi operasi, durasi fluoroskopi, stone free rate, lama perawatan dan komplikasi tindakan supine PCNL dengan teknik kombinasi USG dan flouroskopi pada pasien batu ginjal di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek tahun 2020. Penelitian ini merupakan studi retrospektif menggunakan rekam medik dan digunakan teknik total sampling pada 31 orang. Data dikumpulkan dari rekam medik dan dianalisis menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi. Hasil penelitian mendapatkan stone burden 20-50 mm sebanyak 23 sampel, dan 50 mm sebanyak 8 sampel. Pasca tindakan supine PCNL stone free rate sebesar 84%, dengan rerata durasi operasi 104 menit dan rerata durasi flouroskopi 12,4 menit. Sebanyak 8 sampel membutuhkan tranfusi darah. Komplikasi terbanyak yang timbul pasca tindakan berdasarkan modified clavien grading skor adalah grade 1 dan grade 2. Tindakan supine PCNL merupakan tindakan yang dapat dijadikan pilihan sebagai tataklasana batu ginjal > 20 mm dengan stone free rate cukup baik dan komplikasi yang minimal.
Efektifitas Pemberian Vitamin A pada Ibu Nifas dan Bayi Poppy Monika Sari; Suharmanto Suharmanto; Oktafany Oktafany
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 2 (2023): Mei 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i2.1430

Abstract

Vitamin A memiliki segudang khasiat untuk mendefisiensikan angka kematian dan kesakitan, serta bermanfaat bagi pertumbuhan manusia, dan juga mengambil peran terhadap sistem imunitas tubuh, memproteksi tubuh dari terjangkitnya berbagai infeksi seperti campak, diare, dan ISPA. Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit seperti xerofthalmia, kerusakan mata yang berujung kebutaan, serta meningkatkan risiko kematian. Berdasarkan hasil riset yang diperoleh dari Profil kesehatan Indonesia tahun 2017, persentase dalam pemberian vitamin A pada ibu nifas telah mencapai angka 94,73%. Hal serupa juga terjadi di tahun sebelumnya, yang mana di tahun 2016 persentase dalam pemberian vitamin A pada ibu nifas memiliki persentase sebesar 90,1%, dan mengalami peningkatan di tahun berikutnya. Hal tersebut telah melewati standar nasional dalam pemberian persentase dalam pemberian vitamin A pada ibu nifas yakni sebesar 82%. Provinsi di Indonesia yang memiliki jangkauan tertinggi dalam pemberian vitamin A adalah Kalimantan Utara dengan persentase 98,49%, sedangkan provinsi dengan persentase terendah yakni Papua dengan total keseluruhan sebesar 76,61%. Pemberian vitamin A pada ibu nifas merupakan bentuk upaya pencegahan terjadinya kekurangan vitamin A yang bertujuan untuk menjaga kesehatan bayi dalam memproteksi diri terhadap penyakit xerophthalmia. Sumber utama vitamin A terbesar yang memungkinkan diterima oleh bayi yakni berasal dari ASI.